
Soraya masih belum sadarkan diri lagi, Derry pula sudah memberitahukan perihal bagaimana hal yang sebenarnya. Dengan bersumpah diatas Alquran.
Yumita ingin Derry bersumpah di atas Alqur'an, dan Derry pun sudah melakukannya. Memang, ini tampak kuno, namun bagi Yumita ini adalah hal yang sakral, dan hanya ini yang bisa membuat Yumita mempercayai Derry dan menerima Derry untuk masuk di keluarganya.
Awalnya adik ketiga sudah menghentikan tindakan kakak nomor duanya itu, namun karena Yumita tetap menginginkan hal tersebut, dan Derry tidak takut akan hal itu, dia pun melaksanakan apa yang diinginkan Yumita saat itu juga.
Kamar masih terkunci, Soraya masih belum sadarkan diri, dan Yumita terdiam dengan apa yang dikatakan Derry saat ini. Entah dia terima atau tidak, Yumita tampak berpikir.
"Ceraikan kakakku!!" bentak Yumita yang diam tiba-tiba angkat bicara.
"Aku sudah bersumpah, dan kau masih menyuruhku menceraikan kakakmu??" tanya Derry penasaran dan sekaligus tidak terima.
"Bukan sumpahmu, tapi tentang kau ingin menduakan kakakku!!" geram Yumita menahan gejolak amarah yang masih ditahan.
Derry dengan beraninya mengatakan, kalau dua hari lagi dia akan menikah dengan seorang gadis yang sejak kecil bersahabat dengannya, Derry menjelaskan segala rinci mengenai tentang bagaimana mereka bisa menikah dan perjanjian itu telah dibuat.
Namun bagaimanapun, Yumita tetap teguh tidak ingin kakaknya diduakan, kalaupun apa Derry harus memilih salah satu di antara keduanya, ceraikan Soraya atau tinggalkan Fanni.
Ya! Derry juga sudah menceritakan tentang Fanni kepada ketiga adik Soraya tersebut. Kedua adik lelaki itu tampak memahami Derry, namun mereka juga tidak terima jika Derry ingin menduakan kakak mereka.
"Bang Derry! kami menerima bang Derry sebagai abang ipar. Namun, kami tidak menerima kakak kami untuk dimadu," ucap adik kedua dengan sopan dan tegasnya.
"Benar, kami setuju dengan ucapan adik kedua!!" pungkas Yumita kembali.
Derry terdiam saat ini, antara bingung dan stres terlihat di raut wajahnya saat ini. Dia bahkan disidang oleh ketiga adik Soraya tersebut, ya walaupun hanya sekedar sidang keluarga.
Namun, ini adalah pilihan berat yang dilakukan Derry dalam seumur hidupnya. Bahkan baru kali ini, dia dihadapkan oleh pilihan, biasanya dia yang egois dan memiliki segalanya itu tidak perlu memilih, apapun yang dia tunjuk akan menjadi miliknya.
__ADS_1
Ya! setiap orang memiliki hak masing-masing. Dan ini adalah hak mereka bertiga sebagai adik yang baik untuk kakaknya. Mereka berhak memilihkan abang ipar untuk kakak sulung mereka agar bahagia.
"Ayo bicaralah bang, putuskan segera! kami tidak ingin masalah ini berlanjut!" kembali adik kedua Soraya angkat bicara dengan tegasnya.
Walau dia masih memasuki kelas tiga sekolah menengah atas, namun kedewasaannya tidak diragukan lagi. Dia di sekolah memang terkenal dengan sikapnya yang baik dan sopan, bahkan dia telah diangkat menjadi ketua organisasi di sekolahnya.
"Adik-adik semua, maaf kan abang. Namun, jika memang kalian harus menyuruh abang memilih...baiklah! tujuh hari kedepan tepat 90 hari, perjanjian itu berakhir, dan abang akan menceraikan kakak kalian," jawab Derry dengan berat hati.
"Pergi kau sekarang!!" teriak Yumita kembali.
Yumita tampak marah sekali terhadap Derry yang memutuskan untuk memilih Fanni, dan dia memang benar-benar ingin menceraikan Soraya setelah 90 hari berakhir nanti.
Karena jawaban Derry tersebut, adik kedua dan ketiga tampak kecewa, namun ini lah jawaban dan keputusan yang sudah diambil oleh Derry tersebut.
"Kenapa harus tunggu 90 hari?? kalian menikah hanya sebatas agama, bukan negara!!" teriak Yumita kembali.
"Tidak bisa! lelaki ini sudah membuat kakak kita hancur! dan orang tua kita meninggal!!" teriak Yumita dan dia menangis histeris.
"Bang, kumohon dengan segala hormat, pulang lah dulu, dan memang abang ingin menceraikan kakak kami, maka datanglah seminggu lagi. Aku sebagai lelaki tertua dirumah ini, meminta maaf atas sikap kakakku dan sikap kami."
Walau raut wajah itu kecewa, namun Nurdin tetap berlaku sopan. Derry mulai mengerti ucapan adik kedua Soraya tersebut, bahkan dia yang sudah dewasa saja, kemungkinan tidak bisa menahan amarahnya seperti yang dilakukan oleh adik kedua saat ini.
Kagum Derry akan sikap bijaksana yang dimiliki oleh adik Soraya yang kedua ini. Andaikan pernikahan ini bukan pernikahan di atas kontrak, pastilah mereka semua akan bahagia, pikir Derry jauh melayang saat ini.
Derry hanya berpamitan kepada adik kedua dan ketiga, dengan Yumita bahkan gadis itu tidak ingin melihat wajah Derry saat ini. Derry pun belum tahu, akan kemana nantinya.
Ingin pulang, namun bingung karena urusan apapun belum terselesaikan disini. Jika tidak pulang, bisa saja besok Fanni akan mengamuk dan mengadukan hal ini kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Jika sudah menghadap kemarahan kedua orang tuanya tersebut, entahlah bisa saja Derry akan menjadi gembel di jalanan. Karena, seumur hidupnya Derry tidak pernah melihat amarah kedua orang tuanya terhadap dirinya itu.
Namun, ini diluar batasan menurut Derry. Kedua orang tuanya itu orang-orang yang berpendidikan tinggi dan terkenal di negeri ini. Jika aib ini sampai terbongkar ke khalayak ramai, pastilah akan membuat malu keluarga, dan bisa saja kedua orang tua Derry akan marah besar.
Kemarahan itu tidak bisa dibayangkan oleh Derry saat ini. Dia pun memutuskan untuk pulang, dan Derry tidak jadi untuk membooking hotel di kota Palembang tersebut.
Baru saja sampai, sudah harus pulang lagi, pikir Derry. Soraya pula masih belum sadarkan diri, Derry tampak memikirkan Soraya di setiap perjalanannya.
"Apa aku mencintainya??"
"Sial!! dia bahkan tampak memiliki sihir yang kuat!!"
"Stop Soraya! Stop!!" bentak Derry kepada dirinya sendiri, dan dia menjambaki rambutnya.
Derry tampak seperti orang stres, dia berbicara sendiri, hingga supir taksi yang membawanya bergidik merinding, sesekali supir itu melirik ke arah Derry.
Dalam hati supir tersebut, wajah tampan dan tampak seperti orang kaya, namun kok bisa stres, ucap supir dalam hatinya.
Derry meminta sang supir taksi itu mengantarkan dia ke bandara saat ini. Dia akan pulang, dan besok dia akan melaksanakan pernikahannya dengan Fanni.
Seminggu lagi berakhir kontrak 90 hari, namun dilema dalam hati tidak pernah berakhir sampai saat ini. Pusing memikirkan semuanya, dia tampak sendiri menahan beban, Tio pula sudah dia musuhi saat ini, bahkan keberadaan Tio dia tidak tahu.
Kalau dulu dia galau, Tio adalah saudara sekaligus teman curhat yang bisa diajak bicara dan berbagi keluh kesah, namun karena mulutnya tersebut bahkan Tio sudah hengkang dari kehidupannya sekarang.
Sampai di bandara, dia melangkah untuk membeli tiket, namun rasa malas dan bingung menyertainya sekarang.
"Mau kemana aku??" tanya Derry dalam hati.
__ADS_1
*****