90 DAYS

90 DAYS
MENYURUH KABUR


__ADS_3

"Wah,  Tio  kau sudah disini, mana calon pengantin wanitamu?" Tanya Pemiliki wedding organizer itu yang memang mengenal Tio.


"Tante, ini Yumita, dia calonku," jawab Tio sedikit pelan.


Wajah wanita itu terlihat terkejut, namun dia dengan cepat  mengalihkan ekspresi terkejut itu. Dia kembali tersenyum hangat kepada Yumita saat ini.


"Hai Yumita, wajahmu sangat cantik ayo segera kita lakukan fitting baju untuk kalian berdua," ucapnya sambil menarik tangan Yumita.


Tio mengikuti langkah kedua wanita itu, namun tampak wajah pria itu kusut tampak tidak suka saat ini.


Yumita dibawa keruangan dan beberapa baju telah diberikan kepada Yumita agar mencobanya, tampak sangat begitu mungil sekali.


Dengan Tio berbanding terbalik, pria matang ini sungguh gagah, tampaknya ada sesuatu dari raut wajah kedua calon pengantin yang baru saja datang saat ini.


"Tio, kau pergi kesana, dan coba baju ini," ucap wanita itu memberikan pasangan dengan baju yang diberikan kepada Yumita tersebut.


Yumita mencoba gaun pengantin itu dengan penuh hati yang berdebar dan wajahnya sedikit pucat saat ini, melihat ekspresi Tio yang sedari tadi tanpa apa diam Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.


Apakah itu suatu pertanda bahwa Tio akan memulai suatu genderang terhadap Yumita?


Ya, mungkin saja itu adalah cara Tio menunjukkan ketidaksukaannya kepada Yumita, namun Tio juga sulit untuk mengatakan hal itu karena Yumita adalah adik Soraya Wanita yang dicintai.


Yumita telah selesai memakai gaun putih itu, bahkan sepatu high heels yang dipakai tersebut sangat pas di kakinya juga, kulitnya yang putih mulus bersih itu sangat cocok memakai gaun putih dengan bertabur mutiara tersebut.


Yumita telah pun selesai namun Tio masih belum tampak keluar dari tempat pertukaran baju tersebut, pemilik wedding organizer itu menemani Yumita, dan memuji wajah cantik Yumita tersebut memakai gaun itu.

__ADS_1


"Wah, cantik sekali kamu, jika nanti Tio melihatmu pasti dia juga akan terpukau sama seperti Saya melihatmu," ucap pemilik wedding organizer itu.


Yumita tidak menjawab pujian tersebut namun dia hanya tersenyum simpul saja, saat ini pula setelah beberapa menit Tio baru keluar dengan setelan jas berwarna hitam dipadukan dengan celananya yang senada tersebut, lelaki itu memang tak kalah tampan dengan Derry namun saat ini wajah lelaki yang biasanya ramah tersebut menjadi wajah yang dingin.


Apakah cinta telah merubah seseorang?


Mungkin saja begitu, seseorang seringkali bisa berubah dengan secepat mungkin karena sebuah cinta. Cinta yang mendalam dari hati seseorang jika cinta itu tidak bersambut maka sang pemilik hati akan merasa merana perubahan di wajah seseorang itu pun akan berubah, seperti halnya dengan Tio bisa saja bibirnya menguraikan senyum namun siapa tahu hatinya saat ini sangat mengurai kedukaan.


"Tio kamu juga begitu tampan, kalian berdua memang tampak begitu serasi, Tio  Ayo berdiri disini di dekat calon pengantin wanita mu," ucap pemilik wedding organizer itu.


Pelanggan biasa akan dilayani oleh para pekerja di wedding organizer itu, namun Derry maupun Tio adalah orang terpandang di bandar kota aja ini itulah mengapa tempat ini ini memberikan pelayanan yang sangat bagus kepada keluarga Sanjaya  tersebut.


Tio bahkan hanya menatapnya dengan sedikit tatapan saja, tidak ada terbesit kata-kata cantik di dalam hatinya untuk seorang Yumi yang dianggap adalah sebagai adik kecil tersebut.


Padahal Yumita adalah wanita yang memasuki usia 19 tahun saat ini. Memang usia mereka terpaut sangat jauh, dan setelah mereka menikah nanti Yumita akan langsung masuk kuliah.


itulah mengapa Tio juga menyetujuinya agar dia bisa menghindar dari seorang Yumita tersebut. sampai kapan dia akan menghindar dirinya pun juga tidak akan pernah tahu karena saat ini cinta untuk seorang Soraya  tak


kunjung beranjak dari hatinya itu.


Pemilik wedding organizer itu yang sedari tadi memuji kedua calon pengantin tersebut namun sama sekali tidak ada respon dari mulut keduanya, membuat pemilik wedding organizer itu pun menutup mulutnya serapat mungkin saat ini.


para pekerjanya juga hanya diam menatap 2 calon pengantin yang tampak kaku dan tampak dingin itu tidak ada kemesraan di antara mereka berdua dan bahkan tidak ada senyuman bahagia sedikitpun yang terlihat di wajah mereka saat ini.


"Apa ini sudah siap?" tanya Tio dengan wajah dingin.

__ADS_1


"Ya, ini sudah siap, apa ada yang ingin kamu tambahkan Tio?" Tanya pemilik wedding organizer itu.


"Tidak, ini sudah cukup," jawab Tio dengan wajah yang dingin.


Setelah mendengar ucapan Tio yang begitu dingin tersebut pemilik wedding organizer tersebut pun langsung memberikan surat tanda terima bahwa mereka telah menyetujui mengenai pakaian dan dekorasi untuk acara pernikahan mereka tersebut.


Tanpa banyak cerita lagi Tio mengajak Yumita untuk pulang segera, Yumita pun segera bangun dari tempat duduknya tersebut langkah kakinya juga terasa kaku dan dia juga sedikit mengeluh kepada setiap orang yang ada di sana karena setiap mata dari mereka penuh tanda tanya Kepada calon pengantin yang tampak tidak bahagia itu.


Setelah Tio dan Yumi berpamitan mereka pun langsung keluar dari parkiran wedding organizer tersebut, setelah melihat mobil Tio sudah sedikit jauh dari tempat mereka tersebut pemilik dan para pekerja wedding organizer tersebut pun membicarakan mengenai kedua calon pengantin yang baru saja datang itu.


"Nyonya, ada apa dengan Tuan Tio itu? Apa pernikahan mereka tanpa cinta?" Tanya pekerjanya.


"Entahlah mereka berdua tampak diam dan kaku rasanya memang benar pernikahan mereka mungkin saja karena paksaan ataupun perjodohan, kalian lihat kan wanita itu juga sangat muda apa mungkin Tio merasa tidak pantas dengan wanita itu?"


"Sepertinya begitu nyonya, mungkin saja karena faktor perbedaan usia itu membuat Tuan Tio tampak kaku," ucapnya lagi.


sedangkan saat ini di dalam mobil tersebut Tio maupun Yumita masih diam membisu bahkan Tio pun tidak akan peduli jika dirinya menjadi bahan ceritaan oleh siapapun karena sikapnya yang tiba-tiba berubah saat ini dia yang biasanya ramah friendly, care, tiba-tiba menjadi dingin seperti kutub Utara.


Perjalanan 45 menit itu hampir membawa mereka sampai di kediaman Tuan Frans Imran, sebelum sampai tiba-tiba Tio membuka suaranya seketika bertanya kepada Yumita saat ini.


"Yumita, apa kamu benar ingin menikah? Kalau tidak ini masih ada waktunya, kamu bisa lari bahkan saya bisa mengatur pelarianmu!" Ucap Tio dengan tiba-tiba.


mendengar perkataan Tio entah itu bertanya atau ungkapan nyerinya begitu terkejutnya, pasalnya Tio tidak pernah mengatakan hal kasar terhadap dirinya tersebut mendengar hal seperti menyuruhnya jauh dari dirinya tersebut tampak memang pria ini benar-benar tidak menyukai Yumita.


Yumita tidak menjawab sedikit apapun dari itu dia hanya diam dan kaku bahkan matanya memerah ketika memandang wajah Tio namun hanya sebentar, setelah itu Yumita membalikkan pandangannya ke arah jalanan Tio adalah pria impiannya mana mungkin Yumita ingin lari darinya, Yumita pun membiarkan apapun yang dikatakan Tio saat ini dia bahkan tidak ingin menjawab sedikitpun biarkan saja Tio dalam dilema yang besar.

__ADS_1


Melihat jalanan ke rumah dapat hampir sampai membuat gemuruh di hati Yumita sedikit tenang saat ini setidaknya dia sudah bisa terbebas sebentar lagi dari tatapan tajam Tio kepada dirinya.


****


__ADS_2