
Sementara itu, di lain tempat. Lebih tepatnya di perusahaan kecantikan Nakamura.
Saat ini, Andre tengah berdiri di belakang Moon Jeong di ruangan yang Kei siapkan Khusus untuk perwakilan dari Korea tersebut.
“ tuan. Anda tidak harus selalu berdiri di belakang saya.” ucap Moon Jeong.
“ sudah menjadi tugas saya membantu anda, nona.” Andre menjaga profesionallitasnya.
“ saya belum butuh bantuan anda, tuan. Silahkan duduk, bukankah ada meja yang di sediakan untuk anda?” jawab Moon Jeong tanpa melihat wajah Andre.
“...” Andre memilih tetap berdiri.
Melihatnya, Moon Jeong hanya menghela nafasnya. Ia memilih tidak mempedulikan Andre dan mengerjakan apa yang harus ia kerjakan.
Andre tak menyangka jika Greisy benar- benar bisa melakukan pekerjaan kantor seperti ini. Wanita yang Andre ingat hanyalah Greisy yang pandai membuat kue- siapa yang menyangka jika wanita itu bisa melakukan kegiatan kantor seperti ini.
Kini, bahkan meski Moon Jeong tidak melakukan apapun sudah dapat membuat Andre takjub dan membuat hati pria itu bergetar.
‘ benar kata orang, ya. Jika sudah jatuh cinta, melihat pujaan hati diam saja dada bisa bergetar tak karuan seperti ini.’ batin Andre.
** 🌸🌸 **
Sementara itu, Louis kini tengah berada dalam perjalanan mengantar Axel menggunakan mobilnya.
__ADS_1
“ aku mau menemani mama.” kesal Axel.
“ Axel, rumah sakit memiliki peraturan. Dan rumah sakit tidak memperbolehkan anak yang umurnya belum 14 tahun mengunjungi rumah sakit- kecuali jika kau sakit.” jelas Louis.
“ lalu..? apa benar di perut mama ada bayi?” Axel melupakan kekesalannya.
“ ya.” ucap Louis bangga.
“ lalu? Lalu? Apakah bayi itu laki- laki?” tanya Axel.
“ atau perempuan?” tanya Fiona.
“ kids, usia kehamilan mama mu baru 14 hari, untuk mengetahui jenis kelamin bayi yang di kandung mama mu harus menunggu usia kandungannya 18- 20 minggu dulu.” jelas Louis.
“ yang terpenting bayi dari mama kalian sehat. Dan saat tubuh mama kalian sudah lebih stabil dan sehat. Baru ia di perbolehkan pulang.” ucap Louis.
“ tadi keadaan darurat, anak manis. Aku tidak mungkin menitipkan kalian atau mengantar Fiona ke panti asuhan dulu.” ucap Louis.
“ lalu? Sekarang, kita akan kemana?” heran Axel.
“ kalian masih ingat Alice?” tanya Louis.
“ erm?”
__ADS_1
“ mama nya adalah adikku, sementara Agatha di rawat aku akan menitipkan kalian di sana. Nanti, aku akan menjemput kalian untuk mengantar kesekolah dan mengantar kalian kembali ke rumah Alice sampai Agatha di perbolehkan pulang.” ucap Louis.
“ apa? Aku mau pulang ke apartment mama saja.” kesal Axel.
“ boys, kau ini masih 3 tahu. Terlalu beresiko jika meninggalkanmu sendirian di apartment.” ucap Louis.
“ mama sudah sering mengajariku jika ada apa- apa dengan mama dan aku harus sendirian dir apartment.” ucap Axel. Karena memang begitulah saat Agatha meninggalkan Apartment nya sendri kala ke kota tempat gudang permata berada.
“ itu saat kondisi darurat, boys. Kau lupa? Saat Agatha pingsan- kau bahkan hanya menangis tanpa meminta pertolongan.” ucapan Louis membuat Axel terdiam.
“ hei! Apa kau membenci Alice?” heran Louis.
“ aku hanya tidak suka gadis sombong itu!” kesal Axel.
“ sombong?” heran Louis.
“ ia baru berumur 4 tahun dan mengatakan Fiona gadis. Bahkan Fio maih lebih tua darinya.” kesal Axel.
“ hanya karena itu kau kesal dan mengatakan ia sombong?” ucapan Louis membuat Axel terdiam.
“ katakan kepadaku jika kau hanya iri pada Alice? Hem? Kau iri karena Agatha juga menyayangi Alice.” goda Louis.
“ diamlah!” kesal Axel.
__ADS_1
“ ayolah, jangan cemburu hanya karena Agatha menyayangi Alice. Mama mu itu memang menyukai anak kecil.” ucap Louis.
Sebenarnya, Agatha pun sudah sering memperingati Axel. Namun, tetap saja ada perasaan tidak terima dalam diri Axel.