Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Gavin2


__ADS_3

Butuh kehilangan agar kita menghargai yang kita miliki. Karena di saat kita kehilangan itulah, kita baru tahu, jika apa yang sebelumnya kita miliki itu- berharga.


Agatha hanya melihat anak gadisnya. Dalam hatinya bertanya- tanya, apakah dulu, dirinya juga berwajah sebahagia itu ketika menikah dengan Louis pertama kali?


Wanita itu yakin jawabannya adalah; tidak! Meski, saat itu Agatha juga menyukai Louis, sekalipun. Karena dirinya tahu, tidak ada yang akan berjalan mulus dari pernikahan yang di paksakan- apa lagi, saat itu, Louis juga memiliki kekasih; yaitu Elena.


Butuh perjalan panjang dan menyakitkan, agar mereka kembali bersama. Agatha bahkan harus menghilang karena luka yang di torehkan Louis saat itu.


Agatha jadi ingat perjalanan panjang saat Agatha memutuskan menjauh dan bertemu dengan Axel- anak angkatnya sekarang. Agatha bersyukur karena keputusannya untuk menjumpai panti asuhan dan panti jompo- tepat. Karena, di sanalah ia bertemu dengan Axel, hingga akhirnya ada kisah Axel dan Alice.


Seandainya, Agatha tidak menjumpai Axel- akankah, Alice kembali ceria seperti biasa- kala kehilangan Kei dan Alana? Axel memang melukai hati Alice dengan sikap cuek nya, namun, seandainya Agatha tidak menjumpai Axel- bukan berarti apa yang pernah menimpa pada Alice tidak akan terjadi.


Semuanya ada garis takdirnya. Dan yang Agatha tahu, kisah wanita itu telah menemui akhir yang bahagia. Agatha berharap, anak gadisnya tidak menemui kisah yang panjang dan menyedihkan seperti dirinya- sebagaimana doa ibu kepada anaknya yang akan hidup dalam pernikahan.


Menikah?


Ya, akhirnya, Felix setuju menikah dengan dengan Freya.


Dan itulah yang terjadi. Dalam balutan dress yang di design sendiri oleh Freya- saat ini, wanita itu sedang di antarkan Louis menuju pria yang akan menjadi suami dari anak gadisnya itu.


“ hiks, rasanya baru kemarin, papa menggendongmu, sekarang, papa sudah harus melepaskan anak gadis papa.” lirih Louis kala perjalanan menuju mengantar Freya menuju ke arah calon suaminya yang menunggu di depan Altar.


“ papa, jangan bersedih, aku tidak akan kemana- mana dan aku tetaplah anak gadis ayah.” hibur Freya.


“ kau harus membahagiakan, Freya. Jika tidak..., akulah orang pertama yang akan menghajarmu.” ucap Louis kala menyerahkan Freya kepada Felix.


Felix hanya mengangguk sebagai jawaban dan menerima Freya. Sementara janji suci di bacakan, ekor mata Felix tertuju pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Pria itu mengakui jika Freya adalah gadis yang cantik. Rambut lurus wanita itu di bentuk ikal agar sesuai dengan dress wanita itu. Berbeda dengan Alice atau Irish- Freya mewarisi badan mungil Agatha- sehingga, Dress pernikahan wanita itu di buat menyesuaikan bentuk tubuhnya agar mengurangi kekurangan Freya- dalam tinggi badan.


Wanita itu juga mewarisi wajah manis Agatha dan wajah tampan Louis- membuat wajahnya juga cantik dan membuat semua orang betah berlama- lama menatapnya. Namun, salahkan takdir karena Felix tidak bisa mencintai gadis itu- ia sudah berjanji pada kekasihnya- atau lebih tepatnya, mantan kekasihnya.


“ aku heran, mengapa kau mau menerima perjodohan ini? Aku tidak mencintaimu.” bisik Felix.


“ bukan tidak mencintai, kaka. Tapi belum. Kau belum mencintaiku. Dan aku yakin, dengen pernikahan ini- aku pasti akan membuatmu mencintaiku.” ucap Freya acuh dan terus menatap ke arah depan- dimana seorang Romo atau pendeta sedang membacakan janji suci.


“ bagaimana jika aku tidak bisa mencintaimu?”


“ kakak Felix, ternyata kau ini seorang yang pesimis. Kau belum tahu apa yang akan terjadi dan sudah memutuskan jika tidak bisa.” ucap Freya yakin akan bisa merubah hati seorang Felix. Mendengarnya, pria itu hanya terdiam. Ia tak tahu lagi harus meyakinkan seperti apa. Lagi pula, janji suci telah selesai di bacakan dan mereka telah bersedia menerima pasangan mereka- dalam suka dan duka, dalam susah dan senang.


*


“ akhirnya, adik resehku, menikah juga- setelah sebelumnya selalu merengek kesepian.” kekeh Axel. tampak jika pria itu menggendong Naomi.


“ apaan sie, kak?” ucap Freya malu- malu.


“ selamat, adikku yang cantik.” ucap Alice memeluk tubuh Freya sambil menggendong Alesya. Sementara, Felix memilih diam dan sedari tadi hanya fokus pada handphone nya.

__ADS_1


Ia terus- terusan meminta maaf pada kekasihnya- melalui chat, namun, bahkan sampai sekarang, kekasihnya itu tidak membalas chatnya.


“ nona, selamat atas pernikahan anda.” Irish datang bersama dengan Gavin.


“ Irish? Aku tidak menyangka jika setelah semua nya, kau akan datang ke pernikahanku.” ucap Freya memeluk Irish dan menciumi wajah Gavin yang di gendong ibunya itu.


“ tentu saja, nona. Ini hari bahagia nona, tidak mungkin saya tidak datang.” ucap Irish. Dan tampak jika Gavin mengelap wajahnya yang penuh dengan noda lipstik dari Freya. Namun, melihat jika pria yang menjadi suami dari Freya itu tidak menikmati pesta yang berlangsung membuat Gavin meronta turun dari gendongan ibunya.


“ uncle.” panggil Gavin dengan suara cadelnya.


“ hem? Ada apa anak manis?” tanya Felix berusaha mensjajarkan tingginya dengan tinggi anak berumur 2 tahun tersebut.


“ kau terlihat tidak menikmati acara.” tanya Gavin.


“ eh? Kenapa kau bertanya seperti itu?” tanya Felix.


“ sedari tadi kau hanya melihat handphone mu dan tidak memperhatikan aunt yang menjadi istrimu.” ucapan Gavin membuat Felix hanya terdiam.


“ lebih baik kau hati- hati.” ucap Gavin membuat Felix heran.


“ eh?”


“ kalau kau tidak memperhatikan istrimu, bisa- bisa istrimu di ambil orang lain.” tunjuk Gavin.


“ eh?”


“ sekali lihat juga semua orang paham, jika istrimu itu cantik. Jika kau membuang istrimu dalam perceraian, aku yakin, tidak akan lama ia akan menemukan pria baru. Semua pria akan menerima aunt itu.” ucap Gavin yang pintar. Kepintaran Ed dan Irish jelas terlihat menurun ke anak laki- lakinya.


Mendengarnya, Felix lantas mengangkat wajahnya menatap ke arah istrinya yang sedang berbincang.


Dan..., ya, benar saja, para pria yang menatap Freya sangatlah banyak. Mungkin, hampir semua tamu undangan- terlihat jatuh hati sekaligus kecewa karena wanita yang mereka sukai adalah milik orang lain.


“ Irish, ngomong- ngomong, kemana suamimu?” tanya Alice tiba- tiba.


“ ia sedang di panggil tugas, nona.” jawab Irish santai.


Karena itulah yang terjadi. Tampak jika seorang pria tengah menunggu seseorang lewat. Dan di rasa apa yang di tunggunya telah lewat, pria itu segera bergerak dan sengaja menabrak wanita yang lewat tersebut.


“ maaf.., maafkan aku.” ucap pria tersebut.


“ dasar, kalau jalan itu lihat..” mau memaki, namun, melihat wajah tampan pria itu membuat wanita itu terdiam.


“ ? nona? Kau tidak apa- apa?” ucap pria itu mengibaskan tangannya di depan wajah wanita itu.


“ ti.., tidak. Aku yang tidak lihat jalan. By the way, Namaku, Wanda.” ucap wanita itu menyingkirkan anak rambutnya kebelakang telinga.


“ saya Ed.” ucap Ed tersenyum. Ed? Ya, Ed lah pria yang menubruk Wanda.

__ADS_1


“ Ed? Kau mau kemana?” tanya Wanda.


“ hanya berkeliling, nona.” ucap Ed tersenyum sambil membantu Wanda memasukkan barang- barang wanita itu yang terjatuh.


“ begitu? mau ku temani?” tanya Wanda mengelus dada pria itu.


“ saya takut, itu akan membuat seseorang marah.” ucap Ed menyingkirkan tangan Wanda yang mengelus dada pria itu.


“ apa ada yang anda takuti?” tanya Wanda.


“ maksud saya, ini soal anda.” jawab Ed basa- basi.


“ tentu saja tidak, saya masih sendiri. Bahkan saya hanya tinggal sendiri.” ucap Wanda mengibaskan tangannya.


“ lalu? Dimana anda tinggal?” tanya Ed.


“ di apartement di kawasan Xx.” jawab Wanda membanggakan apartment yang di beli Felix.


“ itu adalah apartment yang cukup mewah, nona.” ucap ed berbasa- basi.


“ ya, setelah menabung bertahun- tahun, saya akhirnya dapat membeli nya setelah ada seseorang baik hati yang memberi kan harga murah kepadaku.” ucapan Wanda membuat Ed berdecih tanpa sadar.


“ apa anda mau mampir, tuan?” tanya Wanda.


“ inginnya, sayangnya, saya sedang buru- buru, mungkin lain kali.” ucap Ed beranjak dan segera berdiri.


“ erm.., tuan.” ucap Wanda memanggil.


“ ya?”


” jika berkenan, bagaimana jika saya meminta nomor handphone anda, supaya saya bisa menghubungi anda.” ucap Wanda memberikan handphone nya.


Melihatnya, Ed hanya menunjukkan smirk smile nya dan mengambil handphone milik wanita itu. Setelah mengetik sesuatu, Ed memberikan handphone nya kembali.


“ kalau begitu saya permisi.” ucap Ed. Sementara itu, Wanda tampak sangat senang mendapatkan nomor pria yang menurutnya tampan.


‘ di dunia ini, memang yang terpenting adalah wajah dan harta. Jika tidak ada harta, ya wajah. Permainan ranjang mereka baru setelahnya.’ batin Wanda terkekeh kecil.


“ dasar, semua pria sama saja. Gampang terpesona pada wajah cantik dan sosok yang sederhana.” ucap Wanda melihat handphone nya. Tanpa sadar, jika handphone nya telah tersadap.


Ed bahkan telah memasukkan camera mini dan mice perekam di barang- barang wanita itu.


“ tuan, tugas yang anda berikan telah saya laksanakan.” ucap Ed berbicara dengan intercome nya.


“ baik, terima kasih. Maaf memanggilmu kembali.”


“ tidak masalah, saya sudah berjanji, kapanpun anda membutuhkan, saya pasti akan melaksanakan perintah anda.” jawab Ed.

__ADS_1


__ADS_2