90 DAYS

90 DAYS
ADA RAHASIA YANG DISEMBUNYIKAN TIO


__ADS_3

Semua keadaan begitu menegangkan, Soraya menunggu jawaban itu dari mulut adiknya. Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi kepada Yumita.


"Yumi, ayo jawab kakak dengan jujur," ucapnya.


"Iya kak, Yumita tidak bisa menolak keinginan tante Velli, dan tante Velli juga bilang, Yumita masih bisa kuliah sambil menikah," ucapnya yang membuat jantung Soraya melemah seketika.


"Yumi, apa kamu serius? Itu sangat tidak mudah," ucap Soraya dengan lemah dan wajah tanpa ekspresi.


Dia tahu, Tio mencintainya sejak lama. Dia juga tahu, hingga saat ini Tio bahkan masih ada rasa dengannya. Dia takut adiknya nanti tidak bahagia, lagipula umurnya begitu muda, perbedaan usia Tio dengan Yumita sangat jauh.


Tio saat ini memasuki usia 31 tahun, sedangkan Yumita memasuki usia 20 tahun. Sebelas tahun dalam perbedaan usia itu, hal apa yang akan terjadi nantinya di hubungan mereka berdua, Soraya takut sangat takut.


Namun mengapa Yumita menyetujui ini?


Dia juga masih tidak mengerti, apa mungkin Yumita mencintai Tio? Tidak, rasanya tidak mungkin. Yumita tertarik dengan yang jauh usianya dari dirinya itu.


Dan ketika ini berlangsung, semua orang yang di bawah hanya ada kesenyapan disana. Mendengar ucapan Yumita saat ini, Soraya mencoba bertanya lagi menyusuri ke dalam hati Yumita.


"Yumi, pernikahan itu sekali seumur hidup, kamu masih muda dan Tio pria matang yang baik, apa kamu bisa mengimbangi sikapnya nanti?" tanya Soraya lagi.


"Kak, kalau ini sudah menjadi takdirku, biarkan aku menjalaninya. Aku tidak ingin merepotkan kakak, dan aku juga tidak ingin menyusahkan kakak lagi, sudah cukup kakak banyak menderita. Dengan menikah ini aku bisa belajar tanggung jawab nantinya, kakak jangan khawatir itu," jelas Yumita yang mencoba memberikan Soraya agar mempercayai keputusannya ini.


"Baiklah kalau begitu, kakak merestui Mu. Ingat satu hal, jangan pernah kecewain kakak dalam hal apapun, jika kamu sedih lari kepada Tuhan, dan jika kamu ingin ada teman curhat, panggil kakak jangan kepada orang lain, satu lagi Yumi, jika kamu lelah jangan kamu mengeluh kepada mertuamu, keluh kesahmu simpan dan luahkan kepada yang kuasa," ucap Soraya memberikan nasehatnya yang begitu bijak.


"Iya kak terima kasih banyak," Mata Yumita berkaca-kaca dia pikir Soraya akan marah, namun tampaknya wanita ini sudah benar-benar dewasa dan bijaksana seperti orangtuanya.


"Yasudah, ayo kita turun. Kita sudah membuat keluarga ini menunggu," ucap Soraya lagi.


"Iya kak, ayo."


Mereka pun mulai berjalan perlahan saat ini. Saling beriringan, Soraya hanya bisa berdoa dalam hatinya sekarang ini, bahkan Soraya saat ini dia ingin menghapus segala keraguannya.

__ADS_1


Apakah Tio bisa menjaga adiknya dengan baik?


Diantara mereka tidak ada cinta, berdasarkan apa Tio ingin menikahi Yumita, itu masih belum terkuak dari mulut Yumita. Soraya hanya menyimpan penasaran itu di lubuk hatinya saja.


Begitu semua orang mendengar langkah kaki yang cukup kuat itu dari tangga. Mereka semua tidak sabar menunggu jawaban dari dua wanita ini.


Apalagi nyonya Veli, dia sangat menyukai Yumita, jadi wajar saja dia yang paling antusias dalam hal tunggu ini.


Yumita dan Soraya mulai bergabung lagi bersama mereka sekarang ini, dan saat ini mereka berdua dipersilahkan duduk kembali bersama keluarga itu.


"Yumita, apa kamu baik-baik saja nak?" tanya nyonya Veli kepadanya.


Tio hanya menundukkan wajahnya saja, dia sangat malu dengan Soraya. Dia takut Soraya menilainya lelaki yang bukan-bukan.


Dan saat ini juga, Soraya menyerahkan segala pembicaraan ini Yumita sendiri yang akan mengatakan hal ini kepada mereka sekarang.


"Yumita, bicaralah apa yang sudah kita putuskan tadi," ucap Soraya dengan bijaksana.


Yumita mengangguk, dia sangat berdebar sekarang. Bahkan melihat wajah Tio saja dia takut saat ini. Dia mencoba memperbaiki jantungnya yang membuat dia sulit bicara itu.


Tio langsung menatap Yumita  dengan tatapan terkejut. Bisa-bisanya dia akan menikahi gadis kecil sebentar lagi. Apa orang kata, dia pasti dibilang lelaki penuh gairah nantinya.


Nyonya Velli sangat senang, begitu juga ayah Tio juga ikut senang Tuan Frans dan Derry mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Minggu depan bukan waktu yang lama, sebentar lagi pernikahan mereka akan dimulai.


Satu sisi Tsania saat ini sulit untuk mempercayai, Tio juga akan menikah di waktu yang singkat ini. Siapa calon Tio?


Itu saja yang ada di kepalanya sekarang. Rasa penasaran yang cukup tinggi saat ini. Namun, dia sudah tidak ada hak apapun untuk mencari tahu.


Dan sekarang ini, Nyonya Velli langsung menghamburkan pelukannya kepada Yumita. Dalam hati Soraya dia sangat lega, karena Yumita mendapatkan ibu mertua yang benar-benar menyayanginya tanpa memilih Siapapun Yumita.


Dan saat ini juga, tampak wajah Yumita  memerah, saat Tio tak henti memandangnya dengan tatapan yang tajam dan dingin.

__ADS_1


Sikap Tio mulai tampak berubah, dia frustasi dengan pernikahan tiba-tiba ini. Dia tidak cinta, mengapa pernikahan ini dilangsungkan?


Semuanya karena kesalahan yang dia buat tidak sengaja, memang itu bukan salahnya. Namun hal itulah yang membuat dia terjebak dalam pernikahan itu sekarang.


Ketika keadaan gusar itu, tiba-tiba ponsel Tio berdering kuat saat ini. Dia pun keluar dengan cepat dari ruangan keluarga Derry  itu. Melihat hal ini Derry sedikit curiga dan merasa aneh.


Tio keluar, dia pun langsung menyambut panggilan tersebut sekarang tanpa menunggu waktu lama lagi.


Dia rasa diluar lebih aman saat ini, itulah mengapa dia pun dengan nada normal saja menjawab panggilan yang sudah terhubung itu.


"Hallo bos, sekarang pria ini sudah mendapatkan perawatan dan kami telah memberikannya makanan juga," ucap pria suruhan itu.


"Oke, kalau begitu jangan biarkan dia kabur, dan ingat satu hal jaga dia baik-baik," ucap Tio dengan nada perintah saat ini.


Dan setelah itu, Derry  yang sedari tadi telah mengejar Tio dengan perlahan, akhirnya dia pun mendengar apa yang dikatakan Tio di panggilan yang terhubung itu.


Dan kini, Tio pun menutup panggilan tersebut. Dia ingin melangkah masuk kedalam lagi, tapi di belakangnya ada Derry dengan wajah yang tanpa ekspresi menatapnya.


"Derry, kapan kau berdiri disini?" tanya Tio dengan wajah sedikit gugup.


"Tio, siapa  yang harus dijaga? Siapa tadi yang menghubungimu?" tanya Derry dengan penasaran nya.


"Oh, itu tadi orang yang jaga apartemenku, ya, aku ingin mereka menjaga apartemen milikku," ucap Tio dengan wajah yang gugup saat ini.


Derry menatapnya penuh sinis, dia tahu ada yang disembunyikan Tio darinya sekarang, dan saat ini Derry mulai membuka mulutnya lagi, wajah tanpa ekspresi itu membuat Tio tegang.


"Tio, katakan yang sebenarnya, aku tidak ingin kau menutupi sesuatu dariku," ucap Derry dingin.


"Der, sebenarnya.."


Terhenti disana ucapan Tio, ketika Soraya telah keluar menghampiri mereka saat ini.

__ADS_1


*****


?


__ADS_2