
"Pa, besok Derry mau di rawat di rumah aja," ucap Derry mengejutkan keheningan ruangan ini.
"Tapi Derry!" sahut mamanya ingin menyanggah.
Mama sengaja ingin menyuruh Derry disini terlebih dahulu, dikarenakan ada Fanni di rumah itu, dan dia telah mengusir Soraya dari rumah tersebut.
Mama Derry yaitu Nyonya besar takut kalau Derry akan marah besar kepadanya, jika ketahuan dia mengusir istri tercintanya itu.
Dan saat ini mama Derry melirik Soraya dengan mata tajamnya tersebut. Derry yang terfokus bicara dengan papanya itu tidak memperhatikan ekspresi takut sang istri saat ini.
"Soraya.. temani mama yuk beli minuman, mama haus banget," ucapnya tiba-tiba alsaat ini membuat Tuan Frans menatap aneh ke wajah istrinya itu.
"Sayang, aku keluar sebentar ya," ucap Soraya kepada Derry, dia seolah mengerti bahwa ibu mertuanya itu pasti akan membicarakan sesuatu yang penting.
Kedua wanita itu pun keluar dan mata Tuan Frans tak luput dari istrinya tersebut yang tampak ingin membuat suatu rencana saat ini.
"Tunggu!" tiba-tiba Tuan Frans memberhentikan langkah kedua wanita itu.
Soraya dan istrinya pun berhenti dengan keadaan yang refleks saat ini. Kemudian mereka menoleh kembali, namun wajah mama Derry itu menunjukan kegemaran kepada papa Derry tersebut.
"Soraya, kamu di sini saja. Biarkan papa yang menemani mama beli air minum," ucap Tuan Frans menghentikan rencana yang ingin dibuat oleh Mama Derry tersebut.
"Tidak usah, biar mama beli sendiri saja," ucapnya.
Mama Derry langsung keluar dari ruangan itu, Derry menatap aneh dan bingung ke wajah papanya saat ini.
Soraya sebagai menantu di keluarga itu hanya bisa menunduk dan membiarkan ayah mertuanya dan suaminya tersebut berbicara.
"Pa, ada apa dengan mama dan papa?" tanya Derry saat ini.
"Tidak apa-apa nak, mamamu mungkin dia lelah," ucap Tuan Frans yang masih menutupi kerenggangan hubungannya itu dengan mama Derry tersebut.
"Tidak mungkin Pa, mama biasanya tidak begini dengan papa, ada apa pa?" nada itu semakin terdengar menekan papanya tersebut.
__ADS_1
Tuan Frans menatap Soraya kasihan, dia takut Soraya berpikir yang bukan-bukan sekarang. Dia tidak ingin Soraya menyalahkan dirinya sendiri, karena memang ini bukan kesalahan Soraya.
Istrinya lah yang memang terus memaksa agar Derry dinikahkan dengan Fanni. Namun, Derry pikir mamanya itu telah menerima Soraya sampai detik ini.
Tuan Frans masih diam tanpa bisa menjawab apa yang Derry tanyakan kepadanya sekarang. Derry yang memang keras kepala dan suka memaksa itu dia tetap berkeras ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya saat ini.
"Sebenarnya papa dan mama sedang tidak baik-baik saja Derry, dan papa harap kamu jangan banyak bertanya dulu, biarkan keadaanmu membaik dulu saat ini," ucap papanya lagi.
"Iya benar itu sayang, kamu harus banyak tenang agar pulih, ingat ada ini yang menunggumu," tangan Derry di letakkan di perut Soraya saat ini.
Sebentar lagi Derry akan bergelar menjadi ayah, tangannya yang terletak di perut Soraya membuatkan Derry tenang saat ini.
Derry pun menyuruh Soraya lebih mendekat di kepalanya saat ini. Derry ingin dia juga lebih dekat dengan bayinya sekarang, dengan melakukan hal ini membuat Derry menjadi lebih tenang sekarang.
Mamanya yang keluar dari ruangan tersebut, dia pun sedang berada di bawah restoran saat ini, dan kemudian dia tampak mengeluarkan ponselnya dari tasnya tersebut.
Dan kini dia pun tampak menekan nomor Fanni di layar tersebut. Fanni yang yang kini sedang berada dengan Tuan Osman dia pun sangat malas menjawab panggilan dari mama Derry itu.
"Kenapa gak diangkat? tanya Tuan Osman kepada Fanni saat ini.
Saat ini Tuan Osman dan Fanni sedang berada di bar dan tampak Fanni tanpa hentinya meneguk minuman keras tersebut.
"Sudah Fanni, sudah!" kau terlalu banyak minum, berhentilah!" tangan Fanni saat ini ingin mengambil gelas itu lagi.
"Menyingkirlah, biarkan saja wanita itu menelpon!" umpat Fanni kesal.
Dan kini sekarang mama Derry tampak kesal sekarang, Fanni pula tidak ingin ambil peduli dengan panggilan itu.
"Fanni.. kamu kemana sih!" umpat mama Derry begitu kesalnya.
Hampir satu jam lebih, mama Derry tersebut masih tidak kembali yang katanya cuma membeli minuman.
Derry tampak mulai tertidur kembali saat ini. Dan kini dia pun tampak tenang dan nyaman, Soraya pula saat ini juga tampak begitu kelelahan, dia pun berbaring di sebelah Derry juga.
__ADS_1
Melihat keadaan itu Tuan Frans pun keluar dari ruangan tersebut, dia ingin mencari kemana istrinya itu.
Tuan Frans hanya ingin memperjelaskan kepada istrinya tersebut, dan saat ini dia berjalan dengan cepat, ingin rasanya dia segera memberikan amaran kepada istrinya tersebut.
Sampai di parkiran saat ini, kemudian dia pun menoleh ke sisi kanan, tampak wanita separuh baya yang duduk di luar restoran saat ini.
Dengan cepat langkah kaki itu berjalan menuju dimana istrinya berada saat ini. Masih saja wanita itu tampak menuliskan pesan kepada Fanni saat ini, karena memang mama Derry itu sama sekali tidak putus asa.
Kursi di depan mama Derry tersebut ditarik papa FRANS, terkejut istrinya itu yang sedari tadi menunduk melihat layar ponselnya tersebut.
"Ngapain papa disini??" tanya mama Derry sinis.
"Ada sesuatu yang ingin papa sampaikan kepada mama," ucap Tuan Frans dengan wajah datarnya saat ini.
"Cepat katakan jangan bertele-tele, mama tidak ada waktu banyak," ucap Nyonya besar tersebut.
"Papa harap mama jangan mengganggu hubungan Derry dan Soraya lagi! mereka telah bahagia, berhenti menyuruh Fanni mendekati Derry!" dengan nada tegas itu terdengar di telinga mama Derry tersebut.
" Pa, mama tetap tidak menyukai wanita itu yang menjadi istri Derry!" sahutan dengan nada sinis saat ini.
"Soraya telah hamil sekarang! jangan sampai papa dengar mama bersekongkol merusak kebahagiaan mereka!'' ancam Tuan Frans dengan cepat.
Setelah mengatakan hal itu, Tuan Frans langsung bangkit dengan cepat saat ini. Dia pun kembali menuju ke ruangan dimana Derry dan Soraya berada saat ini.
"Soraya hamil? suara lemah itu terdengar di ujung mulut mama Derry yang tampak lemas saat ini.
"Tidak! tidak mungkin! pasti wanita itu sengaja berbohong, aku yakin dia mengatakan hal itu dia ingin menjerat Derry agar Derry tidak bisa pergi darinya," ucap mama Derry dengan sendirinya.
"Lihat saja Soraya, kau akan termakan permainanmu sendiri!" umpat mama Derry kesal.
Dan saat ini mama Derry meneguk habis minumannya, dia bukan kembali ke ruangan Derry, dia malah menyuruh supir pribadinya untuk mengantarkannya pulang.
Karena malam juga semakin larut saat ini, jam pula telah menunjukkan pukul Setengah sebelas sekarang. Fanni masih saja tampak menghabiskan minuman itu, dia merayau habis-habisan mencaci Derry saat ini.
__ADS_1
Akankah rencana mama Derry menghancurkan Soraya akan berhasil?
****