
“ Kau...! kau mengatakan aku ini ulat bulu dan Benalu! Lantas! Kau akan mengatakan istrimu apa?” ucap Ayah Bernard pada foto Luna yang terlihat datang ke rumah sakit bagian Obygn.
“ apa salahnya dengan istriku yang datang ke dokter Obygn?” ucapan Bernard membuat Luna menjadi pucat. Ia takut jika suaminya marah karena tahu jika dirinya telah mengkhianatinya.
“ apa kau yakin jika yang di kandung istrimu adalah anakmu, Bear?” tanya Lily.
Mendengarnya membuat Luna semakin takut. Ia takut jika Bernard akan marah kepadanya- mengingat jika ia sudah di buang oleh keluarga Foster- Luna tak lagi memiliki siapa- siapa yang bisa jadikan tempat berlindung.
“ apa kau benar- benar telah bercumbu dengan istrimu? Hingga kau yakin jika anak yang istrimu kandung itu adalah milikmu?” kekeh Ayah Bernard memberikan foto yang membuat Luna semakin pucat pasi.
Bernard hanya melihat foto itu bergantian dengan menatap ke arah istrinya yang hanya bisa menunduk dalam.
“ kenapa kau hanya menunduk Luna?” ucap bernard merengkuh dagu istrinya agar menatapnya.
“...” Luna memilih kembali tertunduk. Ia terlalu takut menatap ke dalam mata suaminya.
Tak heran foto itu adalah saat dimana Luna bertemu dengan pria yang selalu menemani malamnya.
“ kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ayahku, Luna?” ucap Bernard sekali lagi merengkuh dagu Luna agar menatap pria itu.
“ apakah kau yakin jika kau telah bercumbu denganku, Luna.” Bernard merubah suaranya ke suara pria yang selalu di temui Luna.
“ ka..., kau?” ucap Luna tidk percaya.
“ bahkan istrimu sendiri tidak bisa menjawabmu, Bernard.” ucap Ayah Bernard tertawa kemenanagan.
“ sebelum kau tertawa- lebih baik kau bandingkan dulu. Antara siluet ku dengan siluet yang ada di foto tersebut.” ucap Bernard dengan percaya diri. Ia juga memperlihatkan topeng pesta yang sama dengan yang ada di foto yang mereka ambil.
“ kau... dengan yang ada di foto itu...” ucap Ayah Bernard dengan tak percaya.
“ kalau kalian sudah puas mencari gara- gara di sini, aku rasa kau sudah tahu dimana jalan keluar.” ucap Bernard sarkas.
“ dasar anak sial!” ucap Ayah Bernard dengan amarah. Bahkan dalam perjalanan menuju jalan keluarpun tampak jika pria itu terus memaki anak kandungnya tersebut.
“ percepat rencana untuk meng- akusisi saham milik pria tua itu.” ucap Benard sambil menekan anting yang selalu ia pakai.
__ADS_1
Tahu jika mereka membela orang yang salah membuat keluarga Foster sekali lagi bersimpuh di kaki Bernard.
“ tu..., Mr Bernard...,” baru mau menjilat kaki Bernard- tampak jika bernard sudah menyentak kakinya.
“kalian juga enyahlah.” ucap Bernard tanpa memandang kedua orang tua Luna.
“ bi..., biar bagaimana pun..., kami adalah mertuamu, Mr Bernard..., soal kerja sama perusahaan kita...” ucap keluarga foster terpotong karena rekaman yang di putar benard yang menyatakan jika Luna bukan lagi bagian dari keluarga Foster.
“ sesuai dengan perkataan yang kalian ucapkan sendiri, Luna bukanlah bagaian dari keluarga Foster. Jadi bisa di bilang...; kalian bukan lagi mertuaku...” ucap Bernard dengan smirk smile nya.
“ jadi enyahlah dari sini dan jangan mengotori rumahku lagi dengan sikap memalukan kalian!” ucap Bernard merubah wajahnya menjadi sangat menakutkan sehingga tanpa bayak kata- membuat keluarga Foster segera keluar dari kediaman Fransiscus.
Setelahnya, hanya ada keheningan di antara mereka sampai tiba- tiba Bernard bersimpuh di hadapan Luna.
“ Be..., Bernard.” ucap Luna yang terkejut akan apa yang di lakukan suaminya.
“ kau tidak memanggilku; Bear?” tanya Bernard tersenyum. Luna terdiam mendengar perkataan suaminya. Lantas, Bernard segera memajukan tubuhnya dan menempelkan wajahnya ke perut Luna.
“ sudah berapa bulan?” tanya Bernard. Luna yang mendengarnya hanya mengelus perutnya.
“ kenapa kau tidak mengajakku untuk memeriksanya?”
“ aku mana tahu jika pria itu ternyata adaah kau.’ ucap Luna menarik hidung suaminya.
“ bukankah saat kau ada masalah- kau selalu menghubungiku?”
“ aku terlalu panik saat itu. Aku tak menyangka jika aku akan hamil. Aku takut jika...” ucap Luna terputus.
“ jika aku tahu kalau kau bermain api di belakangku?” tebak Bernard.
‘” y..., ya” ucap luna merasa tidak enak.
“ bermain api dengan suami sendiri?” kekeh Bernard.
“ sungguh sebuah kebetulan- jika saat aku mabuk malah bertemu denganmu.”
__ADS_1
“ sebenarnya..., bukan kebetulan.”
“ ha?” heran Luna.
“ kita bertemu bukanlah sebuah kebetulan.” jawab Bernard.
“ apa?"
“ kau tahukan? Aku susah membuka hatiku karena trauma masa lalu. Itulah alasan lain mengapa aku bersikap dingin padamu. Namun sejujurnya, kemanapun kau pergi, apapun yang kau lakukan aku selalu meminta orang untuk mengawasimu. Hanya saja- saat itu memang kebetulan kita bertemu di PUB. Jika tidak- kita mungkin tidak pernah merasakan malam pertama pernikahan kita.” ucap Bernard segera berdiri dan mencium bibir Luna.
“ aku pikir kau bersikap dingin karena memiliki Lily.” ucap Luna memeluk Bernard.
“ Lily hanyalah salah satu partner ONS ku, meski aku memiliki trauma, aku masihlah pria normal yang membutuhkan pelampiasan untuk hasrat pria dewasaku.” ucap Bernard mengelus rambut panjang istrinya dan menuntunnya untuk duduk di sofa ruang tamu.
“ namun, apa kau tahu? Semenjak aku mengenalmu..., sejujurnya, aku tak lagi pernah melakukan kegiatan cinta satu malam tersebut.” ucap Bernard.
“ karena kau sudah memiliki teman ranjang yang gratis?” kekeh Luna.
“ bisa di bilang begitu. Aku bahkan mendapatkan bayaran karena memuaskan istriku sendiri.’ Bernard membalas candaan istrinya.
“ kau menyebalkan.” kesal Luna- yang belum sadar jika ia berada di pangkuan suaminya.
“ namun alasan lainnya tentu karena aku tidak mau ada yang semakin menangis karena aku meneruskan bermain cinta satu malam tersebut.” ucap Bernard menyingkirkan anak sulur rambut istrinya kebelakang telinganya dan kembali menciumi bibir istrinya.
***
“ aku masih ingat itu kali pertama sekaligus kali terakhir Bernard mengatakan aku mencintaimu- kepadaku.” kekeh Luna.
“ mana ada.” Bernard hanya menyilangkan lengannya.
“ kau lupa? Aku bahkan masih ingat jika kau mengatakan; aku mencintaimu- istriku.” kekeh Luna.
“ benarkah? Tanya anak- anak dan cucu mereka.
“ mana ada, jangan percaya, ibu, nenek dan buyut kalian ini.” Bernard menjawab dengan malu- malu.
__ADS_1
“ sekarang..., kau tahukan, Frey? Kata- kata terkadang tidak menunjukkan segalanya. Yang terpenting, kalian nyaman dengan pasangan kalian itu sudah lebih dari cukup. Karena perkataan tidak melambangkan perasaan.” jelas Luna kepada freya yang tepat di sebelah Luna.