
Jika kalian bertanya;
Apakah Irish sudah pernah mencoba merayu Ed...,
Maka jawabannya adalah sudah!
Karena rumah yang di berikan Bernard tidak memiliki kamar mandi di dalam kamar, Irish pernah sekali hanya menggunakan handuk seolah habis mandi. Namun, Irish sama sekali tidak melihat reaksi Ed yang melihat wanita itu hanya menggenaan handuknya.
‘ jangan lakukan lagi! Kau tidak tahu siapa yang bisa datang kerumah.’ ucap Ed saat itu dengan cuek nya.
Putus asa.
Apa lagi melihat jika Ed juga sering hanya menggenakan handuk saat mandi hanya menutupi setengah badannya yang jenjang- yang tingginya hampir 195.
Pria itu seolah menggoda Irish sekaligus membuat wanita itu merasa kecewa.
Ibarat keindahan yang tidak bisa di miliki. Itulah Ed bagi Irish.
* sementara itu, di lain tempat
“ apa yang kau makan itu?” tanya Alice melihat Axel memakan sesuatu.
“ Raspberry.” ucap Axel terus memakan berry bewarna merah tersebut.
“ itu terlihat masih masam.” ucap Alice mengerutkan bibirnya melihat Axel memakan buah asam tersebut.
“ benarkah? Ini enak!”
“ kau seperti seseorang yang ngidam.” celetuk Alice.
“ come on. Aku ini seorang pria tulen. Bagaimana bisa aku mengalami ngidam. Kau pikir aku bisa hamil?” ucap Axel tidak terima.
“ kan aku hanya berbicara. Sudahlah, jangan makan di hadapaku. Melihatnya saja aku tahu jika raspberry itu sangat masam.” keluh Alice.
“ ini enak tahu.” kesal Axel.
“ selesaikan kerjaanmu, Axel. Bukankah kau mengatakan ingin segera memberi kabar pada uncle Louis ataupun aunt Agatha? Jika kau hanya bermain- main di sini, bagaimana kau bisa segera menyelesaikan pekerjaanmu?” kesal Alice.
“ okay- okay, jangan marah! Aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku setelah menghabiskan semangkuk raspberry ini.” ucap Axel meninggalkan Alice di ruangannya.
“ astaga, melihatnya saja aku tahu itu sangat masam.” ucap Alice tidak habis pikir dengan pola tingkah Axel.
__ADS_1
‘ bukankah dia itu dulu sangat cuek? Kenapa sekarang jadi bertingkah sekonyol ini? aku rindu Axel yang cuek dan dingin.' batin Alice.
Bukannya Alice suka saat Axel cuek padanya. Namun jika Axel terus bertingkah konyol seperti ini, pekerjaan mereka akan tertunda.
“ Irish, aku membutuhkan bantuanmu.” keluh Alice.
🌍🌏🌎
“ Irish.” panggilan seseorang membuat Irish mengerjapkan matanya dan berusaha mengumpulkan jiwanya yang sudah lari menuju alam mimpi.
“ Ed” heran Irish.
“ aku sudah membuatkanmu bubur, makanlah dulu.” ucap Ed mengelus rambut Irish.
“ aku tidak nafsu makan.” jawab Irish.
“ kau sakit? Wajahmu pucat.” tanya Ed.
” aku hanya sedang period.” jawab Irish.
“ makanlah dulu. Nanti aku buatkan tea jahe.” jawab Ed.
“ aku tidak nafsu makan.” ulang Irish.
Ia hanya menerima bubur Ed dalam diam. Perlakuan manis Ed lah yang membuat hati Irish selalu tertuju pada Ed- meski mengetahui jika Ed adalah gay.
Sementara itu,di lain tempat.
“ lama tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu.” ucap Louis kepada seseorang.
“ lebih baik dari saat aku menjabat menjadi wakil direkturmu.” ucap Lionel. Ya, yang di temui Louis adalah Lionel.
“ apakah segitu tidak suka pada Permata, hem?” kekeh Louis.
“ aku belajar manajemen dan design permata- semata- mata, karena keinginan orang tua ku. Ya, meski hidupku hancur karena keluarga Fransiscus. Namun aku berterima kasih padamu karena tidak mem- black List nama ku.” ucap Lionel menyeruput Coklat panas nya.
“ aku lihat kau sungguh senang dengan kehidupanmu yang sekarang.” ucap Louis menyeruput Coffee hitam nya.
“ ya, karena ini lah yang ku cintai. Aku lebih suka menari- nari di bawah air dari pada berurusan dengan permata- permata itu.” ucap Lionel.
“ begitu? Ngomong- ngomong...” Louis menjeda ucapannya.
__ADS_1
“ ngomong- ngomong apa?” heran Lionel.
“apa kau tahu jika kau memiliki anak?” tanya Louis.
“ anak? Aku bahkan tidak pernah menikah sepanjang hidupku, bagaimana aku bisa memiliki anak.” tekan Lionel.
“ kau memiilikinya dengan Elena.” ucap Louis berusaha jujur.
“ apa?”
“ ya, aku meminta orang untuk melubangi pengaman mu dan mengganti semua pil kb mu dan Elena waktu itu dengan vitamin untuk kesuburan.” ucap Louis.
Tampak jika Lionel mengucek matanya.
“ aku tahu kau marah dan tidak percaya. Tapi itulah kenyataanya.” ucap Louis.
“ aku sudah mengira jika kau tidak mungkin hanya merekam adegan ranjangku dengan Elena. Namun, yang tidak kusangka adalah karena kau baru mengatakannya sekarang.” ucap Lionel tidak pecaya.
“ karena aku takut kau akan menggunakan anak ini untuk membalas dendam.” ucap Louis jujur.
“ kau tahu sendiri aku tidak seperti keluarga mu yang memiliki kekuatan untuk memjatuhkan seseorang. Apakah Elena tahu jika anak yang ia kandung adalah anakku?” tanya Lionel.
“ ia tidak tahu. Bahkan saat anak kalian di lahirkan- Elena tidak mau memberinya asi dan ingin membuang bayi yang baru di lahirkannya- sehingga akhirnya ayah dan Andre lah yang merawat anak kalian. Kami memberi nama ia Irish.”
“ apa ia seorang laki- laki?” tanya Lionel.
“ tidak, ia seorang perempuan. Namun, ia sangat mirip denganmu. Bahkan wajah, warna rambut dan tinggi tubuhnya mengikuti mu.” ucap Louis.
“ apa aku boleh menemui nya?” tanya Lionel.
“ apa kau mau membawa nya?”
“ apakah tidak boleh?” tanya Lionel.
“ aku tidak bisa melarangmu, biar bagaimanapun.., kau adalah ayah kandungnya.”
“ aku hanya ingin bertemu, dia mau ikut atau tidak itu urusannya.” jawab Lionel. Mendengarnya, Louis hanya tersenyum.
“ kau sudah berubah, hem?” tanya Louis.
...Maaf author ga bisa sering update kaya biasanya 😢...
__ADS_1
... Author ada masalah keluarga yang bikin author down dan blm bsa garap karya kaya biasanya😢...