90 DAYS

90 DAYS
DIBATALKAN


__ADS_3

Tuan Al yang mendengar ucapan Tuan Frans  itu sangat terkejut. Pasalnya tak disangka Tio memang tampak khawatir atas kondisi Soraya  saat ini.


Tampak murung wajah Tio saat ini, mendengar keadaan Soraya sedang tidak baik-baik saja. Dan Tio membenarkan hatinya untuk menyebut nama Derry  dan bertanya Derry  dimana sekarang.


"Om, Derry  dimana??" tanya Tio  dengan wajah datar.


"Frans?? dia sedang tidak baik-baik saja," jawab Tuan Frans  tampak menjadi diam dan terlihat sedih.


Tuan Frans  selalu ingin menyembunyikan kesedihannya, namun raut wajah tua itu terlihat jelas sedang menahan kesedihan.


"Derry kenapa Om??" bertukar nada itu menjadi khawatir.


"Om! jawab Om, Derry  kenapa?? apa yang terjadi sebenarnya ini??" tanya Tio kembali.


"Derry terkena penyakit Linglung." jawab Tuan Frans pelan.


"Apa?? Derry Linglung??" terkejut Tuan Al mendengar ucapan Tuan Frans  tersebut.


"Ya Ampun Tuan Frans, kenapa Derry  bisa sampai seperti itu??" tanya Tuan Al.


Raut wajah Tuan Al tampak begitu simpati kepada Tuan Frans  saat ini, dia memahami Derry  adalah pewaris satu-satunya perusahaannya tersebut, namun jika keadaan sang anak seperti itu pastilah orang tua akan sedih.


"Sudah lah..saya tidak mengapa," jawab Tuan Tio menebar senyum seolah dia ingin terlihat kuat menghadapi kenyataan ini.


Tio terdiam kaku, saat ini Derry  yang menjadi amarahnya memuncak itu terkena penyakit Linglung. Tio dalam lubuk hatinya dia tetap menyayangi Tio sebagai sepupunya tersebut.


Namun bagaimana bisa Derry  sampai seperti itu, dan Soraya  kemana dia? mengapa dia meninggalkan Derry  disaat Derry  seperti ini??" tanya Tio dalam hatinya.


Mereka pun menyelesaikan makan siang itu, dan berkas tanah tersebut pun sudah tidak menjadi rasa khawatir yang tinggi saat ini.


Tuan Frans  sudah mengatakan masalah Tuan Aladin kepada Tio, dan dengan mudah Tio kembali ke hotel pertama dimana dia menginap.


Di sana, masih tertinggal koper beserta berkas-berkas dan surat menyurat tanah yang berada di kota Surabaya tersebut. Semuanya dengan Tio, kali ini Tuan Frans  kembali mempercayai Tio, dan Tio ditugaskan kembali untuk membantu Tuan Al.


Akhirnya Tuan Frans  bisa tenang, karena kehadiran Tio sangat membantu dirinya tersebut. Tuan Frans  dan ayah Tio kembali ke kota Jakarta, mereka diantar ke bandara lagi oleh supir pribadi dari cabang perusahaan milik Tuan Frans  yang ada di kota Surabaya tersebut.

__ADS_1


Sampai disana, jet pribadi itu, langsung meluncur menuju kota Jakarta, dan tidak menunggu lama perjalanan mereka sampai di kota Jakarta dengan selamat.


Munculnya Tio secara tiba-tiba itu, membuat sang Ayah yaitu Tuan Rifat yang mengenali karakter anaknya tersebut berbohong atau pun tidak, dia sangat tahu.


Ya! Tio sedang berbohong tadi," ucapnya dalam hati.


Namun, dia tetap diam dan memperhatikan apa saja gerak Tio saat ini. Dia membiarkan Tio diperintahkan dan membantu abang iparnya tersebut.


Karena Tuan Rifat adalah anak dari panti asuhan, dari umur sepuluh tahun dia baru diambil oleh Tuan Ono, dan Tuan Rifat adalah penjunjung nilai kejujuran paling tinggi di keluarga Ono tersebut.


Itulah mengapa, Tuan Ono sangat menyayangi Ayah Tio tersebut, dia yang jujur dan tidak banyak menuntut tersebut membuat Tuan Ono  tulus menyayangi dan memberikan sebagian hartanya kepada Ayah Tio.


Kali ini mereka berdua sudah pun sampai, Tuan Rifat menjenguk keponakannya tersebut, sedangkan Tuan Frans  kembali menggantikan posisi Derry  menjadi CEO kembali.


Semua staf di kantor memperhatikan Tuan Frans  yang tampak kelelahan tersebut. Tuan Frans  pun memanggil sekretaris yang menjadi sekretaris pribadi Derry  saat ini.


Tuan Frans menyiasat apa saja jadwal Derry  selama menjadi CEO. Dan mengapa dia tidak tahu Derry  pergi menyusul Tio dan Soraya  ke kota Surabaya.


Apa Derry  tidak mempercayai sepupunya??" tanya Tuan Frans  dalam hatinya.


"Untuk apa dia meminta berkas Soraya??" tanya Tuan Frans.


"Tidak tahu Tuan, tapi dia memang meminta alamat nona Soraya  semalam," jelas sekretaris itu.


"Oh..baiklah! kamu boleh keluar," ucap Tuan Frans kepada sekretaris itu.


Sekretaris tersebut pun keluar, sedangkan Tuan Frans  berpikir keras mengenai hal ini, semalam adalah waktu Frans  hilang tiba-tiba. Dan Derry  mengapa dia bertanya tentang alamat Soraya??"


Ada apa ini??" tanya tuan Frans saat ini.


Besok pula pernikahan itu akan dimulai, Tuan Frans mengingat sesuatu saat ini. Fanni! Fanni belum diberitahukan apapun tentang Derry, pikir Tuan Frans.


Fanni  masih sibuk mengurus segala keperluan untuk besok, karena besok dia dan Derry  akan menikah namun ketika Tuan Frans  mengingat kondisi Derry  seperti itu, Tuan Frans sekarang menelpon Fanni.


Tut... tut.. tut..

__ADS_1


"Hallo Papa frans!!


"Fanni, kamu dimana??" tanya Tuan Frans.


"Lagi di gedung Pa," jawan Fanni.


"Fan, pernikahan besok kita batalkan ya nak," ucap Tuan Frans  dengan berat hati dan berat suaranya.


"Apa?? Dibatalkan??"


"Tidak!! tidak akan dibatalkan!!" teriak Fanni  dalam, gedung itu.


"Fanni!! jangan berteriak!" ucap Tuan Fanni  mencoba menenangkan Fanni.


Semua orang dalam gedung tersebut langsung mengarahkan arah Fanni  yang terduduk lemas di lantai saat ini. Mereka terkejut dengan suara jeritan dari Fanni  tersebut.


Semua nya khawatir dengan Fanni  yang tiba-tiba melemah itu. Dia diam dan kembali menjerit. Brengsek!! jerit Fanni  kembali.


Tuan Frans  merasa bingung saat ini, mengapa Fanni  tidak bisa mengerti sama sekali, bahkan Tuan Frans  belum lagi habis bicara, Fanni  sudah berteriak dan menolak ucapan Tuan Frans  tersebut.


Apa Karena ini Derry  frustasi??" tanya Tuan Frans  dalam hatinya.


"Tidak mungkin! Derry  mencintai Fanni," jawabnya sendiri.


Kini Tuan Frans  masih mengurus perusahaan itu, dia menandatangani berkas yang datang hari ini. Karena Derry  tidak ada di kursi itu, akhirnya Tuan Frans  memutuskan untuk dirinya kembali di posisi tersebut dengan waktu yang tidak dapat ditentukan.


Mama Derry  pula sudah tampak sadar saat ini. Namun siang ini Derry  tampak tidur dengan lelap, karena dokter Reyhan menyuntikkan obat bius agar Derry  bisa relax dan tenang.


Karena satu malaman Derry  tidak menutup matanya, dia hanya diam dan kaku saja. Membuat tubuhnya lemah, akhirnya dokter Reyhan mengambil keputusan tersebut.


Kini Mama Derry  disiapkan makanan oleh adik iparnya yaitu Nyonya Velli. Dengan senang hati ibu Tio itu menyuapi kakak iparnya tersebut.


Dan Tio pula sudah membawa pengacara untuk menjadi tameng, jika sewaktu-waktu  pihak investor asing itu berani menuntut Tio yang membuka paksa garis line tersebut.


Kini lahan itu diteruskan pembangunannya, dalang dari perbuatan tersebut mundur seketika melihat Tio membawa pengacara kondang di hadapan mereka semua.

__ADS_1


Dan Tio setelah melaksanakan tugasnya dengan baik dia berencana untuk misi selanjutnya, dan itu masih dia pikirkan lagi.


__ADS_2