
Tuan Al yang mendengar ucapan Tuan Frans itu sangat terkejut. Pasalnya tak disangka Tio memang tampak khawatir atas kondisi Soraya saat ini.
Tampak murung wajah Tio saat ini, mendengar keadaan Soraya sedang tidak baik-baik saja. Dan Tio membenarkan hatinya untuk menyebut nama Derry dan bertanya Derry dimana sekarang.
"Om, Derry dimana??" tanya Tio dengan wajah datar.
"Frans?? dia sedang tidak baik-baik saja," jawab Tuan Frans tampak menjadi diam dan terlihat sedih.
Tuan Frans selalu ingin menyembunyikan kesedihannya, namun raut wajah tua itu terlihat jelas sedang menahan kesedihan.
"Derry kenapa Om??" bertukar nada itu menjadi khawatir.
"Om! jawab Om, Derry kenapa?? apa yang terjadi sebenarnya ini??" tanya Tio kembali.
"Derry terkena penyakit Linglung." jawab Tuan Frans pelan.
"Apa?? Derry Linglung??" terkejut Tuan Al mendengar ucapan Tuan Frans tersebut.
"Ya Ampun Tuan Frans, kenapa Derry bisa sampai seperti itu??" tanya Tuan Al.
Raut wajah Tuan Al tampak begitu simpati kepada Tuan Frans saat ini, dia memahami Derry adalah pewaris satu-satunya perusahaannya tersebut, namun jika keadaan sang anak seperti itu pastilah orang tua akan sedih.
"Sudah lah..saya tidak mengapa," jawab Tuan Tio menebar senyum seolah dia ingin terlihat kuat menghadapi kenyataan ini.
Tio terdiam kaku, saat ini Derry yang menjadi amarahnya memuncak itu terkena penyakit Linglung. Tio dalam lubuk hatinya dia tetap menyayangi Tio sebagai sepupunya tersebut.
Namun bagaimana bisa Derry sampai seperti itu, dan Soraya kemana dia? mengapa dia meninggalkan Derry disaat Derry seperti ini??" tanya Tio dalam hatinya.
Mereka pun menyelesaikan makan siang itu, dan berkas tanah tersebut pun sudah tidak menjadi rasa khawatir yang tinggi saat ini.
Tuan Frans sudah mengatakan masalah Tuan Aladin kepada Tio, dan dengan mudah Tio kembali ke hotel pertama dimana dia menginap.
Di sana, masih tertinggal koper beserta berkas-berkas dan surat menyurat tanah yang berada di kota Surabaya tersebut. Semuanya dengan Tio, kali ini Tuan Frans kembali mempercayai Tio, dan Tio ditugaskan kembali untuk membantu Tuan Al.
Akhirnya Tuan Frans bisa tenang, karena kehadiran Tio sangat membantu dirinya tersebut. Tuan Frans dan ayah Tio kembali ke kota Jakarta, mereka diantar ke bandara lagi oleh supir pribadi dari cabang perusahaan milik Tuan Frans yang ada di kota Surabaya tersebut.
__ADS_1
Sampai disana, jet pribadi itu, langsung meluncur menuju kota Jakarta, dan tidak menunggu lama perjalanan mereka sampai di kota Jakarta dengan selamat.
Munculnya Tio secara tiba-tiba itu, membuat sang Ayah yaitu Tuan Rifat yang mengenali karakter anaknya tersebut berbohong atau pun tidak, dia sangat tahu.
Ya! Tio sedang berbohong tadi," ucapnya dalam hati.
Namun, dia tetap diam dan memperhatikan apa saja gerak Tio saat ini. Dia membiarkan Tio diperintahkan dan membantu abang iparnya tersebut.
Karena Tuan Rifat adalah anak dari panti asuhan, dari umur sepuluh tahun dia baru diambil oleh Tuan Ono, dan Tuan Rifat adalah penjunjung nilai kejujuran paling tinggi di keluarga Ono tersebut.
Itulah mengapa, Tuan Ono sangat menyayangi Ayah Tio tersebut, dia yang jujur dan tidak banyak menuntut tersebut membuat Tuan Ono tulus menyayangi dan memberikan sebagian hartanya kepada Ayah Tio.
Kali ini mereka berdua sudah pun sampai, Tuan Rifat menjenguk keponakannya tersebut, sedangkan Tuan Frans kembali menggantikan posisi Derry menjadi CEO kembali.
Semua staf di kantor memperhatikan Tuan Frans yang tampak kelelahan tersebut. Tuan Frans pun memanggil sekretaris yang menjadi sekretaris pribadi Derry saat ini.
Tuan Frans menyiasat apa saja jadwal Derry selama menjadi CEO. Dan mengapa dia tidak tahu Derry pergi menyusul Tio dan Soraya ke kota Surabaya.
Apa Derry tidak mempercayai sepupunya??" tanya Tuan Frans dalam hatinya.
"Untuk apa dia meminta berkas Soraya??" tanya Tuan Frans.
"Tidak tahu Tuan, tapi dia memang meminta alamat nona Soraya semalam," jelas sekretaris itu.
"Oh..baiklah! kamu boleh keluar," ucap Tuan Frans kepada sekretaris itu.
Sekretaris tersebut pun keluar, sedangkan Tuan Frans berpikir keras mengenai hal ini, semalam adalah waktu Frans hilang tiba-tiba. Dan Derry mengapa dia bertanya tentang alamat Soraya??"
Ada apa ini??" tanya tuan Frans saat ini.
Besok pula pernikahan itu akan dimulai, Tuan Frans mengingat sesuatu saat ini. Fanni! Fanni belum diberitahukan apapun tentang Derry, pikir Tuan Frans.
Fanni masih sibuk mengurus segala keperluan untuk besok, karena besok dia dan Derry akan menikah namun ketika Tuan Frans mengingat kondisi Derry seperti itu, Tuan Frans sekarang menelpon Fanni.
Tut... tut.. tut..
__ADS_1
"Hallo Papa frans!!
"Fanni, kamu dimana??" tanya Tuan Frans.
"Lagi di gedung Pa," jawan Fanni.
"Fan, pernikahan besok kita batalkan ya nak," ucap Tuan Frans dengan berat hati dan berat suaranya.
"Apa?? Dibatalkan??"
"Tidak!! tidak akan dibatalkan!!" teriak Fanni dalam, gedung itu.
"Fanni!! jangan berteriak!" ucap Tuan Fanni mencoba menenangkan Fanni.
Semua orang dalam gedung tersebut langsung mengarahkan arah Fanni yang terduduk lemas di lantai saat ini. Mereka terkejut dengan suara jeritan dari Fanni tersebut.
Semua nya khawatir dengan Fanni yang tiba-tiba melemah itu. Dia diam dan kembali menjerit. Brengsek!! jerit Fanni kembali.
Tuan Frans merasa bingung saat ini, mengapa Fanni tidak bisa mengerti sama sekali, bahkan Tuan Frans belum lagi habis bicara, Fanni sudah berteriak dan menolak ucapan Tuan Frans tersebut.
Apa Karena ini Derry frustasi??" tanya Tuan Frans dalam hatinya.
"Tidak mungkin! Derry mencintai Fanni," jawabnya sendiri.
Kini Tuan Frans masih mengurus perusahaan itu, dia menandatangani berkas yang datang hari ini. Karena Derry tidak ada di kursi itu, akhirnya Tuan Frans memutuskan untuk dirinya kembali di posisi tersebut dengan waktu yang tidak dapat ditentukan.
Mama Derry pula sudah tampak sadar saat ini. Namun siang ini Derry tampak tidur dengan lelap, karena dokter Reyhan menyuntikkan obat bius agar Derry bisa relax dan tenang.
Karena satu malaman Derry tidak menutup matanya, dia hanya diam dan kaku saja. Membuat tubuhnya lemah, akhirnya dokter Reyhan mengambil keputusan tersebut.
Kini Mama Derry disiapkan makanan oleh adik iparnya yaitu Nyonya Velli. Dengan senang hati ibu Tio itu menyuapi kakak iparnya tersebut.
Dan Tio pula sudah membawa pengacara untuk menjadi tameng, jika sewaktu-waktu pihak investor asing itu berani menuntut Tio yang membuka paksa garis line tersebut.
Kini lahan itu diteruskan pembangunannya, dalang dari perbuatan tersebut mundur seketika melihat Tio membawa pengacara kondang di hadapan mereka semua.
__ADS_1
Dan Tio setelah melaksanakan tugasnya dengan baik dia berencana untuk misi selanjutnya, dan itu masih dia pikirkan lagi.