Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Irish dan Lionel


__ADS_3

🌸sementara itu, di lain tempat 🌸


β€œ Axel, kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?” tanya Alice.


β€œ sebentar lagi.” jawab Axel, sambil mengunyah Raspberry.


β€œ Astaga, dari tadi, kau belum menghabiskan raspberry itu?” heran Alice.


β€œ sudah, tapi aku meminta di bawakan satu mangkuk Raspberry lagi.” ucap Axel dengan konyolnya.


β€œ perutmu akan sakit memakan berry sebanyak itu.” keluh Alice.


β€œ entahlah, saat aku melewati toko buah, entah mengapa melihat raspberry- raspberry itu di pajang membuatku tergiur.” jawab Axel.


β€œ jangan berlebihan, oke?” tanya Alice.


β€œ Okay.” Axel lantas menarik Alice untuk duduk di pangkuannya.


β€œ Axel.” kesal Alice berusaha berontak.


β€œ apa kau tidak merindukanku? Setiap malam aku merindukanmu, Al.” jawab Axel menarik tengkuk Alice.


β€œ kau pikir, aku sudah memaafkanmu.” kesal Alice mendorong tubuh Axel


.


β€œ kau belum memaafkanku?” heran Axel.


β€œ aku menerima pelukanmu bukan berarti aku menerima maafmu.” goda Alice.


β€œ lalu.., apa yang harus aku lakukan untuk menerima maafmu?” tanya Axel yang tahu, Alice hanya menggodanya.

__ADS_1


β€œ selesaikan pekerjaanmu, Axel. Mungkin, setelah itu aku akan memikirkan; akan memaafkanmu atau tidak.”


” oke.” jawab Axel cepat.


β€œ anak pintar.” ucap Alice, hendak berdiri dari pangkuan Axel. Namun, Axel tak kunjung membiarkan Alice berdiri.


β€œ Axel!” kesal Alice.


β€œ aku butuh DP dulu, Al.” ucap Axel menarik wajah Alice. Tampak wanita itu yang sedikit terkejut akan aksi tiba- tiba Axel, namun, Alice memilih membiarkan dan mengikuti alur permainan bibir Axel.


Sama- sama mengabsen rongga kosong di mulut pasangannya, sama- sama bersilat lidah, sama- sama berbagi udara dan Saliva.


β€œ apakah, aku boleh meminta lebih dari ini?” tanya Axel dengan suara serak.


β€œ no! Tunggu kau menyelesaikan pekerjaanmu, aku akan memberimu hadiah.” ucap Alice lompat dari pangkuan Axel, sebelum pria itu meminta yang lebih jauh lagi.


β€œ nakal.” kekeh Axel.


β€œ apa kau benar- benar akan pindah?” tanya Ed.


β€œ ya.” jawab Irish sambil mengemasi barangnya. Ia fokus pada kegiatan mengemas barangnya- meski ekor matanya tampak mengarah ke wajah Ed yang terlihat murung.


Apakah.., apakah, Ed merasa kecewa di tinggalkan Irish? Irish mulai senang dengan spekulasinya. Karena, jika begitu, bukankah itu berarti ada kemungkinan Ed itu bukan Gay?


β€œ sayang sekali, jika kau pergi- aku tidak akan memiliki teman dan hanya sendirian.” namun ucapan Ed mematahkan harapan Irish.


β€œ ayolah, kau adalah pria, masa kau takut tinggal sendirian? Aku dengar; dulu, tuan Andre juga tinggal sendirian.” Irish mencoba mengalihkan dirinya dari rasa sakit yang di rasakannya akibat perkataan Ed.


Irish hanya menghela nafasnya. Mungkin, memang ini sudah waktunya bagi Irish menyerah dan membuka lembaran yang baru.


β€œ kau sudah siap, sayang?” Lionel datang ke kamar Irish.

__ADS_1


β€œ sudah, papa.” jawab Irish.


β€œ kalau begitu, ayo kita berangkat. Jika ada yang tertinggal, biar papa belikan.” jawab Lionel.


Niat awal Lionel hanya melihat seperti apa rupa anaknya. Lionel pikir, anaknya tidak akan memiliki kemiripan dengan dirinya, dan hanya akan membuat Lionel membencinya- karena belum tentu, Irish adalah anaknya. Namun, dari ujung kaki sampai ujung kepala- Irish sangat mirip dengannya, dan Lionel merasakan perasaan Familiar yang membawa rasa haru begitu melihat Irish.


β€˜ inikah perasaan seorang ayah?’ batin Lionel masih memeluk punggung Irish dengan mesra.


Sementara, Ed hanya melambaikan tangan saat Irish di bawa pergi oleh ayah kandungnya sambil tersenyum riang.


β€œ sampai jumpa, Irish. Hati- hati di jalan.” ucap Ed riang, melihatnya, Irish hanya membalas lambaian tangan Ed sampai akhirnya mobil yang di kendarai Lionel meninggalkan pekarangan rumah tempat kediaman Ed dan Irish.


Senyum yang semula berkembang langsung menyurut dan berubah menjadi datar.


β€œ haish.” tampak Ed yang menghela nafasnya dan berbalik menuju kedalam rumahnya.


*


β€œ papa.” panggil Irish.


β€œ ya?” jawab Lionel sambil fokus mengendarai mobilnya.


” papa tinggal di mana?” tanya Irish.


β€œ awalnya di negera yang berbeda, namun sekarang, ayah di berikan rumah di kota yang berbeda dengan yang di kota ini, sebagai perminta maaf tuan Fransiscus karena baru mengatakan soal dirimu, Irish.” ucap Lionel.


β€œ lalu.., apa pekerjaanmu, papa? Aku tahu kau suka berenang, apakah kau seorang atlet?”


β€œ tidak, aku yang melatih para atlet itu. Yah.., aku terlalu tua untuk memulai carrier sebagai atlet renang saat itu, sehingga, papa hanya bisa menjadi pengajar.” ucap Lionel tertawa hambar.


β€œ tidak apa- apa, papa. Setidaknya, papa melakukan apa yang papa sukai. Bukankah mobil ini juga hasil kerja keras papa.” ucap Irish menyemangati.

__ADS_1


β€œ sure.” Lionel hanya tersenyum pada anak gadis nya itu.


__ADS_2