Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Sakit


__ADS_3

Kesal?


Ya, Axel merasa kesal semenjak hadirnya Irish dalam kehidupan Alice.


Tak heran, semenjak datangnya Irish- perhatian Alice mulai hanya tertuju pada Irish. Padahal, sedari dulu- Alice hanya dekat pada Axel, Freya dan Fiona. Tanpa ada orang lain di dalamnya.


Tak heran.


Menyandang nama Fransiscus membuat orang- orang yang mendekati mereka hanya menggunakan topeng dengan maksud di balik sikap baik mereka.


Ia ingin sekali datang kepada Irish untuk tidak lagi mengganggu Alice dan mendekati wanita itu lagi- agar, Axel bisa fokus mengejar Alice dan meminta maaf atas kesalahan yang telah di perbuat wanita itu.


Dulu, sebelumnya, ia tidak begitu berani mengejar Alice karena ia merasa belum pantas untuk bersanding dengan keluarga Fransiscus. Sekarang, meski ia belum sepenuhnya mengapai mimpinya dan menunjukkan jika ia pantas bersanding dengan keluarga Fransiscus- setidaknya, ia sudah tidak bisa lagi beralasan terus menolak menjalin hubungan dengan keluarga Fransiscus- karena, merasa tidak pantas bersanding dengan keluarga Fransiscus.


* 🌜🌜 *


Saat ini, Axel akhirnya menyetujui tinggal bersama dengan Alice dan Irish. Pria itu hanya berbaring dan belum bisa memejamkan matanya meski ia mengakui jika tubuhnya lelah.


Setelah berpindah posisi berkali- kali, Axel akhirnya memilih berbaring sambil menatap langit- langit.


Ia teringat masa saat ia masih dekat dengan Alice dan masa di mana Alice menyatakan perasaannya saat wanita itu masihlah seorang gadis berusia 4 tahun.


Axel menolak pernyataan Alice dengan alasan jika mereka sepupu. Namun, dalam hati Axel- alasan mengapa ia menolak Alice; karena ia mempunyai mimpi yang harus di capainya. Itulah juga alasan mengapa Axel berusaha sangat keras agar tak lagi memiliki alasan menolak Alice.


Membuat perusahaan Design perhiasaan nya sendiri adalah mimpinya dan alasan mengapa ia memiliki mimpi itu agar ia pantas bersanding dengan keluarga Fransiscus.


Lalu setelah ia merasa pantas untuk bersanding dengan keluarga Fransiscus- lantas Axel ingin melepas nama Fransiscus nya hanya agar dapat meminang Alice.


Ini mengingatkannya saat ia berbincang dengan ayah kandungnya akibat pertemuan yang tidak di sengaja dulu.

__ADS_1


jika kau tidak bisa melamar wanita yang kau cintai karena merasa tidak pantas bersanding dengan keluarga Fransiscus- keluarga Lee inilah jawabanya.


Itulah yang di katakan ayahnya saat itu. Namun, bahkan setelah Axel diterima menjadi bagian keluarga dan menyandang nama Lee sekalipun, mengapa Alice tak juga bisa di gapainya?


Axel lantas mengelus dinding pemisah antara kamar yang di tempatinya dengan yang di tempati Alice dan Irish.


“ beruntung kamar ini kedap suara, Alice. Jika tidak, mungkin aku akan mendengar suara- suara yang menyakitkan.” ucap Axel lirih.


* 🌞 *


Keesokannya, Axel bersiap- siap untuk berangkat ke kantornya. Saat ia turun ia melihat Alice tengah memasak bersama Irish.


Nyut! Entah mengapa melihat Alice dan Irish yan tampak seperti pasangan yang harmonis membuat hati Axel merasa sakit.


“ tuan sudah bangun?” tanya Irish.


“ maaf aku seenaknya menggunakan dapurmu.” ucap Alice masih sibuk memasak, sementara Irish yang menuang masakan yang sudah jadi ke piring.


“ duduklah, kita makan bersama.” ucap Alice menyelesaikan masakannya.


“ erm.” duduk dengan patuh.


*


Akhirnya, Alice, Axel dan Irish makan bersama- sama dalam satu meja. Namun, entah mengapa, disini Axel bagaikan orang asing di hadapan kedua orang yang ada di hadapannya tersebut.


“ bgaimana jika setelah dari pabrik kita mencoba makanan kuliner khas Perancis?” tawar Axel- mencoba membuka obrolan.


“ boleh saja, selama di Jepang, aku tidak terlalu banyak bisa mencicipi masakan kuliner nya karena tidak terbiasa makan- makanan mentah.” ucap Alice menyendokkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


“ jadi selama ini kau ke Jepang?” tanya Axel.


“ ya, meski semua keluarga Ayah bermigran ke negara kita, aku tetap penasaan akan negara asal usul ayah ku itu.” ucap Alice.


“ lalu.., tuan Axel. Bolehkah aku bertanya padamu?” tanya Irish.


“ apakah ini soal; bagaimana aku bisa kembali ke keluarga Lee?” tanya Axel.


“ kurang lebih seperti itu.” ucap Irish.


“ ..” Axel hanya menatap ke piringnya sambil mengaduk- aduk makanan di piringnya.


“ setelah kau pergi meninggalkan aku. Aku seolah linglung dan jalan tanpa arah, Alice.” ucap Axel lirih.


Alice memilih diam.


“ saat itu, aku sendiri tidak tahu sudah berjalan sampai mana. Dan di perjalanan itu, aku bertemu dengan ayahku.” ucap Axel akhirnya.


” uncle Louis?” tanya Alice.


“ bukan, ayah kandungku sesungguhnya. Papa Xee.” ucap Axel.


“ dari sanalah aku tahu jika marga Lee bukan dari ayahku namun dari ibuku. Dan dari dialah aku tahu soal keluarga Lee.” ucap Axel menjelaskan.


“ aku pernah dengar jika ayahmu di benci keluarga Lee karena gara- gara melahirkan kau- ibu kandungmu meninggal, lalu, saat bertemu dengan keluarga Lee- apakah ada halangan yang kau temui? Aku yakin jika keluarga Lee tidak langsung menerimamu bukan?” tanya Alice.


“ aku pikir juga aku tidak akan di terima.” ucap Axel.


“ lalu?” tanya Alice dan Irish.

__ADS_1


“ ternyata Grandpa Issac hanyalah seorang orang tua yang menyayangi keluarganya.” ucap Axel mencoba mengingat awal perjumpaannya dengan kakek Lee. Saat itu, ia bahkan terus di peluk dan pipinya di uyel- uyel bagai menguyel anak kecil.


__ADS_2