
Tak butuh waktu lama bagi Louis ke apartment Agatha.
Saat itu masih jam kerja sehingga jalanan cukup lenggang saat itu.
“Uncle, apakah Aunt Agatha tinggal disini?” heran Alice melihat kesekitar.
“ tentu, bersembunyilah, mari kita kejutkan Aunt Agatha.” ucap Louis menekan bell Apartment Agatha.
“ erm.” jawab Alice dengan semangat lalu sembunyi di belakang kaki Louis. Andre yang melihatnya hanya tersenyum melihat tingkah Alice.
Louis menekan bell.
“ siapa?” suara dari intercom.
“ ini aku.” jawab Louis.
“Louis? Ada apa kau datang kemari? Bukankah aku sudah menjelaskan soal design ku kemarin?” tanya Agatha membuka pintu.
“Aku hanya mengantar seseorang yang merindukanmu.” jawab Louis.
“ Ha?” heran Agatha. Agatha melihat ke sekeliling dan melihat Andre. Apakah yang merindukannya adalah assistant pribadi Louis tersebut?
“Aunt! Apa kau tidak merindukanku?” Alice keluar dari balik kaki Louis.
“Ale!” Ucap Agatha senang. Wanita itu lantas memeluk Alice dan menggendongnya. Ale adalah nama panggilan yang di berikan Agatha kepada Alice- tak heran jika hanya Agatha yang memanggil keponakan Louis tersebut dengan panggilan- Ale.
“Keponakanku tersayang. Aunt merindukanmu.” Agatha memeluk Alice lalu menciumi pipi gembulnya.
“Aunt tidak merindukan Alice!” Kesal Alice dalam gendongan Agatha.
“Ha?” Heran Agatha.
__ADS_1
“Aunt tidak pernah menghubungi Alice. Hiks!” Isak Alice. Membuat para orang dewasa yang mengetahuinya mulai panic.
“Ale kangen Aunt! Aunt jahat! Tidak membawa serta Ale.” Alice mulai menangis.
“Mama, kenapa kau hanya berdiri di luar? Apa uncle Louis menyulitkanmu?” heran Axel yang keluar karena Agatha tak kunjung masuk setelah membuka pintu.
“ Kau!” Alice memekik membuat Axel terkejut karenanya.
“ kau?” heran Axel.
“ kau mengenalnya, Alice?” heran Louis.
” uncle! Ini anak laki- laki yang aku katakan padamu!” ucap Alice melupakan tangisnya tadi.
“ kalian berdua bertemu di kemah tahunan?” tanya Agatha.
“ Axe? Aunt? Kenapa kalian tidak segera masuk?” tanya Fiona.
“ si.., siapa gadis itu?” kesal Alice.
“ ..!” Alice mau membantah namun tidak bisa.
“ Astaga, kalian masih kecil saja sudah terlibat cinta segitiga.” kekeh Louis.
“ sudahlah, ayo kita masuk, kak Andre, ayo masuk juga.” ucap Agatha mempersilahkan masuk ke apartment nya.
“ nona, kau bisa memanggilku nama saja.” jawab Andre sungkan.
“ aku sudah mendengar jika uncle Bernard menganggapmu putra nya, lagi pula dalam segi umur kau juga lebih tua dariku.” ucap Agatha.
Andre memilih diam, dalam soal adu mulut, tidak ada yang bisa mengalahkan mulut wanita. Apa lagi, Agatha termasuk wanita yang cukup cerdas.
__ADS_1
* 🌸*
Sementara para orang dewasa berbincang di ruang tamu, anak- anak berbincang di kamar tidur Agatha.
“ aku turut prihatin soal nona Greisy, kak.” ucap Agatha kepada Andre.
“ terima kasih, nona. Pendapat nona saat itu cukup membantu.” ucap Andre.
“ apa kau sudah dapat kemajuan?” tanya Louis. Andre menggelengkan kepalanya.
“ nihil.” jawab Andre menghela nafasnya.
“ yang pasti adalah, saat kau menemukan nona Greisy- jangan lagi menolaknya.” pinta Louis.
“ ya, kalian benar.” ucap Andre bertekad.
Seandainya Tuhan mengabulkan permintannya- Andre berjanji tidak akan menolak Greisy lagi, pria itu ingin membayar segala luka yang di berikan Andre untuk wanita itu selama ini. Apa lagi ada kemungkian jika Greisy tengah mengandung anaknya sekarang. Andre malah berharap Greisy tengah hamil sekarang- karena mungkin, itu satu- satunya alasan agar mereka bisa bersatu- mengingat, begitu banyaknya luka yang di berikan Andre kepada Greisy.
🌸
Sementara para orang dewasa berbincang, saat ini, Alice sedang merasa kesal karena perhatian Axel hanya pada Fiona. Perasaan cemburu jelas terlihat. Tak heran, Alice yang terlahir memiliki segalanya terbiasa menjadi pusat perhatian- itu sebabnya Alice kesal Axel tidak memperhatikannya.
“ erm..., siapa namamu?” tanya Fiona berusaha berkenalan dengan Alice.
“ a.., aku Alice.” meski enggan Alice berusaha akrab dengan Fiona dan Axel.
Namun, tampak jika Axel tidak mempedulikan Alice.
“ apa kau membenciku?” heran Alice.
“ huh.” acuh Axel. Mungkin, melihat Alice- ada rasa sedikit rasa iri pada Axel yang membuatnya enggan dekat dengan Alice.
__ADS_1
Tak heran, Alice lahir memiliki segalanya dengan keluarga yang lengkap- apa lagi, Agatha pun menyayangi gadis itu. Berbeda dengan Fiona yang sama- sama di besarkan di panti asuhan- hal itu yang membuat ia tidak membatasi dirinya dengan Fiona.
Sebagaimana Alice berusaha terlihat baik- pun, Axel tetap merasa tidak bisa dekat dengan Alice- bahkan meski mereka dewasa nanti, Axel tetap membuat jarak bagi mereka. Jarak yang membuat Alice memilih menjauh dari Axel. Hal yang akan membuat Axel menyesal- ketika dewasa nanti