90 DAYS

90 DAYS
MAKIN ROMANTIS


__ADS_3

Tiga malam Derry  sudah tidak pernah mengunjungi apartemen SORAYA  lagi. Namun malam ini beda cerita, dia malah datang bersama Soraya  langsung.


      Senyum Derry  terkembang, ketika wajah Soraya  tampak kesal karena Derry  membuat tingkah yang lebih aneh kali ini. Derry  menggendong Soraya  menuju lift sampai lantai sepuluh.


      Banyak orang yang melihat mereka berdua di dalam lift tersebut. Namun Derry  tidak pernah peduli dengan siapapun hari ini. Biasanya Derry  yang dingin dan seolah tidak memiliki wanita disampingnya, kini dia berubah total.


      Malam itu sampai di apartemen hampir pukul setengah dua belas malam. SORAYA  yang awalnya pergi bersama Tio pukul sembilan malam, dan tidak disangka pulang bersama suaminya.


       Pintu apartemen terbuka, ketika Derry  membuka dengan sandi yang dia buat sendiri. Apartemen ini tidak pernah dikunjungi siapa pun selain Derry.


       Bahkan Tii sendiri tidak pernah tahu, Soraya  tinggal di lantai berapa, Tio hanya tahu SORAYA  menyewa apartemen tersebut, padahal Soraya  telah memiliki apartemen itu.


      Malam semakin larut, Derry  yang tampak menggendong mesra istrinya itu, langsung menuju kamar mereka. Sprei yang terpasang berwarna pink dengan motif bunga-bunga besar tersebut, menambah kesan manis sprei itu.


       Bam..


     Suara hentakan tubuh Soraya  dan Derry  bersamaan jatuh di kasur empuk mereka berdua. Soraya  memang merindukan saat-saat seperti ini.


      Saat-saat hanya mereka berdua yang ada, hanya bola mata mereka berdua yang saling memandang lekat ke wajah satu sama lain. Tangan Derry  seperti biasa, menginginkan yang ada di balik baju soraya.


    "Eit...pergi mandi sana!!" ucap Soraya  tegas.


    "Hmm...aku sudah mandi," rengek Derry.


     Jika sudah di atas ranjang, kebanyakan SORAYA  lah menjadi ratu di atas itu. Jika sudah begini memang Derry  harus mengikutinya. Soraya  selalu menyuruh Derry  mandi sebelum mendapatkan haknya.


       "Oke...jangan kemana-mana, sebentar lagi singa akan menerkammu!! hahaha," ucap Derry  sambil berlenggang menuju kamar mandi.


    


      Derry  yang telah menuju kamar mandi membuka pakaian dan celananya di hadapan SORAYA  tanpa ada rasa malu. Ini hal yang biasa dia lakukan jika sudah berada di kamar mereka.


   

__ADS_1


     Soraya  yang terlihat malu menutup wajahnya, dia tidak ingin melihat Derry  tanpa busana di hadapannya tersebut.


     "Kenapa tutup muka?? macam tidak biasa aja..." ucap Derry, lalu dia sudah masuk dalam kamar mandi.


      Soraya  sekarang menyandarkan kepalanya di tepi ranjang, dia melipat kedua lututnya, wajahnya di sandarkan ke lututnya sendiri.


      Butiran air mata jatuh kembali di pipi lembut milik istri Derry  tersebut. Dia tidak ingin berpisah dari Derry Sanjaya, namun bagaimanapun dia harus menerima kenyataan.


       Memang, awalnya tidak cinta, awalnya tidak ada rasa namun dua bulan berjalan beda cerita. Apalagi hari ini, dimana Derry  tampak berubah total saat ini, Derry  yang sekarang bukan Derry  yang dua bulan lalu.


     Seperti kutub utara, sekarang kutub utara telah mencair karena sebuah kehangatan yang tulus dari seorang Soraya. Walau pernikahan itu adalah pernikahan kontrak di atas nota. Namun, Soraya  tetap melayani suaminya dengan sepenuh hati.


      Soraya, memang orang yang tulus, dia tidak pernah memikirkan apa pun selain keluarga dan pekerjaannya. Semenjak dia menikah, pikirannya bertambah menjadi istri yang tulus melayani suami sah nya tersebut.


      Lama Soraya  merenung, hingga dia mengambil novel yang awalnya tadi telah dia baca. Novel itu berjudul "Suami malaikatku"


       Novel yang selalu dia tunggu kedatangannya, namun Tio mengganggu waktunya beberapa jam lalu. Sambil menunggu sang suami selesai mandi dia lanjutkan bab ke-2  yang baru dia baca beberapa jam lalu.


         Novel itu awalnya dia baca dari aplikasi novel digital.  Namun kini, novel tersebut sudah ada yang dijadikan novel cetak. Soraya  pun memesan novel cetak kegemarannya tersebut.


        Ketika SORAYA  membaca novel tersebut, Soraya  selalu ingat dengan suaminya sendiri. Sangat berbanding terbalik, suaminya yang dingin, kasar bahkan tidak pernah berkata romantis. Mereka saja memanggil nama satu sama lain.


     Terhanyut SORAYA  dalam novel tersebut, hingga lima bab sudah dia buka lembaran novel tersebut. Hampir menitiskan air mata lagi, dan tiba-tiba ada air yang di percikan ke wajah Soraya .


        "Kamu nangis??" tanya Derry  sambil tersenyum dan memercikkan air dari jemarinya.


      "Stop Derry !! nanti buku novelku basah!!" ucap Raya sedikit kuat.


     "Novel baru kah??" tanya Derry  sambil mengeringkan rambutnya. 


     "Iya, baru sampai tadi sore," jawab Soraya .


       "Oh...setelah rambutku sedikit kering, aku tidak ingin melihatmu memegang novel itu!!" perintah Derry .

__ADS_1


      "Hm.." 


      Soraya  hanya bergumam pelan, malas dia menanggapi ucapan Derry  tersebut. Dia tahu, jika sudah Derry  berkata begitu, pastilah Derry  akan melahapnya tanpa henti sebentar lagi.


       Derry  yang masih tampak mengeringkan rambutnya itu, tersenyum puas dengan melihat wajah Soraya  malam ini. Tiga hari tak bertemu, membuat Derry  menahan gejolak rindu.


        Tiga hari tersebut, ternyata Derry  habiskan dengan kedatangan Fanni  kembali ke negara tercinta ini. Dan SORAYA , rasanya tidak perlu bertanya kepada Derry , karena dia pun sudah tahu jawabnya tersebut.


        Lagipula, sesuai dengan perjanjian dalam nota yang sudah mereka tandatangani berdua, Soraya  tidak berhak untuk bertanya kemanapun Derry  pergi. 


          "Ayo kita mulai!!" ucap Derry  dan terus saja mengambil buku yang ada di tangan istrinya tersebut.


        "Derry !!" ucap Soraya  kesal karena Derry  asal mengambil saja.


       "Sudahlah membacanya, sekarang baca bibirku saja," ucap Derry  memegang bibirnya sendiri.


       "Sini bukunya dulu, aku belum memberi tanda buku itu!!" ucap Soraya  sedikit membentak Derry.


      "Iya, iya baiklah," ucap Derry  lalu mengulurkan buku tersebut.


      "Hm..jangan sering-sering baca buku itu!! aku bukan suami yang berwujud malaikat," ucap Derry  sambil memonyongkan bibirnya.


     "Haha, dasar aneh!" jawab Soraya .


      Derry  yang melihat soraya  membaca buku yang berjudul suami malaikat tersebut, langsung menegur istrinya. Derry  tidak suka soraya  membaca buku tersebut, karena menurut Derry  buku itu tidak cocok untuk dirinya yang bukan berwujud malaikat.


      Derry  tampak tahu apa yang dipikirkan istrinya saat ini, tapi dia belum bisa menjadi suami yang baik untuk istrinya sendiri. Sekarang pula Derry  sudah dihadirkan oleh pilihan yang sulit, antara Fanni  dan SORAYA .


       Fanni yang  berstatus tunangan Derry  tersebut tidak mengetahui, bahwa Derry suda memiliki istri sah walau hanya di mata agama.


       Sedang kan SORAYA  pula yang sudah bergelar istri sah Derry  tersebut, sangatlah tahu bahwa Derry  memiliki seseorang di hatinya, bahkan sejak awal mereka membuat perjanjian tersebut.


     Nama Fanni  ada dalam perjanjian mereka, bagi Soraya  saat itu tidak masalah, karena cinta belum bersemi di hatinya. Sekarang bahkan SORAYA  sudah melihat langsung orang yang bernama Fanni  tersebut.

__ADS_1


 ****


__ADS_2