Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Chosen


__ADS_3

“ anda lebih diluar, tuan.” ucap susuter berusaha mendorong tubuh Felix.


“ sus, ada apa dengan istri saya?” ucap Felix panik.


Tiba- tiba, ia di serang ketakutan luar biasa.


“ kondisi patient kritis! Anda lebih baik di luar saja. Biarkan kami melakukan penangan untuk istri anda.” ucap suster itu menutup ruang operasi.


“ Freya!” isak Felix bersimpuh di depan ruang operasi.


Padahal..., Felix pikir, setelah pria itu mengakui perasaannya- hidupnya akna bahagia. Mengapa, mengapa, semua ini harus terjadi pada istrinya.


“ ini salahku yang memaksa Freya hamil! Bagaimanapun..., ia masih sangat muda.” isak Felix.


“ ada apa dengan Freya, Fe?” tanya Louis yang heran mengapa Felix bersimpuh di hadapan ruang operasi.


“ papa?” ucap Felix memanggil Louis dengan sebutan yang juga di sebut Freya kepada Louis.


” ia kritis, pa, ma.” ucap Felix menagkup kaki Louis.


“ apa?” ucap Louis dan Agatha tak percaya.


“ maafkan aku. Harusnya aku tidak memaksa Freya untuk hamil!” isak Felix membuat Louis dan Agatha saling berpandangan.


“ ini bukan salahmu! Berdirilah! Kau harus kuat!” ucap Agatha menumpu tubuh menantunya.


“ ini salahku! Seharusnya aku memikirkan resikonya! Bagaimana pun, Freya masih muda dan belia.” lirih Felix.


“ Bukankah Irish juga masih muda dan Belia? Bahkan Irish memiliki Gavin di usia yang lebih muda dari Freya!” ucap Louis.


“ tapi...” Felix ikut duduk saat Louis dan Agatah duduk di kursi tunggu.


“anggaplah ini takdir, Fe. Jika Freya tidak dalam keadaan seperti ini, sampai kapanpun kau tidak akan menyadari perasaanmu sendiri. Aku adalah ibunya dan aku yakin Freya adalah putriku yang kuat.” ucap Agatah menyemangati.


“ ...” Felix terdiam.


“ apa ini karena aku meminta Freya mendonorkan organnya?” lirih Felix membuat Louis dan Agatha tersedak karenanya.


“ aku memang bukan suami yang baik. Membiarkan istriku sendiri mendonorkan ginjalnya demi wanita lain.” ucapan Felix membuat Agatha dan Louis saling berpandangan. Mereka lantas menatap Andre yang hanya bisa mengangkat kedua bahunya.


“ apakah jika mengembalikan ginjal milik Freya akan membuat tubuh istriku menjadi lebih baik?” tanya Felix sekali lagi membuat Agatha dan Louis tersedak karenanya.

__ADS_1


“ aku harus mencari Wanda dan me..” Felix berdiri dan hendak menemui Wanda sebelum akhirnya di hentikan Louis.


“ lebih baik kau menunggu di sini!” ucap Louis memegangi tubuh menantunya agar tidak berbuat gegabah.


“ ya! Papa mertuamu benar! Bagaimana jika Freya terbangun dan kau tidak ada di sampingnya- lagi? Bisa- bisa anak perempuan kami akan kembali marah padamu! Kau tahukan bagaimana keras kepalanya putri kami?” ucap Agatha membantu Louis bersandiwara.


“ kau tenang dan duduklah! Aku akan meminta Ed segera kemari dan membuatkan obat- obatan yang dapat meningkatkan keadaan Freya.” ucap andre akhirnya. Sifat Felix yang gegabah ini sangat mirip dengan sifat Louis- adik kandungnya tersebut.


“...” mendengarnya membuat Felix akhirnya duduk dan berusaha menanangkan dirinya.


‘ dia bukan menantuku dan aku harus menenangkannya.’ batin Andre.


‘ beruntung Daisy belum memiliki kekasih!’


‘ aku harus melihat dengan benar pria seperti apa yang disukainya nanti dan menyeleksinya baik- baik!’ batin Andre.


* sementara itu di lain tempat*


“ ukh!” suara igauan terdengar.


“ anda sudah sadar, nona?” tanya sebuah suara.


“ kau?” ucap Wanda. Ia sadar tubuhnya masih dalam keadaan polos.


“ kau! Kau kan..., bagaimana kau bisa di sini?’ ucap Wanda yang mengingat siapa itu Ed.


“ kalau saya tidak ada di sini, rencana anda yang ingin memiliki tuan Felix maka akan terjadi.” ucap Ed terkekeh.


“ KAU!” ucap Wanda tak percaya.


“ maka karena saya mengenal anda- saya tahu rencana anda.”


“ kau sengaja mendekatiku?” ucap Wanda tak percaya. Ed hanya tersenyum di hadapan tubuh Wanda yang masih polos tanpa sehelai benanangpun. Entah sengaja atau memamng Wanda saja yang tidak memiliki malu- sehingga tidak ada niat untuk menutupi tubuhnya. Meski tidak ada apapun yang bisa di pakai untuk menutupi tubuhnya- seandainya, Wanda masih memiliki sedikit rasa malu- wanita itu akan berinisiatif mengapit tubuhnya agar; orang lain tidak melihat tubuhnya.


“ aku akan mengatakan kepada Felix jika kaulah yang menjebakku!” ucap Wanda tidak terima. Membuat Ed menghela nafasnya jengah. Lantas- ia berlutud di hadapan tubuh Wanda.


“Apa anda pikir..., tuan Felix akan percaya pada anda- setelah semua yang anda lakukan?” ucap Ed.


“ dia..., dia pasti akan...” ucap Wanda mulai ragu.


“ saat dia menolak anda dan saat ia lebih memilih meninggalkan anda- seharusnya anda sudah tahu! Jika anda sudah kalah.” ucap Ed mulai berdiri dan meletakkan kedua tangannya di kantong celananya.

__ADS_1


” kau..., aku mohon bantu aku..., tuan Ed.” Wanda mulai memeluk kaki Ed.


“ saya..., saya akan berusaha menyenangkan anda dan mematuhi anda.” ucap Wanda mencoba berlenggok di kaki Ed.


“ apa anda tahu nona Wanda?” ucap Ed tanpa ekspresi.


“ ya?”


“ apa anda tahu kenapa saya tidak bereaksi pada anda- meski anda bahkan tidak mengenakan sehelai kainpun?” tanya Ed lagi


.


’ ap...,apa?”


“ karena anda tidak ada apa- apa nya di bandingkan istri saya.” ucap Ed mulai meninggalkan Wanda- menyusul Irish yang menggendong Gavin.


“ Kau! Bukankah kau tetangga di Apart...” ucap Wanda mengingat wajah Irish. Namun, satu hal yang membuat Wanda tekejut adalah; karena Irish saat ini dalam balutan pakaian wanita yang jelas memancarkan kecantikannya. Bahkan dengan jelas- dada Irish yang lumayan cukup besar itu dapat Wanda lihat.


“ Ini semua bohong! Kalian semua membongiku! Seluruh dunia mengerjaiku!” isak Wanda.


*


“ setelah ini, ia akan hidup dengan ketakutan dan tidak mempercayai seseorang.” kekeh Ed.


“ papa, kita harus cepat mengunjungi bibi. Grandpa Andre mengatakan jika bibi mengalami masa kritis.” ucap Gavin yang berada di gendongan Irish.


“ baik! Ayo kita segera kerumah sakit!” ucap Ed bergegas menuju basement- dimana mobil mereka di parkirkan.


“ tapi..” ucap Gavin kemudian.


” hem?” heran Ed dan Irish.


“ kritis itu apa?” ucapan putranya itu hampir membuat Ed tersandung karenanya.


“ kau kan yang mengucapkannya? Kenapa malah bertanya lagi?” ucap Ed pada kepintaran putranya yang masih polos.


“ aku hanya mengulangi apa yang di katakan grandpa Andre.” ucap Gavin memeluk Irish.


“ nanti mama beritahu artinya, sekarang, kau istirahatlah!” ucap Irish yang tahu jika ini waktunya Gavin untuk istirahat.


“ aku khawatir pada nona Freya, Ed.” ucap Irish kepada suaminya yang mulai meletakkan Gavin ke kursi anak- anak di mobil yang akan mereka gunakan untuk menuju rumah sakit- dimana Freya di rawat.

__ADS_1


“ tenang saja! Aku pasti akan berusaha memberikan obat yang akan membantu memulihkan nona Freya.” ucap Ed mengelus rambut panjang istrinya.


__ADS_2