
Terkadang, orang yang selalu ceria dan tersenyum bukan berarti tidak pernah bersedih. Ia juga bisa sedih dan menangis. Namun, ia lebih memilih tersenyum agar orang lain tidak tahu jika ia sedang bersedih.
“ apa? Sampai sekarang kau belum buka segel?” tanya Briana.
Ya, setelah itu, mereka berlaku seolah tak terjadi apa- apa dan melakukan kegiatan seperti biasanya, sama seperti hari ini, setelah membuatkan sarapan, Freya dan Felix kembali berkuliah seperti biasanya. Dan karena Freya masih ada mata pelajaran lainnya membuat wanita itu beristirahat di kantin dengan teman- teman wanitanya.
“ emm.” jawab Freya mengangguk.
“ tidak bisa kupercaya.” tanya Olivia- salah satu teman Freya juga.
“ kenapa?” heran Freya.
“ kenapa? Ya, tak heran kami berpikir jika kau sudah lepas segel. Kau lupa? Saat awal kau mengejar kakak senior Felix? Dulu, ia sangat dingin padamu! Dan kemarin? Gosipnya sudah beredar luas jika sekarang ia menjadi suami yang posesive padamu.” ucap Briana.
“ jadi kami pikir ada keajaiban darah pertama di sini.” jelas Olivia.
“ setiap aku tanya, ia cemburu atau tidak, ia hanya mengatakan agar aku mengenal batasanku. Sekarang aku ini bukan lagi wanita single melainkan wanita dengan suami.” ucap Freya memakan jelly dalam minumannya.
“ apa ia tidak tahu sikapnya kemarin? Dan ia masih menyangkal ia tidak cemburu?” heran Briana. Freya hanya mengangkat kedua bahunya.
“ tapi..., apa kau tidak penasaran ingin buka segel?” ucap Olivia memancing.
“ tidak!” jawab Freya dengan lugas.
“ tidak?” heran kedua teman Freya.
“ aku dengar, membuka segel sangat menyakitkan. Bahkan, saat saudara jauhku membuka segel untuk kali pertama tampak terlihat jelas jika ia tidak dapat berjalan dengan benar.” ucap Freya yang ingat awal Alice memilih menjauh dari Axel.
“ hei! Adik kecil!” ucap Olivia merangkul Freya.
“ sakit itu hanya untuk kali pertama, namun dalam prosesnya kau akan ketagihan dan selalu ingin lagi dan lagi.” jelas Olivia dengan tampang mesum.
“ bagaimana kau bisa tahu? Kau sudah lepas segel, ya?” tanya Freya melepas rangkulan temannya ini. Tampak jika Olivia hanya menaik- turunkan alisnya.
“ kau bahkan belum menikah.” heran Freya.
__ADS_1
“ oh, come on, Frey! Sekarang jaman modern tidak masalah lepas segel meski belum menikah!” kekeh Olivia.
“ aku bahkan tidak tahu kau memiliki kekasih.” heran Briana.
“ oh, ayolah, kau harus tahu apa itu yang namanya; one night stand. Kalian tidak saling mengenal- namun saling memu...., AW!” ucapan Olivia terpotong karena ada yang menjewer telinganya.
“ Felix?” heran Freya.
“ kakak senior lucknut! Lepaskan telingaku!” kesal Olivia.
“ apa yang kau ajarkan pada istriku, heh?” kebiasaan Felix sewaktu masih menjadi dosen masih melekat di jiwa pria itu. Mendengar ancaman Felix, membuat Olivia hanya terkekeh ria.
“ Frey, ayo pulang.” ucap Felix mengajak istrinya pulang.
“ aku masih ada kelas kak.” jawab Freya.
“ kalau kau tidak ada kuliah lagi silahkan kakak senior pulang, nanti kami yang akan mengantar Freya kami pulang.” ucap Olivia merangkul Freya.
“ tidak! Kalian pasti akan mencemari otak Freya! Kalian pikir aku akan membiarkannya.” kesal Felix.
Dan kini, tampak jika mereka pulang beriringan.
Terlihat jika ekor mata Felix terus mencuri pandang ke arah istrinya.
“ uhuk!” Felix berdehem.
“ kenapa? tenggorokanmu kering?” tanya Freya mencoba mencari botol minumnya.
“ bukan itu.” ucap Felix sambil menjulurkan tangannya. Freya hanya memberi Felix botol minum wanita itu ke juluran tangan suaminya.
“ aku tidak haus, Frey!” kesal Felix. Ia ingin melempar botol minum istrinya namun ia hentikan karena mengetahui jika istrinya selalu membawa minum sendiri dari rumah.
“ lalu?” heran Freya. Felix merasa malu mengatakan ingin pulang sambil menggenggam tangan istrinya- lantas, pria itu memilih mengambil genggaman tangan istrinya dan menggandengnya tanpa mengatakan sepatah katapun.
Melihatnya membuat Freya terkekeh.
__ADS_1
“kak, jika kau ingin menggandeng tanganku, bilang saja terus terang.” kekeh Freya.
“ diamlah.” ucap Felix dengan merona.
Melihatnya, Freya hanya bersenandung kecil. Sementara, Felix terus menatap ke arah istri kecilnya itu.
Ia teringat akan apa yang di bicarakan teman- teman istrinya ini.
“ Frey.” panggil Felix.
“ hem?”
“ apa..., apa kau mau merasakan malam pertama, Frey?” tanya Felix sedikit mengecilkan kata- kata Malam pertama.
“ kenapa? Kakak ingin?” kekeh Frey.
“ bu.., bukan itu. Maksudku adalah, kita menikah lebih dari sebulan. Dan kau belum melaksanakan kewajibanmu. Aku tidak mau..., tidak mau kau menjadi istri yang durhaka.., jadi...” ucap Felix dengan wajah yang merona.
“ kenapa tidak terus terang saja ingin meminta hak kakak.” kekeh Freya.
“ diamlah.” kesal Felix.
“ tapi aku harap tidak akan mengecewakan kakak. Biar bagaimana pun, aku masih sangat muda. Jadi aku tidak tahu apakah bisa memuaskan kakak karena aku tidak memiliki pengalaman.” ucapan istrinya membuat Felix terdiam, tak heran, berbicara soal pengalaman- Felix sama- sama nol. Ciuman pun tak pernah. Apa lagi masalah ranjang.
...Give away nya di tutup nanti minggu Siang...
...Sampai saat ini yang mendekati adalah;...
...Ainish Shanti...
...Ada juga Dylan...
...Namun, yang sering aktif coment dengan jawaban mendekati adalah Ainish Shanti 😯...
...Tapi author bingung...
__ADS_1
...Bisa ga ya ngirim pulsa beda negara 😅...