
Irish terbangun saat matahari sudah meninggi.
Mungkin, karena ia pulang dengan kelelahan di tambah ia sedang kedatangan tamu bulanannya.
Beruntung, karena Irish sudah meminta ijin untuk libur karena sedang berhalangan.
Andre sendiri juga tidak pernah memaksa Irish karena pria itu tahu; jika setiap satu bulan sekali ada masanya wanita akan menderita selama seminggu.
“ seingatku, seharusnya, Allergic ku kambuh?” heran Irish yang masih dapat terbangun keesokan harinya di kamarnya, Irish pikir jika ia akan pingsan karena sakitnya.
Wanita itu memilih membersihkan tubuhnya dan melihat tubuhnya. ia takut jika Allergic nya akan meninggalkan ruam.
Ya, sedikit ada bentol-bentol kecil dan tubuh Irish sedikit ada luka-luka kecil akibat garukan.
‘ apa bisa sembuh dalam seminggu, ya. Malu juga jika harus bertemu Ed dengan keadaan begini. Ya, meski ia tidak akan melirikku- sekalipun badanku mulus dan secantik apapun.’ lirih Irish.
Setelah membasuh wajahnya dan membersihkan tempat tidurnya, Irish memilih menuju ruang makan- dimana ayah kandungnya sedang memasak untuk sarapan mereka berdua.
“ sudah bangun? Papa sudah membuatkanmu telur orak- arik dan sup serta menghangatkan roti.” ucap Lionel memberikan masakan ala Eropa pada umumnya.
” terima kasih, papa.” ucap Irish duduk di hadapan meja makan.
“ kau mau sosis atau Bacon asap?” tanya Lionel menawarkan.
“ ya. Papa mau coffee?” tanya Irish.
“ Coklat saja, hangat ya.”
__ADS_1
“ ya.” ucap Irish mulai membuatkan Coklat hangat, sementara, karena dirinya sedang datang bulan, wanita itu merasa harus mengurangi cafein- sehingga memilih susu hangat untuk menu minumannya.
“ Irish!” panggil Lionel setelah menyadari sesuatu.
“ ya?” heran Irish.
“ bibirmu kenapa?” heran Lionel.
“ bibir?” heran Irish menyentuh bibirnya sendiri.
“ ya, bibirmu bengkak, nak.” jawab Lionel.
“ mungkin, karena Allergic, pa.” jawab Irish menekan bibirnya.
“Allergic? Kau Allergic apa?” heran Lionel.
“ begitu? Beruntung aku juga tidak pernah memasak seafood. Tapi kau tidak apa- apa? Apakah parah?” tanya Lionel.
“ hanya gatal dan timbul ruam kecil.” jawab Irish.
“ mau papa belikan saleb?”
“ tidak perlu, aku sudah meminta ijin pada tuan Bernard dan tuan Andre. aku akan libur satu minggu kedepan.” ucap Irish menenangkan.
“ kau mau istirahat saja? Atau, jika kau mau- papa akan mengosongkan jadwal papa, kurasa sebagai ayah dan anak kita perlu mendekatkan diri.” pinta Lionel.
“ ini hari pertama, pa. Kurasa satu hari ini aku akan tidur,bagaimana jika akhir pekan?” tanya Irish.
__ADS_1
“ oke.” ucap Lionel mencoba mencocokkan jadwalnya.
🌸Sementara itu di lain tempat 🌸
“bagaimana keadaan Irish?” tanya Alice.
“ kenapa anda bertanya pada saya, nona?” tanya Ed.
“ aku pikir kau pulang kemarin karena mengkhawatirkan Irish.” jawab Alice.
“saya pulang karena ada urusan, nona.”
“ begitu? Aku dengar Irish libur hari ini?” tanya Alice.
“ ya, ia sedang berhalangan.” jawab Ed masih fokus pada laptop nya.
“ begitu? Kebetulan, beberapa hari ini sedang tidak ada jadwal menjamu Klien. Dan...” ucap Alice mengecek Jadwal pekerjannya. Meski ia sedang di rumah sakit, sebisa mungkin ia tidak ingin mengabaikan pekerjaannya.
“ dan?” heran Ed.
“ kurasa sebentar lagi akan ada jadwal tentang pesta ulang tahun perusahaan XY. Kurasa pada saat itu, masa period Irish sudah selesai. Karena aku masih belum pulih, ia akan di tugaskan menggantikan aku bukan? Apa aku perlu menyiapkan gaun untuknya?” tanya Alice.
Seketika itu,Ed mengalihkan padangannya pada layar laptopnya dan menatap ke arah Alice.
“ gaun? Apa tidak lebih baik jika ia memakai jass seperti biasa?” tanya Ed.
“tapi perusahaan XY ini bukan klien perusahaan SC Lee namun Klien dari perusahaan kecantikan Nakamura. Ia akan datang menggantikan aku. Jadi aku rasa, perwakilannya pun sudah seharusnya seorang perempuan.” jawab Alice. Ia pun ingin melihat Irish dalam pakaian wanita dan sesekali, Alice ingin mencoba mendadani Irish.
__ADS_1
‘ untuk gaun...,’batin Alice mencoba menghubungi Freya.