Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Maniak?


__ADS_3

Tampak jika Felix sedang menuangkan air ke dalam gelas sebelum akhirnya meminumnya.


Pria itu baru terbangun saat hari sudah mulai siang.


Tak heran, bahkan permainan mereka belum juga usai setelah habis malam. Apa lagi, pria itu memang sengaja berjaga sepanjang malam untuk mengawasi istrinya.


Setiap istrinya hendak meninggalkannya, Felix akan terus menangkap istrinya dan kembali memacu tubuh istrinya agar wanita itu kelelahan hingga tidak ada niat lagi meninggalkannya.


Teringat awal pernikahan, padahal, saat itu, Felix lah yang selalu waspada supaya istrinya tidak diam- diam ke kamarnya. Dan sekarang? Felix seolah ingin selalu melihat istrinya yang tertidur di sisinya.


“ Bruk!” lamun Felix buyar mendengar suara jatuh yang cukup keras.


“ Frey?” Felix bergegas masuk ke kamarnya.


“ kenapa?” heran Felix yang melihat istrinya terbaring di lantai.


“ aku.., aku mau kekamar mandi, tapi tubuhku terlalu lemas hingga terjatuh karena tidak mampu menahan berat tubuhku.” ucap Freya tampak kesakitan. Dari suara nya saja jelas terlihat jika wanita itu terjatuh cukup keras.


“ Apa yang mau kau lakukan?” pekik Freya kala merasakan dirinya terangkat.


“ tentu mengangkat istriku ini ke kamar mandi.” kekeh Felix.


“ kau kan tidak kuat berjalan, jadi, biarkan aku menggendongmu sampai kekamar mandi.” ucap Felix mendudukkan istrinya di dudukan toilet lalu membuka kran untuk Bathtub.


“ kenapa kau menyalakan kran bathtub nya?” tanya Freya.


“ membersihkan tubuhmu tentu saja.”


“ jika berendam, kita akan terlambat masuk kuliah, Fe.”


“ tapi ini sudah terlalu siang untuk kuliah, istri kecilku.” ucap Felix- gemas


“ ha? Jam berapa ini?” heran Freya.


“ hampir jam satu siang.”


“ Ap?” ucap Freya tidak percaya.


“ apa boleh buat.., kemarin, bahkan permainan kita belum usai setelah habis malam..., tak heran jika kau kelelahan.” kekeh Felix.

__ADS_1


“ ini karena kau yang terlalu maniak.” kesal Freya. Tampak jika Felix hanya terkekeh. Setelah airnya memenuhi bathtub- Felix segera menyalakan lilin aroma dan memasukkan bola sabun, baru membuka baju istrinya dan memasukkan istrinya itu dengan pelan.


“ kenapa kau juga masuk?” heran Freya, melihat jika Felix membuka bajunya dan hendak masuk ke bathtub yang sama.


“ aku juga perlu membersihkan tubuhku.” ucap Felix duduk di bathtub tepatnya di belakang tubuh istrinya.


Kamar mandi ruang utama memang besar, ada bathtub, shower dan toilet. Adapun, Wastafel. Lalu cermin? Hampir semua dinding kamar mandi adalah cermin.


“ apa yang kau lakukan? Aku masih lelah!” ucap Freya dengan suara bergetar kala Felix mulai menyentuh tubuhnya lagi.


“ aku hanya membersihkan tubuhmu!”


“ ba...., bagian depanku... , aku bisa membersihkan sendiri.” ucap Freya terbata kala tangan suaminya sudah merajalela kemana- mana.


“ diamlah!” ucap Felix mulai mengarahkan wajah istrinya agar menghadap ke arahnya.


Dan setelah itu, tampak jika airnya memecah dan terus berguncang.


Ya.., you know lah yang terjadi.... 😂


*


“ kau benar- benar maniak!” ucap Freya kesal dalam gendongan suaminya.


“ ck!” kesal- karena Freya baru tahu jika sifat suaminya ternyata bebal dan menyebalkan.


Setelah meletakkan istrinya di ranjang dan menyelimutinya, Felix lantas beralih ke handphone yang sedari tadi di chas nya setelah meminta ijin untuk dirinya dan istrinya- karena tidak masuk kuliah.


Setelah mengecek handphonenya, ternyata Wanda sedari tadi terus menelphonenya. Felix melihat istrinya yang mulai memeluk bantal- itu sebabnya, Felix memilih untuk beranjak dari kamar untuk menelphone Wanda.


“ ada apa, Wan?”


...“ kenapa kau baru menelphoneku?” kesal Wanda....


“ aku sibuk, dan tidak sempat mengangkat telephonemu, ada apa?” ucap Felix memejit pangkal hidungnya.


...“ bisakah kau membawakan aku makanan?” tanya Wanda....


“ bukankah seharusnya kau sedang bekerja?” tanya Felix.

__ADS_1


...“ aku sedang period, jadi aku ijin.” jelas Wanda....


“ tidak bisakah kau Delivery?” tanya Felix.


“ ....” Wanda terdiam, dapat di pastikan jika ia sedang kesal sekarang.


Tak heran, semakin hari, Felix semakin bersikap cuek padanya. Jika dulu...? setiap wanita itu menelphone, pasti Felix akan dengan segera mengangkat telephone nya. Begitupun saat wanita itu meminta di bawakan makanan. Perdebatan konyol seperti ini tidak pernah ada, karena Felix pasti akan langsung membawakan makanan untuk wanita itu.


...“ anggaplah kau membawakan makanan untuk temanmu, bukankah kita tidak pernah bertemu lagi setelah aku operasi?”...


“ baiklah...” ucap Felix setelah menghela nafasnya. Felix lalu beralih kembali kekmar tidurnya dan meminta ijin pada istrinya.


“ Frey.”


“ hem?” ucap Freya.


“ aku pergi sebentar, kau di rumah dulu..., tidak apa- apa?” tanya Felix- merasa tidak enak.


“ hem.” jawab Freya lemah. Merasa jawaban istrinya lemah, lantas- Felix sedikit curiga. Di peganglah dahi istrinya itu.


“ Frey, kau sakit?” ucap Felix khawatir karena merasa tubuh istrinya sedikit panas.


“ tidak, aku hanya kelelahan.”


“ kelelahan? Karena apa? Apakah karena tugas kuliah yang menumpuk? ” ucapan suaminya itu- lantas membuat Freya kesal.


“ kau masih bertanya aku kelelahan karena apa! Kau lupa? Sedari kemarin aku belum makan! Aku mau beranjak untuk makanpun- selalu kau kukung lagi dan lagi! Dan kau masih bertanya aku kelelahan karena apa?” kesal Freya memukul suaminya dengan bantal.


“ ka..., kalau begitu.., sekarang kau bisa makan kan?” ucap Felix melindungi kepalanya dari timpukan bantal yang di layangkan istrinya.


“ makan? Huh! Untuk kekamar mandi saja aku terjatuh, kau pikir aku kuat berdiri untuk masak!” kesal Freya kembali berbaring.


“ bukankah tadi kau ada tenaga untuk memukulku?” ucap Felix.


“ sisa tenaga terakhirku sudah kuhabiskan untuk memukulmu.” ucapan istrinya itu membuat Felix menahan tawanya, namun.., melihat tatapan istrinya membuat Felix tidak jadi tertawa. Pria itu bahkan memperlihatkan gerakan menutup mulutnya seperti menutup resleting.


“ sudah! Sana! Katanya mau pergi!” kesal Freya.


Mendengarnya membuat Felix mengurungkan niatnya. Entah mengapa, jika Felix memilih pergi, pria itu merasa jika setelahnya, ini akan jadi hari terakhir- Felix akan di perbolehkan pulang ke rumah ini lagi.

__ADS_1


‘ sekaligus menjadi hari terakhir, aku dapat menyentuh istriku.’ batin Felix berfirasat.


Mengingat kekuasaan keluarga Fransiscus, bisa saja menyembunyikan satu atau dua orang tanpa bisa di deteksi oleh siapapun.


__ADS_2