90 DAYS

90 DAYS
TERBAWA ARUS


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul setengah empat, azan Ashar sudah pun berkumandang. Seperti biasa, Soraya  dan adik-adiknya mulai melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas rafting yang sebentar lagi akan mereka jajaki.


Sepuluh menit berlalu, Mereka pun mengikuti pemandu tempat rafting tersebut. Air yang jernih dengan bebatuan yang besar dan banyak. Alam itu sangat asri dan Soraya  merentangkan kedua tangannya menghirup oksigen yang tidak bercampur debu tersebut.


Di hempaskan nafas itu dengan seksama, menikmatinya dalam-dalam membuat fikiran Soraya  tampak tenang. Sambil memejamkan matanya, merasakan sentuhan dingin hingga ke tulang.


"Sudah siap??" bisik Tio dengan tiba-tiba di belakang Soraya.


Adik-adiknya pula telah dipakaikan pelampung rafting dan helm. Mereka tampak begitu senang dan ceria, sedangkan Soraya  yang saat itu tampak masih menikmati alam, di kejutkan dengan bisikan lembut dari suara Tio yang membuyarkan semua kenikmatannya.


Tips rafting untuk pemula  adalah pergunakan pakaian yang tidak mudah menyerap air. Hindari menggunakan pakaian dari bahan katun, karena bahan katun sangat mudah dalam menyerap air.


"Tio, kau ini mengejutkan saja," ucap Soraya  tersenyum.


"Cepat pakai ini! lihatlah mereka bertiga tampak bersemangat dan tidak sabar untuk segera melakukan rafting," ucap Tio kembali membuat Soraya  menatap ketiga adiknya tersebut.


Yumita pula yang melihat Tio tampak mesra berbicara dengan kakaknya tersebut dari jarak dua meter. Yumita  menyimpan senyumnya seketika, dan dia kembali membuang wajahnya dan melanjutkan memakai helm rafting tersebut.


"Eits, jangan termenung lagi, pakailah ini," sambil pelampung itu di pakaikan Tio ke tubuh Soraya.


"Aku bisa sendiri Tio..." nada suara manja namun tegas.


"Yasudah kalau begitu, pakailah cepat," jawab Tio kembali.


Tio sudah pun lengkap memakai kostum raftingnya. Dari mulai helm, pelampung rafting, ada juga tas kedap air yang nantinya akan diletakkan peralatan tas ini disediakan oleh provider rafting, tas tersebut biasanya dikaitkan pada bantalan perahu.


Tas tersebut digunakan untuk menyimpan benda-benda yang tidak boleh basah, seperti perlengkapan P3K, repair it, kamera, hp dan juga dompet milik peserta rating. Agar lebih aman peralatan yang tidak perlu dibawa dititipkan ke petugas, begitu lah arahan dari pemandu yang membawa mereka.


Semua hal tentang rafting sudah mereka dengarkan dari pemandu yang membawa mereka tersebut. Bahkan ketika Yumita  bertanya kepada pemandu tersebut tentang dirinya yang tidak bisa berenang, itu bahkan tidak jadi masalah untuk dia mengikuti aktivitas rafting tersebut.


Semua sudah lengkap, sampan dan dayung saya juga telah tersedia. Soraya  tampak sudah memakai perlengkapannya juga.


"Oke... sudah siap semuanya??" sambil berteriak pemandu tersebut.


"Siap!!" sahut mereka serentak dan begitu bersemangat.


Karena mereka hanya berlima, dan ditambah satu pemandu mereka tersebut jadi mereka menaiki perahu kecil saja yang bisa diisi dengan jumlah sebanyak enam orang.

__ADS_1


Pemandu itu berada di depan sedangkan deretan kedua ada adik ketiganya, dan yang ketiga diisi oleh Soraya  di belakang Soraya  pula ada Yumita  dan setelah itu diikuti adik kedua dan paling akhir adalah Tio.


Berdebar jantung mereka semua. Soraya  dan Tio sudah beberapa kali melakukan aktivitas ini jika mereka mendapat cuti dari perusahaan pasti tim dan staf lainnya akan melakukan aktivitas rafting.


Sedangkan Yumita  dan kedua adik Soraya  tersebut baru pertama kali mereka mengikuti aktifitas ini. Dan Tio  tampak bersemangat mengangkat dayungnya.


"Auh....." jerit mereka serentak ketika perahu itu mulai bergerak.


Setengah perjalanan masih mulus, namun mereka sudah terlihat basah. Soraya  sangat senang dan bahkan dia menunggu bebatuan besar yang sebentar lagi akan mereka lewati.


"Yumi, pegang kakak dengan kuat!!" perintah Soraya kepada Yumita  yang tampak takut tersebut.


"Kak... aku takut," ucap Yumita.


"Sudah tenang saja, jangan lemah!!" sahut Soraya  pula.


"Bersiap, kita akan melewati bebatuan besar dan arus semakin deras!!' teriak pemandu tersebut.


Bur...


"Auh..... tolongg......!!


Semuanya menjadi panik, seketika arus bertambah teras dan membawa Yumita  hanyut bahkan tertabrak bebatuan.


Tio yang melihat kejadian itu dengan cepat dia turun dan mengejar Yumita  mengikuti arus tersebut. Karena bukan hanya mereka yang melakukan aktivitas tersebut, tampak ada perahu lain di belakang mereka dan itu perahu milik tim penyelamat.


Dengan ganasnya Tio melompat dan mengambil dayung mereka untuk mengejar Yumita  yang hanyut tersebut.


Sedangkan sekarang perahu yang dinaiki Soraya  tersebut kembali normal, dan Soraya  beserta pemandu tersebut mencoba mencari arus yang tidak deras dan memberhentikan aktifitas mereka yang sudah setengah jalan itu.


Sampai ke tepi, akhirnya mereka semua cepat naik ke atas. Soraya memeluk erat kedua adik lelaki nya tersebut. Mereka menunggu Tio yang menyelamatkan Yumita  yang telah hanyut terombang ambing tersebut.


Memang dia memakai pelampung, namun jika tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan terlalu banyak terminum air pasti akan lemas juga.


Hampir ke penghujung sungai tersebut, Yumita  sudah terlihat jelas oleh Tio, arus sungai pula tampak normal kembali, Tio melompat dan mengangkat Yumita  ke atas perahu dibantu oleh tim penyelamat di sana.


Yumita sudah pingsan, Tio  mencoba menekan perutnya di atas perahu tersebut, namun masih tidak ada respon dari Yumita.

__ADS_1


Mau tidak mau Tio harus melakukan penyelamatan terhadap Yumita. Tio dengan cepat memberikan nafas buatan kepada Yumita  tersebut.


Tak lama kemudian Yumita  terbatuk-batuk dan memuntahkan air yang sudah tertelan itu. Tampak sedikit dahinya berdarah dan kakinya lebam-lebam.


Mata Yumita  samar melihat Tio berada di atasnya, Yumita  pun masih lemas. Tio menghembuskan nafasnya lega karena Yumita  masih terselamatkan dan bisa tertolong.


"Jangan banyak bergerak adik kecil," ucap Tio lembut memanggil Yumita  dengan sebutan tersebut.


Dari awal lagi datang, Tio sudah memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Tubuh Yumita  yang mungil bahkan di bandingkan dengan adik kedua yang masih sekolah menengah pertama tersebut masih besar tubuh adik ketiga lagi di banding Yumita.


Perahu itu juga akhirnya sudah menepi saat ini. Kemudian Yumita  diangkat oleh Tio sendiri. Karena tubuh kekar Tio tersebut baginya mudah saja mengangkat tubuh mungil itu ke atas.


Karena posisi mereka sudah di hujunga sungai tersebut, dan posisi Soraya  berada di tengah. Akhirnya mobil siaga yang di siapkan tim penyelamat itu membawa Tio dan Yumita  kembali ke Villa terlebih dahulu.


Sedangkan Soraya  dan yang lainnya telah lebih awal di bawa oleh pemandu kembali ke Villa tersebut. Soraya penuh harap dengan Tio untuk bisa menyelamatkan adiknya tersebut.


Mata samar-samar itu memandang lekat wajah Tio yang sedang memangkunya tersebut. Tampak seperti paman muda yang memangku keponakan kecilnya.


Dalam hati Yumita  dia ingin selalu seperti ini, bahkan menatap Tio dengan lekat seperti ini mungkin saja tidak akan terjadi untuk kedua kalinya, pikir Yumita.


Sedangkan Tio wajahnya terus mengarah ke depan melihat jalan sudah sampai atau belum.


Walaupun dahi yang berdarah tersebut sudah ditangani oleh tim penyelamat itu, namun tetap saja Yumita  harus mendapatkan perawatan lebih.


Memar-memar di tubuhnya akan lama hilang, dan itu pasti sangat sakit di dalam. Namun sakit tersebut tidak terasa karena Yumita  bisa menatap lama wajah Tio tersebut.


Soraya  di suruh untuk tenang, namun dia tidak bisa bertenang. Dan mondar-mandir di depan Villa menanti Tio dan adiknya datang.


"Kak, duduklah dulu," sambil memegangi bahu Soraya tersebut.


"Tidak Dik, kakak begitu takut. Kehilangan ibu dan Ayah sudah membuat kakak menjadi hampir gila, apa mungkin harus kehilangan lagi!!" tampak merayu ucapan Soraya  tersebut.


Kekhawatirannya sangat teramat dalam, dia menggigit kukunya tampak seperti orang depresi dan ketakutan. Hal ini lah yang akan di takutkan oleh adik kedua, jika sampai kakaknya kembali seperti awal-awal yang tampak emosinya tidak stabil.


Adik kedua  dan adik ketoganya berusaha memeluk erat kakaknya tersebut. Memberikan kehangatan dan kasih sayang kepada Soraya  dengan sungguh-sunguh.


Karena pelukan mampu merubah emosi seseorang dan pelukan juga membuat seseorang yang stres menjadi tenang.

__ADS_1


"Kak.. lihat itu!!" tunjuk adik ketiga dengan cepat.


****


__ADS_2