90 DAYS

90 DAYS
SETUJU BERCERAI?


__ADS_3

Malam yang panjang yang membuat pasangan suami istri yang baru saja menikah tersebut sama sekali tidak bisa tidur dengan nyenyak. Mereka berdua memiliki pemikiran yang sama memiliki ketakutan yang sama namun berbeda dengan Yumita yang mencintai Tio dia dengan cepat membuang pikiran untuk bercerai tersebut.


Malam yang telah berlalu begitu cepat kini Mentari menyambut hari dengan penuh pesona yang luar biasa kedua pasangan suami istri itu masih seperti pagi semalam mereka sarapan di meja yang sama namun kali ini Tio Mencoba membuka mulutnya.


 Rasanya dia sebagai pria dewasa jika hanya bersikap diam seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah apapun pikirnya dan jika memang Yumita berpikir berubah untuk melanjutkan pendidikan saja maka pertanyaan yang akan sebentar lagi Tio keluarkan dari mulutnya tersebut Mungkin saja akan disetujui oleh Yumita pikirnya.


  "Apa kamu setuju kalau kita bercerai saja?" tanya Tio.


   Awalnya pertanyaan dari Tio tersebut Yumita pikir ingin menyelesaikan masalah namun ketika Tio menyelesaikan pertanyaannya itu jantungnya berdebar sangat kuat nafasnya  hampir saja berhenti mendengar itu.


 Dan kini pula Yumita yang masih hanya minum air putih itu dia yang awalnya ingin melahap sarapan paginya terhenti seketika bahkan sendoknya terjatuh dilantai tangannya begitu gemetaran mendengar ucapan Tio menanyakan hal mengenai perceraian.


  Bukan jawaban yang didapatkan Tio pagi ini tiba-tiba air mata Yumita terjatuh di pipinya rasa sesak di dadanya tersebut membuatnya terisak dia sulit untuk mengatakan apapun melihat itu Tio menjadi takut Yumita hanya mengaktifkan kedua bibirnya.


Melihat Yumita semakin melemah dan pucat itu Tio menjadi takut dia pun menghentikan Makannya dengan cepat mendekati Yumita dan menanyakan dengan Yumita tentang keadaannya.


  "Yumita kamu kenapa?"


Dengan panik Tio terus bertanya namun tiba-tiba Yumita yang sudah gemetar dan pucat menjadi pingsan tepat berada di tangan Tio pria yang ingin berangkat ke kantor tersebut mengurungkan niatnya dan dia sangat panik saat ini dengan cepat dia menghubungi dokter untuk segera datang ke rumahnya.


Dia memberikan pertanyaan tersebut kepada Yumita karena dia berpikir Melina akan senang dengan pertanyaan yang diajukan itu dengan pilihan seperti itu mungkin saja membuka peluang Yumita agar berpikir jernih untuk terus melanjutkan hidupnya dan pendidikannya saja tanpa bisa terfokus untuk menikah muda hal ini Tio tidak ada merasa bersalah apapun.

__ADS_1


Bahkan jika memang Yumita menyetujuinya maka Tio akan sangat senang dia bisa saja hidup sendirian layaknya seperti biasa namun pertanyaan itu membuat Yumita tiba-tiba pingsan dan melemah dia pun tidak tahu apa yang terjadi dengan Yumita Apakah Yumita suka dengan pertanyaan itu apakah Yumita syok karena pertanyaan tersebut. 


Tio berpikir mereka berdua menikah karena dipaksa itulah mengapa Tio berpikir agar Yumita terbebas dari pernikahan paksaan ini lagi pula usia Yumita yang sangat muda itu mungkin saja dia ingin menikmati masa mudanya massa dalam kuliahnya dan massa dalam percintaan di usia remaja seperti sekarang ini pikir Tio.


Keyakinan itu juga tercipta ketika Tio melihat pria yang mengantarkan Yumita tadi siang Hal itulah yang membuat Tio mengajukan pertanyaan perceraian itu ternyata hasilnya seperti ini Tio sangat menyesali apa yang ditanyakannya barusan.


 Lima belas menit berlalu akhirnya dokter pun segera datang ke rumah mereka dengan cepat dokter itu diarahkan pembantu menuju kamar atas Di mana kamar Yumita berada saat ini dan disamping Yumita ada Tio yang tampak panik menemaninya.


   Tadi siang Tio juga sengaja mengatakan bahwa dirinya adalah Abang dari Rina kepada pria tampan keturunan Dubai tersebut yang usianya tampak tidak jauh dari Yumita pikir Tio.


Dengan mengatakan hal Demikian maka jika pun Irina menyukai pria itu jawaban Tio tersebut akan lebih membantu Yumita untuk hubungan Yumita dan pria itu pikir Tio siang tadi dan itulah mengapa apa Dia memutuskan pertanyaan itu diajukan dengan cepat sebelum terjadi apa-apa di antara mereka.


Pertanyaan yang tidak menyenangkan tersebut yang Tio pikir adalah pertanyaan yang bisa membuat Yumita bahagia ternyata pertanyaan itu adalah membawa malapetaka.


Betapa terkejutnya Tio saat dokter mengatakan bahwa dirinya terkena penyakit jantung dadakan walau usianya sangat muda namun tidak dinafikan penyakit jantung dan akan bisa terjadi kepada siapapun dan kepada usia berapapun.


 "Dok, lakukan yang terbaik!"


Tio sangat panik saat ini dia mendesak dokter tersebut untuk melakukan terbaik agar Yumita segera sadar dia takut akan disalahkan dengan Soraya atas tindakannya ini yang tidak bisa menjaga istrinya sendiri bukan hanya kemarahan Soraya yang akan timbul nanti kemarahan Derry juga pasti akan mempertanyakan hal tersebut.


  "Pak Tio, dia harus di rawat di rumah sakit," jelas dokter itu.

__ADS_1


Karena penyakit jantung dadakan tersebut begitu serius maka dokter itu pun menyarankan agar dibawa ke rumah sakit saja agar perlengkapan di rumah sakit bisa membantu memulihkan dirinya dengan cepat Hal itulah yang dijelaskan dokter kepada Tio dan membuat Tio sangat bingung .


" lakukan saja yang terbaik Saya ingin dia segera sehat Ayo cepat kita bawa dia ke rumah sakit dokter Jangan ditunda lagi kalau itu yang akan menyembuhkannya," ucap Tio kepada dokter itu Dan Dia segera bergegas mengangkat Yumita yang bertubuh mungil itu turun ke bawah dan masuk kedalam mobilnya.


Ini adalah kali pertama Tio mengangkat tubuh istrinya tersebut dalam keadaan panik dan takut dia takut dipersalahkan bukan takut kehilangan Yumita.


Tubuh kecil dan mungil tersebut begitu ringan Tio rasakan Tio hanya kasihan kepada Yumita masa mudanya akan sia-sia dengan pernikahan dini yang mereka lakukan karena paksaan orang tua Tio pikir Tio saat ini padahal itu juga kemauan Yumita sebenarnya yang Tio tidak ketahui sampai sekarang.


Perjalanan ke rumah sakit memakan waktu hampir 20 menit juga dari rumah Tio itu Namun karena kecepatan Tio membawa mobil sport barunya yang diberikan oleh giovano membuat mereka telah sampai di parkiran rumah sakit dan Tio dengan cepat menyuruh perawat untuk membawa Yumita ke ruangan gawat darurat agar ditangani oleh dokter ahli jantung.


Setelah itu Tio pun menelepon sekretarisnya yang ada di kantor memberitahukan bahwa dirinya lagi ini tidak bisa hadir dan tidak bisa mengikuti meeting karena keadaan yang darurat.


Dia berharap Yumita tidak sakit berkepanjangan agar dirinya tidak perlu menghubungi Soraya ataupun Derry atas penyakitnya Yumita ini karena bisa menimbulkan banyak pertanyaan nantinya yang akan sulit dia jawab jika Soraya dan Derrya yang menanyakan hal itu.


Karena pagi ini Soraya tidak ada kegiatan apapun Derry juga sudah berangkat ke kantor dia yang merasa bosan dan rindu terhadap adik perempuannya tersebut mencoba menghubungi Yumita kembali pagi ini karena dia pikir Yumita pasti juga akan bosan tinggal di rumah sendirian tanpa ada teman bicara.


Panggilan pertama sama sekali tidak ada jawaban panggilan itu masuk namun tidak ada yang mengangkat telepon tersebut karena ponsel Yumita tinggal di kamarnya.


Rafika mencoba menghubunginya berulang kali namun masih ada tidak jawaban saat ini pula Entah mengapa apa pikiran Soraya melayang mengingat adiknya dan dia merasa khawatir karena Yumita tidak mengangkat teleponnya berulang kali.


  " kemana Yumita ya pagi-pagi begini kok nggak angkat telepon aku?" tanya Soraya dalam hatinya.

__ADS_1


  


******


__ADS_2