90 DAYS

90 DAYS
NYONYA BESAR DIANCAM TUAN FRANS


__ADS_3

"Pa, besok Derry  mau di rawat di rumah aja," ucap Derry  mengejutkan keheningan ruangan ini.


"Tapi Derry!" sahut mamanya ingin menyanggah.


Mama sengaja ingin menyuruh Derry  disini terlebih dahulu, dikarenakan ada Fanni  di rumah itu, dan dia telah mengusir Soraya  dari rumah tersebut.


Mama Derry  yaitu Nyonya besar  takut kalau Derry  akan marah besar kepadanya, jika ketahuan dia mengusir istri tercintanya itu.


Dan saat ini mama Derry  melirik Soraya  dengan mata tajamnya tersebut. Derry  yang terfokus bicara dengan papanya itu tidak memperhatikan ekspresi takut sang istri saat ini.


"Soraya.. temani mama yuk beli minuman, mama haus banget," ucapnya tiba-tiba alsaat ini membuat Tuan Frans  menatap aneh ke wajah istrinya itu.


"Sayang, aku keluar sebentar ya," ucap Soraya  kepada Derry, dia seolah mengerti bahwa ibu mertuanya itu pasti akan membicarakan sesuatu yang penting.


Kedua wanita itu pun keluar dan mata Tuan Frans  tak luput dari istrinya tersebut yang tampak ingin membuat suatu rencana saat ini.


"Tunggu!" tiba-tiba Tuan Frans  memberhentikan langkah kedua wanita itu.


Soraya  dan istrinya pun berhenti dengan keadaan yang refleks saat ini. Kemudian mereka menoleh kembali, namun wajah mama Derry  itu menunjukan kegemaran kepada papa Derry  tersebut.


"Soraya, kamu di sini saja. Biarkan papa yang menemani mama beli air minum," ucap Tuan Frans  menghentikan rencana yang ingin dibuat oleh Mama Derry  tersebut.


"Tidak usah, biar mama beli sendiri saja," ucapnya.


Mama Derry  langsung keluar dari ruangan itu, Derry  menatap aneh dan bingung ke wajah papanya saat ini.


Soraya  sebagai menantu di keluarga itu hanya bisa menunduk dan membiarkan ayah mertuanya dan suaminya tersebut berbicara.


"Pa, ada apa dengan mama dan papa?" tanya Derry  saat ini.


"Tidak apa-apa nak, mamamu mungkin dia lelah," ucap Tuan Frans  yang masih menutupi kerenggangan hubungannya itu dengan mama Derry  tersebut.


"Tidak mungkin Pa, mama biasanya tidak begini dengan papa, ada apa pa?" nada itu semakin terdengar menekan papanya tersebut.

__ADS_1


Tuan Frans  menatap Soraya  kasihan, dia takut Soraya  berpikir yang bukan-bukan sekarang. Dia tidak ingin Soraya  menyalahkan dirinya sendiri, karena memang ini bukan kesalahan Soraya.


Istrinya lah yang memang terus memaksa agar Derry  dinikahkan dengan Fanni. Namun, Derry  pikir mamanya itu telah menerima Soraya  sampai detik ini.


Tuan Frans  masih diam tanpa bisa menjawab apa yang Derry  tanyakan kepadanya sekarang. Derry   yang memang keras kepala dan suka memaksa itu dia tetap berkeras ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya saat ini.


"Sebenarnya papa dan mama sedang tidak baik-baik saja Derry, dan papa harap kamu jangan banyak bertanya dulu, biarkan keadaanmu membaik dulu saat ini," ucap papanya lagi.


"Iya benar itu sayang, kamu harus banyak tenang agar pulih, ingat ada ini yang menunggumu," tangan Derry  di letakkan di perut Soraya  saat ini.


Sebentar lagi Derry  akan bergelar menjadi ayah, tangannya yang terletak di perut Soraya  membuatkan Derry  tenang saat ini.


Derry  pun menyuruh Soraya lebih mendekat di kepalanya saat ini. Derry ingin dia juga lebih dekat dengan bayinya sekarang, dengan melakukan hal ini membuat Derry  menjadi lebih tenang sekarang.


Mamanya yang keluar dari ruangan tersebut, dia pun sedang berada di bawah restoran saat ini, dan kemudian dia tampak mengeluarkan ponselnya dari tasnya tersebut.


Dan kini dia pun tampak menekan nomor Fanni  di layar tersebut. Fanni  yang yang kini sedang berada dengan Tuan Osman  dia pun sangat malas menjawab panggilan dari mama Derry  itu.


"Kenapa gak diangkat? tanya Tuan Osman kepada Fanni  saat ini.


Saat ini Tuan Osman  dan Fanni  sedang berada di bar dan tampak Fanni  tanpa hentinya meneguk minuman keras tersebut.


"Sudah Fanni, sudah!" kau terlalu banyak minum, berhentilah!" tangan Fanni  saat ini ingin mengambil gelas itu lagi.


"Menyingkirlah, biarkan saja wanita itu menelpon!" umpat Fanni  kesal.


Dan kini sekarang mama Derry  tampak kesal sekarang, Fanni  pula tidak ingin ambil peduli dengan panggilan itu.


"Fanni.. kamu kemana sih!" umpat mama Derry  begitu kesalnya.


Hampir satu jam lebih, mama Derry  tersebut masih tidak kembali yang katanya cuma membeli minuman.


Derry  tampak mulai tertidur kembali saat ini. Dan kini dia pun tampak tenang dan nyaman, Soraya  pula saat ini juga tampak begitu kelelahan, dia pun berbaring di sebelah Derry  juga.

__ADS_1


Melihat keadaan itu Tuan Frans pun keluar dari ruangan tersebut, dia ingin mencari kemana istrinya itu.


Tuan Frans  hanya ingin memperjelaskan kepada istrinya tersebut, dan saat ini dia berjalan dengan cepat, ingin rasanya dia segera memberikan amaran kepada istrinya tersebut.


Sampai di parkiran saat ini, kemudian dia pun menoleh ke sisi kanan, tampak wanita separuh baya yang duduk di luar restoran saat ini.


Dengan cepat langkah kaki itu berjalan menuju dimana istrinya berada saat ini. Masih saja wanita itu tampak menuliskan pesan kepada Fanni  saat ini, karena memang mama Derry  itu sama sekali tidak putus asa.


Kursi di depan mama Derry  tersebut  ditarik papa FRANS, terkejut istrinya itu yang sedari tadi menunduk melihat layar ponselnya tersebut.


"Ngapain papa disini??" tanya mama Derry  sinis.


"Ada sesuatu yang ingin papa sampaikan kepada mama," ucap Tuan Frans  dengan wajah datarnya saat ini.


"Cepat katakan jangan bertele-tele, mama tidak ada waktu banyak," ucap Nyonya besar  tersebut.


"Papa harap mama jangan mengganggu hubungan Derry  dan Soraya  lagi! mereka telah bahagia, berhenti menyuruh Fanni  mendekati Derry!" dengan nada tegas itu terdengar di telinga mama Derry  tersebut.


" Pa, mama tetap tidak menyukai wanita itu yang menjadi istri Derry!" sahutan dengan nada sinis saat ini.


"Soraya  telah hamil sekarang! jangan sampai papa dengar mama bersekongkol merusak kebahagiaan mereka!'' ancam Tuan Frans  dengan cepat.


Setelah mengatakan hal itu, Tuan Frans  langsung bangkit dengan cepat saat ini. Dia pun kembali menuju ke ruangan dimana Derry  dan Soraya  berada saat ini.


"Soraya hamil? suara lemah itu terdengar di ujung mulut mama Derry  yang tampak lemas saat ini.


"Tidak! tidak mungkin! pasti wanita itu sengaja berbohong, aku yakin dia mengatakan hal itu dia ingin menjerat Derry  agar Derry  tidak bisa pergi darinya," ucap mama Derry  dengan sendirinya.


"Lihat saja Soraya, kau akan termakan permainanmu sendiri!" umpat mama Derry  kesal.


Dan saat ini mama Derry  meneguk habis minumannya, dia bukan kembali ke ruangan Derry, dia malah menyuruh supir pribadinya untuk mengantarkannya pulang.


Karena malam juga semakin larut saat ini, jam pula telah menunjukkan pukul Setengah sebelas sekarang. Fanni  masih saja tampak menghabiskan minuman itu, dia merayau habis-habisan mencaci Derry  saat ini.

__ADS_1


Akankah rencana mama Derry  menghancurkan Soraya  akan berhasil?


****


__ADS_2