Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Gunung es


__ADS_3

“ siapa kau!” ucap seseorang membuat Wanda terkejut.


“ kau yang siapa?kenapa kau ada di sini?” kesal Wanda.


“ aku siapa?” ucap Alice hanya menunjuk smirk smile nya. Ya, ini adalah rumah milik Alice. Lebih tepatnya..., rumah yang dulu ia pakai bersama dengan mendiang orang tuanya dan sempat wanita itu tinggali sebelum akhirnya ikut Axel ke Perancis.


“ aku adalah pemilik rumah ini. Tak heran bukan jika aku berada di rumah milikku sendiri?” tanya Alice mengangkat kepalanya seolah mengangap remeh wanita di depannya. Tampak tangan satunya menggendong Naomi dan Alesya ia gandeng.


“ jad dia istri dari Ed? Tak heran pria itu tidak mau membalas chat ku.’ batin Wanda.


‘ tak apa, aku bisa jadi Affair di antara mereka. Baru kemudian menendang istri sah nya.’


“ saya hanya teman suami anda nyonya. Saya melihat suami anda sekilas dan ingin menyapanya. Namun, ia tidak menjawab, hingga tanpa sadar saya mengikutinya. Maafkan saya.” ucap Wanda bersikap sopan.


“ apakah ini adalah anak anda, nyonya? Cantik sekali. Hallo, anak manis, kenalkan, aku aunt Wan...” namun, baru mau mengenalkan dirinya, Naomi menarik rambut panjang Wanda.


“ ap..., apa- apaan ini. LEPASKAN RAMBUTKU!” pekik Wanda. Melihatnya, Alice hanya terkekeh.


‘ Ada yang bilang jika anak kecil dapat melihat hati seseorang dari pada orang dewasa karena hatinya penuh dengan kenaifan.’ dan Alice benar- benar melihat sendiri bagaimana anak- anaknya bisa tidak menyukai wanita di hadapannya ini. Padahal, ini kali pertama mereka bertemu Wanda.


Tanpa di katapun, anak- anak mereka dapat mencium kebusukan wanita d hadapan mereka. Ini mengingatkan Alice saat ia juga masih berumur 4 tahun. Ia rasa ia adalah orang pertama yang menolak adanya orang ketiga di antara bibi dan pamannya.


“ Ada apa ini?” Axel akhirnya keluar.


“ ? anda siapa?” heran Wanda sambil menggenggam rambutnya yang habis di tarik Naomi.


“ bukankah anda bilang anda teman suami saya? Bagaimana bisa tidak mengenal suami saya?” ucap Alice berdiri di sisi Axel.


‘ jadi aku salah orang? Ya, ia juga cukup tampan sie? Tapi anak- anaknya...’batin Wanda yang takut akan kenakalan Naomi.


“ se..., sepertinya, aku salah orang, sekali lagi, maafkan aku. Sudah masuk sembarangan.” ucap Wanda berniat pamit. Melihat Wanda sudah keliar dari kediaman mereka membuat Alice dan Axel berhadap- hadapan dan akhirnya tertawa bersama- sama hingga membuat anak- anak mereka bingung melihat kelakuan kedua orang tua mereka.


“ mama? Kau kenapa? Kau tidak akan memarahi Naomi karena menarik rambut tamu wanita itu?” heran Alesya.


“ tidak, Naomi sangat pintar.” ucap Alice mengelus rambut Naomi.

__ADS_1


“ apa Alesya tidak pintar?” heran Alesya.


“ tentu saja anak mama semua pintar, jika ada wanita yang hendak berniat buruk, lebih baik hajar saja para wanita itu hingga takut memasuki ke tengah- tengah kita.” kekeh Alice menggendong Alesya.


“ kalau begitu, lain kali Alesya akan menendang wanita tadi.” ucap Alesya semangat.


‘ istriku menakutkan.’ batin Axel yang ketakutan kala melihat istrinya mengajari anak- anak mereka bersikap.


Di lain tempat, tampak Freya telah kembali ke kamar masing- masing. Merasa bosan membuat Felix lantas keluar dari kamarnya sekedar melihat- lihat perpustakaan yang di buatkan kakek mertuanya.


Namun, entah mengapa langkahnya malah menuju ke kamar istrinya.


Pintu kamar itu memang berhias kaca, baru di tutupi gorden khusus. Rumah itu memang minimalis penerangan dengan hampir semua nya terbuat dari dinding kaca. Beruntung karena halaman mereka luas- dengan pagar yang tinggi, jika tidak, apa yang di kenakan istrinya itu- tadi, dapat terlihat oleh orang luar.


Felix lalu melihat ke kamar istrinya.


Ternyata istrinya itu tengah konsentrasi berada di hadapan meja untuk belajar. Felix rasa, Freya sedang mengerjakan tugas kuliah. Dan di lihat dari layar laptop istrinya, Felix yakin, jika itu adalah laporan keuangan milik perusahaan keluarganya. Felix menarik kesimpulan jika istrinya itu mengerjakan tugasnya sekaligus mencoba mempelajari struktur laporan keuangan perusahaan keluarganya.


Entah mengapa, Felix menjadi merasa bersalah. Pria itu dulu, sempat berpikir jika Freya kembali kuliah di manajement karena mengejar Felix. Ternyata, wanita itu sungguh- sungguh ingi membantu keluarganya dalam meneruskan perusahaan keluarganya.


“ aa? Hendrik? Ada apa kau menelphone” tanya Freya. Hendrik adalah salah satu teman sekelas Freya dan Felix.


...‘ aku tahu kau sedang cuty kuliah. Tapi aku hanya mengingatkanmu untuk tugas kelompok kita.’...


“ aku tentu tidak akan lupa.” jawab Freya. Entah mengapa, Felix merasa kesal pada istrinya yang tidak mengenal batasan. Pria itu tahu, jika hati istrinya hanya tertaut pada Felix. Namun, pria itu juga tahu jika selama ini, Freya tidak memiliki batasan dalam berteman- entah itu pria atau wanita.


...‘ apakah kau akan datang di tugas kelompok kita? Hari ini kita akan berkumpul di rumahku.’...


“ erm, tentu saja. Jam berapa?” tanya Freya.


...‘ jam 7. apakah suamimu tidak akan melarang?” tanya Hendrik....


“ haish! Kau tahukan? Suamiku itu bagai gunung es! Ia tidak akan peduli aku akan pergi kemana atau dengan siapa.” kekeh Freya.


...‘ okey! Jangan lupa bawa camilan.’...

__ADS_1


“ hei, kita akan tugas kelompok atau nonton drakor? Kenapa harus membawa camilan?” kesal Freya.


...‘ kita tidak akan menonton drakor! Kta akan menonton box office.’ kekeh temannya lantas mematikan telephone....


“ hais!” kesal Freya melihat handphone nya. Lantas ia melihat jam dinding di kamarnya.


Setelah merapikan rambutnya, Freya akan bersiap keluar.


“ Freya Nelson! Kau akan kemana?” ucap Felix penuh penekanan- membuat Freya terkejut karenanya.


Ya, semenjak Freya menikah dengan Felix tentu saja ia sekarang akan mengikuti marga Felix sebagai suaminya.


“ kakak? Aku akan tugas kelompok, kak?” ucap Freya yang bingung pada sikap Felix.


“ tugas kelompok? Dimana? Sama siapa saja?” tanya Felix.


“ ru.., rumah Hendrik? Aku akan belajar bersama dengan Steve, Briana dan Hendrik.” jelas Freya.


“ aku akan ikut denganmu.” jelas Felix.


“ eh? Tapi kakak tidak menjadi bagian dalam kelompok. Kakak kan tidak ambil mata kuliah ini.” heran Freya.


“ jika aku bilang ikut berarti ikut! Sebagai istri kau seharusnya menuruti kata- kata suamimu.” ucap Felix hendak kekamarnya.


“ tunggu aku! Aku akan bersiap.”


“?” Freya hanya terheran pada sikap suaminya, ia pikir, suaminya akan cuek saja saat ia memutuskan keluar dengan teman- temannya.


...Ada yang menduga kalau rumah yang di masuki Wanda rumah Alice ga? 😁...


...Intermeso sbtr😁...


...Kalau misal nie...


...Di dunia nyata ada saudara yang suka ma saudara tirinya...

__ADS_1


...Itu nikah boleh ga ya?...


__ADS_2