
“ Grandma..., sebenarnya.., mengapa kau menjodohkan aku dengan keluarga Nelson?” tanya Freya yang mengunjungi Luna.
“ kenapa? Kau tidak bahagia?” tanya Luna memeluk cucunya yang akan melahirkan cicitnya.
“...” Freya memilih diam sambil merasakan kehangatan pelukan neneknya tersebut.
“ bukankah kamu sendiri yang setuju untuk menikah dengan keluarga Nelson?” tanya Luna lagi. Sekali lagi, Freya memilih diam.
“ apa kau tak mencintai suamimu?” tanya Luna mengelus rambut cucunya.
“ aku mencintainya....., namun aku tidak tahu ia mencintaiku atau tidak, Grandma.” lirih Freya.
“ aku lihat..., ia mencintaimu, Frey.” Luna memberi pengertian. Di dunia bawah- ia memang terlihat seperti seolah istri mafia yang kejam dan dingin- namun, bagi anak- anak dan cucunya Luna adalah pribadi yang penyayang dan lemah lembut
“ namun..., sampai sekarang..., ia masih belum dapat mengucapkan kata- kata itu, Grandma.” ucap Freya merajuk.
“ itu hanyalah kata- kata, Frey. Yang terpenting adalah perasaan suamimu ataupun perlakuan suamimu kepadamu.” ucap Luna menenangkan cucunya tersebut.
“....” Freya memilih diam. Freya sendiri belum yakin tentang perasaan suaminya. Mengingat apa yang di lihatnya tempo hari ketika ia periksa rutin tentang kehamilannya. Ia sendiri tidak yakin jika apa yang di lakukan suaminya kepadanya melambangkan cinta. Ia takut..., jika apa yang di lakukan Felix semata- hanya karena dirinya yang sedang mengandung- tidak lebih dan tidak kurang.
“ grandma..” panggil Freya.
“ sebenarnya..., aku penasaran bagaimana kisahmu dengan grandpa. Bagaimana awal kisah kalian hingga kalian bisa bersatu?” tanya Freya.
“ benar, grandma.., kami juga penasaran.” Alice tiba- tiba datang dan masuk- ke kamar luna.
“ baiklah- baiklah..., kalian semua tidak usah mencuri dengar! Kalian masuk dan dengarkan baik- baik di sini.” ucap Luna kepada anak- anak dan cucunya yang menguping di depan pintu.
“ awalnya.., aku dan Bernard juga di jodohkan.” ucap Luna menertawai Bernard yang memilih berdiri di pojok kamar sementara anak- anak dan cucu mereka duduk untuk mendengarkan kisah mereka.
“ What? Really?” heran semua orang yang ada di sana.
“ apa sedari awal kisah kalian mulus? Bagaimana bisa kalian bisa saling mencintai seperti ini?” heran Louis.
__ADS_1
“ mulus? Tentu saja tidak!” ucap Luna tertawa.
“ ayah dan kakek kalian ini dulu juga memiliki kekasih- sama seperti kalian- kalian ini yang awalnya menolak perjodohan karena memiliki kekasih.” ucap Luna menarik lengan suaminya.
“Benarkah? Tapi kalian terlihat saling mencintai?” heran Alice.
“ mencintai? Apa maksud kalian saling mencintai? Kami hanya saling mendampingi.” ucap Luna.
“ iyakan?” ucap Luna mengelus dagu suaminya.
“ diamlah.” ucap Bernard dengan wajah merona merah. Membuat Freya paham akan makna kata- kata neneknya tadi. Jika cinta tidak semata harus di ucapkan. Freya lantas menatap suaminya yang terus memeluk pundaknya.
“ lalu? Bagaimana kisah kalian bisa berkembang hingga sejauh ini?” heran Agatha.
“ Aku menyukainya karena dulu ia tampan dan gagah-meski sekarang ia masih tampan juga gagah. Namun, aku tahu pernikahan kita ada karena perjanjian bisnis. Sehingga aku tidak berharap jika pernikahan kita akan berjalan seperti pernikahan- pernikahan pada umumnya.” jelas Luna.
“Sebulan setelah pernikahan, terasa biasa saja- meski Bernard jarang pulang, aku berpikir ia memilih untuk menghabiskan waktunya dengan Lily- kekasihnya. Dua bulan pun terasa biasa saja. Tiga bulan.., empat bulan dan seterusnya.
Namun di bulan ke 6.., aku mulai jengah dan kesepian.”
“ tidak! Untuk apa? Aku memilih pergi ke PUB.” ucap Luna dengan ringannya.
“ What?” ucap semua orang dengan terkejut.
“ aku bukanlah wanita yang kurang kerjaan mengebrak seseorang. Jika wanita itu berpendidikan- ia pasti akan memilih menjauh- saat kekasihnya sudah menikah- meski dulu mereka adalah sepasang kekasih sekalipun.
Aku sendiri tidak ingin menjadi wanita yang harus di kasihani. Jika ia masih berhubungan dengan kekasihnya- apa aku harus menunggu sampai aku di ceraikan? Dan dengan menyedihkannya mengemis cinta pada seorang laki- laki? Hanya agar tidak di ceraikan?
Itu alasan aku memilih ke PUB untuk melupakan penat sekaligus..., mungkin mencari pria lain. Jadi..., saat kata cerai itu di layangkan aku bisa langsung mendapatkan pria di luar sana.” ucap luna mengedipkan sebelah matanya kepada Bernard.
“Siapa yang menyangka jika aku bertemu dengan Bernard di PUB saat aku mabuk?” kekeh Luna.
“ kalian saling bertemu di PUB?” heran semua orang.
__ADS_1
“ ya.., sayangnya, ia tidak kebal terhadap alcohol hingga saat itu ia benar- benar mabuk.” Bernard mulai angkat bicara dan sedikit mengenang.
*** 🌸🌸🌸***
Saat itu, Luna yang mabuk- memeluk Bernard sambil berkata;
“ kau tampan! Tidak kalah dari suamiku!”
Bernard yang penasaran hanya berkata:
“ suami?”
“ ya..., suami.” ucap Luna memandangi wajah Bernard.
“ kalau kau memiliki suami, lantas, mengapa kau di sini dan merayu orang lain?” tanya Bernard berpura- pura.
“ apa salahnya merayu pria lain? Lagi pula.., suamiku itu juga memiliki kekasih. Aku tidak ingin menjadi wanita yang menyedihkan- menunggu di ceraikan suami sendiri.” ucap Luna mengambil lengan Bernard dan menempelkannya di dada besarnya.
“ lagi pula aku bangga akan tubuhku..., salahkan beruang raksasa itu yang tidak mensyukuri memiliki istri sepertiku.” ucap luna yang mabuk langsung memeluk Bernard.
“ beruang?” heran Bernard.
“ ya..., namanya Bernard! Bukankah pelafalan namanya mirip dengan beruang( bear)” ucapan Luna jelas membuat Bernard menahan tawanya.
Dan entah bagaimana..., Bernard terbangun esok harinya di sebuah hotel di atas PUB tersebut- dengan tubuh yang polos tanpa benang sehelaipun- kecuali selimut yang menutupi dari bawah pinggulnya sampai atas lutudnya.
Bernard tidak menemukan Luna di manapun- hanya menemukan selembar kertas bertuliskan;
“ permainan kemarin sungguh memuaskan, tampan. Ini ada sedikit uang untuk bayaran atas permainanmu semalam.” begitu isi dari tulisan tersebut- dengan beberapa lembar uang di bawah tulisan tersebut.
‘ huh! Aku di bayar untuk memuaskan istriku sendiri?’ batin Bernard menunjukkan smirk smile nya. Saat itu, pasti saking terkejutnya membuat Luna tidak berani melihat dengan siapa ia menghabiskan malam.
Bernard meremas uang pemberian Luna tersebut sambil berpikir.
__ADS_1
“ mulai sekarang, aku harus mengawasinya saat mabuk! Jika tidak ia akan membiarkan orang menyentuh d*da besarnya dan p**tatnya lagi!” ucap Bernard yang ingat kelakuan istrinya kala mabuk.