
“ dia benar- benar maniak!” kesal Freya yang merasa kesusahan berjalan setiap kali bercumbu dengan suaminya itu.
“ Frey! Keluarga yang lain sudah menunggu untuk sarapan.” ucap Felix memanggil istrinya.
“ kau tak lihat aku kesusahan berjalan? Kenapa kau liar sekali, sie? Untung kamar yang di bangun di rumah kakek kedap suara.” kesal Freya.
“ aku gendong, ya?” tanya Felix.
“ kau mau aku malu? Sudah! Papah aku saja! Nanti jika di tanya, jawab saja aku keseleo.” pinta Freya.
“ duh duh. Istriku, makin hari makin galak.” canda Felix mulai memapah istrinya.
“ galak? Aku masih lebih baik dari pada kau saat marah.” ucapan istrinya membuat Felix memilih diam.
“ laggi pula, aku ga akan galak kalau kau mengenal batas!” ucap Freya mulai menghela nafasnya.
“ haih! Masih bilang begitu, tapi setiap di pacu juga ga nolak.” kekeh Felix. Mendengarnya membuat Freya melotot tajam pada suaminya.
“ aku bahkan masih melihatmu tidak dapat mempertahankan memejam kan mata dan terus saja mend***h.” namun, Felix semakin gencar menggoda istrinya itu. Kesal, Freya memukul bahu suaminya.
“ a..., aku juga ga mau mengeluarkan suara aneh itu, kau saja yang selalu mendesakku hingga suara- suara aneh itu keluar.” ucap Freya malu- malu.
“ itu bukan suara aneh, tapi suara sexy.” kekeh Felix berbisik karena mulai dekat dengan meja makan.
“ suara-suara itu juga yang membuat semakin semangat dalam memacumu!” kekeh Felix. Freya hanya bisa menatap tajam suaminya agar menghentikan godaannya. Tanpa banyak kata langsung berjalan menuju ibu kandungnya berada.
“ ma, ada yang bisa kubantu?” tanya Freya kepada Agatha.
Agatha hanya melihat putrinya tersebut dari atas kebawah lalu menghembuskan nafasnya
“ duduk saja, kelihatannya, kau bahkan tidak bisa berdiri dengan benar.”
“ Ma...” rajuk Freya.
“ akukan, jujur.” kekeh Agatha.
“ sudah, duduk saja, temani suamimu. Biar Alice dan Irish yang membantu mama.” lanjut Agatha mendorong tubuh putrinya agar duduk di sebelah suaminya.
‘ kelihatan banget ya?’ batin Freya malu.
__ADS_1
“ kau sie!” kesal Freya kepada suaminya.
“ lah, di salahin lagi? Baru juga duduk.” heran Felix.
“ aku paham perasaanmu.” ucap Axel menepuk bahu adik iparnya ini, sementara, Louis hanya bisa mengangguk.
🌸Di lain tempat🌸
“ bagaimana?” tanya Andre kepada Ed.
“ sedikit lebih lama karena itu sudah sangat lama, tepatnya saat sebelum nona Wanda bertemu dengan tuan Felix.” ucap Ed masih fokus pada layar computer nya.
Ya, inilah alasan mengapa kedua pria dewasa itu memilih tidak hadir di pesta perusahaan yang di adakan Bernard.
“ apakah rubah itu tidak melakukannya saat bersama dengan Felix?” tanya Andre.
“ tentu saja ada, namun, kebanyakan tidak terekam CCTV, jika menggabungkan dengan yang kami lakukan, takutnya, nona Wanda akan berdalih jika kami lah yang menggoda nona Wanda.” jelas Ed.
“ tidak mungkin tidak terekam sama sekali. Coba kamu hack satelit dari Na**a, pasti, paling tidak ada rekaman kejadian yang bertepatan saat rubah itu melakukan Affair.” ucap Andre.
“ akan sedikit memakan waktu, namun akan aku usahakan.” ucap Ed mencoba membuka program hacking sirkuit.
“ kemarin, bukankah ia mendapatkan telephone dari orang tua kandungnya?” tanya Andre.
“ sudah.” jawab Ed
“ Ada baiknya, jika kita melacak keberaaan mereka. Bukankah Felix masih menjalin pertemanan atas nama kemanusiaan? Karena ia hanyalah yatim piatu?
Menurutmu.., reaksi apa yang akan di tunjukkan Felix jika ternyata wanita yang pernah membuatnya jatuh hati ternyata hanya lah penipu ulung dan tidak mempedulikan orang tuanya sendiri?” ucap Andre menunjukkan smirk smile nya.
🌸Kembali ke rumah utama🌸
“ Frey.” panggil Agatha.
“ hem?” tanya Freya masih mengunyah sarapannya.
“ setelah ini, apa rencanamu?” tanya Agatha.
“ maksud mama?” tanya Freya.
__ADS_1
“ Frey, di lihat saja semua juga tahu bagaimana perkembangan kalian.” ucapan Agatha membuat Felix dan Freya jadi ikutan berhenti makan.
“ sementara, kau masih kuliah, apakah kau mau menunda? Atau cuty kuliah?” tanya Agatha. Mendengar ucapan Agatha membuat Felix dan Freya saling menatap.
“ ma, sebentar lagi aku lulus, aku tidak mungkin cuty.” keluh Freya.
“ kau mau menunda?” tanya Agatha.
“ aku tidak setuju jika menunda! Mama mertua, saya sudah termasuk usia matang untuk memiliki anak!” ucap Felix angkat bicara.
“ aku dengar..., kau masih memiliki kekasih bukan?” tanya Agatha.
“ mama mertua, aku tak pernah melakukan Affair! Semenjak aku memutuskan menikahi Freya, hubungan kami juga berakhir! Aku dan dia tidak lebih dari seorang teman!” tekan Felix, sementara, Freya memilih diam.
“ bagimu hanya seorang teman..., apakah ia berpikir seperti itu?” tanya Agatha. Felix tidak bisa menjawab.
Melihat menantunya tidak menajawabnya, Agatha hanya menghela nafas dan bersandar di punggung kursi.
“ tidak ada yang namanya benar- benar teman antara pria dan wanita.” ucap Agatha menangkup kedua tangannya di pangkuanya dengan kakinya yang bertumpu di kaki satunya.
“ apa lagi, aku tahu..., jika kau masih membiarkannya tinggal di apartment yang kau beli sendiri.” ucapan Agatha membuat Felix tidak bisa menjawab. Satu hal yang tidak pria itu sangka adalah; ibu mertuanya ini tahu fakta soal dirinya yang memiliki apartment sendiri. Bahkan orang tuwnya tidak pernah Felix beritahu soal dirinya yang sudah membeli apartments.
Felix melihat istrinya yang memilih diam saja. Tanpa di katapun, Felix tahu jika wanita itu sakit hati sekarang.
‘ baru juga baikan...’ batin Felix.
“ ma.., mama mertua..., aku hanya meminjaminya.., aku hanya kasihan karena ia hanya sebatang kara dan tidak memiliki siapa- siapa.” ucap Felix membela dirinya sendiri. Di bawah meja, tampak jika Felix sedang menggenggam tangan istrinya.
“ sebatang kara?” ungkit Agatha.
“ ya, ia yatim piatu.” jelas Felix.
“ tahu dari mana kau yatim piatu?” tanya Agatha.
“ ...” Felix terdiam.
“ apakah dia sendiri yang mengatakan? Lantas kau percaya?” tanya Agatha. Sekali lagi, Felix tidak bisa menjawab perkataan ibu mertuanya itu.
“ kekuasaanmu, tidak bisa di bilang kalah dari keluarga Fransiscus, seharusnya, kau bisa menyelidiki dulu seseorang jika kau menginginkannya. Jangan sampai, pengetahuan yang buta membahayakan putri kami- keluarga kami.” ucap Agatha beranjak dari meja makan.
__ADS_1
“ mom..” panggil Freya.
“ soal anak..., kalian diskusikan sendiri.” ucap Agatha benar- benar meninggalkan meja makan.