90 DAYS

90 DAYS
PENYELIDIKAN DIMULAI


__ADS_3

"Aku akan menyelidiki ini!!" ucap Fanni  dalam hatinya.


Malam ini juga Tuan Frans  yang sudah memerintahkan Tio untuk besok segera mengurus surat-surat perusahaan yang akan dipecah menjadi dua.


Tugas yang berat menurut Tio saat ini. Perusahaan yang sudah lama bersatu ini rasanya tidak mungkin saja dipecah menjadi dua dan apa kata para pelanggan? apa juga kata investor?


Hempasan nafas panjang cukup terdengar kuat saat ini. Perusahaan yang memiliki tujuh lantai itu ada saham besar milik Mama Derry.


Ya! memang itu adalah warisan dari Tuan Ono untuknya. Dan karena memang ayah mereka bersahabat, perusahaan itu di satukan dan sekarang sangat berkembang.


Moto dari perusahaan itu adalah, maju bersama, mundur tidak akan! sekarang, kemana moto itu harus diletakkan?? perpecahan yang tampak tidak disengaja ini membuat Tio berpikir keras di kamarnya malam ini.


Malam telah pun larut, dia dan keluarganya telah pun pulang dari menjenguk Derry. Malam ini hanya Tuan Franslah yang menjaga Derry  tersebut. Nyonya besar pula pulang begitu saja dengan kemarahan dan keegoisannya.


Kedua orang tua Tio tidak bisa berkata apa-apa saat ini. Hal dalam perusahaan itu memang kewajiban Tio untuk mengatasinya, jabatannya sekarang pun membuatnya sangat harus lebih bertanggung jawab lagi.


Sekarang Tio kini masih belum bisa menutup matanya, mengingat besok katanya Fanni  akan masuk ke perusahaan, bagaimana jika Soraya  tahu dan berjumpa dengan Fanni?


"Huh! hempasan itu keluar kembali dari mulut Tio tersebut.


Tio tidak ingin Soraya  berpikiran yang bukan-bukan mengenai dirinya tersebut. Apalagi Tio lah yang menyemangati Soraya  saat ini untuk kembali ke kantor.


Dan Tio juga tidak pernah berpikir Fanni  akan memasuki arena perusahaan, sedangkan yang Tio tahu, wanita satu itu tidak menyukai bisnis sama sekali.


Dia hanya hobby bergaya saja, pikir Tio. Sekarang Tio pun tampak tidak tahu dari mana dia akan memulai semuanya. Ingin memberitahukan Soraya, takut wanita itu akan marah kepadanya lalu, Bisa-bisa Soraya  pergi jauh dari kota Jakarta ini.


Tio takut dikatakan penghianat, pendusta, atau segala keburukannya, karena memasukkan Fanni  ke perusahaan itu.


Jalan terbaik memang memecah perusahaan itu menjadi dua, biarkan hak warisan milik tantenya itu dikelola oleh Fanni, sedangkan hak milik kepunyaan Tuan Frans, Tio yang mengelola dan di bantu Soraya.


Namun resiko itu sangatlah besar, pasti akan ada tanda tanya besar di publik nantinya. Keluarga kaya raya tuan tanah ini, sangat mudah di sorot.

__ADS_1


Tapi apa boleh buat, besok dia harus mengurus surat-surat tersebut dan besok biarkan Soraya  membaca keadaan itu sendiri, pikir Tio lagi saat ini.


Malam telah begitu sangat larut, hingga semuanya terlelap karena lelah masing-masing. Ya! kehidupan ini sejatinya adalah melelahkan, bagi orang-orang yang sulit untuk merasakan kenikmatan.


Syukur, sabar, ikhtiar! kunci dari segala penat dan sedih yang dilalui di dunia ini. Jangankan bekerja, tidur saja pun terlalu lama juga melelahkan badan, bisa sakit kepala, karena terlalu berlebihan tidur.


Semua punya hukum dan aturan masing-masing. Hukum Tuhan berbeda, hukum dunia juga berbeda, namun yang kalian perlu tahu yang namanya hukuman itu sama-sama tidak ada enaknya.


Di dunia ada penjara, di akhirat ada pula yang namanya neraka. Bukankah dunia adalah sebuah gambaran untuk nantinya? bukankah dunia itu sama? kenapa kita manusia sulit memahami sedang contohnya telah pun nyata.


Embun pagi jatuh di kelopak-kelopak daun dan bunga. Fajar masih malu menunjukkan indahnya. Azan berkumandang dengan merdu dan suasana tampak begitu sendu subuh ini.


Hal yang sudah terbiasa sekarang Soraya  lakukan, dia berada di jalan Allah saat ini. Kewajiban sebelum menyambut fajar telah pun di cepat laksanakan.


Ya! dua rakaat sebelum subuh memiliki kehebatan luar biasa. Sekarang kewajiban itu menjadi kebiasaan baginya. Dia belajar dari sikap adik-adiknya tersebut yang selalu menerapkan hal itu.


Begitulah kita selaku orang dewasa, belajar itu bisa dimana saja. Dan ingat satu hal lagi, kita ini adalah guru dan sekaligus murid untuk siapapun yang bisa memberikan ilmu dan untuk siapapun yang membutuhkan ilmu.


Soraya  bersyukur sekali, pagi ini kembali berkumpul dan sarapan bersama. Jam pula mengharuskan dia mengakhiri kehangatan pagi ini. Soraya  berpamitan kepada ketiga adiknya itu untuk berangkat kerja.


Sedang Tio telah pun sampai tepat pukul tujuh ini. Dia memang tidak bisa terlalu nyenyak tidur tadi malam, dan hari ini, surat menyurat untuk membagi dua perusahaan yang berlantai tujuh tersebut harus dia kerjakan sendiri.


Ruangan Soraya  yang terletak di lantai tiga tersebut itu, tampaknya hari ini tidak bisa di tempatinya lagi, karena saham istri Tuan Frans  lebih banyak di sini.


Empat lantai untuk Nyonya besar, dan terpaksa Tio  pagi ini menginterupsi segala pekerjaannya dengan mengharuskan mereka datang lebih awal agar nanti pukul sepuluh semuanya beres pindah ke lantai lima dan tujuh.


Hanya Soraya  yang tampaknya telah hari ini. Ruangan Soraya  dibersihkan oleh manajer yang diperintahkan oleh Tio tersebut.


Sekarang ruangan Soraya  berada di ruangan Tio  juga untuk sementara waktu ini. Sedangkan Fanni  yang tampaknya pagi ini sarapan bersama mama Derry  tersebut tampak matanya yang sembab karena menangis semalaman mengingat kematian mamanya yang tidak wajar.


"Fanni, kamu jadi hari ini masuk ke kantor??" tanya Mama Derry  lagi.

__ADS_1


"Ma, Fanni  minggu depan saja ya, hari ini, Fanni  tidak enak badan," ucap Fanni  lagi dengan lemah.


"Oh...yasudah, kalau kamu memang mau tinggal disini menetaplah disini, dan tidak usah bekerja juga tidak apa-apa," ucap Mama Derry  itu lagi.


"Tidak Ma, Fan tidak ingin menyusahkan Mama dan Papa Frans," jelasnya kembali.


"Tidak Fanni, tidak sama sekali merepotkan, kamu itu bakal menantu Mama, jadi tidak perlu repot-repot," ucap mama Derry  lagi sambil melahap sandwichnya.


"Ma, untuk sementara ini biarlah Fanni  membantu-bantu di sana, biarkan Tio membantu Fanni," jawabnya.


Seketika mama Derry  menelan liurnya sendiri, mengingat pertengkaran antara dirinya dan Tuan Frans  tadi malam dia sudah menyetujui untuk membagi dua perusahaan itu.


"Fan, ada sesuatu yang mama ingin beritahukan kepadamu," ucap mama Derry  lagi membuka suaranya.


"Ada apa Ma??" tanya Fanni  sedikit penasaran.


"Sebenarnya tadi malam mama dan papa bertengkar, mama pula sudah menyetujui untuk membagi dua perusahaan, dan kamu mama pilih menjadi CEO di perusahaan mama tersebut, sedangkan Tio berpihak kepada papa," jelas mamanya itu.


"Ha? benarkah ma?? bagaimana dengan staf yang lain? dan pembagiannya bagaimana Ma?? tanah yang mana saja yang mama miliki??" tanya Fanni  lagi seolah penasaran dan memikirkan peluang besar saat ini.


Baginya lebih cepat lebih baik lagi kalau masalah dirinya dan Tuan Osman ini cepat terselesaikan, dia akan lebih mudah untuk terus menjadi pendamping Derry  tanpa ada penghalang sedikitpun.


Tampak berpikir panjang Fanni  hari ini, ingin rasanya dia cepat masuk ke kantor, namun kendala nya hari ini dia ingin melakukan laporan dan penyelidikan kasuk meninggalnya mamanya tersebut.


Sengaja dia tidak memberitahukan mengenai perselingkuhan papanya dan pembantu itu, dia takut apa yang diberikan keluarga Derry  di perusahaan papanya tersebut akan dicabut semuanya.


Akankah Fanni  datang ke kantor??


Bagaimana reaksi Soraya  nantinya??


***

__ADS_1


__ADS_2