
“ ngomong- ngomong..,” ucapan Louis membuyarkan lamun Andre.
“ bukankah nn Greisy mengatakan; akan mengunjungimu hari ini? Aku tak melihatnya dimana pun. Padahal aku menyukai kue buatannya.” ucap Louis.
“ saya tidak tahu, tuan.” ucap Andre.
“ dan tak peduli? Kau benar- benar tak punya perasaan.“ ucap Louis jengah.
“ By the way, Elena tiba- tiba mulai merayuku. Aku menduga jika ia memiliki rencana sendiri karena rencana Lionel untuk mendapatkan rahasia perusahaanku tak kunjung membuahkan hasil.” ucap Louis.
“ apakah kuteks yang saya berikan itu ampuh?” tanya Andre.
“ sangat ampuh. Aku jadi bisa mengantisipasi rencana Elena dan membuat rencana selangkah lebih maju di depan.” ungkap Louis.
‘ begitu? Mungkin mulai sekarang aku harus memakainya di perjamuan atau pesta penting, jangan sampai aku terkena jebakan lagi dan memakan korban yang tidak bersalah.’ batin Andre. Pria itu terus merasa bersalah. Apa lagi melihat wanita yang telah Andre renggut darah pertamanya itu tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya untuk meminta pertanggung jawaban Andre.
Dari rekaman CCTV juga rekaman dari camera tersembunyi yang ia miliki saja- Andre yakin jika apa yang pria itu lakukan menyakitinya- bukan hanya fisiknya namun perasaannya.
“ oh, iya. Minggu besok hingga 3 hari kedepan, bisakah kau membuat jadwal acara Elena agar keluar kota?” pinta Louis.
“ tentu saja bisa, anda ingin berdua bersama nn Agatha?” tanya Andre.
“ kau sangat pandai.” ucap Louis tersenyum.
__ADS_1
🌸
Setelahnya, Louis bergegas pulang kerumahnya dengan Elena, terlihat satu koper penuh pakaian, satu koper cosmetik dan beberapa perlengkapan keluar kota lain milik Elena telah rapi berjejer di depan pintu.
‘ ia mau pergi selama 3 hari atau tiga minggu?’ batin Louis melihat koper yang berjejer itu.
“ Honey. Kau sudah pulang?” tanya Elena begitu keluar dari kamar mereka.
“ seperti yang kau lihat Elena.” ucap Louis.
“ maafkan aku, Louis. Padahal kemarin aku baru saja pulang, tiba- tiba aku di telephone jika aku ada pekerjaan keluar kota.” ungkap Elena.
Kali ini, Louis tahu jika wanita itu jujur. Tentu karena Louis lah yang sengaja membuat jadwal acara keluar kota untuk Elena.
‘ kalau bisa pergi selama mungkin, Elena.’ batin Louis berlainan dengan mulut pria itu. Namun, tak bisa pria itu suarakan, tentu saja karena ia masih ada rencana untuk wanita itu.
Sementara itu, lebih tepatnya di perusahaan Fransiscus- pikiran Andre seolah terpecah. Antara masalah Louis, masalahnya sendiri dan Greisy.
Ia tak kunjung menemukan siapa wanita yang ia cumbu kemarin. Itu membuatnya sedikit frustasi karena di liputi rasa bersalah.
Dan Greisy?
Entah mengapa wanita itu tak datang hari ini, wanita itu selalu menepati omongannya yang mengatakan jika ia akan datang. Greisy bahkan tak pernah absent dalam mengunjungi Andre.
__ADS_1
Dan sekarang?
Bahkan hingga malam pun Andre tak melihat batang hidung wanita itu. Mengunjungi rumahnya?
Tidak!
Masalah Andre sudah banyak, untuk apa mengurusi wanita yang tak pernah jera meski Andre terus- terusan menolaknya.
Ia tidak memiliki waktu untuk urusan percintaan.
Meski...,
Sejujurnya, Andre sendiri tahu jika wanita itu telah memiliki ruang khusus di hati Andre.
Bukan karena kue buatan Greisy yang enak- yang membuat Andre menyukai wanita itu. Namun karena ia sendiri mengakui jika ia memiliki perasaan khusus pada Greisy lah yang membuat ia menerima kue pemberian wanita itu.
Bernard- ayah Louis telah merawatnya dan membuat Andre menjadi ‘ orang’ . satu- satu yang pria balas dan harus Andre utamakan adalah Louis dan perusahaan Fransiscus. Ia tak memiliki waktu untuk hatinya.
Mungkin itulah alasan mengapa ia selalu menolak wanita itu meski selalu menerima kue pemberian Greisy.
Setelah menghela nafas, Andre menyandarkan tubuhnya ke kursi kebesarannya dan menatap langit- langit kantor. Setelah perusahaan Fransiscus, sekarang gadis yang telah di rengut darah pertama nya oleh Andre lah yang membuat pria itu mengalahkan perasaanya pada Greisy.
Bagaimana pun, ia tetap harus bertanggung jawab karena telah merengut paksa darah pertama- wanita, yang bahkan Andre belum ketahui identitasnya.
__ADS_1
Sekali lagi Andre memilih menghembuskan nafas kasar dan merapikan meja kerjanya lalu mengakhiri malam di kediamannya.