
Jika kalian bertanya; Apakah Alice bodoh membiarkan para pria itu masuk kekamar wanita itu?
Tentu saja Alice memiliki alasan mengapa membiarkan para pria itu masuk kekamarnya.
Alasan pertama adalah para pria terpelajar itu pasti tidak ingin beasiswanya di cabut jika melakukan hal- hal aneh di pesta kampus mereka.
Alasan lainnya karena Alice telah mensenjatai dirinya dengan semprotan merica juga tembakan listrik( stun gun).
Setelah selesai membersihkan dirinya, Alice lalu mengambil handphone yang sedari tadi di bawanya. Ia menaruh beberapa mice perecam dan camera mini yang ia letakkan di kamarnya.
Tampak jika para pria itu malah asik sendiri bermain kartu dan memakan makanan yang tadi di bawa untuk Alice.
Melihatnya Alice hanya menghela nafasnya, tampaknya akan lama menunggu para pria pengacau itu.
“ jika kau mau tidur disini. Kasurku masih luas dan siap menampungmu.” ucap Freya.
“ aku tidak bawa baju tidur kemari.” ucap Alice.
“ aku tahu akan terjadi hal ini.” ucap Freya beranjak dari kasurnya menuju tasnya.
“ tahu akan terjadi?” heran Alice.
“ ya, kau ini cantik Alice. Aku yakin pasti semua pria akan semakin mengejarmu begitu melihatmu berdandan. Jadi aku sudah bersiap jika kau harus lari dari kejaran para pria itu dan harus lari kekamarku.” ucap Freya membawakan baju tidur milik Alice.
“ terimakasih. Kau memang adikku yang paling baik.” ucap Alice memeluk Freya.
“ kau juga.” jawab Freya senang karena akhirnya Alice kembali meski ia tahu jika Alice hanya bersandiwara.
Gadis itu tahu, sangat susah mengembalikan diri Alice seperti sedia kala. Luka yang di terima Alice terlalu lebar.
Sementara itu,
Entah bagaimana Axel sekarang sedang berada di tempat yang gelap.
‘ ini dimana?’ batin Axel.
...“Alice! Freya! Mama? Papa? Fiona!” panggil Axel kesekeliling tempat tersebut. Namun, tidak ada seorangpun yang menjawab panggilan Axel....
...Axel pun berusaha mencari seseorang yang di kenalnya di dalam kegelapan tersebut....
...Sampai ia menemukan sesosok yang di kenalnya....
...“ Alice?” heran Axel....
...Namun yang di panggil pun tidak menjawab panggilan Axel....
...“ Alice!” Axel terus memanggil Alice dan menyusul Alice....
...Dan saat Axel hendak mendekati Alice wanita itupun berbalik menghadap Axel....
...“ aku membencimu!” ucap Alice dalam bayangan Axel....
__ADS_1
...“ ap? Ale! Maafkan aku, Ale.., aku hanya.., hanya.” Axel bingung mau menjelaskan apa....
...“ Aku Membencimu!” ucap Alice sambil menangis....
...Yang membuat Axel terkejut adalah karena suasana yang tadinya gelap berubah. Axel sendiri tidak tahu ia di mana. Namun ia melihat bagaimana Alice di siksa dan di hajar sedemikian rupa....
...Apakah ini kejadian dimana Alice kehilangan mahkota berharganya? Saat itu Alice mencoba berontak dan melawan. Namun, segalanya sia- sia. Kekuatan Alice kalah melawan segerombolan pria yang otaknya teracuni minuman keras....
...Satu yang membuat Axel terkejut adalah..;...
...Alice yang tidak berhenti meneriakkan nama Axel....
...Seberapa hancurnya hati Alice? Satu- satunya yang wanita itu harapkan untuk menolongnya adalah Axel. Namun bahkan sampai Alice kembali kerumahnya dengan tertatihpun- Axel tak kunjung datang menyelamatkan wanita itu....
...Seberapa putus asanya Alice? Bahkan saat sampai dirumahnya, wanita itu tak juga mengganti seragamnya yang telah tercompang camping dan memilih membiarkan air mengaliri ke seluruh tubuhnya dengan shower di kamar mandi kamar wanita itu....
...Entah berapa lama Alice berada di bawah shower. Yang pasti adalah, yang awalnya tampak matahari masih bersinar hingga akhirnya hari menjadi gelap pun, Alice tak juga beranjak dari bawah shower yang masih mengalirkan air tersebut....
...“ Alice! Hentikan ini!” Axel berusaha menghentikan Alice yang terus berada di bawah pancuran air dari shower. Namun entah bagaimana, tubuh Axel menembus tubuh Alice....
...“ Alice!”hingga akhirnya ada suara Agatha yang sedang menuju kamar mandi kamar Freya dan Alice....
...Kenapa saat Agatha yang menghentikan Alice- tubuh Agatha bisa menjangkau tubuh Alice?...
...Satu yang membuat Axel terkejut adalah; Alice tidak menangis...
...Bukankah seharusnya wanita itu terluka? Bukankah seharusnya Alice merasa putus asa? Lalu mengapa Alice tidak menangis? Tampak jika wanita itu hanya diam....
...Axel tidak menyukai ini!...
...Saat pikiran Axel bertanya seperti itu sekali lagi dari arah berlawanan Axel melihat ada Alice yang lain....
...“ Alice? Kenapa kau tidak menangis? Kenapa?” tanya Axel lirih....
...“ kenapa aku harus menangis? Apakah ada hal yang lebih menyakitkan dari ini?” ucap Alice dengan wajah datar....
...“ apakah dengan aku menangis maka aku akan mendapatkan kembali harta berhargaku?”...
...“ Alice.” ucap Axel lirih....
...Tampak jika bayangan Alice yang lain hanya pergi meninggalkan Axel....
...“Alice!” ucap Axel hendak menghentikan Alice....
...“ aku memilih menyerah Axel. Jangan kejar aku lagi.” ucap Alice tanpa melihat wajah Axel....
...“ tidak! Tunggu aku! Alice!” ucap Axel menolak dan tetap mengejar Alice....
“ Alice!” Axel berteriak dan sadar jika ia tengah tertidur di sofa kamar hotel Alice. Axel-pun mengerjapkan matanya karena perbedaan cahaya yang di terimanya dan melihat kesekeliling.
Para teman pria yang kemarin datang ke kamar Alice- masih tertidur nyenyak juga di kasur Alice. Lalu..,
__ADS_1
kemana Alice? Axel melihat jam di dinding kamar hotel, jam sudah menunjukkan jam 6 pagi.
Apakah Alice tidak tidur di kamarnya?
Ya, mana mungkin wanita itu bisa tidur di kamar dengan para pengacau ini. Axel merasa Kesal. Iapun memilih meninggalkan para pria yang masih tidur ini untuk sarapan di restaurant hotel.
“ Alice?” heran Axel ketika melihat wanita itu keluar dari kamar Freya.
“ hei! Ada aku disini! Mengapa kau hanya memanggil nama Alice?” kesal Freya.
Saat melihat Alice entah mengapa mimpi yang seharusnya menjadi buih dalam ingatan ketika terbangun- terngiang di hati Axel.
Alasan mengapa ia berubah.., apakah.., apakah Alice membenci Axel?
Apakah mimpi itu adalah isi hati Alice?
Menyerah?
Apakah Alice benar- benar menyerah mengejar Axel?
Entah mengapa Axel tidak suka jika itu terjadi.
Kenapa? Padahal Axel selalu bersikap cuek agar Alice menyerah mengejar pria itu. Namun mengetahui Alice benar- benar menyerah mengejar pria itu membuat Axel merasa kesal.
“ kenapa wajahmu kusut begitu?” tanya Freya membuyarkan lamun Axel.
“ mu.., mungkin karena aku tidur di sofa.” jawab Axel sekenanya.
“ kenapa kau tidur di sofa? Apakah teman sekamarmu sangat gemuk hingga kau harus tidur di sofa?” heran Freya.
“ a..,” Axel bingung mau menjawab apa.
“ apakah kau tidur di kamarku?” tanya Alice.
“ apa? Kenapa kau tidur di kamar Alice?” tanya Freya menyelidik.
“ a.., ada yang mau aku bicarakan dengan Alice. Namun aku tidak bisa mengatakan nya di depan para mahasiswa lain.” ucap Axel.
“ jika soal kau yang tidak sempat menolongku- aku bisa mengerti, koq. Fiona sudah menjelaskan jika kau menemani Fiona di rumah sakit sehingga tidak bisa menjemputku. Dan tepat saat aku menelpone untuk minta tolong Fiona juga sedang masuk ke ruang operasi kan?” tanya Alice acuh.
“ bukan begitu.., Alice.” Axel meminta pengertian Alice.
“ tidak apa- apa. Aku mengerti. Jika aku jadi kau aku juga akan memilih menemani Fiona. Saat itu Aunt Ella dan Uncle Henry sedang di luar Negeri dan tidak ada siapapun yang bisa menemani Fiona.” jawab Alice memilih berlalu dari Axel.
Axel mau mengejar Alice namun tampak wajah menyeramkan Freya yang menghalangi Axel seolah mengatakan;
Jangan ganggu Alice.
‘ sial! Dia ini adikku atau adiknya Alice?’ kesal Axel. Melihat Freya yang bukan membelanya malah melarang Axel mendekati Alice.
...Agak melenceng dari kenyataan😅...
__ADS_1
...Yang penasaran dengan anaknya Elena...
...Sebentar lagi peran nya akan muncul sebagai pria lho😉...