
Akhirnya hari yang di tunggu tiba, Louis akan bertemu dengan sang pengguna akun. Surat kontrak sudah Louis siapkan, tinggal menunggu sang designer tiba, beruntung Elena sedang di luar kota karena pekerjanannya.
Kalau kalian ingin tahu pekerjaan Elena, ia adalah seorang Aktris. Awal perjumpaan Elena dengan Louis juga karena pekerjaan Elena yang kala itu menjadi model perusahaan untuk memamerkan perhiasan keluaran tahun itu. Berawal dari sering bertemu hingga sering mencurahkan isi hati masalah pekerjaan menjadikan mereka dekat dan Louis memutuskan untuk berkencan dengan Elena.
Sejujurnya, setelah menikah- Louis ingin, jika Elena hanya menjadi model perusahaan saja.
Namun kata tidak jelas terlihat dari wajah Elena saat itu. Dengan alasan melebarkan sayapnya di dunia ke artisan- Elena bukan saja menjadi seorang model namun merambah menjadi seorang aktris dan membintangi sejumlah iklan papan atas. Dengan nama yang di sandangnya sekarang, tak susah bagi seorang Elena menggaet produsen- produsen kelas atas untuk menjadikannya bintang iklan.
Dan kebetulan saat ini wanita itu sedang melakukan perjalanan bisnis di luar kota- sehingga takkan mengomel ketika Louis pulang terlalu larut- karena sang pengguna akun hanya bisa datang di sore hari- mungkin karena tak ingin identitas nya di ketahui orang lain.
Tok! Tok! Suara ketukan pintu membuyarkan lamun Louis.
“ masuk.” ucap Louis.
Suara stiletto memasuki ruangan terdengar jelas di telinga Louis. Bukan pada suaranya yang menarik perhatian Louis, namun pemilik dari stiletto itulah yang membuat seorang Louis Fransiscus membulatkan matanya.
“ Agatha?” ucap Louis tak percaya.
“ lama tak bertemu tuan Louis, senang karena akan bekerja sama dengan anda.” ucap Agatha dengan sikap hormat. Di tangannya kanannya memegang tablet dengan logo apple termakan setengah- yang Louis yakin berisiskan design- design yang akan di presentesikannya.
“ kau menjual design mu di Freelancer?” heran Louis.
__ADS_1
“ ya, meski saya memiliki warisan dari ayah saya, saya masih harus terus menyambung hidup, sementara harta itu tetap bisa habis ketika di gunakan. Bukan?” ucap Agatha berusaha sopan. Louis tak menjawabnya, ia masih belum percaya jika wanita yang di carinya, yang hilang bagai di telan bumi kini berada tepat di depannya.
“kenapa anda terkejut, tuan? Bukankah di perjanjian yang aku tanda tangani hanya masalah percerairan? Bukan berarti saya tidak boleh bekerja di perusahaan anda kan?” tanya Agatha dengan bahasa formal.
“ bukan begitu, aku hanya terkejut karena selama setengah tahun ini kau hilang bagai di telan bumi.” ucap Louis beralasan.
“ saya hanya ingin berduka saja atas kehilangan kedua orang tua saya, Tuan Louis, sehingga selama setengah tahun saya memilih menata hidup saya. Maafkan saya karena tidak sempat datang di pesta pernikahan anda dan istri anda.” ucap Agatha sopan.
“ tidak bisakah kau untuk tidak seformal itu?” tanya Louis yang tidak suka perlakuan Agatha yang seolah berbicara dengan orang asing.
“ sekarang anda adalah atasan saya, tuan.” ucap Agatha.
“ sudahlah, ayo kita bahas proyek kerja sama kita.” ucap Louis menuntun Agatha menuju sofa yang di peruntukkan untuk tamu.
Sementara Agatha menjelaskan makna soal Design nya, Louis menatap wanita yang kini menjadi mantan istrinya dengan tak percaya.
Bagaimana tidak? Selama setengah tahun tak bertemu, Louis seolah bertemu dengan orang yang berbeda. Rambut yang dulu selalu di potong pendek menyerupai potongan laki- laki- kini berganti dengan rambut ikal yang panjang.
Louis yakin itu adalah rambut aslinya- mengingat rambut mendiang ibunda dari Agatha juga memiliki bentuk rambut yang sama.
Louis masih ingat jika seorang Agatha tak pernah mempedulikan penampilannya dan selalu menggunakan baju yang terkesan kebesaran dan kini di hadapannya, Agatha memakai baju terusan dengan rok span yang mencetak lekuk tubuhnya yang terlihat semakin berisi terutama di bagian dada dan pan**t nya yang semakin sekal dan itu semua semakin terlihat sexy di balik rok span yang di gunakannya. Entah bagaimana, melihat tubuh Agatha, membuat bayangan malam pertama mereka- lewat di benak Louis dan membuat pria itu sedikit merasa gerah.
__ADS_1
“ apa anda sakit?” tanya Agatha.
“ tidak, kenapa?” heran Louis.
“ wajah anda memerah.” ucap Agatha jujur. Louis memilih diam sambil mengusap tengkuknya.
“ sekarang kau memanjangkan rambutmu?” ucap Louis setelah menimbang apakah mau bertanya atau tidak.
“Ya, seperti yang anda lihat.” ucap Agatha acuh. Ia lebih memilih fokus menatap ke layar tablet nya.
“Selama ini kau selalu berambut pendek, aku begitu terkejut saat melihatmu dengan rambut panjang itu.” ucap Louis.
“Ya, selama ini mendiang ayah saya lah yang menyukai saya berambut pendek. “
“Jadi setelah ayahmu tiada kau memanjangkan rambutmu?” Tanya Louis.
“Alasan lainnya karena selama setengah tahun itu saya memang tak sempat mengurus rambut saya.”
“Begitu?” Tanya Louis.
“Jadi.., kita akan membicarakan masalah proyek kita atau rambut saya?” tanya Agatha menatap Louis.
__ADS_1
“ tentu saja proyek.” ucap Louis- sekali lagi mengelus tengkuknya.