
Setelah Yumita mendapatkan perawatan khusus dari rumah sakit tersebut karena penanganan yang cepat dari dokter ahli jantung tersebut akhirnya saat ini Yumita sudah dipindahkan ke ruangan rawat biasa.
Bahkan saat ini juga Tio telah berada disampingnya, Yumita perlahan membuka matanya dengan lemah dan dia menatap pada Tio yang berada disampingnya tersebut wajah Yumita tanpa ekspresi dan berkata apapun Bahkan dia memalingkan pandangannya ketika Tio menatap wajahnya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga," ucap Tio.
" Kenapa Abang senang aku sadar Bukankah pagi tadi Abang meminta kita untuk bercerai?" tanya Yumita.
Pertanyaan IYumita tersebut bagai membakar telinga Tio yang mendengarnya Tio tidak menyangka Yumita bisa sebenarnya itu menanyakan hal tersebut Seolah pertanyaan itu menyindir dirinya dan seolah Tio yang Tio lah yang bersalah atas pertanyaan tersebut.
Rumah tangga mereka sedang mengalami kesalahpahaman tidak bahagia dengan pernikahan ini karena usianya yang mudah dan dia ingin lagi bersenang-senang dengan orang yang sebaya dengan dirinya.
Sedangkan Yumita berpikir dia ingin lebih bersabar menghadapi rasa dingin Tio yang masih belum bisa menerimanya dan dia akan membuat Tio jatuh cinta nantinya kepada dirinya namun tak disangka Tio menanyakan mengenai hal perceraian yang membuatnya terbaring di rumah sakit saat ini.
" Bukan begitu maksudku Yumita, aku menanyakan hal demikian agar untuk kebahagiaanmu dan jika memang kau tidak ingin aku tidak akan menceraikanmu biarlah rumah tangga ini berjalan Bagaimana Tuhan ingin takdir ini untuk kita."
Penjelasan Tio yang panjang lebar itu membuatnya Yumita diam seketika tampaknya memang dia sudah salah paham menanggapi pertanyaan Tio pagi tadi hingga dia bisa terserang jantung dan akan mendengarnya padahal ternyata masuk Tio berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
" Ya sudah kamu jangan banyak berpikir macam-macam, sekarang fokuslah dengan kesembuhanmu sebentar lagi kamu akan masuk kuliah," ucap Tio kembali.
Yumita hanya mengangguk lemah saat ini apa yang dikatakan Tio itu benar karena dirinya sebentar lagi masuk kuliah dia harus benar-benar menjaga kesehatannya agar nanti bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Seharusnya pagi ini Tio ada meeting dengan klien ada sebuah tender yang harus dia menang kan karena apa Bi asing dari luar ingin menyewa lahan yang dikelola oleh perusahaannya tersebut.
__ADS_1
Namun karena Yumita sedang mengalami sakit seperti ini membuat Tio lebih mengutamakan Yumita dari pekerjaannya karena Yumita adalah tanggung jawab besar untuk dirinya saat ini dan tanggung jawab itu akan dipertanyakan Jika dia gagal menjalankannya.
Masalah kesalahpahaman antara keduanya tersebut tampak telah diakhiri dan Tio sudah mengatakan dia tampak ingin memperbaiki hubungannya dengan Yumita jika memang dirinya tidak ingin bercerai dan dirinya tetap ingin menjalin hubungan dengan Tio sebagai sepasang suami istri maka Tio telah memasrahkan hidupnya dan takdirnya dengan ketentuan Tuhan.
"Bang Tio, aku rasa tubuhku sudah lebih enakan Aku mau pulang sekarang juga rasanya di sini tidak enak, Tolong bawa aku pulang ya Bang," Yumita dengan wajah Memelas Dan lemahnya tersebut meminta hal itu kepada Tio.
" Ya sudah kalau memang itu maumu sebentar Abang tanyakan kepada dokter dulu jika memang dokter mengizinkan kamu bisa pulang maka Abang membawamu pulang," ucap Tio lembut.
Walau sebenarnya Hatinya sudah menjadi batu namun dia mencoba menjadi seorang manusia yang memiliki perikemanusiaan itulah mengapa sebagai seorang pria juga tidak selayaknya dia membentak wanita Tio berkata lembut kepada Yumita kejadian pagi tadi yang membuatnya panik sudah cukup menjadi pelajaran jika dirinya tidak boleh berkata kasar atau menanyakan hal yang sensitif kepada wanitanya.
Melihat Tio yang menyetujui permintaannya tersebut Yumita hanya menganggukkan kepalanya ketika Tio meminta izin keluar sebentar agar dirinya bisa menemui dokter dan bertanya Bolehkah Yumita pulang sekarang juga.
Langkah Tio begitu cepat saat ini dia pun telah masuk kedalam ruangan dokter dan dokter itu tanpa ingin menjelaskan sesuatu kepada Tio tentang penyakit yang diderita oleh istrinya itu.
"Baik dokter saya akan menjaga istri saya semaksimal mungkin, dan apakah dia bisa pulang hari ini karena dia sangat tidak betah di rumah sakit berlama-lama," ucap Tio.
"Baiklah, kalau memang punya Yumita mengatakan dirinya sudah lumayan enakan dan dia tidak betah dirumah sakit Bapak boleh membawanya pulang sekarang juga nyamuk Ingat pesan saya tadi harus selalu melihat kondisi dan keadaannya Jangan biarkan dia stress dan jangan biarkan dia terkejut dengan setiap keadaan," jelas dokter itu kembali.
" Saya mengerti dok Baiklah saya akan membawa istri saya pulang sekarang juga dan saya berterima kasih kepada dokter telah mengobati istri saya sebaik mungkin," ucap Tio.
" itu sudah menjadi tugas saya Pak Tio. Mari saya ya teman kan bapak untuk mengurus kepulangan Bu Yumita semoga bu Yumita semakin bertambah sehat," ucapnya.
Tio menggangguk Mereka pun berjalan menuju ruangan di mana Yumita dirawat saat ini.
__ADS_1
Sedangkan satu sisi di luar parkiran Rumah Sakit tersebut tampak mobil sport mewah telah terparkir di sana pemiliknya adalah Zubair dia tampak sendirian masuk kedalam rumah sakit ini kondisinya sangat sehat terlihat dari fisiknya yang bugar namun Entah mengapa pria itu datang ke rumah sakit dengan sendirian.
Setelah Tio sampai di ruangannya Yumita dan mereka telah membereskan semua perlengkapan Yumita agar dibawa pulang Tio beserta dokter tersebut setelah berada di luar ruangan Yumita dan Tio berjalan seiringan untuk menuju parkiran.
Masih berada di dalam rumah sakit tersebut tepatnya beberapa langkah lagi menuju pintu rumah sakit namun mereka berdua terserang oleh zubair yang berjalan begitu santainya.
Zubair sangat terkejut melihat Yumita yang pucat dan dirinya dipapah oleh Tio yang dianggap Zubair itu adalah Abang Yumita, karena juga sempat berkenalan dengan Tio saat itu dia pun dengan santainya menyapa Tio seolah tidak ada masalah apa pun di antara mereka.
Padahal penyebab kesalahpahaman Tio kepada Yumita adalah Zubair yang tiba-tiba menampakan diri mengantar Yumita sampai ke rumah mewah milik mereka tersebut Namun Zubair yang memang tidak tahu menahu tentang hal rumah tangga mereka itu dia pun tetap menganggap Tio adalah abang kandung dari Yumita bukan suaminya.
"Hana, kamu kenapa?" tanya Zubair yang tampak khawatir.
Tio dan Yumita sempat terhenti sejenak karena pria itu menyapa Namun karena Tio malas melayani pria tersebut dan tidak ingin hubungan dirinya dan Yumita kembali ke dalam kesalahpahaman dia pun membawanya Yumita langsung seolah tidak mengenal pria itu.
Yumita yang sempat ditanya oleh zuber tersebut pun tidak menjawab sepatah kata apapun yang keluar dari mulutnya wajah Tio yang datang tersebut membuat Zubair menjadi diam dan mereka yang meninggalkan kan Zubair berdiri gila orang rumah sakit itu hanya bisa menatap mereka dari belakang.
" Mengapa Hana begitu terlihat aneh dan mengapa Abangnya hanya tampak membenciku sebenarnya mereka ada apa dan apa salahku dengan mereka?"
Zubair bertanya kepada dirinya sendiri saat ini, dan kepalanya yang semakin pusing membuat dia tidak begitu tahan untuk berdiri dengan cepat dia melangkah masuk kedalam ruangan dokter yang dia cari.
*****
__ADS_1