
Akhir pekan, sesuai janji, Lionel dan Irish menghabiskan waktu layaknya seorang ayah dan anak.
Namun,karena ini kali pertama Lionel berkencan dengan gadis belia, ia bingung juga akan mulai berkencan dari mana.
Bagaimana jika ke taman bermain?
Biar bagaimana pun, Irish masih gadis berusia 16 tahun.
Namun, dengan pribadi Irish yang tampak Anggun, tenang dan Dewasa melebihi usia nya, membuat Lionel merasa jika taman berman terlalu ke kanak- kanakan bagi anak gadisnya..
“ kenapa papa tampak bingung? Bukankah selain hari ini, kita tetap adalah ayah dan anak? Tidak masalah mencoba satu persatu tempat yang ingin papa datangi.
Dan kurasa taman bermain cukup pas untuk di nikmati bersama dengan papa.” jawab Irish yang tahu jika Lionel cukup bingung akan kemana- mengajak Irish.
“ benarkah?” tanya Lionel.
“ ya. Hari ini adalah hari sabtu. Kita bisa ke taman bermain. Dan minggu..., bagaimana jika berbelanja bersama. Aku akan memilihkan baju untuk papa dan papa bisa mendadaniku, mungkin?” tanya Irish.
“ erm.” ucap Lionel yang cukup tersentuh akan perkataan anak gadisnya tersebut.
Sekarang, Lionel paham mengapa Louis begitu memanjakan anak gadisnya.
Irish cukup memahami Lionel dan selalu berusaha menghargai apa yang Lionel lakukan.
Dan begitulah apa yang mereka lakukan untuk menghabiskan waktu bersama ala ayah dan anak.
__ADS_1
Mencoba semua wahana bermain. Sedikit merasakan muntah dan mual karena usia yang tak lagi muda dalam merasakan wahana- wahana yang mengocok perut.
Dan rumah hantu?
Satu- satunya hal yang berbeda dari Lionel dan Irish adalah;
Irish terbiasa tidur dalam gelap.
Sementara Lionel takut kegelapan.
Selain tidur dalam keadaan terang, Lionel bahkan selalu menyalakan semua lampu rumahnya di saat malam hari.
Pemandangan yang seharusnya anak yang berlindung di belakang punggung orang tua- kini, dihadapan rumah hantu itu- keadaannya malah berkebalikan. Lionel lah yang ketakutan dan Irish yang berusaha menenangkan ayah kandung nya itu.
“ papa, jika kau masih ketakutan seperti ini, aku akan memanggil sopir yang biasanya mengantarku saja.” tawar Irish.
“ sopir?” ucap Lionel dengan badan masih bergetar.
“ ya, karena aku masih di bawah umur, tidak mungkin aku bisa pergi mengendarai kendaraan sendiri saat aku membantu nona Alice ataupun tuan Axel dalam menangani Klien yang tempat jamuannya terkadang berada di luar kota- Karena aku masih belum memiliki Sim. Dan lebih tidak mungkin lagi jika aku pergi ke tempat tujuan dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum. Sehingga, tuan Bernard selalu menyediakan jasa Sopir.” ucap Irish menjelaskan.
“ apakah Sopir itu Pria?” tekan Lionel, mulai posesife terhadap anak gadisnya.
“ eh? Erm..., ya. Kebanyakan pengawal keluarga Fransiscus adalah pria.” ucap Irish.
“ dan kau selalu pergi bersama seorang pria dalam satu mobil?”
__ADS_1
“ papa, tapi, ia sudah berkeluarga. Bahkan umurnya seusia dengan papa.” ucap Irish menenangkan.
Mendengarnya, membuat Lionel sedikit lega. Dan..., ia merasa harus menyetujui penawaran Irish soal sopir. Ia terlalu ragu untuk menyupir kendaraannya sendiri.
Kakinya masih bergetar bahkan terasa lemas hanya untuk berdiri.
Irish sendiri tidak pernah khawatir. Semua pengawal di keluarga Fransiscus telah di didik keras- agar mengutamakan tugasnya.
*
“ papa, jika kau lelah, biar aku yang masak makan malam.” ucap Irish setelah mereka kembali ke kediaman mereka.
“ kau bisa masak?” tanya Lionel.
“ tentu saja bisa. Aku selalu bergantian memasak dengan Ed.” sedikit rasa tak suka Lionel- terlihat saat anak gadisnya membicarakan pria lain.
“ dia bisa masak? Atau kau yang selalu memasak untuknya?”
“ dia bisa masak, papa. Jika ada masanya aku kelelahan akibat period dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, ia akan memasak untukku.” ucap Irish.
Tidak terima datang dari Lionel. Meski ia baru saja bertemu putrinya, entah mengapa ia tidak rela jika anak gadis nya itu di ambil pria lain.
‘ hiks, aku bahkan baru bertemu saat anak gadisku remaja. Masa baru bertemu sebentar ia sudah akan di pinang orang lain.’ batin Lionel tidak rela.
...Perasaan seorang ayah😂...
__ADS_1