
Jika kalian mengira selama 3 hari Louis akan mencumbu Agatha, kalian salah. Waktu 3 hari itu- ingin Louis gunakan untuk memperbaiki hubungannya dengan Agatha. Karena Louis tahu jika Wanita itu bukan type wanita murahan- yang akan luluh dengan sentuhan bernama S*x. pendekatan yang terbaik adalah menunjukkan jika Louis sudah berubah.
Yang akan di lakukan Louis hanyalah menemani Agatha selama 3 hari itu dan yang pertama ia lakukan hari ini adalah; mengantar Axel di sekolahnya sebelum akhirnya Axel akan berangkat menuju tempat camping bersama- sama teman sekolahnya menggunakan Bus sekolah.
“ mama Axel pergi dulu.”ucap Axel pamit pada Agatha.
“ hati- hati selama Camping dan bersenang- senanglah di sana. Ingat! Hormati guru mu dan jangan mau di tindas!” pinta Agatha sambil mensjajarkan tingginya dengan tinggi Axel.
“ erm.” Axel mengangguk. Ia lalu beralih ke Louis dan berkata;
“ orang tua, jaga mama ku!” ucapan Axel membuat Agatha menahan tawanya.
“ siapa yang kau sebut orang tua?” geram Louis yang tengah menunduk.
“ kau! Kau lupa? Kau selalu menyebutku anak kecil, itu berarti kau merasa dirimu tua!” ucap Axel ringan.
‘ bocah kurang ajar.’ batin Louis geram.
Tahu jika Louis merasa geram, Axel hanya memberi juluran lidah sebelum akhirnya memeluk Agatha dan mencium pipinya. Setelahnya, tampak jika Axel kembali menuju ke arah Louis membuat pria itu menunduk karenanya.
“ ada apa lagi?” heran Louis masih menunduk dan mensjajarkan tingginya dengan tinggi Axel.
Tanpa di duga, Axel juga melakukan hal yang sama dengan yang di lakukannya pada Agatha, memeluk Louis dan mencium pipi pria itu.
‘ aku sudah memberi mu kesempatan, gunakan untuk merebut hati mama ku.’ bisik Axel.
‘tentu saja bocah.’ bisik Louis memberi toss kepalan tangan.
“ mama, Axel pergi dulu.” ucap Axel pergi kerombongannya.
Agatha hanya melambaikan tangannya.
“ apa yang kau lakukan hingga Axel menerimamu? Ia type anak yang sulit dekat dengan orang lain. Bahkan dengan teman sebayanya.” heran Agatha.
__ADS_1
“ hanya pendekatan sesama pria, ayo pulang, bukankah kita harus membahas design permata selanjutnya.” ucap Louis menuntun Agatha.
“ hanya perbincangan?” goda Agatha.
“ ten..., tentu saja. Aku bukan pria se- kurang ajar itu, Agatha. Aku takkan memanfaatkan saat kau hanya sendirian.” ucap Louis terbata.
“ begitu?” ucap Agatha dengan smirk smile nya.
“ kau bisa pegang janjiku.” ucap Louis yakin.
“ apapun perkataanmu.” ucap Agatha memilih
mengikuti Louis kembali ke apartment Agatha yang letaknya tak jauh dari sekolah Axel.
Dan sesuai janjinya, Louis hanya berbincang dengan Agatha, membahas Design, melakukan hal bersama seharian- seperti memasak bersama dan pendekatan lain.
Hingga tanpa sadar, matahari telah berganti bulan dan bintang. Paham jika hari sudah malam Louis berpamitan pulang.
...* di rumah Louis dan Elena*...
Tampak jika Andre tengah berkutat dengan laptopnya.
Semenjak kejadian Andre mencumbu wanita yang bahkan tak di kenalnya- pria itu masih berusaha mencari wanita itu. Namun- bahkan, dengan kemampuan Andre sekalipun, pria itu tak kunjung menemukan siapa wanita yang telah bercumbu dengannya.
Wanta itu pun tak juga mengunjungi Andre untuk meminta pertanggung jawaban. Seandainya...,
seandainya Andre adalah pria kurang ajar, pria itu takkan mempermasalahkan hal itu. Ia malah akan bersyukur bisa menikmati tubuh wanita tanpa bertanggung jawab pada wanita yang ia tiduri.
Sayangnya, Andre bukanlah pria kurang ajar- yang suka mengambil keuntungan dari seorang wanita. Apa yang terjadi malah membuatnya di liputi rasa bersalah.
Ini membuatnya frustasi, ia bahkan merasa jika ia seperti bukan dirinya yang selalu rapi mengerjakan apapun.
“ ada apa? Semenjak kau menghadiri perjamuan makan malam dengan Ny Tao wajahmu selalu kusut.” tanya Louis keluar dari kamarnya. Tampaknya pria itu baru saja mandi, penampilannya segar dan rambut pirangnya masih lembab- dengan handuk yang masih bertengger di kepalanya.
__ADS_1
Andre hanya menatap Louis, Andre memang pandai dalam bisnis, namun lemah dalam hubungan sesama manusia. Tak heran, hidupnya sepenuhnya ia dedikasikan untuk perusahaan Fransiscus dan perkembangan di dalamnya. Karena tak ada jalan lain, Andre akhirnya menceritakan yang terjadi pada pria yang hanya terpaut setahun lebih muda darinya itu.
“ jadi.., meski berhasil lari dari NY Tao kau malah bercumbu dengan wanita yang bahkan tidak dapat kau ketahui?” heran Louis.
“ ya. Saya sudah menyelidiki siapa wanita yang saya cumbu melalui rekaman CCTV dan rekaman camera rahasia saya. Namun hasilnya nihil.” ucap Andre mendesah frustasi.
“ hem..” ucap Louis sambil berpikir.
“ apa kau sudah melihat CCTV secara keseluruhan?” ucap Louis lagi.
“ ya?” heran Andre.
“ selain hotel dan ruang jamuan pribadi- hotel yang kau tempati pasti memiliki restaurant juga. Melihat jika ia menggunakan gaun aku rasa ia baru saja menghadiri jamuan makan resmi. Jadi aku sarankan selain CCTV lorong hotel, kau bisa melihat CCTV dari Ballroom, Restaurant atau tempat- tempat yang tepat pada saat itu mengadakan pesta. Lalu mencocokkannya dengan wanita yang kau cumbu.” ungkap Louis setelah melihat hasil penyelidikan Andre. Tentu saja bagian ++ tidak Andre tunjukkan.
“ anda benar! Kenapa saya bisa melupakan hal itu?” ucap Andre yang baru saja sadar hal itu.
“ tak heran, pikiranmu kacau karena rasa bersalah.” ucap Louis menepuk bahu Andre.
“ ya, karena kau memiliki masalahmu sendiri, kurasa aku tidak jadi membicarakan masalah Elena, Lionel juga Agatha. Yang pasti tetap awasi gerakan Lion dan Elena, A.” ucap Louis beranjak dari duduknya.
“ tentu saja.” ucap Andre mengangguk.
“ menginaplah, kau bisa menggunakan kamar tamu di bawah tangga. Aku istirahat dulu.” ucap Lionel.
“ selamat malam.”
“ dan..” ucap Louis menghentikan langkahnya.
“ jika tidak di perusahaan kau bisa menggunakan bahasa non formal padaku. Bagaimana pun, kau lebih tua dariku.” ucap Louis kembali melangkah.
Andre terdiam dan hanya tersenyum membalas kata- kata Louis kepadanya.
0o
__ADS_1