
Louis tampak melamun sambil menghadap langit- langit.
Ia tak menyangka atas apa yang terjadi hari ini.
Bagaimana tidak?
Setelah mengetahui jika Greisy adalah wanita yang selama ini Andre cari- tampak jika wajah pria itu tengah menunjukkan penyesalan. Apa lagi setelah tahu jika ...,
Jika Greisy pergi entah kemana dan tidak tahu kapan akan kembali.
Atau mungkin takkan pernah kembali lagi.
Sakit! Hati Andre terasa tercabik- cabik karena penyesalan dan perasaan bersalah. Hati pria itu terasa kosong dan hampa. Ia menyesal tidak mengejar Greisy, ia menyesal tak pernah menerima perasaan wanita itu..,
Ia mencintai Greisy. Sangat!
Namun.., namun.., ia merasa belum pantas menerima hati Greisy- merasa belum pantas mementingkan dirinya sendiri. Karena.., karena ia masih ada tanggung jawab pada masalah Agatha dan Louis- baginya itu adalah bayaran atas hutang budi pada keluarga
Fransiscus yang telah merawat dan membesarkannya.
Bernard memberinya tanggung jawab untuk melindungi Louis dan mengawasi Agatha. Mereka belum bersatu- itu sebabnya, Andre tak ingin egoist dan mementingkan pribadinya sendiri. Meski sejujurnya, Bernard tak pernah melarang hal pribadi Andre- namun, bagi pria itu-ia berjanji pada dirinya sendiri takkan egoist memikirkan dirinya sendiri sebelum masalah Louis terselesaikan.
*
“ tuan? Anda tidak apa- apa?” ucap nenek tersebut saat itu. Ia cemas karena Andre terduduk lemas secara tiba- tiba. .
Louis melihat Andre yang terduduk lemas. Ia tahu jika sekarang pria itu tengah menanggung beban penyesalan sekarang.
“ Andre, ayo kita pulang saja. Aku akan mengantarmu pulang.” ucap Louis memapah tubuh Andre menuju mobil. Andre hanya mengangguk pelan.
“ saya rasa ia sedikit terkejut karena nona Greisy yang tiba- tiba pergi. Saya akan membawanya pulang, maaf sudah menganggu waktu anda.” ucap Louis berpamitan.
__ADS_1
“ ya.., hati- hati, tuan.” ucap nenek tersebut.
*
Karena tahu jika Andre dalam kondisi yang tidak begitu baik. Louis memilih mengantar Andre ke kediaman pria itu. Kali ini, Louis memilih yang mengendarai mobil mereka.
Saat pertama Bernard membawa Andre, ayah kandung Louis itu merawat Andre di rumah yang terpisah dari keluarga utama Fransiscus.
Rumah sederhana bergaya Eropa dengan dinding serba kayu, bahkan tempat duduk dan meja makan pun terbuat dari kayu. Rumah yang terdiri dari ruang tamu, ruang makan sederhana yang hanya di sekat dengan rak bumbu untuk memisahkan antara dapur dengan ruang makan. Rumah itu juga hanya memiliki satu kamar utama, satu kamar tamu dengan kamar mandi di setiap kamar dan toilet di belakang dapur. Lalu di teras belakang ada ruang untuk mencuci baju.
Rumah itu tidak memiliki banyak ornament penghias ruangan. Hanya ada TV yang tampak luar nya seperti TV jadul dengan Casing menyerupai kayu- sangat cocok dengan tema rumah yang hampir semua pengisi ruangannya terbuat dari kayu. Meski begitu, Louis yakin casing pada TV itu hanya hiasan saja. Louis pernah menyalakan TV tersebut. Meski casing nya terlihat jadul, TV itu menyiarkan saluran luar negeri dan layar yang di tampilkan pun sangat bening.
Namun meski terlihat hanya seperti rumah sederhana, rumah ini bisa di bilang memiliki sistem yang cukup canggih yang terpasang di rumah pria itu.
Rumah itu memiliki sensor panas sehingga dapat menyesuaikan suhu ruangan menjadi nyaman di tinggali tanpa perlu repot mengatur suhu. Saat panas, suhu ruangan akan di buat rendah dan sebaliknya saat cuaca sedang dingin, suhu ruangan akan menghangat.
Louis tahu karena tidak hanya sekali dua kali Louis menginap di rumah pria itu- untuk menghindari Elena, tentu saja.
Bernard dan Luna yang telah menunggu Andre di rumah pria itu
“ Tu., tuan, Nyonya, apa yang anda lakukan di...” ucap Andre mengantung. Karena wajahnya telah di tampar oleh Bernard.
“ Ayah? Apa yang kau..” ucap Louis tidak terima karena ayahnya menampar wajah Andre. Namun, sedetetik kemudian, Louis sedikit terkejut atas apa yang di lakukan ayah kandung nya tersebut.
“ dasar bodoh!” ucap Bernard memeluk Andre.
“ apa?” heran Andre juga Louis.
“Aku tidak menyangka jika kedua putra ku akan memiliki nasib yang serupa-seperti ini.“ ucap Bernard.
“ Putra?” heran Andre dan Louis.
__ADS_1
“ Andre..,” Luna angkat bicara, Bernard lalu melepas pelukannya.
“ Kami ingin- kau melundingi Louis- sebagai kakak nya, bukan sebagai assistant tanpa hati seperti ini. Kalau begini, kau tidak ada bedanya dengan boneka hidup.” ucap Luna menepuk kedua bahu Andre.
“Apa maksud ayah dan ibu- soal Putra?” heran Louis.
“Haih! Dulu kami ingin mengangkatnya sebagai anak dan dia menolaknya. Andre bahkan memilih untuk menjadi alat untuk melindungimu dan Agatha. Itu juga alasan kenapa kami merawatnya di rumah terpisah. Ia tak ingin kau membencinya karena telah membuat kami membagi kasih sayang kami kepada kalian berdua.” ucap Luna.
“Andre..” ucap Berard menepuk bahu Andre.
“ Kami tahu sendiri bagaimana menderitanya Louis karena terhalangi perasaan enggan dan tak ingin merusak hubungan bagai saudara antara anak itu dan Agatha. Namun disisi lain, kami juga tahu- jika sesungguhnya, Louis telah mencintai Agatha. Terbukti dari anak itu yang terus merindu bahkan mencoba mencari kemanapun Agatha pergi. Itu alasan mengapa aku memintamu mengawasi Agatha kemanapun gadis itu pergi..” ucap Bernard menjeda ucapannya.
“ Kami juga tahu, apa yang terjadi padamu, Andre. Namun.., kami lebih tahu apa alasan mengapa kau memilih kehilangan dari pada mementingkan dirimu sendiri.” ucapan Bernard membuat Andre terdiam.
“ Andre..” ucap Bernard memegang kedua bahu Andre.
“ Kami sudah menganggapmu sebagai putra kami- menjadi bagian dalam keluarga kami. Kami tak ingin apa yang terjadi pada Louis dan Agatha terulang lagi- padamu. Kejar wanita yang kau cintai. Kau bebas mencintai seseorang, Andre- asal, hal itu tidak menghalangi kinerja mu. Itu lebih baik dari pada kau yang mengalahkan ego mu namun kau menderita.” ucap Bernard.
Bernard tahu, kinerja Andre selalu memuaskan bahkan meski memiliki masalah pribadi- sekalipun. Namun melihat pria itu begitu menderita membuat Bernard juga tidak tahan melihatnya. Hal itu pula yang membuat Bernard dan Luna menemui Andre di rumah pria itu.
“Ayah dan ibu benar Andre. Aku sendiri sudah menganggapmu sebagai kakak ku. Aku tak tahan melihatmu menderita seperti ini. “ ucap Louis.
“Tapi...., tapi dia sudah pergi. Keluarga dari ibunya sudah membawa Greisy pergi.” ucap Andre mulai menangis.
“Tak apa, kami akan membantumu mencari Greisy.” ucap Luna.
“Apa ia mau menerimaku? Aku sudah melukainya. Bukan hanya fisiknya namun hatinya.” Ucap Andre lirih.
“Aku mengerti perasaanmu, Andre. Kita berjuang bersama, aku akan membantumu sama seperti kau yang membantuku.” Begitu ucap Louis kala itu. Untuk kali pertama, akhirnya Andre menerima pelukan Bernard dan Luna. Melihatnya, Louis hanya masuk kedalam pelukan mereka.
“ You are my Brother, Always and forever.”
__ADS_1