Affair With My Ex-wife

Affair With My Ex-wife
Kecewa


__ADS_3

“ lalu..? apa arti titik di layar? Apakah itu mengambarkan suatu penyakit?” tanya Felix sekali lagi dan sekali lagi pula, pertanyaan Felix membuat para dokter tertawa.


“ apakah pertanyaanku salah?” heran Felix. Freya hanya mengangkat kedua bahunya.


“ adanya bayi di dalam tubuh istrimu bukan termasuk penyakit boy.” ucap dokter Sophia akhirnya.


“ bayi? Maksudnya...” ucap Felix mencoba menelaah perkataan para dokter di depannya.


“ istriku hamil?” tanya Felix sekli lagi.


“ ya.” jawab para dokter tersebut. Lantas, Felix langsung menatap istrinya.


“ bukankah kau bilang kau menggunakan pil KB?” tanya Felix.


“ si.., siapa yang mengatakan aku menggunakan pil Kb? Aku.., aku hanya mengatakan kau tak berhak bertanya itu.” ucap Freya dengan rona wajah yang memerah sambil memegang rambut panjangnya.


“ benarkah yang ia katakan?” tanya Felix memastikan.


“ ya, istri anda berbicara jujur! Tidak ada kandungan pil Kb di dalam tubuh istri anda.” jelas dokter Sophia. Felix lantas melihat istrinya yang memilih menunduk sambil memainkan kukunya.


“ lalu? Mengapa perutnya menjadi sakit? Ada apa dengan bayi kami?” tanya Felix.


“ bisa jadi penyebabnya adalah stress berlebihan. Atau mungkin karena frekuensi **** yang terlalu berlebihan. Biar bagaimana pun, ia masih terlalu muda, mungkin hal itu membuat janin istri anda stress.” ucap dokter Sophia, menjelaskan.


“ saya akan memberi istri anda Vitamin. Dan sebagai suami, ada baiknya anda puasa dulu sampai calon bayi kalian lebih kuat.” ucapan dokter wanita di depannya membuat pukuln tersendiri bagi Felix.


“ apa? Puasa? Puasa makan?” tanya Felix- berharap puasa yang di maksud adalah puasa makan.


“ tentu saja puasa berhubungan.”


“ AP! S.., sampai kapan?” baru di bayangkan saja Felix sudah merasa tidak akan tahan.

__ADS_1


“ satu sampai dua bulan, sampai janin istri anda lebih kuat nanti.” ibarat di sambar petir. Felix langsung terlihat lesu karena di haruskan puasa tidak memasuki tubuh istrinya yang telah menjadi candu. Melihatnya, Freya hanya menepuk bahu suaminya, meski di dalam hati, ia menertawai wajah kecewa suaminya.


“ dan saat puasa anda telah berakhir, anda baiknya, anda melepas pelepasan anda di luar tubuh istri anda.” jelas dokter Sophia lagi.


“ kenapa?” tanya Felix dan Freya.


“ janin yang telah terbentuk tidak boleh bertemu dengan sel S***a lagi, akan ada kemungkinan sel yang telah matang akan mengalami cacat jika bertemu dengan sel S***a yang mentah lagi. Resiko terbesarnya adalah membuat janin menjadi keguguran.”jelas dokter Sophia.


“ itu resiko terbesar, apakah ada resiko teringan?” tanya Felix.


“ akan ada pembuahan lagi. Bisa di bilang akan terjadi kelahiran kembar yang berlinan waktu pembuahan.


Karena memang, nona Freya ini memiliki gen kembar, sehingga memiliki kemungkinan bisa melahirkan kembar. Namun, kemungkinan itu sangat jarang terjadi.


Biar bagaimana pun, sangat jarang terjadi kelahiran kembar yang berbeda usia kelahiran. Kalaupun terjadi, anak yang terlahir setelahnya akan terlahir cacat atau mati di dalam kandungan.” jelas dokter tersebut.


Setelah memberi Vitamin dan jadwal Freya untuk pemeriksaan rutin selanjutnya, akhirnya, Felix dan Freya dalam perjalan pulang.


“apa kau marah padaku?” tanya Freya karena merasa suasana dalam Taxi terlalu hening.


“ sedari tadi kau hanya diam.”


“ Aku terlalu senang sehingga tidak tahu harus berucap apa.” ucap Felix yang tahu jika istrinya ini mengira dirinya masih marah.


“ apa kau senang?” tanya Freya.


“ siapa yang tidak senang saat mengetahui jika dirinya akan menjadi seorang ayah.”


“ aku pikir kau akan kecewa.” jelas Freya.


“ kecewa? Karena?”

__ADS_1


“ karena..., kau akan memiliki anak dariku. Bukan dari kekasihmu.” ucapan istrinya membuat Felix terdiam lantas memeluk bahu istrinya.


“ jangan berkata seperti itu! Aku dan Wanda sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi.”


“ benarkah?”


“ ya, awal pertama aku mencumbumu, adalah tanda aku mulai menerimamu.” jelas Felix.


“ apa kau mulai mencintaiku?” tanya Freya semangat.


“ ....” Felix memilih diam, ia masih belum dapat mengatakan dengan pasti perasaannya sendiri. Melihat suaminya terdiam, Freya memilih ikut diam sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


“ maaf.” cicit Felix.


“ Fe.”


“ hem?”


“ kau mau anak laki- laki atau perempuan Fe?” tanya Freya mengelus dada bidang suaminya.


“ jangan menggodaku, Frey! Kau kan tahu aku harus puasa!” kesal Felix.


“ aku kan hanya bertanya; kau mau anak laki- laki atau perempuan.” ucap Freya dengan nada konyol.


“ tapi tanganmu! Jangan nakal!” ucap Felix menggenggam tangan istrinya yang mulai nakal- mengelus tubuh suamnya kemana- mana.


“ apa salahnya nakal sama suami sendiri?” kekeh Freya.


“ awas saja setelah masa puasaku habis.”


“ selamat menunggu 2 bulan lagi.” kekeh Freya.

__ADS_1


Sementara supir taxi itu hanya berdehem dengan muka merona.


‘ harap bersabar! Ini ujian.’ batin sang supir dengan merana. Apa lagi, ia adalah seorang jomblo sedari lahir.


__ADS_2