
Felix terbangun dengan mata yang berat. Tak heran, kata- kata yang di lontarkan Freya membuat Felix tidak bisa tidur. Apa lagi, ia takut jika Freya benar- benar akan datang ke kamarnya. Meski, bisa saja, Felix mengunci pintu kamarnya, pria itu masih tidak bisa tenang karena memikirkan kemungkinan jika Freya memiliki kunci cadangan kamar itu.
Sesungguhnya, mereka sedang cuty kuliah karena baru saja menikah, namun, ia tidak bisa bermalas- malasan, bukan?
Lagi pula, ia masih bisa mengerjakan tugas kuliah. Dan yang terpenting adalah; perutnya harus di isi.
Tapi..., di rumah ini tidak ada maid ataupun juru masak, apakah Felix harus beli makanan jadi di luar? Batin Felix.
‘ lagi pula, apakah Freya bisa masak?’ tanya Felix yang merasa jika Freya terlihat seperti seorang nona manja dan tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah, apalagi memasak.
Setelah membersihkan dirinya, Felix bergegas keluar.
Namun, baru membuka pintu kamarnya, pria itu sungguh di kejutkan dengan penampilan istrinya itu.
Tak heran, Freya sedang memasak.
Wanita itu memasak saja sudah membuat Felix terkejut- apa lagi melihat jika istri kecilnya itu tengah memasak dengan baju kekurangan bahan. Ya, Freya kini tengah memakai lingerie sexy di balut dengan apron- mungkin untuk menghalangi agar tidak kena cipratan minyak atau uap panas.
“ apa yang sedang kau lakukan?” ucap Felix mengalihkan pandangannya.
“ apa yang kulakukan? Kakak Felix, kau tidak bisa mencium bau harum ini? Tentu saja aku sedang memasak? Kau tida menyangka ya, jika aku bisa memasak.” kekeh Freya terus asik pada masakannya.
“ aku mengerti kau sedang memasak, yang aku tidak mengerti itu adalah; kenapa kau memasak menggunakan baju kekurangan bahan itu?” ucap Felix menutupi wajahnya dengan tangannya.
“ ini namanya, lingerie, kakak. Grandpa mempersiapkannya untuk malam pertama kita. Akan sangat sayang jika tidak di gunakan, jadi aku ingin sesekali mencobanya, lagi pula, aku tidak akan kemana- mana hari ini.” ucap Freya menundukkan bahunya. Membuat bahu Freya yang tegap, kulitnya yang putih dan dada besar Freya terexpose sempurna.
__ADS_1
“ aku tahu itu namanya lingerie...” ucap Felix mengalihkan pandangan nya, meski ekor matanya tak juga mau berpindah dari tubuh istrinya itu.
“ lalu...?” kekeh Freya.
“ sudahlah! Selesaikan masakanmu, aku mau mandi.” ucap Felix membantah. Melihatnya, Freya hanya terkekeh pelan.
“ mandi? Ini masih terlalu pagi untuk mandi.” ucap Freya dengan suara keras. Namun, Felix tidak menjawabnya dan bergegas ke kamar mandi di kamarnya.
‘ manisnya.’ batin Freya. Memilih melanjutkan acara memasaknya.
Sementara itu di lain tempat, tepatnya, di apartment milik Felix, tampak jika Wanda masih berada di apartment nya. Ia belum berangkat karena ia bekerja jam 9. dan tampak jika ia sedang berdandan karena hendak berangkat bekerja. Dan tepat pada saat itu, ada yang memencet bel apartment nya.
“ siapa sie? Pagi- pagi, sudah menganggu.” kesal Wanda.
“ sia..,” Wanda mau memaki, namun, melihat siapa yang bertamu membuatnya tidak jadi memaki.
“ nama saya Irish, dan saya adalah penyewa apartment baru di sebelah anda, bisa di bilang.., saya ingin menyapa para tetangga di apartment saya.” ucap Irish dalam pakaian pria dan suara yang di bentuk seperti suara pria.
“ tentu, silahkan masuk.” ucap Wanda dengan mudahnya.
“ eh? Saya hanya ingin menyapa, nona. Lagi pula, kelihatannya, anda mau pergi.” ucap Irish yang tidak percaya jika Wanda akan memperbolehkannya masuk begitu mudahnya.
“ a..., tidak sopan membiarkan anda berbincang hanya di luar. Masuklah dulu, tempat saya bekerja dekat dari apartment, sehingga tidak masalah jika saya telat sedikit.” ucap Wanda langsung menarik Irish masuk.
🌸🌸🌸
__ADS_1
“ sederhana dan cantik? Kurasa menantuku buta.” ucap Louis yang berada di kamar sebelah Wanda. Saat ini, mereka tengah sama- sama mengintai dan melihat aksi Irish di camera mini yang terpasang di anting wanita itu.
“ tidak usah heran, Ada yang bilang, semakin dewasa seseorang mata mereka akan buta karena lebih percaya dengan apa yang mereka dengar dari perkataan orang lain dari pada apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.
Lagi pula, kau tidak berhak mengatai menantumu karena kau juga melakukan hal yang sama, bukan?
Tertipu dengan wajah seorang wanita.” kekeh Agatha.
“ hei! Kau tahu kan alasan mengapa aku berkencan dengan Elena- dulu, karena dulu, aku menganggapmu adik kecilku.” ucap Louis membantah.
“ ya.., ya.., ya.” balas Agatha malas.
“ tapi, aku lebih tidak menyangka jika anak kita, sangat agresif. Ia berbeda denganmu yang pasif.” ucap Louis yang melihat betapa agresifnya anak gadisnya.
Ya, di rumah yang sediakan untuk Freya dan Felix juga di pasangi camera mini. Tentu saja hanya di letakkan di luar kamar tidur untuk menjaga privasi anak gadisnya. Mereka memasang camera mini hanya untuk berjaga- jaga.
“ sudah aku bilang, anak gadismu itu mirip denganmu.” kekeh Andre.
“ koq aku?” heran Louis.
“ apa perlu aku ingatkan lagi, apa yang kau lakukan hanya untuk mencumbu Agatha yang saat itu belum menjadi istrimu atau bisa aku katakan tidak lagi menjadi istrimu?” tantang Andre.
“ kau benar.” ucap Agatha membenarkan.
“ Agatha..., kau lupa? Dulu, saat kau mengandung Freya kau juga sangat Agresif.” ucap Louis mengingatkan.
__ADS_1
“ ya..., mungkin karena itulah anak kita juga jadi Agresif.” jawab Agatha acuh.