
* rumah Greisy*
“ kenapa di sini sangat sepi?” tanya Louis.
“ kenapa anda bertanya pada saya? Saya bahkan juga baru datang bersama dengan anda.” geram Andre.
Mendengarnya, Louis hanya tersenyum kikkuk. Melihatnya, Andre memilih menghela nafasnya menahan kesal.
Louis memang pandai dalam bisnis namun sifatnya nya sangat berlawanan jika tidak membicarakan bisnis.
Andre memilih untuk menekan bell rumah Greisy.
Namun, sama seperti sebelumnya, berkali- kali Andre menekan bell- pun tidak ada yang membukakan pintu rumahnya dan menyambut mereka.
“ kurasa sedang ada acara. Bahkan perumahan di sekitar sini sangatlah sepi.” ungkap Louis.
“ ...” andre hanya terdiam dan menghela nafasnya.
Antara Greisy yang memang sengaja menghindar dari Andre atau takdir saja yang tidak memperbolehkan mereka bertemu.
** 🌸🌸**
Di lain tempat, tepatnya di Apartment Agatha.
* bell Apartment di bunyikan*
__ADS_1
“ ada urusan apa kau datang ke Apartment ku, kak?” tanya Agatha saat membukakan pintu untuk Lionel.
“ aku hanya ingin berkunjung. Yah..., aku tak pernah bertemu lagi denganmu setelah kau bercerai dengan Louis. Aku cukup terkejut karena kau sempat menghilang selama lebih setengah tahun.” ucap Lionel duduk di kursi tamu setelah memberikan bingkisan coklat untuk Agatha.
“ aku tidak suka makanan manis.” ucap Agatha.
“ aku tahu, ini untuk jagoan kecilmu.” ucap Lionel.
“ terima kasih.” ucap Agatha menerima bingkisan coklat tersebut.
“ kemana jagoan kecilmu?” heran Lionel.
“ aku rasa ia masih di taman kanak- kanak.” ucap Agatha.
“ ini sudah sore dan ia masih sekolah?” heran Lionel.
“ benarkah?” heran Lionel.
“ ya. Kalau tidak salah namanya Fiona.”
" Fiona? Anak gadis?" heran Lionel.
" ya."
“ erm..,” Lionel kehilangan topik.
__ADS_1
“ Agatha.” panggil Lionel.
“ ya?” heran Agatha.
“ kemana saja kau selama kau bercerai dari Louis?” heran Lionel.
“ erm.., aku menghibur diriku sendiri. Berkunjung ke berbagai tempat terutama panti asuhan dan panti jompo.” ucap Agatha tersenyum.
“ panti asuhan? Panti jompo? Kau bertemu Axel dari sana, karena hal itu?” tanya Lionel.
“ ya. Hal yang membuatku tertarik adalah tanggal lahirnya yang sama persis dengan hari dimana ibuku meninggal. Aku merasa aku melihat kembali wujud ibuku di diri Axel- apa lagi anak itu juga memiliki minat terhadap design perhiasan meski gambarnya masih belum rapi. Yah, biar bagaimana pun ia masih anak berumur tiga tahun.
Namun secara keseluruhan, aku benar- benar melihat ibuku terlahir kembali di diri Axel- kecuali kenyataan jika Axel adalah seorang pria kecil.” ucap Agatha.
Lionel hanya terdiam. Ini adalah salah alasan yang membuat pria itu menyukai Agatha. Ia cantik, tulus, bersinar dan baik hati.
Agatha sendiri tidak merasa keberatan di dekati Lionel- meski ia tahu perasaan pria itu kepadanya.
Biar bagaimana pun, meski Louis berjanji akan mempersunting kembali Agatha- kenyataannya, Agatha sekarang adalah wanita single. Lionel berhak mendekatinya.
Sementara itu, di lain tempat- Elena sedang uring-uringan karena saat ini nomor telephone Lionel tidak dapat di hubungi.
Mungkin, karena hormon kehamilan membuatnya merasa bergairah dan ingin segera di tuntaskan.
Hamil? Ya, Elena sudah mengecek ke dokter Obygn dan dapat di pastikan ia sedang hamil sekarang. Ia tidak dapat mengatakannya pada Louis karena ia baru saja berhasil melaksanakan rencananya dengan Louis beberapa hari yang lalu- tidak mungkin jika ia langsung hamil sekarang.
__ADS_1
Rencana? Ya, sekali lagi- Elena mencoba memberi perangsang pada Louis- namun keesokan paginya Elena tertidur. Namun, melihat dirinya yang tanpa kain sehelaipun membuatnya yakin jika dia berhasil membuat Louis bercumbu dengannya.