Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Candu?


__ADS_3

“ aku mau makan di sini, namun, makan yang lain.” kekeh Abigail.


*


“ kenapa kau menciumku?” heran Olivia.


“ tidak boleh?” tanya Abigail setelah pompa dapat di betulkan dan pria itu menagih janji makan siang.


“ bukankah selama ini kau tidak suka berciuman? Kau mengatakan; **** bisa di lakukan dengan nafsu, namun ciuman harus di lakukan dengan ha.., Uph.” ucap Olivia terpotong karena bibirnya telah di sumpal dengan bibir Abigail.


“ diamlah! Aku hanya ingin menikmati bayaran karena berhasil membetulkan pompamu!” ucap Abigail memulai permainan panas mereka. Siang ini di penuhi oleh lenguhan, desa**n dan menghabiskan keringat bersama.


Setelah puas dan lelah, Abigail lantas berbaring di sisi Olivia sambil memeluk wanita itu.


Tampak jika Olivia masih memejamkan matanya sambil menormalkan deru nafasnya. Ia berusaha menyadarkan keanehan yang terjadi dan yang baru saja dirasakannya.


Rasa hangat yang memenuhi tubuhnya.


“ kenapa kau menumpahkannya di dalam?” tanya Olivia yang menyadari arti rasa panas tersebut. Selama ini, jika tidak memakai pengaman, pria di depannya ini selalu menumpahkan di luar, sehingga- Olivia baru pertama merasakan sensasi panas yang memenuhi tubunya tersebut.


“ kau takut?” tanya Abigail.


“ bagaimana jika Darren mengira ini adalah miliknya? Aku tidak ingin menikah dengannya.” cicit Olivia.


“ aku yang mengatasinya. Ia tidak akan dapat kemari lagi.” jelas Abigail menciumi dahi Olivia. Membuat wania itu merasa aneh akan tingkah pria itu.


“ tapi...” Olivia mengeratkan pelukannya karena merasa bimbang.

__ADS_1


“ tapi?” ulang Abigail.


“ keluargaku akan menilai aku sebagai wanita yang rusak yang tidak bisa menjaga diriku!” lagi- lagi keluarganya.


“ aku akan mengurusnya! Keluargamu. Mereka bisa sombong karena mereka memiliki uang! Mereka akan menangis saat uang itu hilang dari kehidupan mereka terutama adikmu yang sombong itu!” ucap Abigail terbangun.


“ kau mau kemana?” tanya Olivia. Abigail hanya tersenyum dan mengelus rambut Olivia seraya menenangkan.


Di lain tempat.


“ kenapa kau terus memelukku, Fe?” tanya Freya.


“ apa salahnya memeluk istri sendiri.” ucap Felix memeluk istrinya sambil menciumi bau tubuhnya.


Entahlah, sekarang, berpisah meski hanya sebentar membuat pria itu merindu pada istrinya.


“ gerah, Fe.” ucap Freya mendorong tubuh suaminya.


“ ga tau, pokoknya panas.” kesal Freya.


“ bukankah sebelumnya kau tidak suka memakai AC?” heran Felix.


“ aku tidak kuat panasnya- tidak cukup jika hanya menggenakan kipas angin, Fe.” ucap Freya mengibaskan tangannya. Ibu- ibu hamil, memang terkadang suka merasakan gerah.


“ duh- duh, jangan merepotkan ibumu donk. Kau belum lahir dan sudah membuat ibumu kerepotan.” ucap Felix mengelus perut Freya yang masih rata. Freya hanya tersenyum. Dan entah mengapa, ia terpikir ide nakal yang liar.


Freya lantas malah memeluk suaminya.

__ADS_1


“ katanya gerah?” kekeh Felix. Freya memilih diam namun, tangannya mulai ia letakkan di dada suaminya.


“ Frey! Jangan nakal! Kau tahukan? Aku masih harus puasa!” kesal Felix saat tahu tangan istrinya sudah nakal kemana- mana. Freya memilih diam namun, tangannya tidak berhenti. Bahkan tangannya terus membelai turun menuju ke bawah celana suaminya.


“ a..h. Frey!” ucap Felix mulai terbata. Sebenarna malu juga menyentuh milik suaminya. Freya memang selalu sembunyi- sembunyi melihat milik suaminya kala mereka bercumbu, namun, bisa di bilang ini kali pertama, Freya begitu berani memainkan milik suaminya.


Namun, saat tubuh suaminya mulai menegang tanda akan mendapatkan pelepasannya, Freya segera berhenti dan berpura- pura tertidur.


“ Frey?” panggil Felix. Merasa istrinya tertidur membuat Felix merasa kesal.


“ Frey! Habis menggodaku jangan langsung tidur, donk! Bantu aku sekalian, Frey!” rajuk Felix.


Melihat suaminya merajuk, Freya berusaha menahan tawanya. Sampai ia merasakan bibirnya di hisap kuat oleh suaminya. Ia ingin meronta, namun, ingat jika dirinya sedang pura- pura tertidur- dan ia tidak ingin sampai suaminya melakukan lebih. Dari sela matanya, ia melihat jika suaminya berusaha memuaskan dirinya sambil terus menciumi Freya.


Sejujurnya, apa yang di lakukan suaminya juga membuat Freya jadi ikut terbakar gai**h. Namun, puasa bukan hanya untuk tertuju pada suaminya namun juga untuk dirinya.


“ f.., Fe.” ucap Freya terbata saat bibir suaminya mulai menyesap leher Freya.


“ hem?” ucap Felix berkonsentrasi agar segera mendapatkan pelepasannya.


“ aku.., aku juga ingin, Fe.” ucap Freya malu.


“ tapi kita harus puasa, Frey.” Felix cukup senang melihat jika istrinya memberi lampu hijau, namun, Felix masih ingat ada pantangan yang di berikan dokter kala ia baru pertama kali tahu istrinya itu sedang mengandung calon buah hati mereka.


“ tapi aku tidak tahan, Fe. Ku mohon. Jika kau pelan- pelan pasti tidak akan melukai calon anak kita.” rengek Freya. Tak heran, ibu hamil juga memiliki gairah yang tinggi.


“ ba.., baiklah. Aku akan pelan- pelan. Jika sakit akan langsung aku hentikan.” ucap Felix memulai malam panas mereka. Sedikit memakan waktu karena penuh kehati- hatian dan pelan- pelan agar tidak melukai buah hati mereka. Setidaknya, penantian panjang itu berakhir saling memuaskan dan di puaskan.

__ADS_1


Tampak Freya yang tertidur karena kelelahan sementara Felix berusaha membuang pelepasannya di kamar mandi. Di rasa sudah bersih, Felix segera keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya yang benar- benar telah tertidur pulas.


Felix hanya tersenyum dan segera ikut masuk ke selimut yang sama dengan istrinya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang sambil menciumi tubuh istrinya yang menjadi candu belakangan ini.


__ADS_2