
YUMITA yang masih makan bersama Zubair itu dengan cepat dia pun mengahabiskan makanannya begitu lahap dan setelah itu dia bangkit kembali.
Tio yang panik dan mulai mencarinya itu mencoba menghubungi YUMITA berulang kali, namun tampaknya ponsel wanita itu kehabian batterai.
Tio pun semakin kesal saja dia saat ini, YUMITA yang ingin pulang namun dia tidak bisa memesan kendaraan online tersebut akhirnya bingung dan mencari cara agr ponselnya bisa hidup kembali.
Dia pun mencoba memutuskan bertanya kepada Zubair yang saat ibu bersamanya. Rasanya dia sudah malas berlama-lama disini dan ingin segera menghindari Zubair, namun kesialan menimpahnya dan mengharuskan meminta bantuan pria ini pula.
"Kamu kenapa bingun gitu Hana?" tanya Zubair yang seolah begitu dekat denganya.
"Btrai ponselku habis, apa kau ada bawa power bank?" tanya YUMITA kembali.
"Tentu saja ada, ini ambil untukmu," ucapnya.
YUMITA pun duduk kembali di kursi itu, dia dengan cepat mengecas ponselnya. Ponsel itu pun hidup walau daya batrainya lemah sekali, tiba-tiba beberapa notif pesan bertalu-talu telah masuk.
Tio yang sedari tadi sudah berkeliling mencari YUMITA di kota dan alun-alun kota S itu, dia yang panggilannya tak terhubung memutuskan memberikan pesan kepada YUMITA degan begitu banyak, berharap jika ponsel YUMITA aktif maka dia akan membacanya.
YUMITA tampak pucat dan terkejut setelah membaca pesan dari suaminya itu saat ini.
Sedangkan Zubair yang melihat,ekspresi YUMITA berubah seperti itu, Zubairpun tampak mengkhawatirkan wanita itu, dengan cepat dia bertanta kepada YUMITA.
"Hana, ada apa? Kenapa wajahmu menjadi pucat?" tanya Zubair.
"Aku harus pulang sekarang!" ucapnya.
"Yasudah tenang dulu, ibumu pastimencarimu kan, aku akan mengantarkanmu pulang," ucap Zubair.
"Tidak aku naik motor online saja," ucapnya.
"Kamu kenapa mau naik motor, biar aku saja yang mengantarmu, aku tidak akan berniat jahat kepadamu, aku hanya ingin mengantarmu Hana, percayalah," jelasnya kembali.
YUMITA tampak berpikir sejenak, namun dengan tulisan pesan Tio seperti ini membuatnya takut kalau dia pulang lewat batas yang di tuliskan Tio di pesan itu.
"Oke baiklah, ayo cepat sekarang antar aku pulang!" ucap YUMITA akhirny meyetujui hal itu.
__ADS_1
Zubair merasa senang akan hal ini, akhirnya dia yang sedari tadi berencana mendekati YUMITA, saat ini pula kesempatan emas baginya bisa mebgantarkan YUMITA pulang.
Di juga berpikir ingin berkenalan dengan kedua orang tua YUMITA, dengan begitu pasti dia bisa dekat dengan YUMITA terus menerus pikirnya.
"Hei, kenapa kamu malah diam, aku sudah terlambt ini!" ucap YUMITA kesal.
"Oke, oke ayo," jawabnya dengan cept bergegas menuju parkiran.
Tio pula yang sudah lelah mencari YUMITA saat ini, dia memutuskan pulang dan menunggu YUMITA dirumah saja, barangkali wanita itu sudah pulang pikirnya.
Dia yang saat ini berada di alun-alun kota S itu, degang cepat melajukan mobilny kearah jalan rumahnya.
Satu sisi lagi, letak mall dan rumah YUMITA itu sudah tidak terlalu jauh lagi, mobil sport milik Zubair melaju dengan kencangnya menembus jalanan.
Didalam mobil itu YUMITA tidak berbicara sepatah kata pun selain hanya bisa menatap sedih pesan yang dikirim Tio kepadanya itu.
Isi pesan Tio kepafmda YUMITA tersebut terbilang sedikit kasar dan melukai hati YUMITA yang sesitif tersebut.
"Kamu kalau mau kabur bukan sekaeang waktunya, sudah kubilang menikah itu tidak mudah, jadi tolong jangn buat masalah saat ini, aku tidak ingin kakakmu membenciku," fulis Dobin dipesan itu.
Tulisan itu membuat YUMITA terpukul membacanya. Padahal dia bukanlah ingin lari dari pernikahannya ini, dia juga bukan menyesal, ini kemahuannya sendiri, namun Tio yang tampaknya ingin mengakhiri pernikahan mereka tersebut.
Tio berubah drastis saat ini sifatya, tidak ada lagi kehangatan yang tercipta dari dirinya itu lagi. Dan sekarang ini pula Tio juga hampir sampai di area perumahan mewah itu.
"Masuk komplek itu," ucap YUMITA menunjukkan kearea rumahnya.
"Oke Tuan putri," jawab Zubair mencoha mngeluaran jurus pertamanya.
YUMITA merubah ekspresiya menjadi datar kembali, membuat Zubair menyesali ucapannya itu, tampaknya YUMITA bukanlah wanita yang suka dengan jurus-jurusnya itu.
Dia pun mencoba mencari ide lain, agar bisa disukai oleh YUMITA. YUMITA yang tiba-tiba bersuara mengucapkan berhenti itu dengan tekejut Zubair menghentikan mobilnya.
"Ini rumah kamu Na?" tanya Zubair yang tampak tak percaya.
"Iya, yasudah terima kasih telah mengantarku," ucap YUMITA dengan cepat membuka pintu itu, sedangkan Zubair inin bangjit membukakan pinu tersebut.
__ADS_1
Zubair pun sengaja keluar dari mobilnya, sedangkan saat ini pula mobil Tio telah sampai juga dan ingin memasuki gerbng rumahnya itu, Melihat YUMITA baru saja turun dari mobil mewah tersebut, Tiopun turun dengan cepat dan wajah YUMITA begitu takut ketika dia tahu Tio di belakangnya.
"Bang Tio!'' ucap YUMITA lemah.
Zubair tersenyum kepada Tio, pikirannya menebak Tio adalah abang YUMITA saat ini.
"Hai bang, kenalkan saya Zubair teman Hana," ucap Zubair yang tak segan langaung berkenalan dengan Tio.
Tio hanya diam saja, dia menatap istrinya yang tidak jdi melangkah masuk itu degan tatapan tajam dan datar.
"Iya saya abangnya, lain kali kalau mau membwa adik saya kamu jangn sembarangan," ucap Tio yng tampak ketus.
"Iya bang maaf," ucapnya.
Tio tak menghirukan hal itu, dia pun melangkah masuk dan tidak berbicara sepatah kata apapun kepada YUMITA yang masih tertunduk itu.
Dia melangkah masuk kedalam sendiri, YUMITA mengikuti langkah Tio, sedangkan Zubair hany menatap dari kejauhan pagar itu saja, dia ingin lebih dekat dengan YUMITA, dan dia berencana mendekati Tio yang dianggapnya sebagai abang YUMITA.
Begitu Eobin dan YUMITA masuk kedalam, Zubair juga telah berlalu dengan cepat. Setidaknya pendekatannya hari ini cukup bagus dia pikir, karena baru hari pertama dia sudah tahu aamat wanita pujaannya itu.
Setelah mask kedalam rumah itu, Tio hanya diam dan naik menuju kamarnya sendiri yang letaknya bersebelahan dengan kamar YUMITA.
Sedangkan YUMITA ingin mengatakan kata maaf saja mulutnya kaku, lidahnya kelu dia begitu ketakutan melihat ekspresi Tio yang tajam dan beku.
Sampai didalam kamar itu, Tio yang tampak kesal tersebutpun membanting pakaiannya sendiri.
"Sialan! Kenapa aku harus terjebak dengn pernikahan konyol ini! Dia masih anak-anak dan dia tidak bisa berumah tangga, aku pun begitu juga, dia mungkin mau dekat dengan lawan seusianya, tapi kalau kubiarkan dia begitu bebas dan pergaulannya salah, aku bakalan dianggap suami tak bertanggung jawab oleh Soraya! Dasar pernikahan sial!" teriak Tio kembali meluahkan amarahnya.
Sedangkan saat ini pula YUMITA sedang berada tepat diambang pintu kamar Dobin, dia mendengar semua ucapan Tio itu, dan kemarahan penuh penyesalan itu benar-benar membuat YUMITA teepukul sekali.
Dia menangis sejadi-jadijya, lalu masuk kedalam kamarny yang bersebelhan dengan kamar Tio itu, dia yang awanya ingin meminta maaf itu, akhirnya mengurungkan niatnya saat ini.
"Apa aku harus bercerai dengannya?" tanya Tio kepada hatinya sendiri.
Akankah mereka akan bercerai? Padahal hubungan rumah tangga mereka baru saja terbina, namun kata cerai sudah teelintas di pikiran mereka berdua saat ini.
__ADS_1