
“ ugh.” lenguh Felix.
Sekarang ini, pria itu tengah bersolo carier sambil membasahi tubuhnya di bawah pancuran shower- berharap agar tidak ada siapapun yang akan mendengar lenguhanya.
Tentu saja, ia sekarang tengah membayangkan kekasihnya, namun, entah sejak kapan, ia mulai membayangkan tubuh istri kecilnya.
Felix lantas membuka matanya karena terkejut ketika secara tiba- tiba wajah istri kecilnya itu terlintas di benaknya. Dan sialnya, bukannya membaik, tubuhnya semakin panas sekarang.
Terlintas di benak Felix tentang tubuh putih istrinya, dada besarnya, pundak tegapnya, pantat sekalnya. Dan suaranya?
Suaranya pasti sangat sexy ketika Felix mengukungnya di atas tubuh wanita itu.
“ sial!” kesal Felix.
Ia tidak ingin membayangkan Freya. Itu sebabnya, ia berusaha membayangkan kekasihnya kembali. Namun, saat membayangkan wajah wanita yang pernah menjadi kekasihnya itu. Pikiran Felix sekali lagi kembali teralihkan menjadi wajah istri kecilnya tersebut.
Wajah istrinya yang cantik. Bulu mata lentiknya, dan..., dan bibir tipis istrinya.
Bibir kecil itu pasti akan sangat nikmat, basah dan hangat saat merasakan milik Felix.
“ ugh!” lenguh Felix.
Yap, Felix mendapatkan pelepasannya. Ia tidak menyangka jika ia akan mendapatkan pelepasaannya hanya karena membayangkan mulut istrinya.
“ kakak.” panggil Freya dari luar kamar mandi Felix.
“a..., ada apa.” ucap Felix yang panik sambil membersihkan miliknya.
“ kau sudah mandi cukup lama. Makanannya sudah dingin, kak.” ucap Freya.
__ADS_1
“ sebentar lagi, kau tunggulah diluar.” ucap Felix cukup gugup.
“ kau akan makan di rumah, kan? Masakanku masih cukup layak di makan, kak. Kau tidak perlu makan di luar.” jelas Freya.
“ tentu aku akan makan, Frey. Tungulah di luar.” pinta Felix.
“ kalau begitu, mengapa kau mandi? Kita masih punya cuty kuliah kan?”
“ aku hanya merasa gerah. Aku mohon tunggulah di luar." ucap Felix saking frustasinya karena Freya tak kunjung pergi.
“ begitu? Jangan lama- lama mandinya, Kau akan masuk angin, nanti.” ucap Freya. Dari suara istrinya yang mulai menjauh, membuat Felix yakin jika Freya sudah keluar dari kamarnya.
Karena takut, Freya akan kembali masuk ke kamar- membuat Felix melihat kesekeliling sebelum akhirnya benar- benar keluar dari kamar mandinya.
Felix melupakan baju gantinya- karena terburu- buru masuk ke kamar mandi, celakanya, baju yang tadi ia pakai telah basah. Sehingga, tampak jika Felix keluar hanya menggenakan handuk yang menutupi setengah badannya.
Seingatnya, Felix belum sempat merapikan tempat tidurnya, begitupun dengan baju ganti ini, seingatnya, ia belum menyiapkan baju ganti untuk dirinya.
Entah mengapa, hati pria itu terpenuhi perasaan hangat yang membuat Felix tersenyum tanpa sadar.
‘ menikah..., ternyata tidak buruk juga.’ batin Felix menuju kamar mandi untuk memakai bajunya.
Sementara itu, di lain tempat, lebih tepatnya di sebuah apartement. Tampak jika Irish kembali ke kamarnya dengan keringat dingin yang mengucur.
“ kenapa kau terlihat pucat begitu?” tanya Ed terkekeh.
“ ia sungguh wanita yang mengerikan. Aku bahkan baru bertemu dengannya dan ia berani meraba tubuhku dan ia hampir menciumku. Perkiraan tuan Andre benar, untung aku sudah memakai Brief dengan buntalan busa.” ucap Irish mengelap keringatnya.
“ apakah, kau sudah melaksanakan tugasmu?” tanya Andre.
__ADS_1
“ sudah. Sedikit terhalangi, karena ia terus mengikutiku.” ucap Irish duduk di sofa sambil mengendurkan dasinya. Dan tepat pada saat itu, Gavin yang tertidur di kamar- terbangun dan keluar dari kamarnya. Tampak jika ia sedang mengucek matanya.
“ anak mama sudah bangun.” Irish hendak menggendong Gavin yang hanya menatap Irish dan Ed bergantian. Biasanya, Gavin bukanlah anak yang gampang rewel dan menangis. Namun, melihat penampilan Irish dalam bentuk seorang pria membuat Gavin menangis.
“ astaga, kenapa kau menangis, son?” heran Ed.
“ mama..., mama.” tangis Gavin.
“ iya, mama disini, sayang.” ucap Irish hendak menggendong Gavin, namun, tampak jika tangis Gavin semakin kencang. Beruntung kamar yang di sewa kedap suara, jika tidak pasti semua penghuni apartment akan marah mendengar suara tangis anak berumur 2 tahun tersebut.
“ kenapa, Gavin menangis, Ed? Irish?” heran Andre.
“ entahlah, ia baru bangun tidur, mungkin karena itu, ia menjadi rewel.” ucap Ed.
“ tapi, biasanya, ia tidak serewel ini.” heran Irish.
“ apa kau sakit, son?” ucap Irish hendak menyentuh dahi Gavin.
“ Gavin tidak sakit. Gavin tidak mau dua papa. Gavin mau mama kembali jadi mama. Gavin lapar dan Gavin mau mama. ” ucap Gavin rewel dan menampar tangan Irish. Mendengarnya membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa. Irish yang menyamar memang tampak seperti laki- laki sungguhan, tidak heran jika bahkan anaknya mengira jika ibunya itu menjadi laki- laki, sekarang.
“ lihat, mama tetaplah mama.” ucap Irish membuka wig berambut pendeknya. Melihatnya, lantas Gavin meraba dada Irish dan ketika tidak mendapatkan apa yang ia cari membuat ia kembali menangis. Selain memakai chest binder, Irish memang memakai kaos yang membuat terlihat seolah memiliki otot lelaki.
“ kurasa, kau harus membuka penyamaranmu dan sekalian menyusui anakmu.” ucap Andre sedikit tertawa.
“ saya kekamar dulu.” Irish meminta ijin dan langsung kekamar sambil menggendong Gavin.
“ setelah melahirkan Gavin, ini memang kali pertama Irish kembali menyamar menjadi seorang Pria. Mungkin, Gavin terkejut melihat mama nya dalam sosok seperti pria.” jelas Ed.
“ itu menunjukkan jika penyamaran istrimu sempurna. Bahkan anaknya sampai percaya jika ibunya berubah menjadi sesosok laki- laki.” kekeh Louis.
__ADS_1