
Baru saja saat ini Derry sampai di gerbang rumah besarnya itu kedua bodyguard yang telah diperintahkannya tersebut saat ini juga sampai dengan cepat.
setelah mereka apa kita tidak sabar ingin menunjukkan sebuah bukti kepada Derry , Derry yang tidak ingin mengetahui kedua meninggal itu adalah orang suruhan dirinya untuk menjaga istrinya tersebut maka mereka bertemu di luar pagar saja saat ini dengan cepat kedua orang itu mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan bukti kepada Derry bahwa giovano benar-benar menyukai istrinya.
"Sial! Kenapa dia melakukan hal ini sebenarnya semua orang yang baik terhadap kita belum tentu benar benar baik, sudah banyak pelajaran yang aku ambil dari sebelumnya seperti Ahmad tampak begitu baik kepadaku namun ternyata dia bermain gila di belakangku bersama dengan Neila!"
Derry tampak begitu kesal saat ini melihat begitu bukti yang begitu jelas tunjukkan oleh kedua bodyguard itu dia pun begitu yakin sekarang bahwasannya istrinya tersebut dalam bahaya jika Soraya bepergian dengan sendirinya.
"Kerja kalian sangat bagus, Aku ingin kalian selalu mengikuti kemanapun istriku pergi dan aku ingin kalian an-nur nah meninggalkan istriku sekalipun itu."
"Baik Tuan! Jangan menghawatirkan tentang hal itu karena tugas kami adalah menjaga keluarga Tuan dengan baik dan benar dan kami akan pastikan bahwa siapapun yang ingin mencelakakan Nyonya Soraya mereka akan musnah di tangan kami."
"Aku mempercayai kalian dengan sepenuhnya dan melihat bukti-bukti ini aku juga semakin yakin dan semakin membenci Giovano yang tampak bermuka dua dihadapanku, kalian harus menjalankan misi kita nanti kita harus menjebak Giovano agar menangkap basah dirinya dan bisa membuat dia mendekam di penjara!" ucap Derry
"Tenang saja Tuan yang penting kita jangan gabah saat ini dia orang yang begitu licik dan dia tampak seperti pembunuh berdarah dingin, orang-orang seperti itu kami sudah banyak mengenalinya dengan baik gerak-geriknya begitu bahaya dan kami harap Tuan juga menjaga diri," jawab mereka.
satu sisi pula karena hari sudah begitu tampak sore saat ini Soraya yang begitu khawatir dengan suaminya itu dengan cepat dia mengambil ponsel dan menghubungi Derry sekarang.
Kehamilannya itu membuat dirinya semakin manja kepada sang suami dan mood-nya yang cepat berubah itu membuat dia kadang ingin marah kepada Derry kadang merasakan rindu yang begitu dalam kadang juga merasakan cemburu yang tidak begitu jelas.
Derry yang mendengar ponselnya berdering itu dengan cepat melihat layar itu ternyata istrinya yang menghubunginya dan saat ini Derry pun menyuruh kedua bodyguard itu untuk segera pergi dari hadapan rumahnya tersebut.
"ini waktunya kalian untuk beristirahat karena istri saya akan aman bersama saya, kalian saat ini ini harus tetap melihat dan berjaga dari ponsel kalian dan ponsel kalian itu akan saya hubungkan kan dengan CCTV rumah saya," ucap Derry .
__ADS_1
"Siap Tuan," ucap mereka.
Setelah berpamitan kepada kedua orang bodyguard itu Derry pun dengan cepat masuk dia juga rindu dengan istrinya itu walaupun mereka sudah sering bertemu hanya beberapa jam saja mereka tidak bertemu namun rasa rindu kedua makhluk Tuhan yang telah ditakdirkan hidup bersama tersebut tetap saja merasakan rindu yang mendalam.
Saat ini pula kedua bodyguard tersebut yang yang telah menjaga Soraya dengan baik itu mereka menempati rumah yang diberikan Derry tepatnya di area yang tidak jauh dari hunian mewah milik keluarga Sanjaya tersebut agar dengan mudah jika ada apapun yang terjadi mereka cepat menanganinya.
Saat ini pula Derry telah berdiri didepan ambang pintu kamarnya dia perlahan membuka pintu itu, dan tadi dia sengaja tidak mengangkat panggilan dari istrinya tersebut.
Soraya yang makin khawatir saja dia pun membuka tingkap yang menuju kearah balkonnya ingin melihat kearah luar apakah suaminya tersebut telah pulang ataupun belum di tangan Soraya tetap ponsel dipegang dan mencoba menghubungi sang suami berulang kali.
Derry pula yang tidak melihat sosok Soraya di area ranjang dia tahu pasti saat ini istrinya tersebut berada dekat balkon. Dan dia melangkah dengan jalan yang begitu mengendap-ngendap tampak seperti maling saja, namun sang istri tersebut yang begitu khawatir Dan panik karena suaminya yang tidak biasa pulang selarut ini dia pun mencoba menelponnya berulang kali.
Yang awalnya panggilan tersebut masih terdengar suara deringan masuk, namun saat ini ini ketika Soraya mencoba menghubungi nomor berapa itu kembalitakut dan merasa kesal serta panik juga.
"Derry !"
"IYA sayang, sudah kukatakan jangan pernah memanggilku dengan sebutan nama lagi nanti anakku akan mendengar ucapan ibunya yang tampak begitu kasar, panggil aku dengan sebutan PAPA!"
"Hmmmm, iyalah Papa resek!" ucap Soraya kesal.
"Haha, maafin apa-apa ya sayang mungkin mama kamu harus dibuat spot jantung biar rasa rindunya sedikit berkurang namun rasa cintanya semakin bertambah," ucap dapat saat ini mencoba menggombali sang istri tersebut.
"Nak dengarlah itu papamu dia itu mantan buaya memang dia selalu suka menggombal mama dulu saja seperti itu jika di atas tempat tidur baru memanggil Mama dengan sebutan Sayang jika di luar saja papamu sedingin es batu di kutub Selatan."
__ADS_1
"Sayang, please jangan bahas masa lalu di depan anak kita, Yang berlalu biarlah berlalu lagipula karena hal itu bukan saat ini kita bersatu dan memiliki keluarga bahagia ucap Derry sambil memeluk istrinya itu dengan begitu hangat."
"Haha, sayang yang anak kamu ini masih belum terlihat lagi jangan begitu berlebihan," ucap Soraya.
"Soraya walaupun perut kamu itu masih rata namun aku sedang bisa merasakan Naura diriku menjadi seorang ayah, kehamilanmu ini sudah hampir masuk 2 bulan apa kau tidak merasa aneh ataupun merasa ngidam sesuatu?" tanya Derry .
"Suamiku kadang-kadang kehamilan 2 bulan ini belum memiliki efek apapun Hanya saja mood-ku yang kadang-kadang berubah kadang ingin cepat marah denganmu kadang aku begitu rindu denganmu dan itulah mengapa aku selalu ingin dekat bersamamu Tuan Derry Sanjaya!"
"Haha, denger tuh sayang mama kamu tuh yang tukang gombal Papa dulu juga mama kamu suka godain Papa dan Mama kamu juga suka nemenin Papa saat Papa main PlayStation," ucap Derry .
Mengingat masa dulu mereka sangat begitu indah walaupun pernikahan itu diawali dengan konflik yang luar biasa dan pernikahan yang hanya memiliki tanggal waktu 90 hari namun sampai saat ini pula pernikahan yang direncanakan hanya 90 hari itu tidak pernah berakhir dengan 90 hari pula.
"Sayang, Aku beruntung mendapatkanmu ternyata sebuah takdir dari Tuhan itu begitu indah jika kita menjalaninya dengan hati yang sabar dan lapang."
"Istriku, akulah yang beruntung memilikimu karena kau adalah wanita yang begitu mengerti diriku tanpa aku bersuara sekalipun kau mengetahui apapun keinginanku, bodohnya Aku yang dulu mengabaikan dirimu begitu saja dan mengedepankan keegoisanku untuk mengungkapkan cinta kepadamu lebih awal dan aku dengan sengaja menjerat mu dengan pernikahan kontrak 90 hari."
"Derry apa kau ingin berjanji kepada diriku?" tanya Soraya.
"Katakan sayang," ucapnya.
"Apapun yang terjadi di hubungan kita kedepannya nanti apa kau akan berjanji tidak akan meninggalkan diriku?" tanya Soraya.
"Tidak akan itu tidak akan pernah terjadi sampai aku mati sekalipun cintaku tetap akan untukmu walau kita berada di alam yang berbeda nanti aku akan meminta kepada Tuhan sebuah permohonan untuk menyatukan mu di manapun kita berada."
__ADS_1
****