
“ nona, selamat atas kelahiran putri- putri anda.” ucap Irish menyusul kerumah sakit- tempat Alice di rawat.
“ siapa nama bayi- bayi mu, Ale?” tanya Elena.
“ Naomi Lee.Yang berarti gadis manis yang menyenangkan dan di sukai banyak orang. ” jawab Alice merujuk pada anak yang ia gendong di sisi kirinya.
“ lalu? Siapa nama yang bayi yang kau gendong di sisi kananmu, Alice?” tanya Lionel.
“ aku belum memberinya nama.” jawab Alice.
“ eh? Kenapa, nona?” tanya Irish.
“ aku ingin kalian yang memberi nama.” jawab Alice kepada Irish dan Ed.
“ eh? Kami?” heran Irish juga Ed.
“ ya, aku tahu jika aku bisa hamil karena obat dari Ed. dan..., ya..., selama ini, Irish lah yang selalu menemaniku dan membuatku bisa bersatu dengan pria yang aku cintai. Jadi sudah seharusnya jika kalian berhak dalam memberi nama anakku.” jawab Alice menyodorkan anaknya yang belum di beri nama.
Pelan dan penuh kehati- hatian, Irish menerima bayi yang di beri Alice- untuk Irish dan Ed beri nama.
“ Alesya. Yang berarti berkah dari Tuhan.” ucap Ed secara langsung. Entah mengapa menatap bayi perempuan- yang bahkan belum bisa membuka matanya itu membuat Ed merasa jika bayi itu adalah karunia dari Tuhan. Ia lembut, mungil...,
Dan suci.
“ Alesya? Itu nama yang bagus. Kau benar, hadirnya Alesya dan Naomi adalah berkah dan karunia Tuhan. Aku yang di nyatakan cacat bahkan bisa memiliki dua anak sekaligus dalam satu kelahiran.” ucap Alice menatap anak yang masih berada dalam gendongannya dan gendongan Irish. Ia lantas menciumi kedua buah hatinya bergantian. Melihatnya, Irish hanya tersenyum dan memberikn Alesya kembali pada Alice. Sementara, Ed hanya merangkul wanita yang telah menjadi istrinya tersebut.
“ kau terlihat tidak rela.” tanya Ed.
__ADS_1
“ Eh? Maksudmu?” tanya Irish.
“ aku juga mau satu. Perempuan, kurasa boleh juga- agar nanti bisa menemanimu. Tapi laki- laki, kurasa juga tidak apa- apa karena bisa aku ajarkan soal ilmuku.” kekeh Ed.
“ ED.” pekik Irish. Baru saja mereka resmi menjadi suami istri sudah membicarakan soal momongan. batin Irish.
Melihatnya lantas Axel melihat adik angkatnya yang sedang berbincang dengan mantan tunangannya.
“ ehem. Aku dan Alice sudah menikah bahkan sudah memiliki anak, Irish dan Ed sudah menikah dan merencanakan memiliki anak. Kurasa hanya tinggal satu pengacau- yang sebelumnya mengeluh kesepian- yang belum menyumbang cucu dan cicit untuk ayah, mama, grandpa dan grandma.” ucap Axel pura- pura berehem untuk mengejek Freya yang sedang ngobrol dengan Arumni.
“ apaan sie. Aku bahkan belum berumur 20 tahun.” kesal Freya menyilangkan lengannya.
“ Irish bahkan memiliki umur yang sama denganmu dan hanya berusia lebih tua 3 bulan darimu.” jawab Agatha.
“ mama......, kau tidak lupa kan? Grandpa sudah menjodohkan aku?” ucap Freya memegang rambut panjangnya.
“ tapi aku menyukai pria yang akan di jodohkan denganku.” ucap Freya memilin tangannya.
Agatha hanya menghela nafasnya, ia sudah menduga kenapa anak gadisnya yang cerewet ini- tidak menolak ketika ayah Bernard menjodohkannya dengan seorang Pria.
“ kelihatannya kisah yang pernah kita rasakan akan di rasakan oleh Freya.” ucap Louis.
“ kau benar.” ucap Agatha pasrah. Ia hanya berharap jika anak gadisnya hanya akan merasakan pernikahan satu kali seumur hidupnya. Tidak seperti dirinya yang menikah dua kali dengan orang yang sama. Apa lagi mengingat jika orang yang akan di jodohkan untuk Freya di kabarkan juga memiliki kekasih.
***
“ apakah kau juga sama- sama bertepuk sebelah tangan?” tanya Arumni.
__ADS_1
“ juga? Sama? Apakah kau menyukai Axel? Aku pikir kita bisa menjadi teman?” ucap Freya tidak percaya.
Tak heran, Freya sangat menyayangi Alice. Itu sebabnya, gadis itu akan melindungi saudara jauhnya itu agar tak lagi merasakan luka.
“ tentu saja tidak! Aku tidak akan mengkhinati sis Alice! Aku juga sudah menganggapnya saudari ku sendiri.” ucap Arumni mengibaskan tangannya.
“ lalu?” heran Freya.
“ ia menyukai kakak tirinya.” ucap Alice sembari meletakkan kedua buah hatinya ke dalam box bayi.
Sedikitnya wanita yang baru menjadi seorang ibu tahu- karena selalu di jadikan tempat curhat oleh Arumni.
“ step brother?” tanya Freya.
“ ya, ayahku menikah lagi dengan seorang wanita yang sudah memiliki anak. Dan itulah alasan mengapa aku dulu- menyetujui perjodohan yang di berikan keluargaku.
Agar aku bisa mengalihkan perasaanku. Namun, yah...., ternyata takdir berkata lain karena pria yang di jodohkan untukku juga memiliki hatinya sendiri.” ucap Arumni merenung.
“ apakah kau yakin jika kau bertepuk sebelah tangan?” tanya Freya dan Alice.
“ bisa jadi jika kakakmu menyukaimu.” jelas Alice.
“ seandainya; aku tidak bertepuk sebelah tangan sekalipun, aku tidak akan bisa bersatu dengannya-, karena biar bagaimanapun, kita adalah saudara.” ucap Arumni lirih. Apa lagi mengingat perlakuan hangat kakak tirinya.
“ tapi kau dan kakak tirimu tidak terhubung darah.” tekan Freya.
“ meski begitu, ajaran keluargaku keras dan kolot. Ayahku tidak akan memperbolehkan aku menikahi saudaraku sendiri- meski ia hanyalah saudara tiriku.” lirih Arumni. Freya hanya mengelus punggung wanita yang baru saja menjadi temannya itu. Freya merasa sedikitnya tahu apa yang di rasakan Arumni.
__ADS_1