
"Apa? Fanni akan datang, kapan Derry?" tanya Tio begitu antusiasnya.
"Dia akan sampai kesini satu jam setengah di kota Jakarta, dan aku sudah memesankan tiketnya," ucap Derry lagi.
"Bagaimana bisa dia mempercayaimu dengan semudah itu Derr?" tanya Tio yang penuh semangat.
"Hari ini Papa Fanni juga berada di rumah sakit yang sama dengan Papaku, dan aku tidak sengaja mendapatkan informasi yang bagus ini," jelas Derry kepada Tio.
"Derry, baiklah kita harus dengan cepat membuat perangkap kita tidak diketahui Fanni, tentang hal ini nanti kita bicarakan, kumohon jika sudah ada kabar dari dokter mengenai kesehatan Om Frans. Kamu harus cepat memindahkannya keruangan yang jauh dengan ruangan Papa Fanni tersebut, sehingga nanti para keluarga yang akan datang menjenguk Om Frans tidak akan merusak rencana kita ini," jelas Tio kembali.
"Iya Tio, kau benar ayo cepat kerahkan orang-orang suruhan untuk berjaga di rumah sakit sini, dan ingat jangan tampak membuat siapapun mencurigai orang suruhan kita,," jelas Derry kembali.
"Kau tenang saja, saat ini aku bersama Rendra di kantor, kami baru saja membicarakan hal itu, dari mana kau mendapatkan ide jitu ini Derry?" tanya Tio yang tampak senang.
"Istriku Tio, dia sangat pandai dan ini berkatnya," ucap Derry yang saat ini memeluk istrinya.
"Oh, yasudah kalau begitu, aku tutup dulu panggilan ini, aku dan Rendra akan mengurus semuanya sekarang," jelas Tio kembali.
Panggilan itu pun sudah berakhir, Derry dan Soraya segera menuju ruangan papanya itu. Karena mereka sudah lebih lama menunggu tentang kesehatan Tuan Frans tersebut, akhirnya dokter yang memeriksa papa Derry itu sudah pun keluar dari ruangan tersebut.
"Pak Derry, ada kabar gembira saat ini," jelas dokter tersebut.
"Apa itu dok?" tanya Derry tidak sabar.
"Kondisi Tuan Frans cukup baik dan stabil, dia hanya mengalami tensi naik yang cukup drastis pagi tadi, itu lah mengapa membuat dia tumbang dan sekarang tensinya normal, dia bahkan sudah sadarkan diri," jelas Dokter itu kembali.
"Baiklah dok, saya ingin papa saya dipindahkan ke lantai bawah saja, sekarang!" ucap Derry terburu-buru.
"Oh, kenapa anda begitu terburu-buru Pak Derry?" tanya Dokter itu.
"Iya dok, saya tidak ingin para penjenguk kesusahan untuk menjenguk papa saya kalau di ruangan atas ini," jelas Derry lagi.
"Oh baiklah, nanti saya akan suruh para suster memindahkannya sekarang," jelasnya.
Dokter itu pun langsung memerintahkan para suster tersebut, kemudian dengan cepat Tuan Frans melihat Derry dan Soraya yang tersenyum lebar itu kepadanya.
"Derr, papa mau dipindahkan kemana?" tanya Tuan Frans saat ini.
__ADS_1
"Papa akan dipindahkan ke lantai bawah saja, nanti Derry akan memberikan kabar gembira," ucap Derry lagi yang tidak sabar ingin menceritakan hal ini kepada papanya.
Tio yang sedari tadi sudah pun menghubungi orang tuanya, dan memberitahukan bahwa Omnya itu sedang mengalami sakit, mereka pun saat ini sudah sampai di depan parkiran rumah sakit.
Dengan segera mereka masuk kedalam, namun baru saja ingin menaiki tangga, mereka berdua melihat belakang Derry dan Soraya dari kejauhan.
"Ayah, itu kayak Derry dan Soraya deh," ucap Nyonya Velli saat ini.
"Sepertinya iya Bu, yasudah ayo kita panggil saja mereka," ucap Ayah Tio itu.
"Derry! Soraya!" teriak mereka sedikit kuat.
"Om, Tante," ucap Derry saat ini.
"Bang Frans, kenapa ini bisa terjadi?" tanya mereka yang saat ini tertuju kepada Tuan Frans.
"Sudah, kalian jangan khawatir, aku hanya mengalami tensi buruk saja pagi tadi," ucapnya.
"Derr, mau dipindahkan kemana papamu ini?" tanya Nyonya Veli lagi.
"Derr, kamu buat penasaran saja," mereka.
Sedangkan satu sisi saat ini, Fanni pula sudah sampai di bandara kota Surabaya itu. Dan tidak menunggu lama, Derry yang memesankan tiketnya tersebut, pesawatnya akan segera berangkat lima menit lagi, dia pun tidak perlu menunggu di ruangan tunggu, dia sudah berada dalam pesawat itu sekarang.
Satu sisi juga saat ini, Meri telah pun sampai di kampung yang ada di kota Bandung. Dia kesana naik pesawat juga, tabungannya cukup banyak saat ini, itu adalah hasil menjual aset dari barang-barang yang iya sering curi dari rumah Fanni tersebut.
Dia bahkan sekarang ini merasa ketukan, dan saat ini juga Meri berencana pindah kota dengan cepat. Padahal rumahnya sedang dalam masa renovasi sekarang ini.
Di Dalam pesawat itu, Fanni penuh kebencian kepada Meri, dia tidak akan membiarkan Meri begitu saja pergi kalau sampai terjadi apa-apa dengan papanya itu.
Kematian Mamanya sudah pun dia ketahui, kalau Meri juga dalang dibalik ini semua. Dia sangat yakin akan hal itu, mamanya mati karena keracunan, dan itu ulah perbuatan Meri.
Karena dendam itu sudah hampir meledak, dan saat ini pula Fanni merasa mendapatkan dukungan penuh dari Derry.
Tidak mungkin Derry berbohong, pikir Fanni. Karena jika Derry berbohong tidak mungkin Derry tahu segalanya mengenai rumahnya yang telah dia jual tersebut.
Dan dia mempercayai ucapan Derry yang mengatakan kalau pagi ini Derry ke rumahnya tersebut. Itulah mengapa Fanni tidak menaruh curiga apapun kepada Derry.
__ADS_1
Fanni bukan tidak tahu, kalau saat ini mama Derry meninggal dunia. Karena memang beritanya juga sama-sama Viral saat videonya yang tersebar itu viral juga.
Sedangkan satu sisi mantan istri dari Tuan Osman telah memperketat pengawasan dari pabrik dan tanah itu, bahkan mereka juga menyewa aparat untuk menjaga disana.
Pengacara yang sudah siap untuk naik ke pengadilan dua Minggu lagi nanti, sudah tidak sabar memenangkan kasus ini, karena memang Tuan Osman sekarang berada dengan Tio, hanya tinggal menunggu Fanni saja.
Bagaimanapun, tanah itu adalah hak dari mama Derry, karena tanah itulah mamanya telah meninggal dunia, jadi bagaimanapun mereka harus bisa merebutnya kembali.
Memang aset mereka masih banyak lagi yang tak terhitung, hanya saja Derry tidak ingin melepaskan para penjahat yang membuat kematian Mamanya itu hilang begitu mudahnya, tanpa mendapatkan hukuman yang setimpal.
Jika diikutkan geram, dia sangat geram dan marah kepada Fanni, caranya membujuk dengan suara lembut tadi ingin rasanya dia memukul mulutnya sendiri, karena Derry sangat menaruh dendam saat ini.
Tuan Frans pun sudah berada di ruangan bawah yang letaknya cukup berada diujung sekarang ini, dan mereka semua menantikan apa yang akan Derry katakan sekarang kepada mereka.
"Derr, ada apa sebenarnya nak?" tanya Tuan Frans penasaran sekali terlihat dari raut wajahnya itu.
"Pa, Derry memindahkan Papa keruangan jauh ini, karena ingin membuat perangkap untuk Fanni, dia sebentar lagi akan datang ke rumah sakit ini juga Pa," ucap Derry menjelaskan.
"Apa? Wanita itu akan datang? Papa akan menghabisinya?" ucap Tuan Frans penuh kemarahan.
"Tenang Pa, Derry dan yang lainnya sudah mengatasi ini, jadi papa yang tenang saja, jangan membuat tensi papa naik lagi, Derry mau papa sehat, dan kita jalani kehidupan baik ini lagi," jelas Derry.
"Iya Bang, apa yang dikatakan Derry itu benar, biarkan anak-anak yang mengurusnya, wanita itu pasti akan tertangkap nantinya," ucap Nyonya Veli lagi.
"Derr, bagaimana bisa kamu yakin dia akan datang?" tanya ayah Tio sekarang.
"Om, aku sendiri yang memesankan tiket untuknya datang kesini," jelas Derry.
"Ha? Dia mempercayaimu begitu saja?" Tampak tidak yakin dan percaya dengan ucapan Derry itu.
"Tidak begitu saja Om, namun yang jelas saat ini dia datang untuk menemui Papanya yang berada dirumah sakit ini juga," jelas Derry kembali membuat mereka semua terkejut kecuali Soraya yang memang sudah tahu.
"Maksudmu apa Derr? Ngapain papa dipindahin disini juga?" tanya Tuan Frans yang penasaran.
"Pa, Derry memindahkan papa kesini, karena papa Fanni ada di ruangan atas, yang tidak jauh dari ruangan papa tersebut, pagi tadi kami berdua tak sengaja melihat itu, dan ada berita yang lebih mengejutkan lagi mengenai keluarga Fanni saat ini Pa," jelas Derry kembali.
****
__ADS_1