
Ia lalu membuka handphone nya dan mendapati jika Elena hendak ke arah perusahaan Louis. Setelah mengetahui jika pria itu bukanlah pria pertama yang menyentuh Elena, pria itu selalu berjaga- jaga dengan menempelkan pelacak di setiap barang yang di kenakan Elena terutama handphone nya- untuk mengetahui kemana wanita itu pergi. Ia tahu jika apa yang di lakuakannya berlebihan, namun ini ia lakukan karena tak ingin di kecewakan wanita yang di cintainya.
Dan Louis tak menyangka jika apa yang di lakukannya akan berguna untuk hal seperti ini. Ia tahu bertemunya dengan Elena dan Agatha di sini hanya menimbulkan masalah dan kesalah- pahaman. Dari pada Louis pusing memikirkan mantan istrinya dan istrinya bertengkar di hadapannya, Louis memiliki cara lain agar tak mempertemukan mereka.
“ Agatha, sebagai tanda dimulainya kerja sama kita, ayo kita merayakannya dengan segelas alcohol.” ucap Louis menuju rak wine yang ada di ruangannya.
“ hanya segelas?” ucap Agatha berbasa basi- Ketika Louis datang dengan satu botol Wine dan dua gelas di tangannya.
“ kau bisa menghabiskan satu botol ini jika kau mau.” ucap Louis tersenyum.
“ itu hanya basa basi tuan Louis. Bukankah setelah ini kita masih harus meninjau ke gudang permata untuk mencari bahan yang cocok untuk membuat sebuah perhiasan yang sesuai dengan design yang saya buat?” tanya Agatha menyesap wine yang di berikan Louis.
“ tentu.” ucap Louis tersenyum Agatha meminum habis wine yang di berikan Louis.
Tak heran, Louis sendiri tahu jika keluarga Agatha adalah peminum yang handal, bahkan Louis ingat jika mendiang ibu dari Agatha sangat pandai minum melebihi ayah Agatha yang seorang pria, dan Louis yakin jika Agatha juga adalah peminum yang handal.
Agatha hanya menatap Louis sedang melihat ke arah dirinya yang sedang menyesap wine yang di berikan pria itu. Merasa ada yang di sembunyikan, Agatha memilih berpura- pura tidak mengetahui apa yang di rencanakan pria yang telah menjadi mantan suaminya tersebut.
__ADS_1
“ kurasa saya harus pulang dulu untuk beristirahat, tuan Louis.” ucap Agatha menguap.
“ kenapa?” tanya Louis berbasa- basi.
“ saya sedikit mengantuk, tuan Louis.” ucap Agatha mengusap matanya yang berair.
“ bagaimana jika kau tidur diruang pribadi ku saja.” ucap Louis.
“ sungguh tidak sopan jika saya tidur di ruangan pribadi anda, tuan Louis.” ucap Agatha hendak beranjak dari duduknya.
“ bukankah setahu saya keluarga Fransiskus memiliki Jet pribadi? Kalaupun saya terlambat kembali kekantor takkan membuang waktu ke bandara? Anda bebas pergi kemanapun tanpa terikat jam terbang bandara.” ucap Agatha.
“ tapi kau terlihat sangat mengantuk.” ucap Louis memaksa. Agatha hanya menatap Louis, jelas terlihat kepanikan dalam matanya sekarang.
“ baiklah, jika anda memaksa.” ucap Agatha akhirnya.
“ benarkah?” ucap Louis.
__ADS_1
“ kalau begitu kemarilah.” ucap Louis menekan sebuah lemari buku yang ada di belakangnya dan setelahnya tampak jika lemari buku itu berputar dan memperlhatkan sebuah ruangan rahasia. Agatha memang pernah mendengar jika kantor Louis penuh dengan kamar rahasia untuk berjaga- jaga dalam kondisi darurat jika tiba- tiba perusahaan mereka di haruskan lembur dan tak memiliki waktu yang cukup untuk pulang kerumah.
Ruang Rahasia itu memiliki fitur lengkap berupa kasur king size dengan lemari pakaian lengkap dengan cermin besar- Agatha yakin jika isi lemari itu adalah baju- baju Louis atau Bernard- Ayah Louis. Di sebelah lemari terdapat lemari kaca kecil yang tampak terlihat jika isinya adalah beberapa jam juga Dasi yang tersimpan rapi ada juga TV layar datar menghiasi dinding kamar itu. Dengan kamar mandi ada di penghujung kamar Rahasia itu.
“ anda pasti sering memakainya, huh?” ucap Agatha dengan smirk smile nya.
“ maksudmu?” heran Louis.
“ saya tahu anda pasti sering memakainya? Hem! Siapa saja yang pernah tidur disini selain nyonya Elena.” goda Agatha.
“ te..., tentu saja tidak ada! Aku sangat berdedikasi tinggi pada pekerjaan, aku hanya menggunakannya untuk aku mandi dan berganti pakaian. Bahkan Elena saja tak tahu ada kamar rahasia di ruanganku.” ucap Louis.
“ jadi saya orang pertama setelah keluarga anda yang anda perlihatkan ruangan rahasia anda, tuan Louis?” ucap Agatha dengan nada menggoda. Louis hanya terdiam, ia sendiri baru menyadari jika Agatha adalah wanita pertama yang mengetahui ruang pribadi Louis di perusahaan Fransiscus. Ia memang selalu menceritakan segalanya pada Elena namun tidak dengan rahasia perusahaan mereka.
“ baiklah, ini sebuah kehormatan untuk saya bisa melihat dan memakai ruang priadi anda.” ucap Agatha menuju kasur king size yang ada di tengah ruangan. Louis hanya terdiam akan kata- kata Agatha, karena memang setelah keluarganya- Agatha adalah satu- satunya orang luar yang tahu tentang ruang pribadi rahasia nya. Bahkan Elena sendiri tak mengetahui nya, selain karena istrinya itu tak pernah ke perusahaan mereka jika tidak melakukan pemotretan permata, Louis memang belum mempercayai Elena sepenuhnya, sehingga pria itu tak menceritakan semua rahasia perusahaan, termasuk ruang rahasia itu.
“ kalau begitu tidurlah sebentar, aku akan membangunkanmu ketika kita waktunya berangkat ke bandara.” ucap Louis meninggalkan Agatha.
__ADS_1