90 DAYS

90 DAYS
YUMITA TERTABRAK


__ADS_3

Hari Minggu weekend telepon berakhir pagi ini adalah Senin pagi yang begitu ceria dan terang seperti biasanya keluarga Derry Sanjaya tersebut kembali sarapan pagi dan setelah berpamitan dia pun langsung berangkat ke kantor.  


    Setelah sampai di kantor Derry mulai melakukan aktivitas pekerjaannya yang siang ini akan bertemu klien baru yang ingin menyewa tanahnya yang ada di bandara Kota Jakarta tersebut makan Project kali ini lebih besar dari sebelumnya.


   Jika dia memenangkan tender besar ini maka perusahaan tanah itu semakin besar lagi dan semakin terkenal karena saat ini perusahaan tanah milik Derry itu masih menjadi nomor 2 di Bandar Kota Jakarta tersebut.


    Satu sisi lagi di hari Senin yang ceria ini Tio dan Yumita saat itu bahkan mereka sarapan pagi dengan sendiri-sendiri tampak bukan seperti sepasang suami istri, bahkan Tio juga telah memperingati para pembantunya tersebut agar tidak memberitahukan kepada siapapun tentang situasi mereka saat ini.


    Bukannya berpamitan kepada sang istri Tio ini Bahkan dia sudah masuk ke kantor tersebut dan mengurus segala hal di sana dan siang ini dia akan bertemu dengan Tuan Aladin.


     Yumita hanya terpaku menatap kepergian Tio ke kantor tersebut dia tetap berusaha ingin merebut hati Tio, namun dia tidak tahu caranya bagaimana dan bahkan setelah mereka pindah ke rumah ini mereka juga tidak tidur satu kamar.


    Pagi itu Yumita mencoba menenangkan pikirannya dia kembali membaca novel online rekomendasi dari kakaknya tersebut, baru berapa baru saja dia baca kemudian dia mengingat kakaknya kembali dan mencoba menghubungi Soraya untuk menghilangkan sedikit rasa sedih di hatinya karena pagi ini sang suami sama sekali tidak mengucapkan apapun kepadanya.


    Panggilan itu berdering masuk namun tiba-tiba pikiran Yumita berubah jika sepagi ini dia menghubungi kakaknya dia takut Soraya berpikir yang bukan-bukan kepada adiknya tersebut dan akan menghawatirkan adiknya nantinya dan akhirnya panggilan itu tidak jadi diteruskan Yumita.


   "Tidak, aku tidak boleh kelihatan sedih! Aku harus berusaha sabar lagi, agar bang Tio bisa menerima diriku," ucapnya sendiri.


    Sebentar lagi dia akan didaftarkan kuliah oleh Tio hanya menunggu 5 hari lagi dia akan masuk kuliah. Di minggu depan ini sebelum dia masuk ke Universitas tersebut dia mencoba mencari tahu tentang Universitas pilihan Tio itu.


    "Oh..ini yang namanya US," ucapnya


   Wajah Yumita berdecak kagum ketika melihat Universitas itu begitu megah dan tampak banyak jurusan yang diinginkan oleh setiap mahasiswa yang masuk ke dalamnya biaya per tahunnya juga lumayan mahal.


   Yumita tidak ingin mengecewakan Tio yang ingin mendaftarkan dirinya ke Universitas tersebut, setelah melihat Universitas itu rasa kebosanan Yumita sedikit berkurang dia pun ingin melihat universitas sekarang ini.


    "Apa aku pamitan ke bang Tio ya?" tanya dalam hati.


   Yumita tampak berpikir sejenak yang ingin keluar dari rumah tersebut dan ingin melihat universitas yang ingin dimasukinya itu sebentar lagi karena rasa bosan di rumah Dia pun ingin bergegas ke sana namun dia bingung Haruskah dia berpamitan kepada sang suami yang tampak cuek itu atau dia pergi begitu saja.

__ADS_1


    "Mendingan aku pergi saja, lagipula bang Tio tidak akan memperdulikan itu," ucapnya.


    Setelah memutuskan hal itu dia pun langsung bertukar pakaiannya ke atas kembali Yumita memakai gaun sampai lutut gaun itu bermotif bunga nga berwarna Senada dengan gaun tersebut tampak memang wanita mungil yang sesuai usianya tidak terlihat Yumita sudah bergelar Seorang Istri.


   "Non, mau kemana?" tanya seorang pembantu rumahnya.


  "Bi, saya cuma mau pergi ke universitas yang saya akan masuki sebentar lagi, dirumah cukup bosan, saya hanya ingin berjalan-jalan saja Bi," ucapnya.


"Yasudah non, pakai supir ya," ucap Bibi itu.


"Enggak ah Bi, saya naik motor online saja," ucapnya.


"Jangan, nanti Tuan akan marah," ucapnya.


"Enggak Bi, tenang saja," jawabnya.


   Yumita dengan hangatnya berbincang kepada salah seorang pembantu di sana setelah mereka berbincang Yumita pun segera keluar dan kendaraan online yang telah dipesannya itu kalah pun sampai di depan pagar rumahnya.


    Motor itu dengan cepat melaju tampaknya Yumita begitu senang menghirup udara kota es yang begitu Itu dipenuhi dengan pepohonan yang rindang namun nuansanya tetap terlihat kota sangat bersih.


   Motor itu hampir mendekati universitas yang telah menjadi tujuan utama Yumita saat ini dari rumah tersebut hanya memakan waktu 20 menit saja itulah mengapa Tio memilih Universitas yang tidak jauh dari rumah tersebut agar Yumita tidak merasa kelelahan.


   Tio Tidak Membenci Yumita namun hatinya juga belum menerima Yumita sepenuhnya dia masih menganggap dirinya sebagai adiknya saja, menganggap dirinya sebagai adik namun hati Tio Entah mengapa dia tidak bisa berkata apapun kepada Yumita saat ini hanya diam  yang bisa mengungkapkan perasaannya tersebut.


   Setelah membayar motor online tersebut Yumita pun masuk ke dalam gedung Universitas itu, sekuriti di sana menanyainya dengan ramah. 


   "Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sekuriti.


 

__ADS_1


  "Tidak pak, saya hanya ingin melihat universitas ini," ucapnya.


"Apa neng ini mau daftar kuliah disini?" tanya sekuriti itu lagi.


"Iya pak, dimana tempat pendaftarannya?" tanya Yumita.


"Mari saya antarkan neng," ucapnya.


  Yumita pun mengangguk saja sekuriti itu mengantarkannya sampai di tangga dan mengarahkannya kembali untuk meneruskan perjalanannya sendiri menuju ruangan pendaftaran tersebut.


   "Auh!" 


   Yumita tiba-tiba terjatuh di tangga saat kakinya ingin melangkah naik seseorang menabraknya dia meringis kesakitan.


   Seseorang yang telah menabraknya itu melihat Yumita dengan tatapan Terpukau dia pun mencoba menyambut tangani Yumita pria gagah tinggi dengan alis menyatu tersebut dan rambut yang begitu lebat rapi-rapi ke belakang giginya putih tersusun rapi tersenyum hangat kepada dirinya saat ini.


  "Maaf, kamu gak apa-apa?" tanya pria itu.


  Yumita hanya menggelengkan kepalanya saja namun dia tidak tersenyum sama sekali kepada pria tersebut, pria itu mencoba menyentuh tangan Yumita dia merasa khawatir namun dirinya cepat menghindarinya dan dia langsung mengatakan bahwa dirinya tidak kenapa-napa.


   "Aku tidak apa-apa," ucap Yumita begitu cueknya.


  "Kenalkan Aku Zubair," ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya.


  Yumita bingung Haruskah dia menyambut Salam perkenalan pria yang tidak dikenal tersebut Namun tampaknya pria itu begitu ramah terhadapnya dia pun mengulurkan tangannya namun hanya sebentar dan langsung menariknya.


  "Saya Yumita," jawabnya.


  Setelah Yumita mengucapkan namanya dia pun segera Beranjak Pergi menuju ruangan yang telah ditunjukkan oleh security yang mengantarkannya sampai tangga tersebut dengan langkah cepat Yumita berjalan walau kakinya sedikit rasa sakit karena ditabrak oleh Zubair.

__ADS_1


  Zubair menatapnya dengan kagum Bahkan dia tidak beranjak sedikitpun dari tempat dia menabrak Yumita itu dia Terpukau oleh kecantikan Yumita Bahkan dia juga Terpukau dengan kesopanan Yumita tersebut wanita itu terlihat Anggun pikirnya bahkan Yumita tidak pernah dilihatnya sebelumnya di Universitas ini.


  "Apa dia anak baru ya?" tanya Zubair dalam hatinya.


__ADS_2