Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Fly


__ADS_3

Masih dengan flashback kisah Luna dan Bernard


🌸🌸🌸


Esoknya.., Luna menatap Bernard yang berada di rumah mereka.


β€œ kau tidak bekerja?” tanya Luna kepada bernard yang sedang duduk di ruang tamu.


β€œ kau lupa? Aku adalah direktur sekaligus pemilik dari perusahaan Fransiscus, aku bisa bekerja di manapun aku mau.”


β€œ begitu?” jawab Luna jengah.


β€œ kau mau camilan untuk teman menonton Televisi?” tanya Luna.


β€œ apa yang kau miliki?” tanya Bernard.


β€œ aku akan memasak untukmu.” ucap Luna segera beranjak menuju dapur.


Bernard hanya menatap Luna dari duduknya.


β€˜ denganku ia bersikap dan menunjukkan bahasa yang sangat sopan- namun dengan orang yang ia kira orang lain sangat terbuka dan lugas.’ batin Bernard mulai kesal. Bernard lantas mengirimi pesan kepada istrinya sendiri dengan nomor lain.


Pesan terkirim bersamaan dengan Luna yang membawakan masakannya yang telah matang.


Tampak Luna yang ikut duduk di kursi tamu di hadapan Bernard sambil menutupi pangkuannya dengan bantal sofa.


β€œ kau tidak melihat handphone mu?” tanya Bernard berbasa- basi.


β€œ aku selalu meletakkan di kamar.” ucap Luna jujur.


β€œ kau tidak melihatnya? Siapa tahu ada yang penting.”


β€œ siapa yang mengirimiku pesan yang begitu penting? Aku tidak memiliki rekan kerja- dan keluargaku? Kau lihat? Setelah kita menikah- apa mereka pernah mengunjungiku barang sekali?” lirih Luna. Karena bagi keluarga Foster- anak perempuan jika sudah menikah bukan lagi tanggung jawab keluarga.


β€œ....” Bernard memilih diam dan memilih sibuk pada pekerjaan di laptopnya.


Namun.., karena tidak ada yang menarik yang di siarkan membuat Luna bosan dan memilih beranjak menuju kamarnya.


β€œ aku mengantuk, aku akan istirahat sebentar.” ucap Luna.


β€œ hem.” ucap Bernard pura- pura cuek.


Setelah di rasa istrinya masuk ke kamar membuat Bernard segera mengecek handphone nya.


β€˜ dia sudah membacanya?” batin Bernard melihat pesannya sudah menunjukkancentang bewarna biru.

__ADS_1


...β€˜ siapa?’ balas Luna dalam pesan chat tersebut....


Bernard hanya menjelaskan jika dirinya hanyalah pria tampan yang dapat memuaskan Luna. Namun..., sedetik kemudian- profil chat Luna berganti menjadi hitam putih yang menandakan Bernard telah di blokir istrinya sendiri.


β€œ ini kali pertama- aku.., Bernard Fransiscus- di tolak wanita! Dan itu adalah istriku sendiri?” geram Bernard tak percaya


.


Dan setelah itu ada panggilan masuk atas nama Lily.


β€˜ Lily?’ heran Bernard memilih menolak panggilan Lily.


Ya, bagi Luna, alasan mengapa Bernard jarang di rumah adalah karena Lily.., namun alasan sesungguhnya tentu saja pekerjaan di dunia gelapnya. Bagi Bernard sendiri- Lily hanyalah salah satu ONS Bernard yang bahkan tidak di anggap oleh pria itu.


β€˜ aku sudah memiliki wanita yang bisa menghangatkan ranjangku yang sah- aku rasa- aku tak perlu lagi melakuakan ONS ini lagi.’ batin Bernard memilih menjadikan handphone nya ke mode silence dan melemparnya sembarangan di sofa sebelahnya. Akhirnya, Bernard kembali memilih untuk fokus mengrjakan pekerjaannya di laptop nya.


Ting! Tong! Namun.., beberapa saat kemudian, bell rumah mereka ada yang membunyikan.


β€œ siapa?” heran Bernard.


β€œ biar aku yang bukakan.” ucap Luna yang kebetulan sudah turun ke dapur untuk mengambil minum.


Namun.., baru mau membukakan, ada seseorang langsung menebus masuk dengan tidak tahu malunya.


β€œ sayang!” ucap seseorang wanita dengan baju kekurangan bahan langsung memeluk Bernard.


β€œ Kau lupa? dia Lily- KE- KA- SIH- MU!” ucap Luna dengan penuh penekanan.


β€˜ huh? Bagaimana ia bisa tahu ia adalah Lily? Ia mengenalnya?’ heran Bernard. Namun..., Bernard memilih pura- pura cuek dan langsung memeluk pinggang Lily.


” oh? Ada apa kau kesini, Sayang? Bukankah sudah aku bilang- jika biarkan aku saja yang menghampirimu? Kau jadi; harus repot kerumahku.” ucap Bernard berbicara semanis mungkin. Wajahnya memang menghadap ke arah wanita yang mengaku kekasih Bernard- namun.., ekor matanya jelas menatap wajah istrinya yang menahan marah.


Tampak jika Luna memilih bergegas ke kamar.


Mungkin muak melihat pemandangan di hadapannya.


Tak lama setelahnya, tampak jika Luna telah bersiap dengan Vintage yang menonjolkan p**tat besarnya yang sexy- namun tak melunturkan kesan Vintage- Luna sendiri yang mendesign nya?


Tampak tangannya menggenggam tas jinjing dan koper kecil.


β€œ aku tak mau mengganggu aktivitas sepasang kekasih kalian- jadi malam ini aku akan menginap di luar.” ucap Luna tanpa perlu di tanya.


Bernard memilih diam. Melihat wajah cuek suaminya membuat Luna semakin kesal.


Setelah menggenggam erat koper nya- Luna segera pergi dari kediaman Fransiscus dengan menggunakan mobil.

__ADS_1


Setelah di rasa istrinya benar- benar pergi- Bernard segera menghubungi bawahannya dengan alat komunikasi yang di bentuk seperti anting- di telinga kanan bernard.


β€œ ikuti dia.”


β€œ kau sedang berbicara dengan siapa, honey Bear ?” rajuk Lily.


β€˜ bear?’ heran Bernard. Tak heran, panggilan itu sama dengan yang di sebutkan iarrinya kala wanita itu mabuk.


Namun, Bernard memilih kembali sibuk dengan laptopnya dan tak menghiraukan Lily.


” Honey Bear, kenapa kau begitu cuek? Bukankah tadi kau begitu mesra?” heran Lily. Bernard tidak menjawab dan memilih diam.


β€œ Be~ar.” ucap Lily sensual dengan meniupkan angin ke telinga Bernard.


β€œ enyahlah!” kesal Bernard mendorong tubuh Lily.


β€œ aku..., aku hanya ingin membantumu..., honey Bear.” lirih Lily.


β€œ kau bisa membantuku dengan mencoba untuk diam dan tak menggangguku.” kesal Bernard.


Lily meringkuk dan berpura- pura sedih.


Namun, hal itu tidak berpengaruh bagi Bernard yang memilih fokus pada laptopnya dan tidak mempedulikan wanita di sampingnya itu.


Sampai suara pesan masuk ke handphone pria itu baru membuat perhatian Bernard teralihkan dari laptopnya.


Pesan itu menujukkan keberadaan Luna. Dimana wanita itu menginap sampai di lantai nomor berapa yang di sewa Luna.


Setelah membacanya, Bernard hanya menunjukkan smirk smile nya, ia segera menutup laptopnya dan bersiap untuk pergi.


β€œ kau mau kemana, honey bear?” heran lily.


Bernard menganggap seolah Lily hanyalah angin lalu dan tidak menghiraukannya. Tampak, jika pria itu memilih untuk terus melangkah keluar dari kediamannya. Kesal, membuat Lily menyusul Bernard dan bergelanyut di lengan pria itu.


” Bear. Kau tidak mau menemani Lily?” ucap Lily dengan nada sensual. Ia bahkan menurunkan bajunya agar Bernard bisa melihat belahan dadanya. Membuat Bernard menunjukkan smirk smile nya.


Melihat Bernard yang tersenyum- membuat Lily merasa jika pria itu akan luluh pada tubuh Lily- namun, sentakan keras lah yang di terima Lily- bahkan tampak jika Lily terjatuh dengan keras- hingga menimbulkan suara yang cukup keras pula.


β€œ kau bahkan tidak ada apa- apanya dengan istriku!” ucap Bernard menepuk lengan yang di sentuh Lily- seolah membersihkan lengannya dari benda kotor.


" dan yang pasti adalah milik istriku itu asli!"


Setelah mengucapkan itu- tampak jika Bernard memilih kembali melangkah pergi.. sebelum pergi- ia kembali menekan alat komunikasi di antingnya dan menyuruh bawahannya.


” segera usir lalat dari rumahku! Sekalian bersihkan rumahku! Kalau perlu semprot disinfectant- agar kuman- kuman tidak mengotori rumahku!”

__ADS_1


...Fly di sini di artikan sebagai lalat ya bukan terbangπŸ˜…...


__ADS_2