
Jam menunjukkan pukul setengah empat, azan Ashar sudah pun berkumandang. Seperti biasa, Soraya dan adik-adiknya mulai melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas rafting yang sebentar lagi akan mereka jajaki.
Sepuluh menit berlalu, Mereka pun mengikuti pemandu tempat rafting tersebut. Air yang jernih dengan bebatuan yang besar dan banyak. Alam itu sangat asri dan Soraya merentangkan kedua tangannya menghirup oksigen yang tidak bercampur debu tersebut.
Di hempaskan nafas itu dengan seksama, menikmatinya dalam-dalam membuat fikiran Soraya tampak tenang. Sambil memejamkan matanya, merasakan sentuhan dingin hingga ke tulang.
"Sudah siap??" bisik Tio dengan tiba-tiba di belakang Soraya.
Adik-adiknya pula telah dipakaikan pelampung rafting dan helm. Mereka tampak begitu senang dan ceria, sedangkan Soraya yang saat itu tampak masih menikmati alam, di kejutkan dengan bisikan lembut dari suara Tio yang membuyarkan semua kenikmatannya.
Tips rafting untuk pemula adalah pergunakan pakaian yang tidak mudah menyerap air. Hindari menggunakan pakaian dari bahan katun, karena bahan katun sangat mudah dalam menyerap air.
"Tio, kau ini mengejutkan saja," ucap Soraya tersenyum.
"Cepat pakai ini! lihatlah mereka bertiga tampak bersemangat dan tidak sabar untuk segera melakukan rafting," ucap Tio kembali membuat Soraya menatap ketiga adiknya tersebut.
Yumita pula yang melihat Tio tampak mesra berbicara dengan kakaknya tersebut dari jarak dua meter. Yumita menyimpan senyumnya seketika, dan dia kembali membuang wajahnya dan melanjutkan memakai helm rafting tersebut.
"Eits, jangan termenung lagi, pakailah ini," sambil pelampung itu di pakaikan Tio ke tubuh Soraya.
"Aku bisa sendiri Tio..." nada suara manja namun tegas.
"Yasudah kalau begitu, pakailah cepat," jawab Tio kembali.
Tio sudah pun lengkap memakai kostum raftingnya. Dari mulai helm, pelampung rafting, ada juga tas kedap air yang nantinya akan diletakkan peralatan tas ini disediakan oleh provider rafting, tas tersebut biasanya dikaitkan pada bantalan perahu.
Tas tersebut digunakan untuk menyimpan benda-benda yang tidak boleh basah, seperti perlengkapan P3K, repair it, kamera, hp dan juga dompet milik peserta rating. Agar lebih aman peralatan yang tidak perlu dibawa dititipkan ke petugas, begitu lah arahan dari pemandu yang membawa mereka.
Semua hal tentang rafting sudah mereka dengarkan dari pemandu yang membawa mereka tersebut. Bahkan ketika Yumita bertanya kepada pemandu tersebut tentang dirinya yang tidak bisa berenang, itu bahkan tidak jadi masalah untuk dia mengikuti aktivitas rafting tersebut.
Semua sudah lengkap, sampan dan dayung saya juga telah tersedia. Soraya tampak sudah memakai perlengkapannya juga.
"Oke... sudah siap semuanya??" sambil berteriak pemandu tersebut.
"Siap!!" sahut mereka serentak dan begitu bersemangat.
Karena mereka hanya berlima, dan ditambah satu pemandu mereka tersebut jadi mereka menaiki perahu kecil saja yang bisa diisi dengan jumlah sebanyak enam orang.
__ADS_1
Pemandu itu berada di depan sedangkan deretan kedua ada adik ketiganya, dan yang ketiga diisi oleh Soraya di belakang Soraya pula ada Yumita dan setelah itu diikuti adik kedua dan paling akhir adalah Tio.
Berdebar jantung mereka semua. Soraya dan Tio sudah beberapa kali melakukan aktivitas ini jika mereka mendapat cuti dari perusahaan pasti tim dan staf lainnya akan melakukan aktivitas rafting.
Sedangkan Yumita dan kedua adik Soraya tersebut baru pertama kali mereka mengikuti aktifitas ini. Dan Tio tampak bersemangat mengangkat dayungnya.
"Auh....." jerit mereka serentak ketika perahu itu mulai bergerak.
Setengah perjalanan masih mulus, namun mereka sudah terlihat basah. Soraya sangat senang dan bahkan dia menunggu bebatuan besar yang sebentar lagi akan mereka lewati.
"Yumi, pegang kakak dengan kuat!!" perintah Soraya kepada Yumita yang tampak takut tersebut.
"Kak... aku takut," ucap Yumita.
"Sudah tenang saja, jangan lemah!!" sahut Soraya pula.
"Bersiap, kita akan melewati bebatuan besar dan arus semakin deras!!' teriak pemandu tersebut.
Bur...
"Auh..... tolongg......!!
Semuanya menjadi panik, seketika arus bertambah teras dan membawa Yumita hanyut bahkan tertabrak bebatuan.
Tio yang melihat kejadian itu dengan cepat dia turun dan mengejar Yumita mengikuti arus tersebut. Karena bukan hanya mereka yang melakukan aktivitas tersebut, tampak ada perahu lain di belakang mereka dan itu perahu milik tim penyelamat.
Dengan ganasnya Tio melompat dan mengambil dayung mereka untuk mengejar Yumita yang hanyut tersebut.
Sedangkan sekarang perahu yang dinaiki Soraya tersebut kembali normal, dan Soraya beserta pemandu tersebut mencoba mencari arus yang tidak deras dan memberhentikan aktifitas mereka yang sudah setengah jalan itu.
Sampai ke tepi, akhirnya mereka semua cepat naik ke atas. Soraya memeluk erat kedua adik lelaki nya tersebut. Mereka menunggu Tio yang menyelamatkan Yumita yang telah hanyut terombang ambing tersebut.
Memang dia memakai pelampung, namun jika tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya dan terlalu banyak terminum air pasti akan lemas juga.
Hampir ke penghujung sungai tersebut, Yumita sudah terlihat jelas oleh Tio, arus sungai pula tampak normal kembali, Tio melompat dan mengangkat Yumita ke atas perahu dibantu oleh tim penyelamat di sana.
Yumita sudah pingsan, Tio mencoba menekan perutnya di atas perahu tersebut, namun masih tidak ada respon dari Yumita.
__ADS_1
Mau tidak mau Tio harus melakukan penyelamatan terhadap Yumita. Tio dengan cepat memberikan nafas buatan kepada Yumita tersebut.
Tak lama kemudian Yumita terbatuk-batuk dan memuntahkan air yang sudah tertelan itu. Tampak sedikit dahinya berdarah dan kakinya lebam-lebam.
Mata Yumita samar melihat Tio berada di atasnya, Yumita pun masih lemas. Tio menghembuskan nafasnya lega karena Yumita masih terselamatkan dan bisa tertolong.
"Jangan banyak bergerak adik kecil," ucap Tio lembut memanggil Yumita dengan sebutan tersebut.
Dari awal lagi datang, Tio sudah memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Tubuh Yumita yang mungil bahkan di bandingkan dengan adik kedua yang masih sekolah menengah pertama tersebut masih besar tubuh adik ketiga lagi di banding Yumita.
Perahu itu juga akhirnya sudah menepi saat ini. Kemudian Yumita diangkat oleh Tio sendiri. Karena tubuh kekar Tio tersebut baginya mudah saja mengangkat tubuh mungil itu ke atas.
Karena posisi mereka sudah di hujunga sungai tersebut, dan posisi Soraya berada di tengah. Akhirnya mobil siaga yang di siapkan tim penyelamat itu membawa Tio dan Yumita kembali ke Villa terlebih dahulu.
Sedangkan Soraya dan yang lainnya telah lebih awal di bawa oleh pemandu kembali ke Villa tersebut. Soraya penuh harap dengan Tio untuk bisa menyelamatkan adiknya tersebut.
Mata samar-samar itu memandang lekat wajah Tio yang sedang memangkunya tersebut. Tampak seperti paman muda yang memangku keponakan kecilnya.
Dalam hati Yumita dia ingin selalu seperti ini, bahkan menatap Tio dengan lekat seperti ini mungkin saja tidak akan terjadi untuk kedua kalinya, pikir Yumita.
Sedangkan Tio wajahnya terus mengarah ke depan melihat jalan sudah sampai atau belum.
Walaupun dahi yang berdarah tersebut sudah ditangani oleh tim penyelamat itu, namun tetap saja Yumita harus mendapatkan perawatan lebih.
Memar-memar di tubuhnya akan lama hilang, dan itu pasti sangat sakit di dalam. Namun sakit tersebut tidak terasa karena Yumita bisa menatap lama wajah Tio tersebut.
Soraya di suruh untuk tenang, namun dia tidak bisa bertenang. Dan mondar-mandir di depan Villa menanti Tio dan adiknya datang.
"Kak, duduklah dulu," sambil memegangi bahu Soraya tersebut.
"Tidak Dik, kakak begitu takut. Kehilangan ibu dan Ayah sudah membuat kakak menjadi hampir gila, apa mungkin harus kehilangan lagi!!" tampak merayu ucapan Soraya tersebut.
Kekhawatirannya sangat teramat dalam, dia menggigit kukunya tampak seperti orang depresi dan ketakutan. Hal ini lah yang akan di takutkan oleh adik kedua, jika sampai kakaknya kembali seperti awal-awal yang tampak emosinya tidak stabil.
Adik kedua dan adik ketoganya berusaha memeluk erat kakaknya tersebut. Memberikan kehangatan dan kasih sayang kepada Soraya dengan sungguh-sunguh.
Karena pelukan mampu merubah emosi seseorang dan pelukan juga membuat seseorang yang stres menjadi tenang.
__ADS_1
"Kak.. lihat itu!!" tunjuk adik ketiga dengan cepat.
****