90 DAYS

90 DAYS
DERRY DI USIR


__ADS_3

Soraya masih belum sadarkan diri lagi, Derry  pula sudah memberitahukan perihal bagaimana hal yang sebenarnya. Dengan bersumpah diatas Alquran.


Yumita ingin Derry  bersumpah di atas Alqur'an, dan Derry  pun sudah melakukannya. Memang, ini tampak kuno, namun bagi Yumita ini adalah hal yang sakral, dan hanya ini yang bisa membuat Yumita  mempercayai Derry dan menerima Derry  untuk masuk di keluarganya.


Awalnya adik ketiga sudah menghentikan tindakan kakak nomor duanya itu, namun karena Yumita tetap menginginkan hal tersebut, dan Derry  tidak takut akan hal itu, dia pun melaksanakan apa yang diinginkan Yumita  saat itu juga.


Kamar masih terkunci, Soraya masih belum sadarkan diri, dan Yumita terdiam dengan apa yang dikatakan Derry saat ini. Entah dia terima atau tidak, Yumita tampak berpikir.


"Ceraikan kakakku!!" bentak Yumita yang diam tiba-tiba angkat bicara.


"Aku sudah bersumpah, dan kau masih menyuruhku menceraikan kakakmu??" tanya Derry  penasaran dan sekaligus tidak terima.


"Bukan sumpahmu, tapi tentang kau ingin menduakan kakakku!!" geram Yumita  menahan gejolak amarah yang masih ditahan.


Derry  dengan beraninya mengatakan, kalau dua hari lagi dia akan menikah dengan seorang gadis yang sejak kecil bersahabat dengannya, Derry  menjelaskan segala rinci mengenai tentang bagaimana mereka bisa menikah dan perjanjian itu telah dibuat.


Namun bagaimanapun, Yumita  tetap teguh tidak ingin kakaknya diduakan, kalaupun apa Derry  harus memilih salah satu di antara keduanya, ceraikan Soraya  atau tinggalkan Fanni.


Ya! Derry  juga sudah menceritakan tentang Fanni  kepada ketiga adik Soraya  tersebut. Kedua adik lelaki itu tampak memahami Derry, namun mereka juga tidak terima jika Derry  ingin menduakan kakak mereka.


"Bang Derry! kami menerima bang Derry  sebagai abang ipar. Namun, kami tidak menerima kakak kami untuk dimadu," ucap adik kedua dengan sopan dan tegasnya.


"Benar, kami setuju dengan ucapan adik kedua!!" pungkas Yumita kembali.


Derry terdiam saat ini, antara bingung dan stres terlihat di raut wajahnya saat ini. Dia bahkan disidang oleh ketiga adik Soraya  tersebut, ya walaupun hanya sekedar sidang keluarga.


Namun, ini adalah pilihan berat yang dilakukan Derry  dalam seumur hidupnya. Bahkan baru kali ini, dia dihadapkan oleh pilihan, biasanya dia yang egois dan memiliki segalanya itu tidak perlu memilih, apapun yang dia tunjuk akan menjadi miliknya.

__ADS_1


Ya! setiap orang memiliki hak masing-masing. Dan ini adalah hak mereka bertiga sebagai adik yang baik untuk kakaknya. Mereka berhak memilihkan abang ipar untuk kakak sulung mereka agar bahagia.


"Ayo bicaralah bang, putuskan segera! kami tidak ingin masalah ini berlanjut!" kembali adik kedua Soraya angkat bicara dengan tegasnya.


Walau dia masih memasuki kelas tiga sekolah menengah atas, namun kedewasaannya tidak diragukan lagi. Dia di sekolah memang terkenal dengan sikapnya yang baik dan sopan, bahkan dia telah diangkat menjadi ketua organisasi di sekolahnya.


"Adik-adik semua, maaf kan abang. Namun, jika memang kalian harus menyuruh abang memilih...baiklah! tujuh hari kedepan tepat 90 hari, perjanjian itu berakhir, dan abang akan menceraikan kakak kalian," jawab Derry  dengan berat hati.


"Pergi kau sekarang!!" teriak Yumita  kembali.


Yumita tampak marah sekali terhadap Derry  yang memutuskan untuk memilih Fanni, dan dia memang benar-benar ingin menceraikan Soraya setelah 90 hari berakhir nanti.


Karena jawaban Derry  tersebut, adik kedua dan ketiga tampak kecewa, namun ini lah jawaban dan keputusan yang sudah diambil oleh Derry  tersebut.


"Kenapa harus tunggu 90 hari?? kalian menikah hanya sebatas agama, bukan negara!!" teriak Yumita kembali.


"Tidak bisa! lelaki ini sudah membuat kakak kita hancur! dan orang tua kita meninggal!!" teriak Yumita  dan dia menangis histeris.


"Bang, kumohon dengan segala hormat, pulang lah dulu, dan memang abang ingin menceraikan kakak kami, maka datanglah seminggu lagi. Aku sebagai lelaki tertua dirumah ini, meminta maaf atas sikap kakakku dan sikap kami."


Walau raut wajah itu kecewa, namun Nurdin tetap berlaku sopan. Derry  mulai mengerti ucapan adik kedua  Soraya tersebut, bahkan dia yang sudah dewasa saja, kemungkinan tidak bisa menahan amarahnya seperti yang dilakukan oleh adik kedua saat ini.


Kagum Derry  akan sikap bijaksana yang dimiliki oleh adik Soraya yang kedua ini. Andaikan pernikahan ini bukan pernikahan di atas kontrak, pastilah mereka semua akan bahagia, pikir Derry  jauh melayang saat ini.


Derry  hanya berpamitan kepada adik kedua dan ketiga, dengan Yumita  bahkan gadis itu tidak ingin melihat wajah Derry  saat ini. Derry  pun belum tahu, akan kemana nantinya.


Ingin pulang, namun bingung karena urusan apapun belum terselesaikan disini. Jika tidak pulang, bisa saja besok Fanni  akan mengamuk dan mengadukan hal ini kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


Jika sudah menghadap kemarahan kedua orang tuanya tersebut, entahlah bisa saja Derry  akan menjadi gembel di jalanan. Karena, seumur hidupnya Derry  tidak pernah melihat amarah kedua orang tuanya terhadap dirinya itu.


Namun, ini diluar batasan menurut Derry. Kedua orang tuanya itu orang-orang yang berpendidikan tinggi dan terkenal di negeri ini. Jika aib ini sampai terbongkar ke khalayak ramai, pastilah akan membuat malu keluarga, dan bisa saja kedua orang tua Derry  akan marah besar.


Kemarahan itu tidak bisa dibayangkan oleh Derry  saat ini. Dia pun memutuskan untuk pulang, dan Derry  tidak jadi untuk membooking hotel di kota Palembang tersebut.


Baru saja sampai, sudah harus pulang lagi, pikir Derry. Soraya pula masih belum sadarkan diri, Derry  tampak memikirkan Soraya  di setiap perjalanannya.


"Apa aku mencintainya??"


"Sial!! dia bahkan tampak memiliki sihir yang kuat!!"


"Stop Soraya! Stop!!" bentak Derry  kepada dirinya sendiri, dan dia menjambaki rambutnya.


Derry  tampak seperti orang stres, dia berbicara sendiri, hingga supir taksi yang membawanya bergidik merinding, sesekali supir itu melirik ke arah Derry.


Dalam hati supir tersebut, wajah tampan dan tampak seperti orang kaya, namun kok bisa stres, ucap supir dalam hatinya.


Derry  meminta sang supir taksi itu mengantarkan dia ke bandara saat ini. Dia akan pulang, dan besok dia akan melaksanakan pernikahannya dengan Fanni.


Seminggu lagi berakhir kontrak 90 hari, namun dilema dalam hati tidak pernah berakhir sampai saat ini. Pusing memikirkan semuanya, dia tampak sendiri menahan beban, Tio pula sudah dia musuhi saat ini, bahkan keberadaan Tio  dia tidak tahu.


Kalau dulu dia galau, Tio adalah saudara sekaligus teman curhat yang bisa diajak bicara dan berbagi keluh kesah, namun karena mulutnya tersebut bahkan Tio sudah hengkang dari kehidupannya sekarang.


Sampai di bandara, dia melangkah untuk membeli tiket, namun rasa malas dan bingung menyertainya sekarang.


"Mau kemana aku??" tanya Derry  dalam hati.

__ADS_1


*****


__ADS_2