
"Lihat saja kau Soraya sebentar lagi kau akan kumusnahkan beserta dengan adik-adikmu aku tidak akan membiarkan kalian semua bahagia diatas penderitaanku," ucap Fanni dalam hatinya.
Setelah dial membuang sampah di luar pagar sekolah tersebut sekuriti mengejutkannya yang termenung itu yang menatap mobil Soraya telah pergi dari kejauhan.
"Neti, kenapa termenung?" tanya sekuriti itu mengejutkan Fanni.
Ternyata saat ini Fanni telah merubah namanya menjadi Neti. Dia mengubah segala identitasnya bahkan sekarang dia mengaku adalah seorang yatim piatu dia lahir dan besar di Panti Asuhan semua orang yang ada di sekolah ini mengetahui identitasnya seperti itu.
Satu sisi lagi kantor polisi yang saat ini sedang gencar-gencarnya mencari 3 buronan yang telah melarikan diri tersebut saat ini polisi memutuskan menyebar foto mereka bertiga di sosial media maupun televisi.
Fanni, Susi, Rini. Itu adalah nama ketiga buronan yang lari dan mereka yang membuat ulah saat di penjara tersebut mereka sengaja Membakar Sebuah baju di dalam sel itu.
Sedangkan Tuan Frans yang sedang menonton televisi tersebut dia melihat berita yang begitu mengejutkan saat ini foto Fanni terpampang dengan nyata di sana Bahkan dia begitu sangat khawatir jika Nella kembali ke keluarganya.
Awalnya Tuan Frans tidak begitu percaya kalau Nella bisa melarikan diri namun ketika melihat televisi telah menyiarkannya secara langsung dan benar foto itu terpajang dengan jelas adalah Fanni di sana Tuhan dari semakin takut dia mencoba menghubungi Derry saat ini agar dapat berjaga-jaga.
Panggilan itu cepat terhubung saat ini dan kemudian dengan cepat Derry yang melihat nama Papanya di ponselnya tersebut dia pun mengangkat panggilan itu.
" Assalamualaikum pa, ada apa nggak pendapat sepagi ini?" tanya Derry.
"Derry , Apa kamu sudah mengetahui berita kaburnya Fanni dari penjara? tanya Tuan Frans.
" Fanni benarlah dari penjara Pa, Papa tahu dari mana?" tanya Derry.
"Iya Derry , Papa baru saja melihat siaran televisi dan saat ini berita bahkan sosial media gencar mencari 3 buronan yang salah satunya adalah Fanni Bahkan dia adalah dalang dari pelarian itu." jelas Tuan Frans.
"Fanni bisa senekad itu? Dia benar-benar gila!" umpat Derry kesal.
"Derry , Papa harap kamu harus lebih mewaspadai dirimu dan Soraya saat ini apalagi istrimu saat ini sedang hamil dan Papa ingin kamu lebih memberi pengawasan kepada istrimu yang hamil itu, Papa punya firasat bahwa Nella akan membalas semua perbuatan kita kepadanya dia pasti membalas dendam atas semua yang terjadi saat ini dengan dirinya itu," jelas Tuan Frans.
"Iya Pa, Derry akan memberi pengawasan yang ekstra untuk Soraya makanan tidak akan menyewa seseorang ataupun dua orang agar menjadi Bodyguard Soraya kemanapun dia ingin pergi Soraya harus didampingi oleh Bodyguard agar keadaannya lebih aman," ucap Derry.
" Itu sangat bagus Daf kamu jangan menunda nya lagi karena bahaya bisa saja mengintai kapanpun Ketika seseorang itu lengah dan papa harap kejadian buruk tidak menimpa keluarga kita," ucap Tuan Frans.
__ADS_1
" Ya sudah Pah, Sebentar lagi udah pada meeting dengan pihak investor Papa jaga diri dan tolong sebelum Derry mencarikan Bodyguard untuk istri Derry Papa jaga Soraya untuk Derry ya Pa, bye Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Mendengar penjelasan dari papan yang tersebut Derry yang masih ada waktu 15 menit lagi sebelum dia meeting tampaknya usulan dari Papanya Itu dengan cepat dilaksanakan saat ini dia tidak ingin menunggu dan menundanya lagi demi keselamatan istri dan keluarganya.
Tampaknya Derry telah menghubungi seseorang yang ada di ponselnya itu dengan cepat juga panggilan tersebut tersambung.
"Selamat pagi Tuan Derry," ucap orang itu.
"Pagi Jendral, saya ingin meminta tolong," ucap Derry.
"Kami siap membantu pak Derry," ucapnya.
"Saya ingin dua orang anggota Jemderal untuk menjadi bodyguard istri saya," ucapnya.
"Kapan mereka akan dipekerjakan?" tanya Jendral itu.
"Baik, saya akan dengan cepat memerintahkan mereka hari ini untuk datang ke rumah Pak Derry. Pak Derry jangan khawatir mereka adalah anak buah saya yang handal dalam segala apapun," jelasnya.
Akhirnya setelah panggilan itu selesai anak buah Jenderal angkatan udara tersebut pun telah diutuskan untuk menjaga dari dari milyader tanam yang cukup besar di Bandar kota Jakarta itu.
Derry sengaja menyewa orang-orang di bagian pemerintahan seperti itu agar keamanan istrinya lebih ekstra terjaga apalagi saat ini ternyata sedang mengandung anaknya itulah yang saat ini tengah ditunggu-tunggu Derry.
Satu sisi lagi sekarang ini Soraya dan kedua adiknya sudah sampai di mall mereka dengan asyik berbelanja perlengkapan untuk sekolah minggu depan.
Gaya hidup mereka yang sederhana itu dan Nurdin membeli perlengkapan seperlunya saja karakter mereka sama sekali tidak berubah walaupun saat ini mereka bisa membeli apapun perlengkapan yang mereka inginkan dan tidak menunggu waktu lama lagi untuk mendapatkannya.
Sebelum Soraya menikah dengan Derry mereka hanya menunggu kiriman dari kakak mereka tersebut dan barulah mereka bisa membayar setelah kebutuhan rumah maupun sekolah mereka.
Hari sudah hampir Siang saat ini para Bodyguard dari bagian keamanan negara tersebut yang telah diperintahkan dan di sewa oleh Derry untuk mengawal istrinya tahun sampai di kediaman Tuan Frans saat ini.
Sekuriti yang mengetahui para Bodyguard itu telah sampai berpakaian lengkap tampak mereka adalah orang-orang yang gagah dan cukup ditakuti.
__ADS_1
"Kalian pasti diperintahkan Jendral Soedirja bukan?" tanya Tuan Frans.
"Benar Tuan, hari ini kami sudah bisa bekerja disini," jelasnya.
"Derry benar-benar suami yang waspada dan sangat mencintai istrinya Dia bertindak begitu cepat Mengikuti arahan apa yang kukatakan Kalau begini aku lebih yakin jika nanti aku tiada pasti Derry bisa bertanggung jawab sepenuhnya untuk perusahaan dan keluarganya," ucap Tuan Frans dalam hatinya.
"Tuan, siapa yang harus kami kawal dan ikuti?" tanya mereka.
Awalnya Tuhan dari sempat termenung memikirkan anak semata wayangnya tersebut saat ini dia sudah bisa mempercayai bahwa Derry bisa mengurus segalanya karena beberapa tahun lalu tampak Derry yang tidak bertanggung jawab atas keluarganya tersebut kini menjadi pria yang dewasa dan penuh tanggung jawab ketika dia telah menikahi Soraya yaitu staf kesayangannya tersebut.
" Yang kalian kawal dan kalian jagaan adalah menantu saya dia adalah istri dari Derry, ini fotonya," ucap Tuan Frans.
Mereka berdua melihat foto itu dan saat ini mereka meminta nomor ponsel Soraya agar melacak keberadaan Soraya saat ini karena sekarang mereka telah sudah bisa bekerja Jadi mereka tidak ingin membuang waktu dan mau makan gaji buta loyalitas mereka terhadap atasan memang begitu dikedepankan.
"Baik Tuan, kami akan pergi dan mengikuti Nyonya ini," ucap mereka.
"Oh Tidak dengan pakaian seperti ini, saya mahu menatu saya tetap nyaman, dan kalian harus merahasikan identitas kalian kepada menantu saya," jelasnya.
" Tenang saja Tuan, kami tahu apa yang harus kami lakukan dan Kami tidak akan memberitahukan kepada Nyonya Soraya bahwa kami harus mengikutinya," jelasnya.
Setelah mereka berdua mendapatkan nomor ponsel Soraya tersebut dengan cepat mereka menuju lokasi di mana nomor ponsel itu berada saat ini terpampang nyata di layar ponsel mereka Soraya sedang berada di mall besar yang ada di Bandar kota Jakarta itu.
Mereka pun yang sudah berpamitan dengan Tuan Frans tersebut saat ini melaju dengan kencang menjalankan tugas mereka dengan benar.
Ketika Soraya memilihkan tas baru untuk kedua adiknya tersebut tiba-tiba sampai di meja kasir ada seseorang yang berbadan tangkap tinggi dengan alis yang menyatu tiba-tiba mengeluarkan kartu berwarna hitam nya dan menyuruh kasir itu membayar Segara pembelanjaan Soraya dengan card hitamnya tersebut.
"Bayar pakai ini saja mbak, semuanya!" perintah lelaki itu.
Soraya tercengang baru saja dia ingin mengeluarkan uangnya membayar belanjaan tas yang telah diambil kedua adiknya tersebut Namun lelaki yang tidak asing wajahnya itu telah mengeluarkan Cardnya lebih dulu.
"Giovano!" ucap Soraya .
****
__ADS_1