90 DAYS

90 DAYS
DIPAKSA MENIKAH


__ADS_3

Setelah Tuan Osman menandatangani surat cerai itu, dia pun dicampakkan begitu saja keluar. Tampak pria tua dengan setelan mahal itu juga mengancamnya untuk memberikan surat-surat tanah yang ada di kota Jakarta.


Hal ini sudah diketahui oleh istrinya, bahwa Tuan Osman  telah pun berhasil merebut tanah itu dari keluarga Derry.


Sekarang, dia hanya diam menatap bingung, Dari mana mereka tahu? Terus begitu batinnya bertanya, tampak kekhawatiran yang besar saat ini.


"Heh keparat! sekarang ikuti pengacara kami!" Nada perintah itu terdengar jelas di telinganya saat ini.


Tuan Osman di seret kembali, dia dimasukkan ke dalam mobil saat ini. Dibawa kembali ke tempat dimana jet pribadi milik keluarga istrinya itu terparkir.


Dia pun dimasukkan dengan paksa saat ini, dan setelah itu jet itu terbang melaju kembali ke kota Jakarta. Tampak dia menyesal terbang ke negara asalnya ini.


Bukan liburan untuk ketenangan, namun dia malah mengantarkan nyawanya. Adik-adiknya disana sangat bersenang-senang, karena berpikir ini adalah harta abangnya.


Beberapa jam perjalanan berlangsung, Tuan Osman di dalam jet itu tanpa diberi makan sedikit pun, tubuhnya lemas tak berdaya, kalau dia ingin terlelap, pengawal di sampingnya menyiramkan air ke wajahnya.


Sangat perih wajahnya itu, luka pukulan dari ayah mantan istrinya tersebut cukup membuat luka memar di wajahnya tersebut.


Beberapa jam berlalu, akhirnya jet itu pun mendarat dengan cepat di tanah kota Jakarta. Jam pula sudah menunjukkan pukul satu malam saat ini.


Tuan Osman di bawa ke villa yang ada dekat pantai. Semua aset dan hartanya telah pun diketahui keluarga istrinya itu. Di villa itu, mereka yang bersama dengan Tuan Osman, mengikat pria itu di kursi yang ada di gudang, tanpa diberikan makanan apa pun.


Mantan istrinya dan mantan ayah mertuanya itu juga ikut, pengacara itu juga ikut dengan mereka semua. Rencananya besok akan mereka datangi pabrik itu, dan surat menyurat akan dipindahkan ke tangan mantan istrinya itu.


Malam begitu larutnya, mereka teetidur dengan pulas saat ini. Menunggu besok sangat tidak sabar rasanya, karena memang dengan begitu mudah kekayaan mereka bertambah.


Dan saat ini juga, mama Derry  masih tidak sadarkan diri lagi. Syok berat yang dialaminya itu membuat dia koma untuk sementara waktu ini.


Derry, masih tampak berbahagia dengan istrinya itu. Tio pula termenung jauh menatap rembulan. Ya! dia bahagia dengan apa yang dia lakukan saat ini.


Adik-adik Soraya  pula saat ini sudah terlelap, namun Yumita  tampaknya wanita itu sedang mengigau namun tubuhnya berjalan menuju ambang pintu.


Dia berjalan sejauh ini dari tempat tidurnya, bahkan dia juga membuka pintu kamarnya sendiri. Entah kemana langkah kakinya saat ini menuju.


Cekrek..

__ADS_1


Suara pintu terbuka, membuat Tio yang ada di balik tirai itu terkejut dengan jantung berdebar.


"Siapa yang membuka pintu?" Tanya Tio dalam hati.


Kamar mereka memang tidak terlalu jauh, hanya berjarak dua meter saja saat ini. Tio menyingkap tirainya, dia melihat pintu yang, terbuka lebar namun tidak ada siapapun disana.


Melihat keluar suasana sangat sunyi, dia menguap dengan cepat dan wajah itu juga tampak menahan kantuk.


Dia hanya berpikir pintu yang dia lupa untuk mengunci itu angin yang meniupnya, namun lampu kamar saat ini sudah pun dimatikan.


Tio pun naik ke atas ranjangnya saat ini, dia yang ngantuk langsung saja memeluk guling di sebelahnya.


Tangannya meraba entah kemana sekarang, dia berpikir gulingnya tampak berbeda, dan ukuran guling itu sangat kurus di pikirannya saat ini.


Tidak ingin memikirkan guling yang kurus itu, dia terus saja terlelap hingga malam saat ini sudah pun bertukar jam. Dan sekarang adzan telah berkumandang, Tio yang sudah membiasakan dirinya untuk beribadah subuh itu, dia pun terbangn dengan sendirinya.


Membuka selimut yang menutupi seluruh wajahnya itu, dan lampu pun menerangi kamarnya kembali. Dia masih tidak melihat, sisi kirinya, dia pun berjalan ke kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.


Setelah keluar, dengan masih bertelanjag dada, dia hanya memakai handuknya, sedangkan handuk satu lagi untuk mengeringkan rambut yang basah itu.


"Yumita? sejak kapan gadis kecil ini disini?" Tanya Tio memutar kepalanya.


Apa? gila! gulingku yang tadi malam kupeluk itu Yumita!"


"Tidak, tidak! Aku tidak ingin dituduh mesum oleh Ayah ibu," Ucap Tio kembali.


Dengan cepat dia mengangkat tubuh mungil itu dari ranjangnya, Yumita masih pulas tertidur. Dia pun tampak dengan nyamannya saat Tio menggendongnya.


Ibu Tio pula yang ingin membangunkan wanita bertubuh kecil itu, dia pun saat ini sedang membuka pintunya, dia tahu Yumita  seorang yang taat beribadah.


Karena sudah memiliki rasa sayang kepada Yumita, pintu itu pun terbuka. Tio masih keluar dari pintunya, dan dia ingin melangkah cepat ke kamar Yumita  yang tidak jauh dari kamar orang tuanya itu.


Cekrek..


Pintu orang tuanya terbuka, Tio yang sedang mengangkat tubuh wanita itu, dan dia saat ini sedang berada di ambang pintu, Tio segera masuk dan melangkah cepat mematikan kamar Yumita itu.

__ADS_1


Sedangkan yang tak disangka Tio saat ini adalah, suara langkah yang mendekati kamar tersebut. Ya! langkah kaki mamanya menuju kamar Yumita, sedangkan dia saat ini menunggu mamanya turun ke bawah, dan dia keluar untuk kembali ke kamarnya.


Cekrek...


Pintu Yumita  kembali terbuka, Ibu Tio menyalakan lampu kamar itu, dan Tio pula sedang di balik pintu saat ini. Saat pintu itu di buka lebar, Tio menyelinap di belakangnya, mamanya tersebut tampak menuju Yumita yang tertidur pulas itu.


Tio mengintai sedikit demi sedikit, dia pun ingin meloloskan dirinya dari kamar itu. Dan saat ini, Yumita pula telah sadar dan terbangun, karena bisikan dan goncangan tubuhnya yang di bangunkan oleh Mama Tio tersebut.


"AAaaa"


Yumita teriak saat ini, melihat tubuh pria yang bertelanjang dada yang tiba-tiba keluar dari balik pintunya, terkejut ibu Tio tersebut, dia pun membalikkan wajahnya ke belakang.


"Siapa itu?" Teriak ibunya.


Wanita itu bangkit, dan Yumita  masih menutup wajahnya dengan takut, dia pikir sosok makhluk halus yang menyelinap keluar dari balik pintu.


"Tio! kenapa kamu hanya memakai ini?" tanya ibunya tersebut menatap curiga.


"Bu, dengarkan Tio dulu, ceritanya bukan seperti apa yang ibu pikirkan," Jelas Tio dengan cepat.


"Kenapa kamu ads di kamar Yumita?" tanya Ibunya lagi.


Tio menarik tangan ibunya keluar, dan mendengar nama Tio di sebut, Yumita  menurunkan tangannya dengan cepat, ternyata bang Tio yang hanya memakai handuk.


"Tio, jelaskan kepada ibu!" Nada itu bertukar sedikit marah.


"Bu, Tio tidak berbuat apa-apa kepada Yumita, tapi Tio tadi baru mengantarkannya ke tempat tidurnya."


"Apa? kau mengantarkannya ke ranjangnya? jadi, kau bawa dia kemana malam tadi?" tanya ibunya itu yang melotot saat ini.


"Kamu harus ibu nikahkan!" Ucapnya tiba-tiba.


****


Hai readers mohon maaf kalau banyak kesalahan dalam penulisan atau typo. Jika suka selalu komen yang baik dan benar ya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2