Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Alasan Axel


__ADS_3

“ apa kau baik- baik saja? Maaf aku masih harus mengantar Alice dan membeli buah untukmu.” ucap Axel memperlihatkan buah Pear dan Apple. Karena Fiona tidak terlalu suka jeruk. Dan tidak di perbolehkan makan asam.


“ itu tidak masalah, Axel. Aku sudah senang karena kau mau menjengukku.” ucap Fiona yang sedang duduk di kasur rumah sakit. Tampak jika selang infus menempel di tangannya.


“ tentu saja. Bukankah kita adalah sahabat? Lagi pula aku tahu jika Aunt Ella dan uncle Henry sedang ke luar negeri. Aku tidak mungkin membiarkanmu berada di rumah sakit sendirian.” ucap Axel duduk di kursi pengunjung dan mengambil buah Apple yang sudah di cuci untuk di kupas.


“ jam berapa operasi nya?” tanya Axel memotong- motong apel menjadi kecil- kecil.


“ jam 1, aku masih harus puasa 3 jam sebelum operasi nanti.” ucap Fiona.


“ beruntung ini masih jam 8, makanlah dulu sebelum akhirnya kau puasa.” ucap Axel memberikan Aple yang sudah di cuci, di kupas dan di potongnya.


“ terima kasih, kemana Alice, Axel?” tanya Fiona mengambil buah apple yang di beri.


“ dia ada jadwal kuliah di jurusan Manajemen. Ia baru akan mengunjungimu jam 1 nanti.” ucap Axel.


“ begitu? Ia sangat hebat bisa kuliah di dua jurusan sekaligus.” ucap Fiona yang bangga pada Alice.

__ADS_1


“ ya, dia memang berbakat.” ucap Axel.


“ dia memang berbakat, lalu apa yang membuatmu tidak menyukai Alice, Axe” tanya Fiona.


“ kenapa semua orang bertanya pertanyaan yang sama, huh?” kesal Axel.


“ karena aku penasaran. Kau tidak terlihat dekat dengan wanita lain dan menurutku, Alice cukup manis dan sungguh- sungguh menyukaimu.” ucap Fiona.


“ Fiona. Aku dan Alice itu sepupu.” ucap Axel malas.


“ Fiona! Kau tahukan? Aku ini hanya anak asuh! Aku belum membalas apapun yang di lakukan mama Agatha dan papa Louis- mana mungkin aku bisa memikirkan percintaan!” kesal Axel.


“ tapi Aunt Agatha dan Uncle Louis juga tidak pernah meminta balasan!” ucap Fiona tidak mau kalah- sebagai sahabat, ia tahu betapa Alice menyukai Axel juga tahu seberapa menderitanya perasan tidak berbalas yang di miliki Alice.


Melihat Axel hanya terdiam membuat Fiona lalu menangkup tangan Axel.


“ Axel! Alice adalah wanita yang cantik, ia juga pintar! Jangan sia- siakan perasaannya selagi ia masih menyukai mu, Axel.” ungkap Fiona.

__ADS_1


‘ karena ketika wanita memilih menyerah- akan sangat sulit untuk merebut hati wanita kembali, Axel.’


Axel memilih diam. Pria itu sendiri tahu bagaimana perasaan Alice untuknya. Yang bahkan meski bertahun- tahun pun perasaan itu tidak pernah terkikis oleh waktu.


Axel pun mengakui Alice cantik dan juga pintar. Namun karena tahu lah membuat Axel semakin enggan menerima perasaan Alice.


Berbeda dengan masa depan Alice yang jelas. Meski Alice sudah tidak memiliki ayah dan ibu- ia masihlah keluarga Fransiscus yang bahkan di masa depan- Alice akan langsung menjabat sebagai direktur di perusahaan milik mendiang ayah nya yang di pegang oleh Agatha.


Sementara, Axel hanyalah anak asuh yang bahkan tidak memiliki apapun untuk di banggakan kecuali wajah tampannya yang bisa membuat Alice menyukai nya.


Seandainya ibu kandungnya tidak tiada dan ayah kandung Axel tidak menitipkannya di panti asuhan pun- Axel masihlah bukan siapa- siapa.


Kecuali kenyataan jika Axel di angkat dan menyandang nama Fransiscus- tidak ada lagi yang bisa di banggakan seorang Axel.


Itulah alasan Axel selalu bersikap cuek kepada Alice- dengan harapan agar perasaan Alice terkikis oleh sikap cuek pria itu dan memilih menyerah akan perasaannya.


...Detik- detik menuju tragedi yang membuat Alice memilih menjauh😥...

__ADS_1


__ADS_2