Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Ketenangan sebelum badai


__ADS_3

“ apa yang kau lakukan di sini?” kesal Felix kala mengetahui Abigail satu baris tempat duduk dengan istrinya.


“ tentu saja untuk mengikuti mata kuliah ini, tuan Felix.” ucap Abigail ringan sambil tersenyum.


“ apa maksudnya? Bukankah kau dosen di sini?” heran Felix.


“ sebenarnya, aku ini masih mahasiswa, dan kebetulan dosen yang mengajar sedang kecelakaan- sebagai mahasiswa tercerdas aku di minta untuk menggantikan sementara.” ucap Abigail.


“ benarkah?” tanya Freya dan Felix.


“ tentu saja, kebetulan, dosen yang kumaksud sudah sembuh, sehingga aku tak lagi perlu mengajar.” ucap Abigail.


” maaf, apakah kau menunggu terlalu lama? Tadi toiletnya penuh.” ucap Olivia datang dan menyela percakapan mereka.


“ Olivia?”


“ tidak masalah.” ucap Abigail. Olivia lantas segera duduk di sisi Freya dan Abigail.


“ meski ternyata kau memang mahasiswa di sini..., lalu kenapa kau duduk di baris ini? Kau bisa duduk di manapun yang kau mau, masih banyak kursi kosong di sini!” kesal Felix.


“ apa salahnya? Aku ingin duduk di sebelah calon istriku.” ucap Abigail menggenggam tangan Olivia.


“ Ap? Kau dan dia...” ucap Felix tak percaya menunjuk Abigail dan Olivia bersaman. Meski Freya juga terkejut mendengarnya. Namun, wanita itu turut senang karena sahabatnya turut bersatu dengan pria yang selama ini ia cintai.


“ ini! Jangan lupa datang!” ucap Abigail menyerahkan kartu undangan yang telah di design nya.


“ ka..., kau..., kau benar- benar akan menikah?” ucap Felix tak percaya.

__ADS_1


“ tentu saja, kau pikir, untuk apa aku memberimu kartu undangan?” tanya Abigail membuat Olivia dan Freya menahan tawanya.


“ bukankah kah mengatakan kau ini juga salah satu tunangan Freya?” tanya Felix.


“ bukankah sekarang nona memilih anda tuan Felix? Bahkan, sekarang kalian juga akan memiliki anak, jadi, sudah sewajarnya saya menyerah dan bahagia dengan pilihan saya sendiri.” ucap Abigail. Dan tepat pada saat itu, Dosen yang sesungguhnya mengajar akhirnya datang dan memasuki ruang kelas.


“ Dosen sudah datang, aku rasa aku harus meninggalkan kalian, belajar yang giat.” ucap Felix menciumi pipi istrinya.


“ terima kasih.” ucap, Olivia, Abigail dan Freya serempak.


“ kenapa kalian ikut menjawab?” heran Felix kepada Abigail dan Olivia.


“ bukankah maksud dari Kalian yang kau maksud itu kami?” tanya Abigail.


“ tentu saja itu untuk istri dan ankku.” kesal Felix meninggalkan Abigail dan Olivia yang terkekeh.


“ morning, sir.” jawab semua peserta yang hadir dengan serempak.


“ mungkin, banyak yang tanya, karena saya baru mengajar di pertengahan semester, karena.., kebetulan..., saya mengalami kecelakaan sehingga harus di gantikan oleh senior kalian Abigail.” ucap dosen dengan pembawaan yang ceria.


“ ia memiliki pembawaan yang ceria dan menyenangkan.” ucap Olivia yang baru pertama kali melihat dosen yang mengajar.


“ ya, itu sebabnya, aku mau menggantikannya. Jika dosennya sombong dan menyebalkan, aku mana mau menggantikannya.” jelas Abigail.


“ lho, Abigail? Kau masuk ke kelasku? Bukankah para dosen menjanjikanmu untuk lulus lebih cepat jika menerima permintaan untuk menggantikan saya?” tanya Dosen tersebut membuat Freya dan Olivia menatap Abigail.


“ yes, sir. Namun, saya ingin selalu menemani calon istri saya, sehingga saya memilih untuk tetap mengikuti kelas ini- sekalian menyusun tesis dan karya tulis ilmiah saya.” ucap Abigail menatap Olivia membuat wanita itu merona karenanya.

__ADS_1


“ itu hal yang mengejutkan, baru kemarin saya dengar anak didik saya juga ada yang menikah- dan sekarang, dosen pengganti saya juga akan menikah dengan anak didk saya.” ucap Dosen tersebut.


“ dan anak didk yang anda maksud ini sudah akan menjadi seorang ibu.” ucap Olivia kepada Freya.


“ benarkah? Itu benar- benar hal yang membahagiakan.” ucap dosen itu dengan riangnya.


🌸Di lan tempat...🌸


“Apa kau sudah menemukan pergerakan dari Wanda?” tanya Bernard. Rasanya begitu damai sehinga maah membuat pria yang tak lagi muda itu khawatir.


“ maaf tuan, setelah nona Wanda kembali ke kampung Nelayan, semua tas dan pakaian yang sengaja kami pasang Bros klip di jual oleh nona Wanda sehingga Mice dan camera mini rahasia ikut hilang.” ucap Ed.


“ bagaimana dengan satelit N***a?” tanya Andre.


“ aku sedang berusaha tuan, namun, apa yang kita lakukan sebelumnya ketahuan oleh pihak N***a. meski, keberadaan kita tak bisa di lacak, namun,mereka memperkuat sistem mereka, sehingga butuh waktu lagi untuk mengendalikan satelit itu.” jelas Ed.


“ perlu berapa lama?” tanya Andre.


“ paling lama 2 munggu sampai 1 bulan.” ucap Ed.


“ kandungan Freya sudah berjalan lebih dari 3 bulan, aku harap, kau bisa menemukan pergerakan wanita itu secapat mungkn, dan Andre..., Perketat penjagaan di sekeliling Freya.” ucap Bernard.


“ apa yang kau takutkan? Bisa saja, wanita itu benar- benar sudah berubah? Bukankah ia memilih untuk kembali ke kampung Nelayan?” tanya Andre.


“ aku takut, jika ia tidak benar- benar telah berubah. Belajarlah dari kejadian Elena. Karena ia membalas Dendam tepat pada saat ia terjatuh- dan kita jadi kehilangan Alana juga Kei. Yang aku takutkan adalah, jika apa yang akan di balas Wanda lebih menakutkan. Karena, ia tidak langsung berbuat gegabah seperti Elena- sehingga bisa langsung kita hentikan.


Bagaimana jika arti dari ketenangan ini seperti pertanda sebelum terjadinya badai?” ucap Bernard yang membuat Andre dan Ed saling berpandangan.

__ADS_1


__ADS_2