
Satu sisi lagi sekarang Neli yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah Nadim dan Nurdin itu saat ini dia tengah mencari kedua anak tersebut dia berdiri di depan pos security berlaga sedang membersihkan halaman sekolah itu.
"Kemana adik-adik Soraya ya, apa mereka hari ini belum masuk sekolah, kalau aku lihat di kantor jadwal anak sekolah sudah masuk hari ini tapi kenapa jam segini mereka belum kelihatan!" ucapnya.
"Apapun mereka enggak jadi daftar di sekolah ini?"
"Ah rasanya nggak mungkin aja, aku yakin mereka pasti datang sebentar lagi, sabar Fanni sabar, mereka pasti datang!" ucapnya pada dirinya sendiri.
Sedangkan satu sisi lagi Nadim dan Nurdin telah pun selesai sarapan, Soraya yang sedari tadi mengidam nasi goreng buatan suaminya dia pun sudah merasa kenyang dan entah mengapa setelah selesai makan kantuknya pula yang tiba.
"Sayang, apa kamu mau ikut nganter Nadim sama Nurdin?" tanya Derry.
"Sayang, aku merasa ngantuk, apa boleh kamu saja yang ngantar mereka?" tanyanya.
"Oh, ya sudah kamu tidur saja lagi naik ke atas biar aku aja yang ngantar mereka, mengantuk itu hal wajar untuk ibu hamil dan kamu memang harus banyak istirahat," ucap Derry.
"Iya sayang terima kasih banyak ya, Nurdin, Nadim, di kalian di sekolah harus baik-baik dan jangan berantem di sana."
"Iya kak."
serentak mereka menjawab nasihat dari kakaknya itu mereka berdua pun tak lupa mencium tangan kakak pertama itu dan mereka segera berjalan menuju parkiran dimana mobil dapat terparkir di halaman rumah mewah tersebut.
Derry memperlakukan adik-adik Soraya ini seperti adik kandungnya sendiri dia tidak menyangka memiliki keluarga yang besar seperti ini karena hidupnya biasanya selalu tunggal menikahi Soraya membuatnya memiliki banyak adik-adik.
"Bang Derry, apa Bang Derry hari ini nggak berangkat ke kantor?" tanya Nurdin saat ini karena dia duduk disebelah Derry.
"Hari ini Abang nggak pergi ke kantor, karena abang mau jagain kakak kamu, sepertinya dia akhir-akhir ini sudah mulai mengidam yang aneh-aneh jadi kalau abang nggak di sampingnya takutnya apa yang dia inginkan tidak terpenuhi!"
"Alhamdulillah, kak Soraya benar-benar beruntung dapat suami seperti Bang Derry ternyata Bang Derry benar-benar baik bukan sama kak Soraya saja namun sama adik-adiknya juga penuh kasih sayang."
"Nurdin, ini sudah kewajiban Abang sebagai suami kak Soraya karena kan kak Soraya itu anak pertama dan Abang sebagai suaminya bertanggung jawab penuh dengan KK Soraya dan kalian juga!"
Hari pertama masuk sekolah itu begitu hangat, Derry sebagai Abang ipar mereka mengantarkan adik-adik Soraya tersebut sampai ke depan pintu gerbang sekolah itu.
__ADS_1
Saat ini ini Fanni yang sedari tadi di sekolah membersihkan sampah-sampah di gerbang sekolah tersebut dia masih belum beranjak sampai dia melihat adik-adik Soraya benar-benar datang ke sekolah ini.
"Mobil itu, Iya itu mobil Derry!"
Fanni tak sengaja melihat mobil Derry yang sudah berhenti tepat di gerbang itu, dia pun mulai mendekati mobil tersebut dan saat ini dia melihat kedua anak laki-laki itu turun dari mobil Derry dan benar saja dia sangat mengenali adik-adik Soraya tersebut
daerah yang melakukan penyamaran di area wajahnya itu dan rambutnya tersebut yang telah digunting pendek, saat ini Derry yang melihatnya hanya tersenyum menganggap itu adalah petugas kebersihan biasa sedangkan Fanni yang tersenyum kepada Derry berbicara dalam hatinya karena dia sedang menyimpan dendam yang besar.
"Lihat saja kamu Derry, bukan hanya kau dan Soraya kedua anak laki-laki ini juga akan aku hancurkan! Aku akan balas dendam kepada keluarga Imbran!
setelah mereka berpamitan dengan Derry, Derry pun meninggalkan mereka di depan gerbang itu saat ini mereka siswa pindahan baru masih bingung Di mana kelas mereka terletak.
Walaupun sebelum ini mereka sudah datang bersama Soraya untuk mendaftar di sekolah ini namun karena sedikit canggung baru pertama masuk sekolah di tempat sekolah yang mewah ini mereka pun sedikit malu-malu untuk mencari kelas mereka.
"Hei kenapa wajah kalian tampak bingung?" tanya Fanni.
"Maaf Bu, kami disini anak baru dan kami belum mengenal benar lokasi sekolah ini lagipula sekolah ini begitu besar," ucap Nurdin dengan sopannya.
"Bu, apa ibu bisa menolong kami untuk menunjukkan Di mana kelas 12 a dan kelas 7A?" tanya Nurdin lagi.
"Iya Boleh, Saya akan mengantar kalian ke kelas 12 a dan ke kelas 7A, Ayo ikut saya."
Mereka berdua pun mengikuti Fanni saat ini tampaknya mereka berdua tidak mengenali Fanni sama sekali karena penyamaran di wajah nilai itu benar-benar sulit untuk dikenali.
Fanni pun mengantarkan mereka ke ruangan mereka masing-masing hari pertama ini Fanni ingin membuat mereka mempercayai dirin ya dan di hari kemudian nila akan meluncurkan rencana jahatnya.
"Ini kelas 7A, kamu silahkan masuk kesana," ucapnya.
"Dan kamu kelas 12 A, Ayo ikuti saya lagi," ucap Neli.
__ADS_1
Nurdin yang saat ini sudah memasuki kelas 3 sekolah menengah atas itu akhirnya sudah sampai tepat di depan kelasnya, anak murid yang lain tanpa memandangi Nurdin yang baru saja masuk ke dalam kelas tersebut.
Dia pun sedikit canggung karena wajah siswa dan siswi di dalam kelas itu tampak sedikit sombong wajar saja mereka adalah anak-anak orang kaya dan mereka juga siswa dan siswi lama di sekolah itu sedangkan dirinya adalah anak baru.
Ada salah seorang siswi menghampiri Nurdin saat ini, dia menawarkan tempat duduk di sebelahnya, Nurdin pun dengan senang hati mengikuti ajakan wanita itu.
"Hai kenalin aku Vita, kamu anak baru masuk di sini ya Nama kamu siapa?"
baru saja siswi yang bernama Vita itu ingin berkenalan dengan Nurdin, namun tiba-tiba seorang guru pria masuk ke dalam kelas itu, dan ketika guru itu masuk semua siswi yang tadinya sedang ribut di dalam kelas diam seketika dan guru yang tampak tidak mengenali Nurdin itu Kau manggil Nurdin ke depan..
"Kamu anak baru sini silakan ke depan!" ucap guru lelaki itu.
"Sekarang kamu harus perkenalkan nama kamu kepada teman-teman baru kamu," ucapnya.
"Baik pak, " jawab Nurdin.
Entah mengapa para siswa yang tadi bising mereka menjadi diam tampak seolah guru ini adalah guru yang ditakuti oleh mereka semua.
"Perkenalkan, nama saya Nurdin saya siswa pindahan dari kota P," ucapnya.
"Yaelah ternyata anak kampung!" ucap salah seorang pria yang sedari tadi menunjukkan wajahnya tidak menyukai ketika Nurdin masuk ke dalam kelas ini.
"Adrian! Tutup mulutmu!" ucap Guru itu.
Ketika guru itu membentak siswa yang tampak tidak menyukai Nurdin itu, sontak saja siswa yang bernama Ardian tersebut dia pun terdiam dan menundukkan pandangannya saat ini.
"Nurdin, kalau ada siapapun yang mengganggu kamu di sini kamu jangan pernah takut untuk melaporkannya kepada saya ataupun kepada guru lain itu adalah hak kamu sebagai siswa di sini, ingat jangan pernah takut melawan kejahatan!"
"Baik pak," jawabnya.
"Ya sudah kamu silakan duduk," ucapnya.
__ADS_1
*****