Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Bertemu Lionel


__ADS_3

Irish(15) meski kelihatan seperti gadis yang cuek atau mungkin pria yang pandai menutupi perasaannya- namun, siapa yang menyangka jika gadis yang terlihat cuek itu ternyata sangat menyukai makanan dengan kuning di tengahnya yang di sebut telur tersebut.


Herannya, meski Telur memiliki protein yang kaya juga lemak- tak pernah sekalipun, Irish mengeluh memiliki bisul di tubuh atau wajahnya.


Bahkan, meski ia sedang tidak nafsu makan- asalkan ada telur, itu sudah cukup membuatnya lahap untuk makan dan melupakan getir pada mulutnya yang membuatnya tidak nafsu makan.


Sama seperti saat ini, Irish mengakui jika ia tadi tidak nafsu makan, namun mengetahui jika Ed membuatkannya semur telur, satu mangkok bubur habis kandas tidak tersisa.


“ apakah enak?” tanya Ed. Irish hanya mengangguk.


Kemampuan memasak Ed tidak perlu di ragukan lagi.


“ aku sudah membuatkanmu tea jahe dan sudah menghangatkan sekantong beras, hangatkan perutmu dengan beras ini.” ucap Ed meletakkan sekantong beras di perut Irish. Sementara Irish meminum tea Jahe yang di buat Ed.


Ingin rasanya Irish berteriak;


‘ cukup, jangan berbuat manis lagi!’ namun, Irish tidak kuasa melakukannya. Ia tahu jika Ed tulus memperlakukannya, Irish lah yang salah sangka pada perlakuan baiknya.


“ aku akan mencuci mangkok bekas kau makan dulu, kau tidur lagi saja.” ucap Ed meninggalkan Irish.


Irish memilih tidak menjawabnya dan langsung berbaring dan menutupi setengah wajahnya dengan selimut.


Bernard dan Andre cukup mengerti keadaan Irish sehingga saat gadis itu tengah mengalami period seperti sekarang- biasanya mereka akan membebas tugaskan Irish dari tugas dan pekerjaan lainnya.


Namun, baru mau menutup matanya, Irish mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya.


“ siapa?” Ed bertanya dari dapur.

__ADS_1


“ biar aku bukakan. Kau teruskan mencuci mu, Ed.” ucap Irish menuju pintu depan.


“ baiklah.” ucap Ed memilih melanjutkan mencuci piring kotor.


Irish baru membuka pintu depan, dan seketika ia merasakan tubuhnya ada yang memeluk.


“ kau siapa?” ucap Ed yang terkejut Irish di peluk oleh seorang pria.


“ kau yang siapa?” kesal Lionel. Ya, yang memeluk Irish adalah Lionel.


“ tenanglah, ia adalah Ed- salah satu anak didikku.” ucap Andre.


“ kalian gila? Kenapa kalian membiarkan anak gadisku satu rumah dengan seorang pria!” kesal Lionel.


Suatu hal yang tak terkirakan bagi Louis- ia tidak menyangka jika Lionel akan seperti dirinya yang begitu melindungi anak gadisnya.


“ kenapa” heran Lionel.


“ karena aku gay.” ucap Ed dengan mudahnya.


“ ha?” heran Lionel. Pria itu tidak bisa sepenuhnya mempercayai Ed adalah Gay, terlihat dari pria itu yang sedikit posesive saat Lionel memeluk Irish tadi.


“ papa.., aku tidak apa- apa, jika Ed tidak benar- benar gay, bagaimana mungkin aku masih baik- baik saja selama aku tinggal di rumah bersama dengan dirinya.” ucap Irish masih dalam pelukan Lionel.


“ kau mengatakan itu bukan karena ingin menghiburku kan?” tanya Lionel menangkup wajah Irish.


“ erm.” jawab Irish.

__ADS_1


“ ngomong- ngomong, kau tahu aku adalah ayah mu?” tanya Lionel.


“ ya, tuan Bernard dan tuan Andre tidak pernah menutupi siapa ayah kandungku dan ibu kandungku.” jawab Irish.


“ apakah kau sudah bertemu dengan Elena?” tanya Lionel.


“ erm.., ya.” jawab Irish dengan sendu.


“ kau tidak apa- apa? Apa kau kecewa jika orang tuamu ternyata adalah pelaku kejahatan?” tanya Lionel.


“ tidak. Aku tahu, ibu salah karena terbutakan dendamnya dan menurutku, ibu pantas mendapatkannya karena telah merengut nyawa orang yang tidak bersalah.” jawab Irish.


“ lalu, mengapa wajahmu terlihat pucat seperti ini?” heran Lionel.


“ aku hanya sedang period, papa.” jawab irish.


“ lalu, tuan Lionel. Apakah maksud kedatanganmu kemari?” tanya Ed.


“ aku hanya ingin mengunjungi anakku. Dan, mengajaknya tinggal bersama.” ucap Lionel.


“ apa?” heran Irish.


“ tapi, aku tidak akan memaksamu, jika kau ingin bersama ku, aku tidak akan memaksamu, biar bagaimana pun, Andre dan Tuan Bernard lah yang selama ini menggantikan tugasku sebagai seorang ayah, jadi, jika kau ingin tetap bekerja dengan mereka aku tidak akan melarangmu.” ucap Lionel.


Irish hanya menatap Ed. Ia tahu, satu- satunya cara agar melupakan perasaannya dan belajar mencintai orang lain adalah terbebas dari Ed barang hanya sebentar.


“ baiklah.” ucap Irish.

__ADS_1


__ADS_2