90 DAYS

90 DAYS
KEMARAHAN OSMAN


__ADS_3

Prak...


"Sial!!" umpat Tuan Osman tersebut.


Berdarah mulut Tuan Osman karena pukulan dari lelaki yang mengenal baik Tsania tersebut. Dia adalah investor muda yang bergabung di perusahaan keluarga Derry  tersebut.


Tsania sudah bertingkah aneh, tampaknya obat itu sudah bekerja. Kedua bodyguard Tuan Osman ingin memukulnya, namun ada beberapa orang yang melerainya.


Sekarang Tsania berada di tangan Tuan Rendra. Investor muda yang bekerjasama dengan perusahaan Derry, dia mengenal Tio dan juga Tsania dengan baik.


Rendra yang baru saja muncul kembali, karena dia baru pulang dari negara Timur tengah untuk meeting sahamnya di sana.


Lelaki muda kaya raya satu ini, hanya menjadi penanam saham saja, itu pun sudah membuat pundi-pundi kekayaannya semakin bertambah.


Sempat mengincar Soraya, namun tampaknya wanita itu tidak ada rasa sama sekali. Bertemu dengan Soraya  sudah sering sekali waktu itu.


Dan pertemuan terakhir mereka ketika mereka melakukan meeting di outdoor, itu pun bersama Tio dan Tuan Frans.


Kalau dengan Tsania dia sudah cukup mengenal baik wanita ini, karena Tsania sekretaris yang juga bekerja dengan Derry. Tsania dan Soraya  dua wanita yang baik baik dan punya prestasi yang menjulang untuk perusahaan pengolahan tanah tersebut.


Rendra membawa Tsania masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan anak buah Rendra  mencoba membereskan masalah yang baru saja terjadi dengan Tuan Osman tersebut.


Mereka berdua tidak pernah saling kenal. Tuan Osman yang menjadi penyewa dari salah satu milik perusahaan keluarga Derry  tersebut, sedangkan Tuan Rendra  adalah penanam modal untuk penimbunan jalan tanah tersebut.


Memang tidak akan saling kenal, meeting pun tidak akan pernah berjumpa, antara customer dengan Investor. Tsania masih saja berlaku aneh, hampir dia membuka pakaiannya di dalam mobil tersebut, Tuan Rendra  mencoba menahannya.


Tuan Rendra  berada di clab malam itu hanya untuk membuang suntuknya saja. Berkumpul dengan relasi sesama investor di sana. Orang tua Tuan Rendra  sudah tiada, pria single sebaya dengan Derry  itu masih juga belum menemukan tambatan hatinya.


Tsania dibawa ke villanya yang berada di pantai Utara. Di sana tampak lebih aman, pikir Tuan Rendra. Biarlah nanti Tsania dikurungnya terlebih dahulu, sampai pengaruh obat itu berakhir, pikir Tuan Rendra  lagi.


Mobil terus saja melaju kencang saat ini. Tuan Osman pula tampak tidak terima dengan perlakuan orang yang tidak dikenalnya masuk campur urusannya tersebut.

__ADS_1


Jika memang Tuan Osman membawa seorang wanita yang tidak dikenali Tuan Rendra, rasanya tidak begitu masalah. Namun tidak dengan situasi saat ini, Tuan Rendra  mengenal baik seorang sekretaris tersebut.


"Auh.. ayolah!!" bentak Tsania sambil menarik kerah baju Tuan Rendra.


Pengaruh obat perangsang itu membuat Tsania tidak berpikir jernih. Bahkan dia pun tidak ada malu sama sekali saat ini, bagaimana jika nanti Tsania sadar dari pengaruh obat tersebut, apa yang dia akan lakukan, pikir Tuan Rendra  lagi.


Sampai di Villa, Tuan Rendra  memapahnya ke lantai atas. Namun Tsania tampak meraba tubuh Tuan Rendra. Bahkan dia yang digendong tersebut tiba-tiba menggigit leher Tuan Rendra  dengan lihainya.


"Auh.." terkejut dan terpekik Tuan Rendra  saat itu.


Tubuh Tsania terjatuh di kasur empuk milik Tuan Rendra  tersebut. Tuan Rendra  merasa merinding saat ini, dan dia rasa ada sesuatu yang terpanggil dari gigitan yang tidak memberikan aba-aba tersebut.


"Ah... sayang, kau ingin kemana??" tanya Tsania dengan matanya terpejam.


Tuan Rendra  tidak ingin memanfaatkan kondisi ini, dia pun setelah meletakkan Tsania di ranjang itu dia segera ingin keluar dan mengunci pintu tersebut.


Tuan Rendra  bukan pria yang melecehkan wanita, atau melakukan tindakan seperti ini dengan sengaja. Ketika dia sudah sampai di ambang pintu saat ini, Tsania berlari dengan kencang dan menarik kerah belakang Tuan Rendra  hingga dia tersungkur.


Tenaga Tsania menjadi lebih kuat sekarang, bahkan kunci yang masih tergantung itu sengaja Tsania tutup dan dia mencoba mempermainkan Tuan Rendra  saat ini.


Ada rasa nyeri dan sakit di punggu belakang Tuan Rendra  itu, karena cukup keras dan dia sangat terkejut Tsania menariknya.


Belum bisa bangkit dari lantainya, tubuh Tuan Rendra  sudah dinaiki Tsania bagai membawa kuda perang saat ini.


Meloncat kegirangan dia, dan tertawanya penuh dalam ruangan tersebut. Tuan Rendra  mengelap peluh takutnya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya.


Keperjakaannya masih bersegel original. Rasanya dia memang pemuda kaya raya yang jauh dari wanita dan godaan. Namun tindakan Tsania ini membuat sesuatu yang nyenyak kini terbangun lagi dan terus saja.


"Hmmmmm," ucap Tsania seolah merasakan sesuatu di bawahnya telah terpanggil.


Tuan Rendra  tampak malu dan dia ingin menurunkan tubuh Tsania tersebut, namun lagi-lagi tidak berhasil, wanita dengan kaki jenjang ini terus saja menindih Tuan Rendra  dan tangan Tsania begitu nakal.

__ADS_1


Dia tidak ingin beranjak dari atas perut Tuan Rendra tersebut. Tuan Rendra  ingin menepisnya berulang kali, peluh di dahinya sudah bercucuran, antara takut dan menahan hasrat yang tidak mungkin dia luahkan.


"Ayolah.. Ren.. sekali ini saja!!" godaan setan berterbangan di kepalanya saat ini.


Lelaki normal mana yang bisa tahan dengan kondisi dan situasi yang dihadapi Tuan Rendra  saat ini. Walau bagaimana dia menolak yang terpanggil itu tampak ingin sesuatu jamuan karena sudah dipanggil hadir diantara mereka.


Tegak berdiri seperti yang ada di pikiran kalian saat ini. Lelaki dengan tubuh badan kekar dan ideal ini, pesonanya tidak bisa dielakkan.


Tsania berhasil melepas kancing baju milik Tuan Rendra  satu persatu. Sambil tertawa dan tersenyum nakal Tsania memang tidak waras karena pengaruh obat tersebut.


Mereka tidak berada di kasur, melainkan berada di lantai saat ini. Tsania bergerak liar dan bibinya ******* bibir Tuan Rendra  pula sekarang.


Semakin tidak bisa menolaknya, sentuhan seorang wanita baru terasa lagi sekian purnama meninggalkan kisah silamnya dulu. Apa hari ini harus kurelakan?? tanya Tuan Rendra  dalam hatinya tampak pasrah sekarang.


"Aumm.." kembali pula sesuatu yang berhasil Tsania lucuti itu dia telan dengan buasnya.


Tuan Rendra  yang tampak termenung sebentar pertahanannya telah di aduk-aduk oleh seorang wanita yang dia kenal baik dan ramah itu.


"Ganas juga," pikir Tuan Rendra  yang tidak bisa menolak apa-apa sekarang.


"Haha.. kau suka??" racau Tsania seolah tidak sadar dia dengan siapa saat ini.


"Ya.. teruskan," bibir itu terceplos juga sekarang.


Tampak Tuan Rendra sekarang memapah wanita itu ke atas ranjang dan mereka kembali beradu disana. Namun kali ini posisi bertukar menjadi satu-satu.


Yang awalnya Tsania berada di atas sekarang posisinya diambil alih oleh Tuan Rendra.


Mereka menghabiskan detik-detik surga yang diimpikan setiap single yang takut memulai untuk menjalin sebuah hubungan.


Tsania pula selalu menjaga pertahanannya, rasa cintanya kepada Dewan Direksi perusahaan tanah tersebut, membuatnya selalu berusaha sabar dan bertahan untuk mendapatkan hari Tio.

__ADS_1


Malam ini, bukan maunya, bukan kesengajaan namin dia adalah korban dari obat terlarang yang telah tercampur di minumannya. Tuan Osman yang licik itu tampak kembali ke rumahnya, dan dia ingin kasus pemukulannya malam ini masuk ke ranah hukum.


Dia tidak tahu berhadapan dengan siapa saat ini, itu lah dia berani memasukkan kasus tersebut dengan bukti beberapa luka pukulan di wajahnya.


__ADS_2