
Pesta diadakan dengan meriah. Setelah sampai di Villa pribadi keluarga Lee, lantas Axel segera menemui Issac.
“ aku akan membawamu menemui grandpa.” ucap Axel menggandeng pinggang Alice.
“ nona.” panggil Irish.
“ ya?” heran Alice.
“ aku mau ke toilet dulu.” ucap Irish.
“ kalau begitu, pergilah. Kalau kau mau ke kamar mandi kau pergi ruangan yang ada di bawah tangga. Nanti kau ke kanan dan kamar mandi ada di pojok ruangan.” ucap Axel.
“ saya permisi dulu.” ucap Irish. Meninggalkan Alice dengan Axel.
Sementara, Axel hanya menatap ke arah Irish pergi. Dan memilih mengantar Alice menuju dimana Issac berada.
“ siapa wanita yang kau bawa ini, Axe?” tanya Issac Lee.
“ ini wanita yang aku bicarakan, grandpa.” ucap Axel.
” oo.” ucap Issac merangkul tangan Alice.
“ jadi kau wanita yang di sukai Axel?” ucapan Issac membuat Alice menatap ke arah Axel.
“ jadi kau mengundangku kemari bukan untuk urusan bisnis?” tekan Alice.
“ Alice..” sanggah Axel.
“ aku mau pulang!” Alice lalu memilih pergi dari tempat di adakannya pesta.
“ Alice!” Axel mengejar Alice.
Sementara itu, Issac hanya menatap ke arah cucu dan wanita yang dicintai cucunya.
“ apa yang terjadi tuan?” tanya salah satu tamu.
“ tidak ada masalah apa- apa. Cucuku hanya mengejar wanita yang ia cintai.” ucap Issac menenangkan tamu yang heboh atas apa yang di lakukan Alice dan Axel.
‘ haish! Anak muda jaman sekarang! Suka sekali mengumbar cinta mereka. Mereka pikir ini telenovela?’ batin Issac.
Sementara itu, Axel masih berusaha mengejar Alice yang telah keluar dari Villa kediaman keluarga Lee. Axel tidak percaya, bahkan- meski Alice menggunakan Stiletto dan gaun- wanita itu tetap dapat berlari cepat.
“ Alice!” akhirnya, Axel dapat mengejar Alice dan merangkul lengan Alice. Saat itu, Axel baru bisa mengejar Alice ketika wanita itu berada di halaman.
“ Lepas!” kesal Alice.
“ dengarkan aku dulu!” pinta Axel.
“ jika aku bilang lepas itu berarti Lepas!” kesal Alice.
“ aku tidak mau!” Axel pun mulai menekan suaranya dan menangkup wajah Alice.
“ kenapa Alice? Kenapa? Bukankah kau menyukaiku? Selama ini aku tidak menerimamu karena merasa belum pantas bersanding dengan dirimu! Itu sebabnya aku ingin menggapai mimpiku dulu agar pantas bersanding dengan dirimu!” ucap Axel lirih.
“ aku tidak mau dengar!” kesal Alice berusaha berontak.
“ tapi kau harus dengar, Alice!”
“ kenapa kau sekeras kepala ini, Axe?” kesal Alice.
“ karena aku mencintaimu!” tekan Axel. Mendengarnya, Alice membulatkan matanya. Sesungguhnya, saat Alice dalam keadaan terkena pengaruh perangsang, wanita itu juga mendengar perasaan Axel saat itu. Namun mendengar kata- kata itu lagi saat wanita itu sadar tetap membuat Alice terkejut.
__ADS_1
Entah mengapa mata Alice terasa panas. Seharusnya ia menolak Axel. Seharusnya hatinya telah mati. Namun mendengar jika Axel mencintainya- entah mengapa, membuat air mata wanita itu tumpah- tanpa bisa di cegah.
“ maaf. Maafkan aku. Seharusnya, dulu aku juga menerima pernyataan cintamu. Seharusnya aku memintamu menunggu ku sukses dari pada bersikap cuek padamu dan terus melukai hatimu. Maaf.” ucap Axel menghapus air mata Alice.
“ aku tidak bisa menerimanya.” Alice kembali berontak.
“ kenapa? Apa karena Irish?” tanya Axel.
“ ya! Ia adalah tunanganku! Kau harus ingat itu!” tekan Alice.
“ tapi Irish adalah wanita!” tekan Axel.
Bagaimana Axel mengetahuinya? Karena setelah Alice dan Irish dari Pabrik. Axel menyadari jika bekas tempat duduk yang di duduki Irish di mobil yang di gunakan untuk mengantar Alice dan Irish- terdapat noda darah yang di yakini Axel adalah darah period. Saat itu, Alice berada di kursi yang berbeda dengan tempat yang ada darah period nya. Apa lagi melihat jika setelah dari pabrik, Axel menyadari jika Irish menutupi bagian celananya.
Curiga, lantas Axel meminta orang untuk mengikuti Irish. dan benar saja, meski Irish menggunakan toilet pria- Irish tidak pernah sekalipun menggunakan Urinoir dan lebih menggunakan closet yang tertutup bilah.
“ Lalu kenapa, Axe? Dia wanita atau bukan itu bukan urusanmu! Lebih baik aku bersama wanita dari pada aku terus terluka!”Kesal Alice. Ucapan Alice sungguh tidak terkira bagi Axel. Ia idak menyangka jika Alice mengetahui jika Irish adalah seorang wanita.
“ Alice! Aku mohon jangan tinggalkan aku lagi!" Ucap Axel memeluk Alice.
“ Lepas!” Alice berusaha berontak.
“ Tidak sampai kau mengatakan alasannya, Ale!” Ucap Axel menangkup wajah Alice.
“Bukankah selama ini kau mencintaiku? Kau masih mencintaiku kan?” ucap Axel meminta pengertian.
“Tidak lagi!” Sekali lagi Alice berusaha berontak.
“Katakan sekali lagi saat kau menatapku, Alice.” Pinta Axel menatap wajah Alice.
“Apa kau benar- benar tidak mencintaiku?” Ucapan Axel membuat Alice menggertakkan giginya. Ia selalu lemah saat menatap ke dalam mata Axel. Alice memilih menundukkan kepalanya.
“See? Kau masih mencintaiku!” Tekan Axel.
“ kenapa?" Heran Axel.
“Karena aku kotor!” Alice mulai terisak.
“Apa maksudmu kotor, Ale? Kau lupa? Saat kita melakukannya? You are still a virgin!” Ucap Axel mengingatkan.
Karena memang begitulah adanya, saat kali pertama Axel mencumbu Alice- pria itupun bingung saat menyaksikan reaksi kesakitan Alice- lebih terkejut lagi melihat ada darah keluar dari milik Alice yang di yakini Axel adalah darah pertama.
“Tapi aku mandul, Axe! Aku cacat!” Ucap Alice akhirnya.
“Ha?” heran Axel.
“Kau ingatkan? Saat aku mengalami insiden itu dan harus di rawat di rumah sakit?
Uncle Louis mengatakan jika ar*a ke***n ku babak belur! Para pria itu memang tidak sempat melakukan apapun, namun mereka melukai perutku dan menendang ar*a ***** ku sebagai gantinya. Dokter menyatakan jika hal itu membuatku rahimku terluka, Axe. “ ucap Alice lirih.
Alice masih ingat betul saat itu. Saat ia di kejar oleh para pria yang mabuk dan hampir di perkosa. Saat itu, meski kewalahan, Alice berusaha untuk melawan para pria yang pikirannya teracuni minuman keras itu.
Itu sebabnya ia jalan dengan tertatih dan sekujur tubuhnya penuh lebam. Meski seragam Alice telah tercompang camping- namun, seragam yang di kenakan Alice masih utuh di tempatnya.
Dan alasan kenapa Alice membasuh tubuhnya bahkan sampi berjam- jam, karena ia begitu kecewa pada Axel.
Ia berharap Axel akan datang dan menjaganya atau mungkin menenangkannya, namun, bahkan sampai Alice memilih pulang dalam keadaan terluka sekalipun, pria itu tak kunjung datang menemui Alice.
Dan yang membuat Alice merasa hampa adalah...;
Karena mengetahui jika rahimnya terluka dan memiliki kemungkinan tidak bisa memiliki anak seumur hidupnya.
__ADS_1
“Aku ini wanita cacat, Axe.”Ucap Alice mulai menangis.
Melihatnya membuat Axel memilih memeluk Alice.
“Pilihlah wanita lain yang sempurna, Axe.” Ucap Alice dalam pelukan Axel.
“Tapi satu- satunya wanita yang aku cintai hanya kau, Ale. Bukan wanita lain.” ucap Axel lirih.
“Axel, aku cacat.” Ucap Alice sekali lagi. Tampak jika air mata belum juga surut dari mata indah Alice.
“Tapi aku hanya mau kau seorang. Aku mencintaimu, Ale. Tidak peduli kau cacat atau tidak. Aku hanya mau kau." Axel ikut menangis. Sungguh melihat wanita yang ia cintai menangis ikut membuat hati Axel sakit.
Mendengarnya, Alice hanya memilih memeluk Axel dan menumpahkan tangisnya. Sejujurnya apa yang Axel lakukan sudah cukup membuktikan jika pria itu mencintai Alice. Namun, wanita itulah yang merasa tidak pantas untuk siapapun.
* sementara itu di lain tempat *
“Apa? Jadi sis Alice masih virgin?” Ucap Freya tidak percaya.
“Ya.”
“Bukankah kau bilang saat itu di sela kaki Alice ada cairan kelelakian?” Heran Louis.
“Memang. Mungkin, saat pria itu hendak memperkosa Alice, ia sudah dalam keadaan yang sangat bergairah. Namun, saat ia hendak menyatukan tubuh mereka- tepat pada saat pria itu mau memasukkan miliknya, Alice menendang milik pria itu hingga menyebabkan cairan kelelakian itu tumpah mengotori pangkal paha Alice.” jelas Agatha.
“Lalu.., darah pertama yang kau bilang itu..?” heran Louis.
“Awalnya aku mengira jika itu adalah darah pertama Alice. Namun, ternyata bukan.”
“ para pria itu kesal karena Alice telah menendang miliknya hingga pria itu merasakan sakit yang amat sangat. Lantas pria yang di tendang miliknya itu menendang bagian in*m Alice dengan cukup keras.
Mungkin, karena hal itu melukai milik Alice hingga menyebabkan pendarahan.” jelas Agatha.
“ lalu mengapa kau merasa lega saat Alice mengalami Period?” heran Louis.
“ saat ia di tendang, rahimnya mengalami pendarahan dan terluka. Jika ia mengalami period lagi itu berarti rahimnya telah membaik.” ucap Agatha menjelaskan.
Sementara itu, di tempat yang sama dengan Alice dan Axel berpelukan- Irish yang melihat Alice dan Axel berpelukan hanya menatap ke arah mereka berdua tanpa berniat menganggu sepasang pria dan wanita tersebut.
“ kerjamu bagus.” ucap Andre.
“ saya tidak harus menyamar menjadi pria lagi bukan?” tanya Irish.
“ ya, kau juga harus mengejar cintamu sendiri bukan?” goda Andre.
“ apa maksud anda? Saya bahkan masih berumur 15 tahun.” ucap Irish merona.
“ biar bagaimana pun, kau tetaplah wanita, Irish. Wajah jika kau bisa jatuh cinta.” ucap Andre mengelus rambut Irish. Sementara, tampak jika wanita itu hanya terdiam. Ia sendiri ingin memiliki kisah seperti Alice. Yang akhirnya bisa bersatu dengan orang yang Alice cintai dan menerima wanita itu apa adanya. Sayangnya pria yang Irish cintai bukanlah pria yang Irish bisa cintai dan mencintai wanita itu- karena apa yang di miliki Irish dan tidak di miliki wanita itu.
...Ada yang nyangka ga?...
...Maaf ya author buat cerita yang penuh dengan teka- teki dan sedikit membuat reader salah paham akan alur ceritanya😅...
...Btw author g cpe2 buat ngjak Reader bca karya author yg ini😉...
...Blm ada sensor dan potongan lho...
Tapi karena ini berdasarkan alur kehidupan author jd agak sedikit membosankan dan tidak seperti yang karya
...Affair with my ex-wife...
__ADS_1
...Yang penuh dengan intrik...
...Karena alur kehidupan author juga membosankan😅...